Similar but not the same

 Haena kau pandai bermain piano

Haejoo kau pandai bela diri

Haena kau punya banyak teman yeoja

Haejoo kau punya banyak teman namja

Haena kau cantik

Haejoo kau hebat

Mereka seperti air , air panas dan air dingin . jika kau hanya melihatnya tanpa menyentuhnya kau akan mengatakan mereka “sama” .

Mereka seperti buku tulis , jika kau hanya melihat covernya tanpa membaca dari isi buku tersebut kau akan mengatakan mereka “sama”

Ayah Ibu sayangi dirinya

Ada diriku di dalam dirinya

Ada hembusan nafas ku di setiap detak jantung nya

Image

similar but not the same

Author : Noonatea

Genre : FLuff

Cast :          Park Haena (OC)

                      Park Haejoo ( OC)

                 Byun Baekhyun

       Xi Luhan

Leght : oneshoots

Park Haena dan Park Haejoo , mereka terlahir kembar memiliki wajah yang hampir serupa hingga sulit untuk membedakan nya . tapi ada satu yang membuat mereka berbeda , hanya orang tua nya yang mengenalinya , Sifat mereka…

“Baekhyun-ah! Ayo pukul aku kau jago hapkido bukan?” Tanya Haejoo saat dirinya sedang mengikuti kelas hapkido sepulang sekolah bersama sahabat nya Baekhyun

“kau menantang ku? Baiklah…”

Sementara itu…

“Yixing oppa mmm bisa kah kau menilai kemampuan bermain piano ku?” Tanya Haena saat dirinya sedang mengikuti kelas piano sepulang sekolah bersama senior nya Yixing…

“oke baiklah tentu dengan senang hati aku akan melakukan nya”

Haejoo suka sekali berlatih hapkido menurutnya bela diri itu penting , sedangkan Haena ia suka sekali bermain piano menyusun setiap dentingan tuts piano menjadi sebuah irama yang indah…

Haena dan Haejoo bersekolah di tempat yang berbeda , Haena bersekolah di Seoul Art High School sementara Haejoo di Jungwon High School .

Tentu tidak ada yang mengetahui tentang mereka , yang tahu hanya orang tua , saudara dan para tetangga yang tinggal nya tidak jauh dari rumah mereka berdua.

Kedua orang tua mereka sengaja menyekolahkan mereka di tempat yang berbeda sejak sekolah menengah pertaman , Ayah dan Ibu mereka tahu kalau kedua putri kembar nya bosan jika harus selalu bertemu dimana pun…

Haena selalu pulang tepat waktu jika pulang terlambat ia akan segera memberi kabar ibunya , sementara Haejoo ia selalu pulang disaat matahari terbenam ia malas jika harus mendengar ocehan ibunya …

“kau itu perempuan harus nya bisa memasak”

Ya seharusnya…

“kau itu perempuan seharusnya kau bisa bersikap lebih lembut seperti Haena”

Ya seharusnya…

Haejoo benci jika dirinya sudah dibanding-bandingkan oleh Haena , disisi lain Haena ingin seperti Haejoo yang pandai dalam bela diri jadi ia akan merasa aman jika berpergian sendiri , sering kali Haena meminta Haejoo mengajak nya ketempat berlatih hapkido . namun Haejoo selalu bilang..

“aku tidak mau mengajak kau kesana , kau akan dimarahi ibu atau mungkin teman-teman ku akan menyukai mu”

~ similar but not the same ~

Siang ini saat jam istirahat di sekolah nya Haena terlihat sedang menyandarkan kepalanya di sebuah pohon yang rindang , ia memegang sebuah ponser dan memasan earphone di kedua telinga nya , rambut coklat gelap nya yang panjang ia biarkan terurai bebas mengelilingi dadanya…

Sementara itu…

Haejoo di sekolah nya , ia hampir terlibat perkelahian dengan Shihyun , gadis yang di beri predikat ulzzang di sekolah nya sengaja menumpahkan minuman nya hingga membuat setengah Seragam sekolah Haejoo kotor , beruntunglah Baekhyun datang dan memisahkan nya . Jujur saja Shihyun tidak suka dengan Haejoo karena ia selalu dikelilingi pria tampan seperti Kai si cassanova atau Chanyeol si idiot in disguise . Tapi mereka semua hanyalah teman Haejoo tidak ada niatan untuk menyakiti Haejoo atau apapun itu . mereka saling melindungi satu sama lain…

“aish Shihyun jinjja , lihat saja besok aku akan mematah kan tangan mungil mu itu” Haejoo sangat kesal , ia memutuskan untuk tidak mengikuti pelajaran dan pulang lebih awal karena tidak mungkin ia mengikuti pelajaran dengan keadaan seragam yang kotor itu…

“hya kau dia saudara jauh ku , aku minta maaf atas perlakuan nya” kata Baekhyun sambil membantu Haejoo.

“ya untungnya dia saudara kau walaupun jauh , jika tidak aku akan mencincang nya atau melempar nya ke sungai han . dia menyebalkan”

~ similar but not the same ~

Pulang lebih cepat atau terlambat Haejoo tetap mendengarkan ocehan ibunya .

Haejoo menghempaskan tubuhnya di sofa , melipat kedua tangan nya di dada menikmati acar televisi yang agak membosan kan siang ini . rasanya ia ingin bermain bersama teman-teman nya tapi ia terlalu lelah jadi ia putuskan untuk tetap dirumah hari ini…

“aku pulang , eh Haejoo kau sudah pulang” suara Haena yang baru saja kembali dari sekolah ia melepas sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah.

“ya aku sudah pulang , seseorang menyerang ku dan itu menyebalkan”

“kau tidak memukul nya dengan jurus hapkido mu?” tanya Haena lembut , ia berjalan mendekati Haejoo dan mengistirahatkan tubuhnya di sofa.

“aku ingin , tapi mengingat ia adalah saudara Baekhyun sahabat ku jadi ku urungkan niat ku untuk memukulnya” Jawab Haejoo sambil mengerucutkan bibirnya.

“aku bangga punya eonni seperti kau” kata Haena sambil mencubit pipi Haejoo

“aku senang punya adik seperti kau” Haejoo tersenyum membelai halus rambut Haena.

Saat dilahirkan Haejoo lahir terlebih dahulu lalu 5 menit kemudian disusul oleh Haena…

Malam ini keluarga Park akan memperkenal kan anaknya , Park Haena kepada anak kerabat mereka .

Keluarga Park mengadakan acara makan malam dirumah nya , tentu Haena harus cantik malam ini begitu juga dengan Haejoo. Agar mudah membedakan nya Haejoo dan Haena menggunakan name tag.

“ayah akan mengenalkan ku pada siapa?” tanya Haena sambil membenarkan tatanan rambutnya.

“Xi Luhan , dia anak dari kerabat ayah . ayah rasa kau pantas untuk nya”

“lalu bagaimana dengan Haejoo?”

Ayah nya terdiam untuk beberapa saat , dan menghembuskan nafas yang panjang…

“ntahlah ayah tidak mengerti selera Haejoo”

Beberapa saat kemudian keluarga Xi datang , mereka orang Cina yang bertransmigrasi ke Korea karena urusan pekerjaan . Xi Luhan memperkenalkan dirinya terlebih dahulu , lalu Haejoo dan Haena juga mengenalkan diri mereka.

Awalnya Xi luhan kaget ternyata calon tunangan nya memiliki saudara kembar bagaimana jika tertukar? Ah tidak mungkin secara penampilan Haena lebih feminim dari pada Haejoo , jadi Luhan mudah membedakan mereka berdua.

Kedua belah pihak keluarga ini sedang menikmati hidangan makan malam yang sudah disediakan juga sambil membicarakan soal pertunangan Haena dan Haejoo , Haejoo merasa agak kesal mengapa kedua orang tuanya selalu memberikan yang terbaik kepada Haena . Haejoo putuskan untuk berhenti menikmati hidangan nya dan kembali ke kamar dengan alasan tidak enak badan kenyataan nya dia dalam keadaan sehat.

Haejoo masuk ke kamar , menidurkan tubuh nya yang bisa di bilang proposional ke sebuah ranjang yang tak terlalu besar yang sudah menemaninya selama 10 tahun . ia menatap langit-langit kamar yang berhiaskan sticker bintag-bintang , Haena yang menempelkan sticker-sticker itu.

 

Haena kau cantik

Haejoo wajah kita sama

Haena kau selalu menjadi kebanggaan ayah dan ibu

Haejoo kau selalu menjadi kebanggaan ayah dan ibu juga kau selalu menjaga ku

Kata-kata sepuluh tahun yang lalu terngiang kembali , mengingatkan setiap saraf otak Haejoo , Haena yeodongsaeng terbaik jika ayah dan ibu memarahi Haejoo maka akan dengan sigap Haena membela nya , Haejoo eonni yang baik jika Haena di ganggu oleh anak yang nakal Haejoo akan dengan sigap melindungi Haena.

Mereka serupa tapi tak sama , karakter mereka yang membedakan mereka berdua .

Haejoo lebih suka bermain dengan anak laki-laki sedangkan Haena lebih suka bermain dengan anak perempuan.

Haejoo suka acara sepak bola , Haena suka acara memasak

Haejoo suka music beraliran rock-pop , Haena suka music beraliran classic

Mereka berbeda…

Apa aku benar selalu menjadi kebangaan ayah dan ibu? Sepertinya tidak , dimata mereka hanya ada Haena Haena dan Haena , tapi aku sadar orang tua ku juga menyayangi ku walaupun rasa sayang mereka kepada ku tidak sebanyak yang mereka berikan kepada Haena

Kembar bukan berarti sifat kami harus sama kan Tuhan?

Haejoo terus terdiam menatapi langit-langit kamar nya , sementara Haena ia merasa bersalah karena orang tua nya selalu memberikan yang terbaik kepada dirinya.

Acara makan malam sudah selesai , Haena putuskan untuk memasuki kamar Haejoo dan berbicara dengan nya .

“Haejoo boleh aku bicara?”

“ya tentu”

“aku minta maaf aku tidak bermaksud , aku tahu ayah dan ibu selalu memberikan yang terbaik untuk ku ini rasanya tidak adil kau juga boleh berhak terlibat dalam perjodohan…” Haena menunduk sambil memainkan jari-jarinya ia tak mau membuat Haejoo marah…

“Haena-ya aku tidak pernah marah padamu , justru aku senang kau selalu menuruti apa yang ayah dan ibu katakan . tidak seperti ku , tak apa kau tak perlu minta maaf” Haejoo membelai halus rambut Haena dan memeluknya…

Haejoo dan Haena menangis dalam pelukan satu sama lain . orang tua mereka tidak terlalu suka salah satu dari mereka , lebih tepatnya kurang menyukai Haejoo tapi walaupun begitu Haejoo dan Haena tetap menyayangi satu sama lain tidak peduli apa yang akan terjadi.

~ similar but not the same ~

Siang ini calon tunangan Haena , Luhan lebih tepatnya siap untuk menjemput Haena dan mengajak nya berkencan . memang sudah seharus nya bukan?

Luhan mengenakan t-shirt putih , jeans dan sneakers abu-abu tidak lupa jacket dan kaca mata hitam . rambut coklat nya ia style tidak berponi seperti biasanya . sangat tampan.

Sementara itu Haena ia mengenakan dress hitam selutut dan jacket jeans , ia menguncir rambut nya seperti buntut kuda dan wajah nya di poles dengan makeup natural , sangat cantik.

Luhan sudah tiba di depan rumah Haena ia menekan klakson mobil sport hitam nya menandakan ia sudah datang , Haena yang sadar akan hal itu berpamitan dengan ibunya dan bergegas menuju mobil Luhan.

Sementara itu Haejoo ia mengenakan jeans , kaos abu-abu dan kemeja tanpa di kaitkan kancing nya ia biarkan rambutnya terurai ia bersiap untuk berlatih Hapkido bersama teman-teman nya.

Haena dan Luhan pergi ke sungai Han mereka menikmati ice cream sambil menunggu sunset tiba , sementara Haejoo ia sibuk berusaha menjatuhkan sahabat nya Baekhyun yang notabene nya ahli dalam hapkido.

“Haena sepertinya saudara kembaran mu tomboy” Luhan membuka pembicaraan.

“yap kau benar , dia tomboy dia hebat dia selalu melindungi ku” Haena sambil menikmati ice cream nya tanpa mengalihkan pandangan nya dari arah barat menunggu sunset.

Haena akan di tunangkan oleh Luhan setelah melaksanakan upacara kelulusan sekolah , usia mereka berdua hanya terpaut dua tahun .

Haejoo sudah lelah akhirnya ia bisa mengalah kan Baekhyun , ia duduk membersihkan pelu yang mengaliri dahi nya sambil menikmati air untuk menghilangkan dahaga.

“kemarin aku melihat mu di tempat berlatih music kau sangat feminim” kata Baekhyun sambil mengelap keringat yang mengucur di dahi nya dan membenarkan posisi duduk nya.

“itu bukan aku , itu Haena saudara kembar ku . kenapa kau suka?”

“kau memiliki saudara kembar kenapa kau tak pernah memberi tahu? Boleh kah?” Baekhyun kaget , ia mengerjapkan matanya berkali-kali , ternyata sahabat nya mempunyai saudara kembar yang sama cantiknya dengan Haejoo dan lebih feminim.

“iya , sekarang kau sudah tahu kan? Ah tidak bisa ia akan bertunangan”

Baekhyun lemas ia menghempaskan tubuhnya dan mendesah pelan , sejujurnya ia menyukai Haejoo tapi ia belum ada niatan untuk mengatakan nya . Haejoo sungguh berbeda dari setiap perempuan yang pernah ia kenal.

“Apa kau pernah merasakan sakit hati?”

“tentu pernah baek”

“karena apa?”

“seorang namja , apalagi kalau bukan itu?”

“jadi kau pernah pacaran” tanya ku sambil menahan tawa

“ya pernah saat kelas satu SMA , dia berkhianat dia mencintai yeoja lain jadi ku putuskan untu terlalu tidak percaya apa dengan omongan Namja”

Ternyata di balik sifat nya yang ceria , di balik tubuh nya yang kuat , di balik wajah cantik nya ia pernah merasakan di khianati oleh namja? Sampai pada akhirnya ia tidak mau memberi kepercayaan lagi , ku kira kau selalu ceria Park Haejoo…

~ similar but not the same ~

Siang ini Baekhyun berkunjung kerumah Haejoo , saat ia memencet bel Haena yang membuka kan pintunya Baekhyun sadar itu pasti bukan Haejoo.

“annyeonghaseyo kau mencari siapa?” tanya Haena ramah sambil memberi hormat.

“ne annyeonghaseyo , aku mencari Haejoo”

“oh kau pasti Baekhyun , mari masuk Haejoo ada di dalam”

Haena berjalan duluan dan disusul oleh Baekhyun , saat Baekhyun masuk kedalam rumah mendapati Haejoo hanya mengenakan hotpans dan kaus tanpa lengan yang sedang asyik bermain dengan playstation nya hanya mengeleng-gelengkan kepalanya , Haejoo benar-benar tomboy …

“hya Haejoo!” teriak Baekhyun , ia menghapiri Haejoo dan mengacak-ngacak rambut Haejoo.

“aish kau Baekhyunnieeeee yang lebih cantik dari ku” jawab Haejoo sambil sedikit melakukan aegyo .

Mereka berdua terlihat sangat akrab , Haejoo dan Baekhyun asyik bersendau gurau sambil bermain game . Sejujur nya Baekhyun ingin menjadikan Haejoo yeoja chingu nya tapi rasanya tak mungkin Baekhyun tak mau persahabatan nya rusak begitu saja dengan Haejoo . Sementara itu Haena tersenyum sendiri menatap layar handphone nya , pesan teks yang Luhan kirim berhasil membuat nya ternsenyum sepertinya Luhan dan Haena Saling mencintai satu sama lain.

Hari sudah semakin sore , Baekhyun harus pulang ia berpamitan kepada Haejoo dan Haena . Haejoo sangat senang hari ini Baekhyun berkunjung kerumah nya…

Haena bahagia melihat Haejoo bisa tersenyum karena seorang pria.

Malam ini Haejoo dan Haena sedang berada di atap rumah menikmati indah nya gemerlap lampu kota Seoul dan hembusan angin yang membawa ketenangan…

“Haena kau pandai bermain piano”

“Haejoo kau pandai bela diri”

“Haena kau punya banyak teman yeoja”

“Haejoo kau punya banyak teman namja”

“Haena kau cantik”

“Haejoo kau hebat”

Lalu mereka saling menatap satu sama lain dan tertawa , tidak ada perselisihan walaupun sifat mereka berbeda , ada satu yang membuat mereka sama bukan karena wajah mereka tapi karena mereka berdua bagaikan musim semi , hangat dan selalu membuat orang disekitarnya bahagia…

Malam ini mereka habiskan berdua saling menatap cahaya rembulan dan gemerlap lampu kota Seoul dan hembusan angin yang menenangkan jiwa mereka…

~ similar but not the same ~

Hari ini Haejoo dan Haena pergi kesebuah coffee shop , Haejoo sengaja menggunakan kaca mata , menguncir rambut nya , dan menggunakan topi agar orang-orang tidak terlalu heran melihat mereka berdua . penampilan mereka juga berbeda Haejoo bernampilan casual sementara Haena selalu feminim.

Merek duduk di dekat jendela agar bisa menikmati pemandangan sekitar sambil mendengarkan music.

“Haena-ya kau tunggu sini biar aku yang memesan ok” perintah Haejoo sambil mengedipkan sebelah matanya , Haena mengangguk senang…

Haena menikmati pemandangan melalui jendela , tiba-tiba ia melihat seorang pria yang sangat akrab dengan nya pria itu terlihat sedang bermesraan dengan wanita lain . Hati nya perih perut nya seperti disiram air es , sakit…

Ia melihat Luhan bersama wanita lain , Haena putuskan untuk mendatangi Luhan di sebrang Jalan , Hati nya sudah tidak sanggup lagi melihat seseorang sudah bertunangan  dengan nya bermesraan dengan wanita lain . Haena berjalan keluar coffee shop Haejoo memanggil nya namun Haena menghiraukan nya .

Haena berjalan tanpa memerhatikan lampu lalu lintas , Hati nya sudah tidak sanggup rasanya ia ingin melempar Luhan ke sungai Han sekarang juga , Haejoo memanggil Haena , belum sempat Haejoo mengejar Haena , tubuh Haena sudah terhempas sejauh satu meter , ia ditabrak oleh sebuah truck .

Keadaan jalanan kacau sekarang , Haejoo berlari ke arah Haena . tubuh Haena penuh darah matanya terkena pecahan kaca . Luhan sadar tentang sesuatu terjadi di luar cafe ,  ia putuskan untuk keluar cafe .

Haejoo berusaha membangun kan Haena , ia meminta pertolongan …

“Haena ireona”  Haejoo menangis ia berusaha membangunkan Haena dengan menepukan pipi Haena , namun hasil nya nihil . Luhan tiba di tempat kejadian kakinya melemas , sampai ia lupa cara untuk berdiri , ia melihat Haena sudah tidak sadar kan diri tubuh nya berlumuran darah dan matanya terkena pecahan kaca , sementara wanita yang tadi bermesraan bersama Luhan datang mengekori Luhan ia mengerjapkan matanya , menutup mulutnya seolah-olah tak percaya , akhirnya ambulance datang…

Haena langsung mendapatkan perawatan secepat mungkin , bagian dalam tubuhnya terutama jantung nya hampir rusak , ia membutuhkan transpalasi Jantung . kedua orang tua Haejoo dan Haena datang mereka tak habis pikir mereka tak percaya bagaimana jika Haena tidak kembali?

Sang ibu terus menangis , ia tiada henti menyalahkan Haejoo memukul Haejoo . Haejoo tidak bisa berbuat apa-apa ia menangis ia menunduk sampai lupa caranya untuk mendongak…

Haejoo putuskan untuk pulang kerumah , ia tidak mau melihat sang ibu semakin frustasi karena dirinya . ia teringat kata Dokter Soo beberapa jam lalu

“sekarang Haena koma kemungkinan dia sadar kecil , ia membutuhkan transpalasi jantung dan juga mata”

Ia terdiam Haejoo berpikir , ia tahu dirinya tidak pernah bisa membuat orang tuanya bangga . Haejoo mengambil ponsel nya menghubungi Dokter Soo…

Satu Hari…

Dua Hari…

Tiga Hari…

Empat Hari…

Lima Hari…

Orang tua mereka tidak memperdulikan Haejoo , bagi mereka yang terpenting sekarang Haena sudah sadar . sang ayah yang sadar akan kehilangan sosok putri nya akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada Dokter Soo siapa seseorang yang baik hati ini mau mendonorkan segalanya untuk Haena…

Maaf tuan kami tak bisa memberi tahu anda”

“tapi aku penasaran , tolonglah Dok aku ingin mengucapkan terimakasih kepada wanita itu…”

“nona Park Haejoo yang bersedia memberikan semuanya kepada nona Park Haena…”

Ayah dan Ibu tidak percaya , apa sang dokter bilang Haejoo yang melakukan nya? Lalu dimana sekarang Haejoo?

Dimana putri mereka yang selalu mereka olok-olokkan ?

dimana putri mereka yang tak pernah membuat mereka bangga?

Dimana putri mereka yang tak pernah mendengar omongan mereka?

Park Haejoo kau dimana…?

“apakah tuan sekarang bangga dengan nona Park Haejoo?”

Kedua orang tua Haejoo berdiam , ia tidak bergeming mereka merasa sangat bersalah mereka sangat menyesal…

“dimana putri ku sekarang dok?” tanya sang ibu penuh harap , ia menahan tangisan nya…

“nona Haejoo sudah istirahat dengan tenang ia sangat bahagia melihat Haena bisa hidup kembali…”

 ~ similar but not the same ~

Pagi ini Haena terlihat sedang duduk di tempat tidur lengkap dengan infus yang masih menempel di tangan nya , ia sedang menikmati sarapan . dokter belum mengijinkan nya dia pulang…

Sementara itu

Jasad Haejoo akan dikeremasi hanya ada Baekhyun dan kedua orang tua Haejoo , ibu Haejoo terus menangis . Baekhyun berusaha menenangkan nya namun hasil nya nihil…

“dok apa organ tubuhku cocok untuk Haena?”

“tentu karena kalian kembar”

“kalau begitu ambil semua organ tubuh ku dok berikan semuanya kepada Haena , Haena lebih bisa membuat kedua orang tua ku tersenyum”

Sang dokter heran , ia mengangkat satu alisnya berusaha mencerna apa yang Haejoo maksud . Akhirnya Haejoo menceritakan semuanya kepada sang dokter

Malam itu Haejoo ditemani oleh sahabat nya Baekhyun , Baekhyun berusaha mencegah nya namun tak bisa keinginan Haejoo untuk membuat orang tuanya bangga tidak ada yang bisa membatasinya.

Baekhyun membantu Haejoo membuat sebuah video message , Baekhyun memegang handicam sambil menahan tangisan nya …

“um um Annyeonghaseyo ayah ibu dan adik kesayangan ku Haena , aku  ingin minta maaf pada kalian semua jika aku tidak pernah membuat kalian bahagia . Haena-ya saat kau melihat ini aku berharap kau tersenyum dan tinggalkan tunangan mu yang bejat itu ku harap kau mau bersama sahabat ku ini dia sangat baik hahaha ah sudahlah intinya aku ingin berterimakasih banyak kepada ayah dan ibu yang sudah merawat ku dengan hingga aku tumbuh menjadi gadis yang cantik *wink* . sudah seperti ini saja video message ku . annyeonghaseyo!”

Jasad Haejoo sudah selesai dikeremasi , dimasukan nya serbuk abu itu kedalam guci berbentuk warna putih dan membawanya ke sebuah tempat , tempat dimana banyak sekali guci-guci di lemari kaca dengan foto dan bunga-bunga . mereka orang-orang yang sudah bahagia disisi tuhan…

“ahjumma sudah bangga kah kau dengan Haejoo? Haejoo memberi ku amanat , ia ingin kau melihat dan membaca ini” Baekhyun memberikan sebuah kotak berwarna putih dan dibalut pita warna pink…

“Haejoo-ya maafkan ibu , ibu bukanlah ibu yang baik untuk mu maafkan ibu yang tak pernah melihat mu maafkan ibu yang selalu menuntut mu” sang ibu menangis , suara nya terdengar jelas ia melihat foto Haejoo . Haejoo tersenyum bahagia…

Sang ayah juga merasakan hal yang sama , ia memeluk sang ibu.

Kedua orang tua Haejoo dan Baekhyun kembali kerumah sakit , tempat dimana Haena dirawat.

Haena merindukan sosok Haejoo , sudah lama tidak bercengkrama dengan Haejoo .

“Haejoo jahat sekali sih dia tidak perna menjenguk ku” Haena mendengus kesal sambil mengerucutkan bibir nya dan melipat kedua tangan nya di dada…

Ayah dan ibu juga Baekhyun memasuki ruangan Haena dirawat , Haena terkejut ia tidak melihat sosok yang ia rindukan sosok Haejoo.

Kedua orang tuanya masih enggan memberi tahu hal ini , Haena terus bertanya namun mereka terdiam enggan menjawab akhirnya mereka putuskan untuk melihat sebuah kaset dan surat yang di berikan Haejoo.

“um um Annyeonghaseyo ayah ibu dan adik kesayangan ku Haena , aku  ingin minta maaf pada kalian semua jika aku tidak pernah membuat kalian bahagia . Haena-ya saat kau melihat ini aku berharap kau tersenyum dan tinggalkan tunangan mu yang bejat itu ku harap kau mau bersama sahabat ku ini dia sangat baik hahaha ah sudahlah intinya aku ingin berterimakasih banyak kepada ayah dan ibu yang sudah merawat ku dengan hingga aku tumbuh menjadi gadis yang cantik *wink* . sudah seperti ini saja video message ku . annyeonghaseyo!”

Haena terkejut menaikkan sebelah alisny ia terdiam tidak mengerti maksud dari video tersebut , akhirnya Baekhyun memberi tahu Haena secara perlahan…

Haena menangis , Hati nya sakit sekali bahkan lebih sakit saat melihat Luhan bersama wanita lain …

“ini salah ku tak seharus nya aku ingin mendatangi Luhan waktu itu , tidak seharusnya “ Haena menangis sambil memukuli dirinya , Baekhyun berusaha menenagkan nya …

“ini sudah takdir tuhan tidak ada yang tahu , kau harus kuat Haena…” Baekhyun membelai lembut rambut Haena memeluk tubuh mungil Haena membenamkan kepala Haena di dada Baekhyun…

Satu lagi yang belum orang tua mereka baca , Surat dari Haejoo…

Ayah Ibu sayangi dirinya

Ada diriku di dalam dirinya

Ada hembusan nafas ku di setiap detak jantung nya

Itulah isi surat yang Haejoo tulis untuk kedua orang tuanya…

Tak terasa sudah satu tahun kepergian Haejoo , Haena sangat merindukan nya apa lagi tunangan nya Byun Baekhyun ia sangat merindukan Haejoo sahabat nya .

Satu tahun lamanya Haena dan Baekhyun berbagi rasa , keluh kesah dan lain sebagainya . Haena menerima ajakan pertunangan Baekhyun enam bulan yang lalu .

Baekhyun mencintai Haena seperti ada Haejoo di dalam tubuh Haena

Haena mencintai Baekhyun karena Baekhyun selalu membuat nya merasa aman dan nyaman…

“apa kau merindukan Haejoo?” Tanya Haena yang sedang menyenderkan kepala nya di bahu Baekhyun , mereka sedang berada di pantai menikmati sunset dan merdunya hembusan ombak…

“tentu aku merindukan nya”

“kalau begitu peluk aku” pinta Haena manja , dan dengan senang hati Baekhyun menyetujui nya , Baekhyun memeluk Haena sangat erat seperti Haena hanyalah milik Baekhyun satu-satunya . Lalu Baekhyun mencium lembut dahi Haena mencium lembut penuh kasih sayang…

Haejoo sangat senang melihat adik kesayangan nya dan sahabat nya Baekhyun bahagia…

Terlalu sibuk menilai cover hingga kau lupa harus menilai isi buku tersebut itu hal yang menyebalkan dan akhirnya bisa membuat mu menyesal , terkadang apa yang kita lihat tak sesuai dengan apa yang kita pikirkan . kau harus mengenal nya hingga akhirnya kau memahaminya…

Haena kau pandai bermain piano

Haejoo kau pandai bela diri

Haena kau punya banyak teman yeoja

Haejoo kau punya banyak teman namja

Haena kau cantik

Haejoo kau hebat

Mereka seperti air , air panas dan air dingin . jika kau hanya melihatnya tanpa menyentuhnya kau akan mengatakan mereka “sama” .

Mereka seperti buku tulis , jika kau hanya melihat covernya tanpa membaca dari isi buku tersebut kau akan mengatakan mereka “sama”

Ayah Ibu sayangi dirinya

Ada diriku di dalam dirinya

Ada hembusan nafas ku di setiap detak jantung nya

~END~

Advertisements

Not Your Type

FF

Aku tidak cantik

Aku tidak kaya

Aku tidak menarik

Aku hanyalah Soojung

Kau bukan type ku

Dan aku bukan type mu

Title : Not Your Type

Author : noonatea / inxahazka

Genre : Romanca & School life

Cast :         Oh Soojung

                   Huang Zi Tao

Leght : Oneshoot

“mengapa bis lama sekali aku bisa telat kalau begini”

Keluh seorang gadis berparas cantik Oh Soojung yang sedang terlihat duduk di halte , ia mengerucutkan bibirnya mendengus kesal khawatir jika hari ini ia akan terlambat dan tidak bisa mengikuti pelajaran Kang seongsaem.

“hey kau soojung kau akan terlambat berangkatlah bersama ku” tiba tiba suara laki-laki yang sangat akrab di telinga soojung menghamburkan lamunan nya , suara Jongin . Jongin adalah sahabat Soojung , pemuda itu hampir mengetahui seluruh cerita kehidupan Soojung , Soojung pun sebaliknya ia mengetahui setengah kehidupan Jongin.

Tentu dengan senang hati Soojung menerima tawaran Jongin , dan akhirnya mereka berdua melesat cepat menuju sekolah karena tidak banyak waktu yang tersisa.

Hari ini bagi Soojung , Jongin adalah pahlawan cukup untuk hari ini saja karena hari biasanya Jongin tiada lelah mengganggu Soojung seperti dua hari yang lalu . Jongin datang ke rumah Soojung hanya untuk meminta cake buatan ayah Soojung lalu tertidur di ruang tamu . menyebalkan memang namun tidak ada yang bisa memisahkan persahabatan mereka , banyak sekali yang mengatakan mereka pacaran namu pada kenyataan nya mereka hanyalah sahabat.

~ Not Your Type ~

“Zitao kau hobby sekali membeli tas Gucci itu mahal lebih baik kau mendonasikan beberapa uang mu untuk ku” protes teman nya Yifan

“ini memang hobby ku Yifan , tidak uang mu sudah banyak” Jawab Zitao santai.

Saat ini Zitao dan Yifan juga beberapa teman mereka lain nya sedang menunggu pesanan di cafeteria .

Tiba-tiba Soojung lewat bersama Jongin mereka terlihat mencari tempat duduk yang kosong sambil membawa nampan berisikan makanan di tangan mereka.

Zitao geram dia cemburu…

Tunggu sejak kapan?

Zitao menyukai seorang wanita?

Zitao terus memandangi Soojung dan Jongin , tentu Jongin sadar akan hal itu akhirnya ia memberitahu Soojung dan Soojung hanya mengacuhkan nya menganggap tidak ada yang memerhatikan mereka berdua.

Zitao menyukai Soojung sejak satu bulan yang lalu , tepatnya sehabis sekolah mereka mengadakan camping di kota Jinan . Soojung dan Zitao berada dalam satu team dan akhirnya Zitao jatuh hati pada Soojung walaupun sering kali Soojung mengacuhkan nya.

~ Not Your Type ~

Alasan Soojung mengacuhkan Zitao tentu bukan karena Soojung membencinya , jika Soojung bersikap manis dengan Zitao dia akan mendapat masalah mengingat banyak siswi yang terbius oleh ketampanan Zitao yang seperti karakter anime , dan satu hal lagi Soojung sadar ia tidak selevel dengan Zitao . Zitao adalah seorang anak CEO perusahaan otomotif ternama di Seoul , sedangkan dirinya? Hanya seorang anak patissiere.

“Soojung-ah hari ini aku ingin kerumah mu dan makan cake buatan ayah mu”

Kata Jongin saat mereka sedang berjalan keluar kelas.

“shirreo! Kau pikir cake buatan ayah ku gratis? Dan aku pasti akan tertidur lagi dirumah ku”

Soojung mendengus kesal dan berjalan cepat melalui Jongin , ia tidak mau jika rumah nya harus berantakan lagi karena ulah Jongin .

Saat sedang berjalan tiba-tiba tangan Soojung di tarik oleh seseorang , Zitao menarik tangan nya ke sebuah ruangan musik . tentu Soojung kaget ia ingin marah pada Zitao , tarikan nya membuat tangan Soojung hampir terkilir namun belum sempat Soojung marah padanya Zitao sudah mendekatkan wajahnya pada Soojung . Ia bisa merasakan deru nafas yeoja cantik di depan nya , mereka terdiam untuk beberapa saat lalu Zitao menangkup wajah Soojung dengan kedua tangan nya , membelai nya halus penuh kasih sayang…

“kau mmm aaa uu apa zitao?” Tanya Soojung ketakutan

“aku tidak suka melihat kau dengan Jongin , maka dari itu jadilah milikku”

“aku tidak cantik

Aku tidak kaya

Aku tidak menarik

Aku hanyalah Soojung

Kau bukan type ku

Dan aku bukan type mu”

Zitao sedikit menjauhkan jarak nya dengan Soojung , Soojung terdiam ia menunduk…

Zitao mengambil sebuah kursi lalu duduk . ia menceritakan semua masa lalu nya kepada Soojung , Zitao tau pasti ia akan mengacuhkan nya namun sepertinya Zitao salah Soojung justru hampir menangis mendengar ceritanya.

“kau mirip sekali seperti adik ku yang sudah meninggal Soojung”

Soojung terdiam ia tidak bergeming…

“Maka dari itu aku menyayangi mu dan izinkan aku melindungi mu” suara Zitao terdengar parau ia memegang kedua tanganSoojung berharap Soojung mengerti .

“Maaf Zitao aku harus pergi”

“Ku harap kau mengizin kan aku Soojung”

Soojung keluar dari ruangan musik , ia tidak percaya tentang apa yang Zitao katakan.

Apa? Aku mirip dengan adiknya yang sudah meninggal?

~ Not Your Type ~

Soojung menghempaskan tubuh mungil nya di sebuah ranjang , ia menatap langit-langit kamar nya kosong . kamarnya gelap hanya sinar bulan yang menerangi nya.

Ia teringat apa yang dikatakan Zitao di ruangan musik beberapa jam yang lalu.

Apakah aku jahat?

Jujur aku juga menyukai nya ia namja baik

Namun disisi lain aku nyaman dengan sahabatku dia juga orang yang baik

Soojung kehabisan akal ia sampai tidak tau caranya berpikir , sebelum akhirnya suara pria berusia 40 tahun menghamburkan lamunan nya di balik pintu kamar Soojung.

“ia ayah aku akan segera keluar” .

Soojung keluar dari kamarnya , ia hanya tinggal bersama ayahnya sedangkan ibunya? Kedua orang tua mereka bercerai saat Soojung berusia 4tahun . ia lebih memilih hidup bersama ayahnya karena ia tahu jika ia memilih ibunya hidup nya akan kurang kasih sayang .

Soojung menikmati makan malam bersama ayahnya di ruang tengah yang tidak terlalu besar , ayah nya adalah seorang patissiere jadi masakan ayah nya tidak terlalu buruk . Soojung sangat bangga kepada Ayah nya , Ayah nya membesarkan nya seorang diri ayahnya tahu kapan harus berperan seperti ibu bagi Soojung atau berperan seperti superhero untuk Soojung.

“tadi Jongin kesini ia membantu ayah membuat cake” sang ayah membuka percakapan.

“lalu? Apakah ia juga tertidur disini?”

“tentu tidak ia membantu ayah membereskan dapur , pemuda itu baik”

Soojung hanya tersenyum mendegar perkataan ayahnya sepertinya ayahnya menyukai sifat Jongin..

Setelah mencuci piring yang habis ia gunakan untuk makan malam dengan ayahnya Soojung kembali ke kamar nya ia menyalakan lampu dan mulai belajar , Soojung memang siswi yang berprestasi ia selalu memasuki peringkat 3 besar dari 100 siswa di sekolahnya .

~ Not Your Type ~

Pagi ini seperti biasa Soojung berangkat sekolah menaiki bus , untuk hari ini ia tidak perlu menunggu lama bus menuju sekolah nya datang dengan cepat saat ia memasuki bus ia kaget melihat sosok pria duduk di hadapan nya , rasanya ia ingin turun dari bus namun tidak mungkin karena ia akan terlambat menuju sekolah.

“Selamat pagi Oh Soojung!” sapaan hangat dari Zitao yang duduk di hadapan nya.

“oh pagi Huang Zitao” Soojung membalas dengan senyuman yang agak canggung.

Mengapa Zitao naik bus? Bukan kah biasanya ia selalu mengendarai mobil nya? Ada apa dengan dirinya pagi ini tidak seperti Zitao yang biasanya.

Karena tempat duduk yang lain sudah terisi jadi mau tidak mau Soojung harus duduk bersama Zitao.

Zitao asyik mendengarkan setiap lagu di earphone yang menempel di telinga nya , sementara Soojung ia membaca novel favorite nya.

Mereka tidak saling berbicara yang tercipta hanyalah suasana hening dan canggung namun itu tidak terjadi lama , karena Soojung penasaran ia memutuskan untuk membuka percakapan terlebih dahulu.

“ada apa dengan kau? Tidak seperti biasanya naik bus” Tanya Soojung agak cuek

“karena aku ingin melihat mu” JawabZitao tanpa mengalihkan pandangan nya dari kaca.

Soojung mendengus kesal sementara itu Zitao senyum dengan penuh kemenangan , beberapa menit kemudian mereka sudah tiba di halte yang tak jauh dari sekolah mereka hanya perlu berjalan sekitar 5 menit dari halte untuk sampai ke sekolah.

Mereka berjalan beriringan Soojung sudah mempercepat berjalan nya namun Zitao selalu berhasil mengejar nya.

Para siswi terlihat iri melihat Soojung berjalan bersama Zitao

Hey lihatlah dia bukan siswa yang terkenal di sekolah ini

Cukup cantik cukup serasi

Aku cemburu melihat mereka

Soojung sadar dengan tatapan para siswi , tatapan seperti ingin mencincang daging Soojung lalu menjual nya di pasar

“Zitao kau sebaik nya menjauh banyak orang yang akan membunuh ku” Soojung berbisik lalu ia berlari menuju kelas.

Zitao menghentikan langkah nya mencoba mencerna perkataan Soojung akhirnya ia mengerti ia melihat siswi di sekitarnya saling berbisik satu sama lain . pemuda itu sadar bahwa mereka tidak suka melihat Soojung berada disisinya.

Tenanglah Soojung aku akan menjadi perisai mu …

Saat ini para siswa-siswi sedang terdiam mendengar kan pengumuman , pengumuman tentang ujian melanjutkan ke universitas . Soojung mendengarkan nya dengan seksama begitu juga dengan Jongin mengingat mereka sudah kelas akhir dan satu bulan lagi mereka akan melaksanakan upacara kelulusan sekolah . begitu juga di kelas Zitao , Yifan , Yixing dan Luhan mereka mendengarkan pengumuman dengan seksama, setelah pengumuman selesai Luhan membuka suara.

“kalian akan melanjutkan sekolah kemana?” kata pemuda yang mempunyai wajah hampir menyerupai malaikat juga wanita lebih tepatnya.

“aku? Aku akan melanjutkan sekolah ku di china” kata Yixing , pemuda berlesung pipi itu sambil melipatkan kedua tangan nya di dada.

“aku? Tetap di korea” kata Yifan pemuda yang berperawakan tinggi

Luhan hanya terdiam dan mengangguk mengerti perkataan para sahabatnya.

Zitao tidak menjawab ia justru terdiam sambil memegangi kacamata belajar nya yang ber-branded Gucci itu.

Ia teringat kejadian tadi pagi di koridor sekolah saat berjalan bersama Soojung.

“bagaimana dengan kau Tao?” Tanya Luhan

“aku? Ayah ku sudah menugaskan ku membantunya mengurusi perusahaan” jawab nya dengan malas lalu ia menyandarkan kepalanya di meja.

Cafetaria terlihat sepi hari ini jadi Jongin dan Soojung leluasa memilih tempat .

Mereka duduk dekat jendela agar dapat menikmati pemandangan sekitar…

“Soojung-ah” suara kai lemas seperti habis dance sehari penuh

“ya?”

“aku akan di tunangkan oleh Shin Eun Yoon”

“jinjja? Kau menyukai nya kan?”

“ya tentu tapi ini terlalu cepat aku masih ingin fokus sekolah tapi keluarga EunYoon sudah merencanakan ini dengan keluarga ku”

“chukkae! Huhu aku akan kehilangan sahabat terburuk ku”

“tentu tidak akan”

~ Not Your Type ~

Zitao sedang termenung di kamar bernuansa abu-abu putih miliknya , ia melihat langit-langit kosong , ia memikir kan bagaimana membuat Soojung jatuh hati padanya .

Sebentar lagi upacara kelulusan sekolah itu artinya mereka akan terpisah

Soojung kau harus menjadi milikku , egois sekali bukan?

Tapi jujurlah aku sangat menyayangi mu aku tidak mau seorang pun menyentuh mu

Kau siapa?

Kau berasal darimana?

Kau berhasil melumpuhkan hati ku Soojung…

Sementara itu…

Soojung terdiam memandangi foto dirinya dengan Jongin waktu mereka duduk di bangku sekolah dasar terlihat sangat lucu dan polos sekali , namun Sekarang Jongin harus bertunangan dengan Eunyoon jujur Soojung cemburu namun disisi lain ia bahagia sahabat nya bersama orang yang di cintai nya, untung nya Soojung masih bisa mengendalikan perasaan nya . persahabatan nya dengan Jongin tidak boleh hancur begitu saja…

“Soojung-ah jadilah wanita ku , biarkan aku melindungi mu”

“apa maksud mu Zitao?”

“Aku menyayangi mu , apalagi kalau bukan itu , apa kau tidak kasihan melihat ayah kau melindungimu seorang diri?”

Apa seorang diri?

Bagaimana dirinya tahu kalau aku hanya tinggal dengan ayah ku…

“aku mengetahui nya dari ini kau menjatuhkan nya di bis dan tanpa sengaja halaman ini yang terbuka menunjukkan foto mu dengan ayah mu”

Soojung teringat perkataan Zitao dua hari yang lalu di atap sekolah , pada saat itu ia tidak sengaja bertemu dengan Zitao . dan akhirnya Zitao menyatakan perasaan nya untuk kesikian kali dan untuk kesekian kalinya juga Soojung tidak member nya jawaban.

Jujur aku menyukai nya

Dia baik walaupun dia sopphaholic tapi dia tidak pernah membeberkan kekayaanorang tuanya

Dia baik dalam melakukan bela diri , tentu aku akan aman bersamanya

Masalah nya adalah aku tidak tahu bagaimana memposisikan diriku di sisi mu Zitao…

~ Not Your Type ~

Hari ini adalah hari upacara kelulusan Sekolah terlihat para siswa dan siswi datang bersama orang tuanya , Hari ini Soojung datang bersama ayah nya , Jongin bersama kedua orang tua nya juga calon tunagan nya , dan Zitao bersama kedua orang tuanya.

Para orang tua siswa dan siswi di persilahkan duduk di seat yang sudah di tentukan , sama hal nya dengan para orang tua , siswa dan siswi duduk di seat yang sudah di tentukan . jadi mereka terpisah dengan orang tuanya…

Para dewan guru memberikan sambutan dan tentu ada acara dimana ada siswa yang di nobatkan dengan kategori tertentu…

Untuk kategori siswa bermain alat musik terbaik jatuh kepada Yixing , pemuda ini bisa memainkan beberapa alat music dan tentunya high skill

Kategori flower boy lagi-lagi jatuh kepada Zitao ,Zitao mempunyai wajah seperti karakter anime dan ia juga mahir dalam martial art

Sedangkan kategori siswa berprestasi jatuh kepada Soojung , karena Soojung menduduki peringkat satu dalam ujian akhir kemarin.

Tentu tuan Oh Young Do bangga pada putri tunggal nya , merasa tidak sia-sia mengurus Soojung sepenuh hati seorang diri . Oh Soo Jung tumbuh menjadi gadis manis cerdas walaupun terkadang ingin membuat ayah nya memanggang nya kedalam oven menjadi cake , namun ia hanyalah Soojung yang belum pernah merasakan tulus nya kasih sayang sang ibu , ia hanya tahu kalau ayah nya Oh Young Do yang selalu tahu bagaimana cara memposisikan dirinya saat Soojung membutuh kan ibu nya…

Semua siswa berhamburan memeluk orang tuanya , begitu juga dengan Soojung ia memeluk ayah nya …

“ayah terimakasih kau tidak pernah mengeluh saat membesarkan ku aku bangga pada ayah” Soojung memeluk ayah nya erat

“aigoo anak ayah sudah besar , tentu ayah juga bangga memiliki putri seperti mu” ayah Soojung membelai halus rambut putri nya .

Kemudian mereka berfoto bersama , Soojung dan Ayahnya juga berfoto bersama keluarga Kim , Keluarga Jongin lebih tepatnya. Dan tak lupa dua insan yang bersahabat sejak kecil ini berfoto bersama dan mengambil selca menggunakan Polaroid.

Setelah selesai membuat sebuah kenangan yang mungkin akan menjadi kenangan terindah Soojung di hidup nya . Tuan Kim dan Tuan Oh saling bercengkrama satu sama lain kedua keluarga ini terlihat begitu akrab…

Beberapa saat kemudian datanglah Zitao bersama orang tuanya , Zitao membawa sebucket bunga mawar merah , putih , dan pink.

Hey tunggu ini bunga favorite Soojung bagaimana Zitao bisa mengetahuinya? Lupakan hal itu…

“permisi ahjussi” suara Tao terdengar begitu lantang

“ne , kau siapa?” Ayah Soojung menyambutnya dengan hangat

“Aku Zitao , izinkan aku melindungi putri mu Oh Soojung , Soojung-ah am I still not your  type?”

Soojung menunduk malu mendengar perkataan Zitao , dan ayah nya malah bertanya dengan Soojung apakah ia mengizinkan Zitao untuk melindungi nya?

“Soojung-ah ayah tau pemuda ini sudah lama menunggu jawabanmu , jawablah beri dia kepastian” kata Ayah Soojung , sementara itu Jongin menahan tawanya melihat sahabat weird nya di ingin kan oleh seorang namja flower boy seperti Zitao.

Dan Akhirnya…

“now you are my type Zitao!” Jawab Soojung dengan senyuman tulus di bibir manisnya

Akhirnya penantian Zitao selama ini tidak sia-sia , ia memberikan sebucket bunga kepada Soojung dan memeluknya…

Sungguh upacara kelulusan yang paling indah dalam kehidupan Oh Soojung dan Huang Zitao …

Zitao menyayangi , mencintai Soojung sepenuh hati ia menerima semua sifat yang dimiliki Soojung , dan Soojung pun sebaliknya ia menyayangi , mencintai Zitao sepenuh hati ia menerima semua sifat yang di miliki Zitao .

karena mencintai seseorang tidak lah membutuhkan alasan dan ketika kau membutuhkan alasan nya hanya satu jawaban nya , Hati mu yang melakukan nya…

Don’t change so someone will like you. Be yourself and the right people will like and love the real you.

Aku tidak cantik

Aku tidak kaya

Aku tidak menarik

Aku hanyalah Soojung

Kau bukan type ku

Dan aku bukan type mu

~  END ~

large (13)

Give Me The Sunrise – Noonatea

Selagi dirinya masih bisa bernafas dan jantung nya berdetak

Ia tetap milikku dan aku miliknya

Tidak ada yang bisa memisahkan kami

Kecuali ketika jantung salah satu dari kami berhenti berdetak…

Title : Give Me The Sunrise

Author : Noonatea

Cast : Byun Baek hyun

Hwang Shi Hyun

Genre : Angst & Romance

Leght : Oneshoots

DC : Semua cast disini milik Tuhan , Agensi , dan Keluarganya . cerita murni milik saya , happy reading ^^.

Dentingan tuts-tuts piano mengalun indah di telinga ku , hwang shi hyun gadis itu yang menekan setiap tuts piano dan menyusun nya menjadi aliran nada yang indah…

“kau suka?” tanya nya

“tentu aku selalu menyukai permainan piano mu” jawabku sambil tersenyum

Aku menyukai nya lebih tepatnya mencintai nya aku tau hidupnya tidak akan lama lagi karena penyakit yang di deritanya . kanker otak melanda gadis cantik itu…

Setiap kali ia selalu bertanya “mengapa kau tak meninggalkan ku? Hidup ku tak akan lama lagi baek hyun” aku tau itu shi hyun . sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan mu aku akan selalu berada disisi mu dalam suka maupun duka .

Ku putuskan untuk menikahinya satu tahun yang lalu, kami selalu hidup bahagia walau terkadang ada sedikit cek-cok hanya karena masalah sepele , tak apa aku tetap bahagia bersamanya…

~ 0ooo0 ~

“ Kau sedang apa?” tanya baekhyun menghamburkan lamunan ku yang sedang memasak soup…

“aku memasak , kenapa?” jawabku dengan senyuman

Baekhyun hanya tersenyum …

Setiap kali aku selalu memikirkan ..

baekhyun kenapa kau mencintai gadis seperti ku?”

“aku tidak bisa membuat mu bahagia”

“hidup ku tak akan lama lagi …”

Entahlah Tuhan sangat baik padaku sebelum aku pergi menghadap-NYA , Tuhan memberikan ku suami yang begitu baik . Baekhyun , ia tidak pernah memarahi ku saat kerjaku lamban atau membuat kesalahan dan bertindak ceroboh ia tidak pernah memarahi ku…

Aku mencintai nya tapi mengapa engkau akan memisahkan kami Tuhan…

“sudah matang?” suara yang sangat akrab lagi-lagi menghamburkan lamunan ku

“sepertinya sudah”

“baiklah , sini biar aku yang meindahkan nya kedalam mangkuk”

Ku biarkan Baekhyun memindahkan soup kedalam mangkuk , setiap kali aku memasak ia selalu membantu ku memindahkan makanan kedalam tempat yang akan disajikan . ia tidak mau terjadi apa-apa dengan ku…

Aku memasukan setiap sendok soup kedalam mulutku , hmm rasanya tidak terlalu buruk.

Baekhyun memperhatikan ku …
“kau cantik” kata baekhyun

“terimakasih kau memang suami ku yang paling ahli dalam merayu”

Lalu pemuda itu tertawa kecil , baekhyun suka sekali menggoda ku …

~ 0ooo0 ~

Cinta Baekhyun dan Shihyun begitu kuat . Baekhyun , pemuda itu benar-benar menepati janjinya di altar satu tahun yang lalu.

Shihyun-ah menikah lah dengan ku”

“kau tak bercanda Kan Baekhyun?”

“tidak aku tidak bercanda”

“kau tau aku……”

“aku tau itu”

“’tapi kau tak akan bahagia”

“kebahagiaan ku adalah kau Shihyun”

“maafkan aku jika suatu hari nanti tidak bisa membuat mu bahagia”
“cinta tak mengenal kata maaf Shihyun , aku akan mencintaimu dengan segala kekurangan dan kelebihan mu…”

Kata-kata itu terucap sekitar satu setengah tahun yang lalu , saat kelulusan sekolah . Baekhyun putuskan untuk melamar Shihyun walau ia tau hidup Shihyun tak akan lama . tapi Shihyun adalah kebahagiaan nya tidak ada yang bisa menukarnya dengan kebahagiaan apapun…

“Baekhyun…” suara gadis itu lirih dalam pelukan Baekhyun

“apa?”

“boleh kah aku meminta sesuatu sebelum aku benar-benar pergi” tanya Shihyun hati-hati

Baekhyun terdiam untuk beberapa saat , lalu menatap dalam-dalam Shihyun…

“kau menginginkan apa? Akan aku berikan”

“Give me the sunrise…”

“matahari terbit?” baekhyun diam mengerjapkan matanya untuk beberapa saat . ia mencernaya  kata-kata Shihyun.

“ya matahari terbit kau harus menemukan nya…”

“baiklah aku akan memberikan itu padamu” jawab baekhyun dengan senyum yang tulus

Pemuda itu berpikir , dimana dirinya harus menemukan matahari terbit? Sementara mereka tinggal ditengah kota Seoul dan terlebih lagi saat ini sedang musim dingin . mau kah matahari menampakan dirinya?

~ 0ooo0 ~

Malam tiba , Shihyun sudah tidur nyenyak di ranjang mereka.

Baekhyun terus berpikir dimana ia harus menemukan sunrise . sanggupkan ia mengabulkan permintaan Shihyun?

Ia membuka smartphone nya mencari cara dan melihat ramalan cuaca besok , dan hasilnya…

“yap bingo aku mendapatkan nya” bisik baekhyun .

Kemudian pemuda itu menarik selimut . tak lupa ia mengecup dahi Shihyun

“jaljayo saranghae” bisik Baekhyun di telinga Shihyun.

Mereka tidur nyenyak berhadapan , Baekhyun bisa merasakan deru nafas Shihyun . Sangat bahagia melihat kedua insan ini bersama . Tuhan akankah kau memisahkan kedua insan yang saling membutuhkan satu sama lain ini?

Sekarang pukul 04.30 AM , Baekhyun membangunkan Shihyun dari tidurnya…

“Shihyun-ah ireona” bisik Baekhyun lembut di telinga Shihyun…

“eo wae? Ini masih pagi sekali Baekhyun” Shihyun melenguh kan tubuhnya matanya masih terpejam

“kau ingin sunrise kan?”

Seketika Shihyun langsung terduduk dan mengangguk kan kepalanya seperti anak kecil jika dibelikan ice cream oleh ayahnya

“bersiaplah kenakan pakaian yang membuat mu hangat , sarung tangan , dan tutup kepala ah iya jangan lupa mantel”

“arraseo” jawab Shihyun dengan senang…

Hari ini adalah satu hari sebelum Shihyun menjalakan operasi nya . operasi yang akan menentukan akankah ini hari terakhirnya bersama Baekhyun atau tidak sama sekali…

Pagi ini Baekhyun akan membawa Shihyun ke suatu tempat dimana mereka berdua bisa melihat sunrise…

“kita akan kemana?” tanya Shihyun kepada Baekhyun yang sedang mengemudi mobilnya

“ini rahasia” jawab Baekhyun sambil tersenyum

Membutuhkan waktu sekitar satu jam dua puluh lima menit untuk sampai di Gangnung . di pantai Gangnung Baekhyun akan mengabulkan permintaan Shihyun…

“sudah sampai Shihyun Ireona” suara Baekhyun membangunkan Shihyn dari tidurnya

“jinjjayo?” tanya Shihyun begitu penasaran

Lalu mereka berdua keluar dari Mobil , Shihyun penasaran dan terdiam

Ini apa? Sebuah pantai

Baekhyun yang akan sadar tentang ekspresi wajah Shihyun yang bertanya-tanya menghampiri Shihyun dan memeluk tubuh Shihyun dari belakang…

“Ini apa?” Shihyun mengeluarkan pertanyaan yang bersarang diotaknya beberapa menit lalu

“pantai , sekarang pukul 06.15 AM ku dengar ia akan muncul 15 menit lagi . kau kedinginan? Biarku peluk jangan membantah”

“ia? Nugu? Sunrise?” Shihyun membalikkan tubuhnya menghadap Baekhyun

“ya” jawab Baekhyun dengan seulas senyuman manis di bibirnya

Sambil menunggu sunrise tangan Baekhyun melingkari pinggang Shihyun…

Kedua insan itu menikmati udara yang bisa dibilang begitu dingin pagi ini . mata Shihyun terus menatap ke arah Timur pantai Gangnung . ia terus menunggu nya , sebuah moment yang terakhir kali ia lihat saat ia berusia Tujuh Tahun…

Baekhyun menenggelamkan kepalanya di Leher Shihyun , Shihyun bisa merasakan hangat nya nafas Baekhyun di Lehernya . ia menikmatinya…

Beberapa saat kemudian moment yang di tunggu tiba , matahari sudah terbit dari ufuk timur..

Shihyun gadis itu begitu bahagia , sangat bahagia…

“kau suka?” tanya Baekhyun

“tentu aku sangat menyukai nya” jawab Shihyun tanpa mengalihkan pandangan

“Shihyun-ah bagaimana jika mengambil selca? Otte” pinta Baekhyun kepada Shihyun

Shihyun hanya mengangguk tersenyum .

Baekhyun dan Shihyun mengambil selca dengan latar belakang matahari terbit kedua insan itu sangat bahagia . bahkan Shihyun masih bisa tersenyum walaupun rasa sakit menggerogoti kepalanya . seulas senyuman manis yang di paksakan…

Setelah mereka membuat moment yang mungkin ini adalah moment terakhir yang Baekhyun buat bersama Shihyun

“Baekhyun-ah” suara Shihyun terdengar parau . ia menyandarkan kepalanya di bahu Baekhyun..

“ya?”

“Terimakasih sudah mencintaiku dengan sepenuh hati mu , maafkan aku jika tidak bisa membuat mu bahagia” Shihyun menahan tangisan nya

“Ini sudah menjadi kewajiban ku sebagai suami mu Shihyun , cinta tak mengenal kata maaf Shihyun ku . kau ingat itu.”

Kemudian Baekhyun menghadap Shihyun , ia menangkup Shihyun dengan kedua tangan nya . menatap Shihyun dalam-dalam mendekatkan wajah nya dengan shihyun lalu mendaratkan ciuman hangat di bibir shihyun sebuah ciuman kasih sayang , Shihyun menangis air matanya sudah tak terbendung lagi , Baekhyun mencium kedua matanya…

“Uljima , jeongmal Saranghae” suara Baekhyun terdengar parau . ia membawa Shihyun kedalam pelukan nya membelai halus kepala Shihyun…

“Tuhan ku harap waktu terhenti disini , aku tau kau menyayangi nya lebih dari aku menyayanginya  tapi jangan ambil dia sekarang , aku masih ingin bersamanya hingga ajal menjemput ku…”

“Tuhan Jika kau menjemputku esok hari atau mungkin hari ini buatlah suami ku Baekhyun bahagia , berikan ia seseorang yang lebih baik dari ku . yang bisa membuat nya bahagia lebih dari yang aku bisa . yang bisa mencintainya hingga akhir ajalnya…”

Ku harap waktu terhenti disini …

Sakit… iya itu yang aku rasakan saat ini , kepalaku sakit …

“neo gwenchanna?” tanya baekhyun padaku ia menyadari apa yang sedang aku rasakan

“kepalaku sakit” jawabku dengan suara lirih …

Baekhyun panik ia langsung menggendong ku ke mobil nya dan membawa ku ke Seoul Hospital secepat yang ia bisa…

“Bertahanlah kau harus kuat” kata Baekhyun sambil menggenggam erat tangan ku…

“Tuhan jika kau ingin menjemput ku sekarang jemput lah tak apa aku sudah tidak kuat untuk menahan rasa sakit ini …”

 

~ 0ooo0 ~

Tidak di duga Shihyun harus menjalani operasinya hari ini juga , karena selama satu setengah tahun ini Shihyun selalu menolak jika dokter akan melakukan operasi . ia tidak mau jika meninggal terlalu cepat ia masih ingin melihat kedua orang tuanya tersenyum dan senyum seorang pria yang sudah sangat akrab dengan nya , senyuman Byun Baekhyun..

Namun sekarang ia sadar tidak selamanya ia bisa berlari dari realita karena ingin lari sejauh apapun itu realita akan selalu menemukan nya . kenyataan kalau ia harus melakukan operasi . operasi yang akan menentukan hidupnya…

Masihkah ia bisa membuat kenangan bersama Byun Baekhyun?

Bisakah Baekhyun memberikan Senyuman saat Shihyun pergi ?

Kedua insan itu saling membutuhkan satu sama lain . mereka bagaikan ikan dan air yang selalu bersama tidak dapat dipisihkan . bagaimana jadinya jika ikan tanpa air? Entahlah…

“ berikanlah yang terbaik untuk putri ku dok , aku sudah tidak sanggup melihat nya menahan rasa sakit selama ini “ suara pria paruh baya penuh harap kepada sang dokter , suara Ayah Shihyun…

“kami akan melakukan nya sebaik mungkin , jangan lupa berdo’a kepada Tuhan” kata sang dokter lalu pergi meninggalkan Keluarga Hwang dan Baekhyun di depan ruang operasi…

Satu jam…

Dua Jam…

Tiga Jam…

Kedua orang tua Shihyun dan Baekhyun terlihat sangat gelisah dan khawatir Baekhyun sudah tidak berdaya bagaimana jika akhirnya Shihyun pergi untuk selama-lamanya…

Ia duduk termenung menyandarkan kepalanya di lututnya…

“Baekhyun aku cantik kan?” tanya Shihyun dengan menggunakan bando kelinci saat mereka pergi berlibur ke disney world

“kau selalu cantik” jawab Baekhyun dengan senyum tulus…

Shihyun memang cantik , ia gadis yang polos dan baik hati walau terkadang sifat keras kepalanya selalu membuat orang kesal . namun apapun itu ia tetaplah seorang Hwang Shihyun yang akan selalu menjadi orang nomor satu di hati seorang Byun Baekhyun…

Beberapa menit kemudian Dokter Kim yang menangani operasi Shihyun keluar dari ruangan…

“Tuan , maafkan kami tapi Tuhan lebih menyayangi Shihyun” kata sang dokter …

“apa maksud mu dok? Jadi Shihyun…” Baekhyun bertanya-tanya berharap jawaban nya seperti apa yang ia inginkan , Shihyun bisa sembuh walaupun itu hanya 0,1 %…

“nona Hwang Shihyun baru saja menghembuskan nafas terakhirnya , beliau sudah berjuang melawan penyakit ini terlalu lama , maafkan kami tapi Takdir Tuhan berkata lain , kami permisi…” beberapa dokter dan suster meninggalkan kedua orang tua Shihyun dan Baekhyun…

Baekhyun tidak percaya , ia tak bisa berkata-kata . ia tak berdaya , ia menangis sejadi-jadinya jika air matanya bisa membuat Shihyun kembali hidup ia akan memberikan semua air matanya untuk Shihyun tapi apa boleh buat? Tuhan lebih menginginkan Shihyun…

Baekhyun memasuki ruangan dimana Shihyun menghembuskan nafas terakhirnya

Ia menggenggam tangan Shihyun , membelao rambut tipis Shihyun . dingin… wajah Shihyun pucat sekali .

Mata shihyun terpejam ia tidur untuk selama-lama nya , ia pergi dengan seulas senyum tulus di bibirnya

Shihyun tersenyum ia sudah pergi dengan tenang , Baekhyun terdiam ia menangis memeluk tubuh Shihyun erat …

“kajima Shihyun kajima…” suara tangisan Baekhyun terdengar jelas ia menangis sambil menggoyangkan tubuh Shihyun yang sudah beristirahat dengan tenang.

“Baekhyun-ah kau harus menerima kenyataan , kau sayang Shihyun kan? Biarkan ia beristirahat dengan tenang” suara wanita paruh baya yang tak kalah sedihnya menenangkan Baekhyun , ibu Shihyun…

~ 0ooo0 ~

Hari ini adalah dimana jasad Shihyun akan dikeremasi …

Baekhyun mengenakan setelan jas serba hitam dan sarung tangan putih , ia tak kuasa melihat seseorang yang sangat ia cintai akan berubah menjadi abu…

Baekhyun terus menangis selama jasad Shihyun di keremasi . ia teringat apa kata Shihyun

Baekhyun-ah aku ingin meminta sesuatu padamu dan ku harap kau mau mengabulkan nya dan berjanji padaku…’’

“apa itu shihyun? Aku akan mengabulkan nya”

“jika aku pergi nanti , kau harus tersenyum jangan menangis . aku benci melihat mu menangis atau aku akan mengutuk mu hahaha”

“kau bicara apa? Aneh sekali kau ini”

Ia mengingat nya , Baekhyun sudah berjanji kepada Shihyun untuk mengabulkan nya . ia tak tau jika ini yang di maksud oleh Shihyun . Baekhyun menangis dengan seulas senyum tulus dibibirnya…

Beberapa saat kemudian abu Shihyun sudah keluar , di masukkan nya kedalam wadah untuk abu berwarna putih yang terbuat dari keramik…

Baekhyun membawa abu Shihyun menuju tempat pemakaman , abu Shihyun tidak di sebarkan melainkan di kubur…

Saat sudah semua keluarga juga Baekhyun mengubur abu Shihyun , Baekhyun melihat seorang wanita sangat cantik dengan gaun putih dan flower corn alami di kepalanya samar-samar , ia melihat Hwang Shihyun tersenyum .

Baekhyun melihat Shihyun sudah pergi dengan tenang lalu terdengar suara yang mungkin hanya Baekhyun yang mendengarnya…

“Baekhyun-ah terimakasih sudah menjaga dan menyayangi ku selama ini , terimakasih tidak pernah mengeluh saat mencintai ku , terimakasih sudah selalu berada di sisiku hingga akhir . berjanjilah padaku kau akan hidup dengan baik dan bahagia , aku tak suka melihat mu menangis , aku mencintaimu selamat tinggal Byun Baekhyun…”

Baekhyun terdiam ia tak bergeming…

Ia menangis juga tersenyum , tersenyum sangat tulus…

Terimakasih Tuhan telah memberikan ku kesempatan untuk menjaga Shihyun . sekarang ku serah kan ia kepadamu ku yakin ia akan lebih bahagia jika berada disisimu . sampaikan padanya kalau aku sangat mencintai nya . beristirahat lah dengan tenang Hwang Shihyun aku sangat mencintaimu…”

Selagi dirinya masih bisa bernafas dan jantung nya berdetak

Ia tetap milikku dan aku miliknya

Tidak ada yang bisa memisahkan kami

Kecuali ketika jantung salah satu dari kami berhenti berdetak…

 

Love never dies

Memories never change

I always want to protect you

So that even the small things won’t tire you out, I’m eternally in love

As your guardian, I will block the stiff wind

Even though people turn their backs to you

If I could become the person

Who can wipe your tears on a tiring day

It will be paradise

I, who has fallen in love with no other place to

Even though I lost my everlasting life, the reason to my happiness

You are my eternity Eternally Love

 

Tugas ku sudah selesai , Hwang Shihyun . beristirahatlah dengan tenang disisi Tuhan  . aku mencintai mu…

~END~