Similar but not the same

 Haena kau pandai bermain piano

Haejoo kau pandai bela diri

Haena kau punya banyak teman yeoja

Haejoo kau punya banyak teman namja

Haena kau cantik

Haejoo kau hebat

Mereka seperti air , air panas dan air dingin . jika kau hanya melihatnya tanpa menyentuhnya kau akan mengatakan mereka “sama” .

Mereka seperti buku tulis , jika kau hanya melihat covernya tanpa membaca dari isi buku tersebut kau akan mengatakan mereka “sama”

Ayah Ibu sayangi dirinya

Ada diriku di dalam dirinya

Ada hembusan nafas ku di setiap detak jantung nya

Image

similar but not the same

Author : Noonatea

Genre : FLuff

Cast :          Park Haena (OC)

                      Park Haejoo ( OC)

                 Byun Baekhyun

       Xi Luhan

Leght : oneshoots

Park Haena dan Park Haejoo , mereka terlahir kembar memiliki wajah yang hampir serupa hingga sulit untuk membedakan nya . tapi ada satu yang membuat mereka berbeda , hanya orang tua nya yang mengenalinya , Sifat mereka…

“Baekhyun-ah! Ayo pukul aku kau jago hapkido bukan?” Tanya Haejoo saat dirinya sedang mengikuti kelas hapkido sepulang sekolah bersama sahabat nya Baekhyun

“kau menantang ku? Baiklah…”

Sementara itu…

“Yixing oppa mmm bisa kah kau menilai kemampuan bermain piano ku?” Tanya Haena saat dirinya sedang mengikuti kelas piano sepulang sekolah bersama senior nya Yixing…

“oke baiklah tentu dengan senang hati aku akan melakukan nya”

Haejoo suka sekali berlatih hapkido menurutnya bela diri itu penting , sedangkan Haena ia suka sekali bermain piano menyusun setiap dentingan tuts piano menjadi sebuah irama yang indah…

Haena dan Haejoo bersekolah di tempat yang berbeda , Haena bersekolah di Seoul Art High School sementara Haejoo di Jungwon High School .

Tentu tidak ada yang mengetahui tentang mereka , yang tahu hanya orang tua , saudara dan para tetangga yang tinggal nya tidak jauh dari rumah mereka berdua.

Kedua orang tua mereka sengaja menyekolahkan mereka di tempat yang berbeda sejak sekolah menengah pertaman , Ayah dan Ibu mereka tahu kalau kedua putri kembar nya bosan jika harus selalu bertemu dimana pun…

Haena selalu pulang tepat waktu jika pulang terlambat ia akan segera memberi kabar ibunya , sementara Haejoo ia selalu pulang disaat matahari terbenam ia malas jika harus mendengar ocehan ibunya …

“kau itu perempuan harus nya bisa memasak”

Ya seharusnya…

“kau itu perempuan seharusnya kau bisa bersikap lebih lembut seperti Haena”

Ya seharusnya…

Haejoo benci jika dirinya sudah dibanding-bandingkan oleh Haena , disisi lain Haena ingin seperti Haejoo yang pandai dalam bela diri jadi ia akan merasa aman jika berpergian sendiri , sering kali Haena meminta Haejoo mengajak nya ketempat berlatih hapkido . namun Haejoo selalu bilang..

“aku tidak mau mengajak kau kesana , kau akan dimarahi ibu atau mungkin teman-teman ku akan menyukai mu”

~ similar but not the same ~

Siang ini saat jam istirahat di sekolah nya Haena terlihat sedang menyandarkan kepalanya di sebuah pohon yang rindang , ia memegang sebuah ponser dan memasan earphone di kedua telinga nya , rambut coklat gelap nya yang panjang ia biarkan terurai bebas mengelilingi dadanya…

Sementara itu…

Haejoo di sekolah nya , ia hampir terlibat perkelahian dengan Shihyun , gadis yang di beri predikat ulzzang di sekolah nya sengaja menumpahkan minuman nya hingga membuat setengah Seragam sekolah Haejoo kotor , beruntunglah Baekhyun datang dan memisahkan nya . Jujur saja Shihyun tidak suka dengan Haejoo karena ia selalu dikelilingi pria tampan seperti Kai si cassanova atau Chanyeol si idiot in disguise . Tapi mereka semua hanyalah teman Haejoo tidak ada niatan untuk menyakiti Haejoo atau apapun itu . mereka saling melindungi satu sama lain…

“aish Shihyun jinjja , lihat saja besok aku akan mematah kan tangan mungil mu itu” Haejoo sangat kesal , ia memutuskan untuk tidak mengikuti pelajaran dan pulang lebih awal karena tidak mungkin ia mengikuti pelajaran dengan keadaan seragam yang kotor itu…

“hya kau dia saudara jauh ku , aku minta maaf atas perlakuan nya” kata Baekhyun sambil membantu Haejoo.

“ya untungnya dia saudara kau walaupun jauh , jika tidak aku akan mencincang nya atau melempar nya ke sungai han . dia menyebalkan”

~ similar but not the same ~

Pulang lebih cepat atau terlambat Haejoo tetap mendengarkan ocehan ibunya .

Haejoo menghempaskan tubuhnya di sofa , melipat kedua tangan nya di dada menikmati acar televisi yang agak membosan kan siang ini . rasanya ia ingin bermain bersama teman-teman nya tapi ia terlalu lelah jadi ia putuskan untuk tetap dirumah hari ini…

“aku pulang , eh Haejoo kau sudah pulang” suara Haena yang baru saja kembali dari sekolah ia melepas sepatunya dan menggantinya dengan sandal rumah.

“ya aku sudah pulang , seseorang menyerang ku dan itu menyebalkan”

“kau tidak memukul nya dengan jurus hapkido mu?” tanya Haena lembut , ia berjalan mendekati Haejoo dan mengistirahatkan tubuhnya di sofa.

“aku ingin , tapi mengingat ia adalah saudara Baekhyun sahabat ku jadi ku urungkan niat ku untuk memukulnya” Jawab Haejoo sambil mengerucutkan bibirnya.

“aku bangga punya eonni seperti kau” kata Haena sambil mencubit pipi Haejoo

“aku senang punya adik seperti kau” Haejoo tersenyum membelai halus rambut Haena.

Saat dilahirkan Haejoo lahir terlebih dahulu lalu 5 menit kemudian disusul oleh Haena…

Malam ini keluarga Park akan memperkenal kan anaknya , Park Haena kepada anak kerabat mereka .

Keluarga Park mengadakan acara makan malam dirumah nya , tentu Haena harus cantik malam ini begitu juga dengan Haejoo. Agar mudah membedakan nya Haejoo dan Haena menggunakan name tag.

“ayah akan mengenalkan ku pada siapa?” tanya Haena sambil membenarkan tatanan rambutnya.

“Xi Luhan , dia anak dari kerabat ayah . ayah rasa kau pantas untuk nya”

“lalu bagaimana dengan Haejoo?”

Ayah nya terdiam untuk beberapa saat , dan menghembuskan nafas yang panjang…

“ntahlah ayah tidak mengerti selera Haejoo”

Beberapa saat kemudian keluarga Xi datang , mereka orang Cina yang bertransmigrasi ke Korea karena urusan pekerjaan . Xi Luhan memperkenalkan dirinya terlebih dahulu , lalu Haejoo dan Haena juga mengenalkan diri mereka.

Awalnya Xi luhan kaget ternyata calon tunangan nya memiliki saudara kembar bagaimana jika tertukar? Ah tidak mungkin secara penampilan Haena lebih feminim dari pada Haejoo , jadi Luhan mudah membedakan mereka berdua.

Kedua belah pihak keluarga ini sedang menikmati hidangan makan malam yang sudah disediakan juga sambil membicarakan soal pertunangan Haena dan Haejoo , Haejoo merasa agak kesal mengapa kedua orang tuanya selalu memberikan yang terbaik kepada Haena . Haejoo putuskan untuk berhenti menikmati hidangan nya dan kembali ke kamar dengan alasan tidak enak badan kenyataan nya dia dalam keadaan sehat.

Haejoo masuk ke kamar , menidurkan tubuh nya yang bisa di bilang proposional ke sebuah ranjang yang tak terlalu besar yang sudah menemaninya selama 10 tahun . ia menatap langit-langit kamar yang berhiaskan sticker bintag-bintang , Haena yang menempelkan sticker-sticker itu.

 

Haena kau cantik

Haejoo wajah kita sama

Haena kau selalu menjadi kebanggaan ayah dan ibu

Haejoo kau selalu menjadi kebanggaan ayah dan ibu juga kau selalu menjaga ku

Kata-kata sepuluh tahun yang lalu terngiang kembali , mengingatkan setiap saraf otak Haejoo , Haena yeodongsaeng terbaik jika ayah dan ibu memarahi Haejoo maka akan dengan sigap Haena membela nya , Haejoo eonni yang baik jika Haena di ganggu oleh anak yang nakal Haejoo akan dengan sigap melindungi Haena.

Mereka serupa tapi tak sama , karakter mereka yang membedakan mereka berdua .

Haejoo lebih suka bermain dengan anak laki-laki sedangkan Haena lebih suka bermain dengan anak perempuan.

Haejoo suka acara sepak bola , Haena suka acara memasak

Haejoo suka music beraliran rock-pop , Haena suka music beraliran classic

Mereka berbeda…

Apa aku benar selalu menjadi kebangaan ayah dan ibu? Sepertinya tidak , dimata mereka hanya ada Haena Haena dan Haena , tapi aku sadar orang tua ku juga menyayangi ku walaupun rasa sayang mereka kepada ku tidak sebanyak yang mereka berikan kepada Haena

Kembar bukan berarti sifat kami harus sama kan Tuhan?

Haejoo terus terdiam menatapi langit-langit kamar nya , sementara Haena ia merasa bersalah karena orang tua nya selalu memberikan yang terbaik kepada dirinya.

Acara makan malam sudah selesai , Haena putuskan untuk memasuki kamar Haejoo dan berbicara dengan nya .

“Haejoo boleh aku bicara?”

“ya tentu”

“aku minta maaf aku tidak bermaksud , aku tahu ayah dan ibu selalu memberikan yang terbaik untuk ku ini rasanya tidak adil kau juga boleh berhak terlibat dalam perjodohan…” Haena menunduk sambil memainkan jari-jarinya ia tak mau membuat Haejoo marah…

“Haena-ya aku tidak pernah marah padamu , justru aku senang kau selalu menuruti apa yang ayah dan ibu katakan . tidak seperti ku , tak apa kau tak perlu minta maaf” Haejoo membelai halus rambut Haena dan memeluknya…

Haejoo dan Haena menangis dalam pelukan satu sama lain . orang tua mereka tidak terlalu suka salah satu dari mereka , lebih tepatnya kurang menyukai Haejoo tapi walaupun begitu Haejoo dan Haena tetap menyayangi satu sama lain tidak peduli apa yang akan terjadi.

~ similar but not the same ~

Siang ini calon tunangan Haena , Luhan lebih tepatnya siap untuk menjemput Haena dan mengajak nya berkencan . memang sudah seharus nya bukan?

Luhan mengenakan t-shirt putih , jeans dan sneakers abu-abu tidak lupa jacket dan kaca mata hitam . rambut coklat nya ia style tidak berponi seperti biasanya . sangat tampan.

Sementara itu Haena ia mengenakan dress hitam selutut dan jacket jeans , ia menguncir rambut nya seperti buntut kuda dan wajah nya di poles dengan makeup natural , sangat cantik.

Luhan sudah tiba di depan rumah Haena ia menekan klakson mobil sport hitam nya menandakan ia sudah datang , Haena yang sadar akan hal itu berpamitan dengan ibunya dan bergegas menuju mobil Luhan.

Sementara itu Haejoo ia mengenakan jeans , kaos abu-abu dan kemeja tanpa di kaitkan kancing nya ia biarkan rambutnya terurai ia bersiap untuk berlatih Hapkido bersama teman-teman nya.

Haena dan Luhan pergi ke sungai Han mereka menikmati ice cream sambil menunggu sunset tiba , sementara Haejoo ia sibuk berusaha menjatuhkan sahabat nya Baekhyun yang notabene nya ahli dalam hapkido.

“Haena sepertinya saudara kembaran mu tomboy” Luhan membuka pembicaraan.

“yap kau benar , dia tomboy dia hebat dia selalu melindungi ku” Haena sambil menikmati ice cream nya tanpa mengalihkan pandangan nya dari arah barat menunggu sunset.

Haena akan di tunangkan oleh Luhan setelah melaksanakan upacara kelulusan sekolah , usia mereka berdua hanya terpaut dua tahun .

Haejoo sudah lelah akhirnya ia bisa mengalah kan Baekhyun , ia duduk membersihkan pelu yang mengaliri dahi nya sambil menikmati air untuk menghilangkan dahaga.

“kemarin aku melihat mu di tempat berlatih music kau sangat feminim” kata Baekhyun sambil mengelap keringat yang mengucur di dahi nya dan membenarkan posisi duduk nya.

“itu bukan aku , itu Haena saudara kembar ku . kenapa kau suka?”

“kau memiliki saudara kembar kenapa kau tak pernah memberi tahu? Boleh kah?” Baekhyun kaget , ia mengerjapkan matanya berkali-kali , ternyata sahabat nya mempunyai saudara kembar yang sama cantiknya dengan Haejoo dan lebih feminim.

“iya , sekarang kau sudah tahu kan? Ah tidak bisa ia akan bertunangan”

Baekhyun lemas ia menghempaskan tubuhnya dan mendesah pelan , sejujurnya ia menyukai Haejoo tapi ia belum ada niatan untuk mengatakan nya . Haejoo sungguh berbeda dari setiap perempuan yang pernah ia kenal.

“Apa kau pernah merasakan sakit hati?”

“tentu pernah baek”

“karena apa?”

“seorang namja , apalagi kalau bukan itu?”

“jadi kau pernah pacaran” tanya ku sambil menahan tawa

“ya pernah saat kelas satu SMA , dia berkhianat dia mencintai yeoja lain jadi ku putuskan untu terlalu tidak percaya apa dengan omongan Namja”

Ternyata di balik sifat nya yang ceria , di balik tubuh nya yang kuat , di balik wajah cantik nya ia pernah merasakan di khianati oleh namja? Sampai pada akhirnya ia tidak mau memberi kepercayaan lagi , ku kira kau selalu ceria Park Haejoo…

~ similar but not the same ~

Siang ini Baekhyun berkunjung kerumah Haejoo , saat ia memencet bel Haena yang membuka kan pintunya Baekhyun sadar itu pasti bukan Haejoo.

“annyeonghaseyo kau mencari siapa?” tanya Haena ramah sambil memberi hormat.

“ne annyeonghaseyo , aku mencari Haejoo”

“oh kau pasti Baekhyun , mari masuk Haejoo ada di dalam”

Haena berjalan duluan dan disusul oleh Baekhyun , saat Baekhyun masuk kedalam rumah mendapati Haejoo hanya mengenakan hotpans dan kaus tanpa lengan yang sedang asyik bermain dengan playstation nya hanya mengeleng-gelengkan kepalanya , Haejoo benar-benar tomboy …

“hya Haejoo!” teriak Baekhyun , ia menghapiri Haejoo dan mengacak-ngacak rambut Haejoo.

“aish kau Baekhyunnieeeee yang lebih cantik dari ku” jawab Haejoo sambil sedikit melakukan aegyo .

Mereka berdua terlihat sangat akrab , Haejoo dan Baekhyun asyik bersendau gurau sambil bermain game . Sejujur nya Baekhyun ingin menjadikan Haejoo yeoja chingu nya tapi rasanya tak mungkin Baekhyun tak mau persahabatan nya rusak begitu saja dengan Haejoo . Sementara itu Haena tersenyum sendiri menatap layar handphone nya , pesan teks yang Luhan kirim berhasil membuat nya ternsenyum sepertinya Luhan dan Haena Saling mencintai satu sama lain.

Hari sudah semakin sore , Baekhyun harus pulang ia berpamitan kepada Haejoo dan Haena . Haejoo sangat senang hari ini Baekhyun berkunjung kerumah nya…

Haena bahagia melihat Haejoo bisa tersenyum karena seorang pria.

Malam ini Haejoo dan Haena sedang berada di atap rumah menikmati indah nya gemerlap lampu kota Seoul dan hembusan angin yang membawa ketenangan…

“Haena kau pandai bermain piano”

“Haejoo kau pandai bela diri”

“Haena kau punya banyak teman yeoja”

“Haejoo kau punya banyak teman namja”

“Haena kau cantik”

“Haejoo kau hebat”

Lalu mereka saling menatap satu sama lain dan tertawa , tidak ada perselisihan walaupun sifat mereka berbeda , ada satu yang membuat mereka sama bukan karena wajah mereka tapi karena mereka berdua bagaikan musim semi , hangat dan selalu membuat orang disekitarnya bahagia…

Malam ini mereka habiskan berdua saling menatap cahaya rembulan dan gemerlap lampu kota Seoul dan hembusan angin yang menenangkan jiwa mereka…

~ similar but not the same ~

Hari ini Haejoo dan Haena pergi kesebuah coffee shop , Haejoo sengaja menggunakan kaca mata , menguncir rambut nya , dan menggunakan topi agar orang-orang tidak terlalu heran melihat mereka berdua . penampilan mereka juga berbeda Haejoo bernampilan casual sementara Haena selalu feminim.

Merek duduk di dekat jendela agar bisa menikmati pemandangan sekitar sambil mendengarkan music.

“Haena-ya kau tunggu sini biar aku yang memesan ok” perintah Haejoo sambil mengedipkan sebelah matanya , Haena mengangguk senang…

Haena menikmati pemandangan melalui jendela , tiba-tiba ia melihat seorang pria yang sangat akrab dengan nya pria itu terlihat sedang bermesraan dengan wanita lain . Hati nya perih perut nya seperti disiram air es , sakit…

Ia melihat Luhan bersama wanita lain , Haena putuskan untuk mendatangi Luhan di sebrang Jalan , Hati nya sudah tidak sanggup lagi melihat seseorang sudah bertunangan  dengan nya bermesraan dengan wanita lain . Haena berjalan keluar coffee shop Haejoo memanggil nya namun Haena menghiraukan nya .

Haena berjalan tanpa memerhatikan lampu lalu lintas , Hati nya sudah tidak sanggup rasanya ia ingin melempar Luhan ke sungai Han sekarang juga , Haejoo memanggil Haena , belum sempat Haejoo mengejar Haena , tubuh Haena sudah terhempas sejauh satu meter , ia ditabrak oleh sebuah truck .

Keadaan jalanan kacau sekarang , Haejoo berlari ke arah Haena . tubuh Haena penuh darah matanya terkena pecahan kaca . Luhan sadar tentang sesuatu terjadi di luar cafe ,  ia putuskan untuk keluar cafe .

Haejoo berusaha membangun kan Haena , ia meminta pertolongan …

“Haena ireona”  Haejoo menangis ia berusaha membangunkan Haena dengan menepukan pipi Haena , namun hasil nya nihil . Luhan tiba di tempat kejadian kakinya melemas , sampai ia lupa cara untuk berdiri , ia melihat Haena sudah tidak sadar kan diri tubuh nya berlumuran darah dan matanya terkena pecahan kaca , sementara wanita yang tadi bermesraan bersama Luhan datang mengekori Luhan ia mengerjapkan matanya , menutup mulutnya seolah-olah tak percaya , akhirnya ambulance datang…

Haena langsung mendapatkan perawatan secepat mungkin , bagian dalam tubuhnya terutama jantung nya hampir rusak , ia membutuhkan transpalasi Jantung . kedua orang tua Haejoo dan Haena datang mereka tak habis pikir mereka tak percaya bagaimana jika Haena tidak kembali?

Sang ibu terus menangis , ia tiada henti menyalahkan Haejoo memukul Haejoo . Haejoo tidak bisa berbuat apa-apa ia menangis ia menunduk sampai lupa caranya untuk mendongak…

Haejoo putuskan untuk pulang kerumah , ia tidak mau melihat sang ibu semakin frustasi karena dirinya . ia teringat kata Dokter Soo beberapa jam lalu

“sekarang Haena koma kemungkinan dia sadar kecil , ia membutuhkan transpalasi jantung dan juga mata”

Ia terdiam Haejoo berpikir , ia tahu dirinya tidak pernah bisa membuat orang tuanya bangga . Haejoo mengambil ponsel nya menghubungi Dokter Soo…

Satu Hari…

Dua Hari…

Tiga Hari…

Empat Hari…

Lima Hari…

Orang tua mereka tidak memperdulikan Haejoo , bagi mereka yang terpenting sekarang Haena sudah sadar . sang ayah yang sadar akan kehilangan sosok putri nya akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada Dokter Soo siapa seseorang yang baik hati ini mau mendonorkan segalanya untuk Haena…

Maaf tuan kami tak bisa memberi tahu anda”

“tapi aku penasaran , tolonglah Dok aku ingin mengucapkan terimakasih kepada wanita itu…”

“nona Park Haejoo yang bersedia memberikan semuanya kepada nona Park Haena…”

Ayah dan Ibu tidak percaya , apa sang dokter bilang Haejoo yang melakukan nya? Lalu dimana sekarang Haejoo?

Dimana putri mereka yang selalu mereka olok-olokkan ?

dimana putri mereka yang tak pernah membuat mereka bangga?

Dimana putri mereka yang tak pernah mendengar omongan mereka?

Park Haejoo kau dimana…?

“apakah tuan sekarang bangga dengan nona Park Haejoo?”

Kedua orang tua Haejoo berdiam , ia tidak bergeming mereka merasa sangat bersalah mereka sangat menyesal…

“dimana putri ku sekarang dok?” tanya sang ibu penuh harap , ia menahan tangisan nya…

“nona Haejoo sudah istirahat dengan tenang ia sangat bahagia melihat Haena bisa hidup kembali…”

 ~ similar but not the same ~

Pagi ini Haena terlihat sedang duduk di tempat tidur lengkap dengan infus yang masih menempel di tangan nya , ia sedang menikmati sarapan . dokter belum mengijinkan nya dia pulang…

Sementara itu

Jasad Haejoo akan dikeremasi hanya ada Baekhyun dan kedua orang tua Haejoo , ibu Haejoo terus menangis . Baekhyun berusaha menenangkan nya namun hasil nya nihil…

“dok apa organ tubuhku cocok untuk Haena?”

“tentu karena kalian kembar”

“kalau begitu ambil semua organ tubuh ku dok berikan semuanya kepada Haena , Haena lebih bisa membuat kedua orang tua ku tersenyum”

Sang dokter heran , ia mengangkat satu alisnya berusaha mencerna apa yang Haejoo maksud . Akhirnya Haejoo menceritakan semuanya kepada sang dokter

Malam itu Haejoo ditemani oleh sahabat nya Baekhyun , Baekhyun berusaha mencegah nya namun tak bisa keinginan Haejoo untuk membuat orang tuanya bangga tidak ada yang bisa membatasinya.

Baekhyun membantu Haejoo membuat sebuah video message , Baekhyun memegang handicam sambil menahan tangisan nya …

“um um Annyeonghaseyo ayah ibu dan adik kesayangan ku Haena , aku  ingin minta maaf pada kalian semua jika aku tidak pernah membuat kalian bahagia . Haena-ya saat kau melihat ini aku berharap kau tersenyum dan tinggalkan tunangan mu yang bejat itu ku harap kau mau bersama sahabat ku ini dia sangat baik hahaha ah sudahlah intinya aku ingin berterimakasih banyak kepada ayah dan ibu yang sudah merawat ku dengan hingga aku tumbuh menjadi gadis yang cantik *wink* . sudah seperti ini saja video message ku . annyeonghaseyo!”

Jasad Haejoo sudah selesai dikeremasi , dimasukan nya serbuk abu itu kedalam guci berbentuk warna putih dan membawanya ke sebuah tempat , tempat dimana banyak sekali guci-guci di lemari kaca dengan foto dan bunga-bunga . mereka orang-orang yang sudah bahagia disisi tuhan…

“ahjumma sudah bangga kah kau dengan Haejoo? Haejoo memberi ku amanat , ia ingin kau melihat dan membaca ini” Baekhyun memberikan sebuah kotak berwarna putih dan dibalut pita warna pink…

“Haejoo-ya maafkan ibu , ibu bukanlah ibu yang baik untuk mu maafkan ibu yang tak pernah melihat mu maafkan ibu yang selalu menuntut mu” sang ibu menangis , suara nya terdengar jelas ia melihat foto Haejoo . Haejoo tersenyum bahagia…

Sang ayah juga merasakan hal yang sama , ia memeluk sang ibu.

Kedua orang tua Haejoo dan Baekhyun kembali kerumah sakit , tempat dimana Haena dirawat.

Haena merindukan sosok Haejoo , sudah lama tidak bercengkrama dengan Haejoo .

“Haejoo jahat sekali sih dia tidak perna menjenguk ku” Haena mendengus kesal sambil mengerucutkan bibir nya dan melipat kedua tangan nya di dada…

Ayah dan ibu juga Baekhyun memasuki ruangan Haena dirawat , Haena terkejut ia tidak melihat sosok yang ia rindukan sosok Haejoo.

Kedua orang tuanya masih enggan memberi tahu hal ini , Haena terus bertanya namun mereka terdiam enggan menjawab akhirnya mereka putuskan untuk melihat sebuah kaset dan surat yang di berikan Haejoo.

“um um Annyeonghaseyo ayah ibu dan adik kesayangan ku Haena , aku  ingin minta maaf pada kalian semua jika aku tidak pernah membuat kalian bahagia . Haena-ya saat kau melihat ini aku berharap kau tersenyum dan tinggalkan tunangan mu yang bejat itu ku harap kau mau bersama sahabat ku ini dia sangat baik hahaha ah sudahlah intinya aku ingin berterimakasih banyak kepada ayah dan ibu yang sudah merawat ku dengan hingga aku tumbuh menjadi gadis yang cantik *wink* . sudah seperti ini saja video message ku . annyeonghaseyo!”

Haena terkejut menaikkan sebelah alisny ia terdiam tidak mengerti maksud dari video tersebut , akhirnya Baekhyun memberi tahu Haena secara perlahan…

Haena menangis , Hati nya sakit sekali bahkan lebih sakit saat melihat Luhan bersama wanita lain …

“ini salah ku tak seharus nya aku ingin mendatangi Luhan waktu itu , tidak seharusnya “ Haena menangis sambil memukuli dirinya , Baekhyun berusaha menenagkan nya …

“ini sudah takdir tuhan tidak ada yang tahu , kau harus kuat Haena…” Baekhyun membelai lembut rambut Haena memeluk tubuh mungil Haena membenamkan kepala Haena di dada Baekhyun…

Satu lagi yang belum orang tua mereka baca , Surat dari Haejoo…

Ayah Ibu sayangi dirinya

Ada diriku di dalam dirinya

Ada hembusan nafas ku di setiap detak jantung nya

Itulah isi surat yang Haejoo tulis untuk kedua orang tuanya…

Tak terasa sudah satu tahun kepergian Haejoo , Haena sangat merindukan nya apa lagi tunangan nya Byun Baekhyun ia sangat merindukan Haejoo sahabat nya .

Satu tahun lamanya Haena dan Baekhyun berbagi rasa , keluh kesah dan lain sebagainya . Haena menerima ajakan pertunangan Baekhyun enam bulan yang lalu .

Baekhyun mencintai Haena seperti ada Haejoo di dalam tubuh Haena

Haena mencintai Baekhyun karena Baekhyun selalu membuat nya merasa aman dan nyaman…

“apa kau merindukan Haejoo?” Tanya Haena yang sedang menyenderkan kepala nya di bahu Baekhyun , mereka sedang berada di pantai menikmati sunset dan merdunya hembusan ombak…

“tentu aku merindukan nya”

“kalau begitu peluk aku” pinta Haena manja , dan dengan senang hati Baekhyun menyetujui nya , Baekhyun memeluk Haena sangat erat seperti Haena hanyalah milik Baekhyun satu-satunya . Lalu Baekhyun mencium lembut dahi Haena mencium lembut penuh kasih sayang…

Haejoo sangat senang melihat adik kesayangan nya dan sahabat nya Baekhyun bahagia…

Terlalu sibuk menilai cover hingga kau lupa harus menilai isi buku tersebut itu hal yang menyebalkan dan akhirnya bisa membuat mu menyesal , terkadang apa yang kita lihat tak sesuai dengan apa yang kita pikirkan . kau harus mengenal nya hingga akhirnya kau memahaminya…

Haena kau pandai bermain piano

Haejoo kau pandai bela diri

Haena kau punya banyak teman yeoja

Haejoo kau punya banyak teman namja

Haena kau cantik

Haejoo kau hebat

Mereka seperti air , air panas dan air dingin . jika kau hanya melihatnya tanpa menyentuhnya kau akan mengatakan mereka “sama” .

Mereka seperti buku tulis , jika kau hanya melihat covernya tanpa membaca dari isi buku tersebut kau akan mengatakan mereka “sama”

Ayah Ibu sayangi dirinya

Ada diriku di dalam dirinya

Ada hembusan nafas ku di setiap detak jantung nya

~END~

Advertisements

2 thoughts on “Similar but not the same

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s