Finally I Got You

Author : Noonatea

Cast : Oh Sehun

             Kim Hanna

Genre : School Life , Romance

Image

 

tidak ada hal yang lebih menggelikan selain melihat seorang gadis berumur tujuh belas tahun dengan kacamata besarnya rambut yang ia kuncir dua kanan kiri juga kawat gigi yang menghiasi giginya , Kim Hanna.

Image

 

 

“kau perlu mengganti style mu Hanna , kau bukan lagi anak gadis berusia sepuluh tahun”

Hyeonju memandang nya heran sambil menyilangkan kedua tangan nya di dada , ia tak habis pikir melihat penampilan sahabat nya.

“aku sudah nyaman seperti ini” jawab nya cuek sambil membaca buku-buku tentang astronomi favoritenya.

“terserah , tapi sampai kapan pun penampilan mu akan menyakiti mu” Hyeonju pergi berlalu meninggalkan Hanna di perpustakaan .

Hanna terdiam mencerna kata-kata Hyeonju yang terdengar agak ketus , membuat hati Hanna bergetar

 

terserah , tapi sampai kapan pun penampilan mu akan menyakiti mu…

 

Hanna gadis polos kutu buku dengan style nya ala tahun 60-an membuat ia terlihat sangat aneh , hampir seluruh siswa dan siswi tidak mau berteman dengan nya karena dia aneh hanya Hyeonju yang mau menemani nya dan mendengarkan keluh kesah nya , Hyeonju memang sabat yang baik sejak sekolah menengah pertama.

bagi Hanna tidak ada hal yang lebih menarik selain buku dan musik klasik kesukaan nya , bagi dirinya hal-hal yang terbaik dalam hidup nya hanyalah ibu , buku , musik , dan Hyeonju sahabat nya yang setia menemani nya.

 

– 000 –

tidak ada yang lebih indah selain melihat pohon dan bunga-bunga tumbuh bermekaran , saat ini sedang memasuki musim semi .

sampai detik ini belum ada yang berubah , seorang gadis masih dengan kacamata kuno besar dan kawat gigi yang menghiasi giginya .

Kim Hanna sampai kapan penampilan mu akan seperti ini?

 

Hanna dan Hyeonju berjalan melalui koridor sekolah , mereka akan pergi menuju ruangan club kesenian karena akan di adakan rapat tentang theater musim semi . hampir setiap pergantian musim club mereka selalu mengadakan pertunjukan seperti pertunjukan menyanyi , menari , bermain alat musik , dan theater intinya semua hal yang berbau kesenian.

 

saat Hanna memasuki club hati nya bergetar  jantung  nya berdetak kencang seperti akan melompat dari dadanya , Hanna melihat sang pujaan hatinya yang mungkin tak pernah melihat nya Oh Sehun.

Hanna menyukai nya sejak ia bergabung di club kesenian Seoul Art High School , tapi apalah daya banyak yang mengatakan Sehun sudah mempunyai kekasih ia tipikal orang agak dingin dan hobby sekali mengespresikan “poker face” miliknya membuat Hanna segan untuk berkenalan dengan nya .

 

sepertinya perkataan Hyeonju seminggu yang lalu di perpustakaan benar …

“terserah , tapi sampai kapan pun penampilan mu akan menyakiti mu”

 

Kang Eun So dan Kim Joon Myeon mereka adalah ketua club kesenian , rapat akan di mulai .

“bagaimana jika kita menampilkan drama twilight” saran Joon Myeon kepada anggota club.

sebagian ada yang setuju sebagian tidak , Hanna hanya melenguh pelan dan meletakan kepalanya di meja rapat ia terlihat malas…

“itu terlalu panjang” jawab Xi Luhan , seperti agak keberatan dengan usul JoonMyeon .

“tapi itu keren , kita akan membuat sequel nya” sahut Kang Eun So

“ya sepertinya bisa di coba , Hanna kau bertugas membuat sequel Twilight ku beri waktu sekitar empat hari kau harus menyelesaikan nya” perintah Joon Myeon kepada Hanna .

Hanna terbangun kaget mendengar perkataan Joon Myeon ia membenarkan letak kacamata nya mengernyitkan alis nya lalu menunjuk dirinya.

“aku?”

“ya kau , siapa lagi? anggota yang lain akan sibuk dengan peran nya”

 

oh tidak mengapa setiap pertunjukkan aku selalu di balik layar , aku selalu di balik kesuksesan para anggota di depan layar? tidak pernah ada yang mengetahui karya-karya ku yang mereka tahu aku hanyalah Kim Hanna gadis jelek dengan kaca mata besar dan kawat gigi.

mengapa aku?

Hanna mengangguk tersenyum malas , lebih tepatnya kecewa ia selalu menjadi kordinator dan penulis sequel setiap cerita panjang yang akan diperankan oleh anggota club lain nya.

“baiklah…”

-000-

Hanna sibuk dengan benda berbentuk persegi empat yang agak usang itu dan terus menekan setiap tombol nya , ia sibuk membuat naskah sequel yang harus selesai , deadline nya tiga hari lagi.

 

oh ayolah hidupku bukan hanya untuk menulis sequel aku masih punya banyak tugas , Joon Myeon sampai kapan kau akan membuat ku terus berada dibalik layar.

ia menghentikkan aktifitas nya , memandang langit-langit kamar nya kosong dengan cahaya lampu yang redup . jam sudah menunjukkan pukul 09.00 malam ia harus tidur .

ia berjalan menuju sebuah ranjang yang tidak terlalu besar dan mewah , ia mengistirahatkan tubuh kurus nya memejamkan matanya berusaha untuk tidur secepat dan senyenyak mungkin tanpa memikirkan tugas-tugas walau hanya untuk tujuh jam saja .

 

-000-

pagi ini tidak terlalu indah seperti biasanya , Hanna sengaja datang agak awal ke sekolah untuk melihat list-list tugas yang belum ia kerjakan .

pada saat ingin berjalan menuju lokernya ia melihat Sehun bersama dengan Soyeon banyak siswa yang mengatakan kalau Sehun dan Soyeon berpacaran tapi sepertinya tidak , saat Sehun berada di samping Soyeong wajah Sehun selalu masam tidak ada tanda-tanda kalau ia bahagia bersama Soyeon , itu tidak ada.

Hanna melihat nya untuk beberapa detik lalu kemudian ia melanjutkan langkahnya menuju loker untuk mengambil buku-buku dan sepertinya Sehun menyadari hal itu.

Hanna sudah selesai mengambil buku-buku nya ia siap melangkah menuju perpustakaan , karena terlalu menunduk tanpa sengaja ia menabrak Sehun dan bukunya jatuh berantakan.

“oh mianhaeyo , kau Hanna anggota club kesenian kan?” tanya Sehun sambil membantu Hanna merapikan buku-buku yang tergeletak jatuh di lantai.

“gwenchanna , ya kau benar” Hanna menjawab dengan gugup dan menunduk sambil sesekali membenarkan letak kacamatanya .

buku-buku sudah selesai di rapikan dan Hanna memegang buku-buku itu dengan kedua tangan nya.

oh Tuhan sepertinya aku salah mengclaim bahwa pagi ini buruk , tidak pagi ini begitu indah . Sehun pangeran ku membantu ku merapikan buku-buku dan ya dia tersenyum pada ku lebih tepatnya dia mengetahui diriku . ini pagi yang sangat indah yang pernah ku temui.

 

Pelajaran fisika sudah selesai , Jung Seongsaem meninggalkan kelas . Hanna membalikkan badan nya menghadap Hyeonju

“hyeonju pulang sekolah bantu aku merubah penampilan ku jebal” tanya Hanna sambil memohon dan mengerucutkan bibirnya.

“apa aku tidak salah dengar? hm ya baiklah”

 

Hanna dan Hyeonju berjalan melalui koridor menuju cafetaria , sayang sekali cafetaria agak ramai hari ini dan yang tersisa hanya lah sebuah tempat duduk di pojok kanan dekat dengan jendela.

oh tidak itu tempat yang biasa di tempati oleh Sehun dan teman-teman nya.

“haruskah kita duduk disana?” Hanna membuka suara sambil menunjuk tempat yang ia maksud.

“ya sepertinya , kajja”

Hanna dan Hyeonju menikmati makan siang nya hari ini , mereka beruntung karena Sehun dan teman-teman nya tidak datang ke cafetaria.

Hanna menceritakan pagi indah nya bertemu dengan Sehun di koridor kepada Hyeonju , tentu Hyeonju merepos nya dengan senang .

“kau harus berhati-hati itu perhatian atau sopan santun kau tahu sendiri kan Sehun seperti apa sifatnya?”

tentu aku sangat baik dalam hal itu , Sehun dingin , cuek , cerdas dan tampan  hampir setiap perempuan yang mendekatinya berakhir dengan rasa sakit seperti ya , harapan palsu .

“ya tentu” Hanna mengangguk mengerti .

 

-000-

sequel yang Hanna kerjakan sudah selesai , jadi sekarang setiap anggota club bisa membaca naskah nya . pentas theater musim semi akan di laksanakan sekitar dua minggu lagi masih banyak hal yang perlu di persiapkan seperti kostum , properti dan lain sebagai nya.

“sekarang kaca mata mu berganti dan rambut mu juga tidak kau kuncir seperti anak kecil lagi . ya lebih baik dari sebelum nya” puji Minseok kepada Hanna .

Hanna hanya tersenyum menunduk malu , sebelum nya ia belum pernah mendapatkan pujian dari seorang laki-laki , Minseok lah yang pertama .

Sehun yang sadar akan penampilan Hanna yang lebih baik dari sebelum nya , memandangi Hanna untuk beberapa detik sebelum akhirnya melanjutkan membaca lembaran naskah.

Sehun dan Hyeonju sebagai pemeran utama di pertunjukan theater ini .

oh Eun So mengapa harus Hyeonju yang jadi pemeran utama , dia sahabat ku dan aku cemburu dengan nya . well sepertinya ini hal yang kekanak-kanakan tapi sungguh aku tidak suka melihat Hyeonju jika harus terus berpegangan tangan dengan Sehun , dan yeah terlebih lagi drama ini ada adegan ciuman lembut nya.

oh tidak…

dunia ku seakan-akan terbalik dan runtuh , aku tidak sanggup jika harus melihat Sehun dan Hyeonju bersama . masih ada Soo Ra dia juga cantik kenapa bukan dia saja yang jadi pemeran utama?

“Soo Ra wajah mu cantik namun sayang kau tak pandai ber-acting”

Eun So mencibir Soo Ra , gadis itu hanya mengangguk tersenyum sinis lalu melanjutkan kembali memainkan gitar nya.

oh ternyata Soo Ra tidak pandai berakting jadi begitulah mengapa Eun So memilih Hyeonju , ya baiklah apa yang bisa aku lakukan? merusak acara ini? oh tidak mungkin jika aku melakukan nya aku akan di tendang Joon Myeon hingga tersungkur di gerbang sekolah mungkin…

 

-000-

sudah mencapai hari ketujuh dalam latihan drama , Hanna tidak pernah menghadiri acara latihan , ya apa gunanya ia datang jika itu hanya akan membuat hatinya ngilu dan kesal .

lebih baik dirumah mendengarkan musik dan mengerjakan tugas-tugas nya . sesekali ia melihat cermin dan memerhatikkan penampilan nya yang semakin hari menurut nya semakin cantik.

ponsel berwarna pink susu miliknya berdering menandakan sebuah panggilan , terpampang nama Eun So di layar nya , ada apa Eun So menelpon nya?

“Hallo Hanna ini aku kau bisa ke club sekarang?” Tanya Eun So yang suaranya di sebrang sana.

“ada apa?”

“aku akan menjelas kan nya di club ppaliwa” perintah Eun So lalu mengakhiri pembicaraan

Eun So selalu seperti itu seenak nya sendiri , tapi mau tidak mau Hanna harus menurutinya.

ia mengganti baju nya lalu sedikit menata rambut nya dan bergegas pergi menuju sekolah.

Hanna menaiki bus ia duduk di dekat jendela menatap setiap etalase dan plang toko yang berada di pinggir jalan , sekitar 20 menit akhirnya ia tiba di sekolah.

suasana siang ini agak sepi karena hari ini adalah hari sabtu tidak semua siswa datang ke sekolah . yang datang hanyalah siswa yang mengikuti club-club kegiatan ya bisa di bilang seperti ekstra kurikuler kegiatan pengembang diri non akademik.

“annyeong , na wasseo” Hanna memasuki club lalu tersenyum dengan anggota lain nya.

“Hanna kau sudah datang , ada yang ingin ku katakan pada mu” Eun So membuka suara

“apa yang ingin kau katakan?”

“karena ada urusan Hyeonju harus berangkat ke Macau siang ini , dan kita tidak punya banyak waktu lagi jadi mau tidak mau kau harus mengganti nya . ya sejujur nya aku ragu dengan kemampuan mu juga wajah mu tapi apa boleh buat dari pada pertunjukkan gagal?”

Eun So memberi tahu sambil mencibir

Hanna terdiam untuk beberapa saat

Apa aku harus mengganti kan Hyeonju? itu artinya aku punya banyak waktu dengan Sehun ? Tuhan ini bukan mimpi kan oh tidak ini terdengar lucu sekali .

“hya Kim Hanna!” teriak Eun So menghamburkan lamunan Hanna

“Eun So jangan meremehkan kemampuan nya , aku pernah melihat ia berakting di ruang ganti menurut ku akting nya sangat keren jadi kau tak usah khawatir” Minseok membuka suara sambil membaca setiap lembar naskah yang ia pegang.

“baiklah jadi kau harus mau!” nada bicara Eun So terdengar agak memaksa .

Hanna sangat senang rasanya seperti terbang sampai langit tapi disisi lain ia ragu dan mungkin ini akan menjadi sangat canggung ketika dia …

oh tidak apa-apaan ini Hanna jangan membayangkan hal yang belum tentu kau akan lakukan seperti itu .

Hanna mengangguk kikuk menyetujui Eun So ya mau tidak mau ia harus menyutujui nya daripada harus selalu mendengar ocehan Eun So , ya itu jauh lebih baik bahkan sangat baik.

beberapa menit kemudian Sehun datang mengenakan kemeja putih , jeans hitam dan ya tak lupa snapback . oh Tuhan , Sehun sangat tampan …

“maaf aku datang terlambat karena harus menjadi tutor adikku” Sehun tertawa garing sambil menggaruk kepala nya yang sepertinya tidak gatal.

lalu Eun So menghampiri Sehun , menceritakan semua nya bahwa sekarang Hanna menjadi lawan main nya  Sehun merespon nya dengan anggukan tanpa ada rasa kecewa sedikit pun

awal yang bagus…

Hanna dan Sehun mulai berlatih , sesekali Hanna terlihat gugup dan Eun So selalu berteriak dengan suarang melengking nya itu

“Hanna jangan canggung!”

entah sudah berapa kali Hanna mendengar kalimat itu , semakin lama berakting Hanna semakin bisa mengontrol detak jantung nya .

Sehun menatap nya

Sehun memegang tangan nya

Sehun memeluk nya

oh tidak ini lebih indah dari apa yang aku bayangkan sebelum menjelang tidur , Sehun terlihat seperti Edward Cullen sungguhan dan tentu aku adalah Bella Swan

ini begitu Sempurna ku harap waktu berhenti disini…

“baiklah latihan hari ini cukup sampai disini oh ya drama ini ada adegan ciuman nya , apa kalian siap?” tanya Joon Myeon yang notabene nya adalah ketua organisasi siswa dan club kesenian.

Hanna dan Sehun terdiam ia menatap canggung satu sama lain , Hanna menunduk kikuk ia tidak yakin ia bisa melakukan hal ini dengan baik bersama Sehun

“kami bersedia , kami akan memberikan yang terbaik” Jawab Sehun tiba-tiba lalu ia tersenyum kepada Joon Myeon menyakinkan bahwa semua nya akan berjalan dengan baik.

“Sehun apa kau yakin?” Tanya Hanna hati-hati.

“ya tentu bukan kah kita harus professional? Hanna gigi kawat kau kemana?” tanya Sehun sambil tertawa seola-olah sedang mengejek Hanna.

Hanna mengurucutkan bibir nya mendengus kesal

“aku melepas nya dua hari yang lalu sepertinya gigi ku sudah rapih sekarang”

Sehun mengangguk mengacak-acak puncak rambut Hanna lalu mengambil tas nya .

“baiklah aku pulang duluan kalau begitu , sampai bertemu besok” Sehun pergi meninggalkan Hanna lalu melambaikan tangan nya

 

oh tidak ini bukan mimpi kan? jika mimpi aku ingin tertidur selama nyas seperti putri tidur yang ada di dalam dongeng . Tuhan ini sangat indah…

 

-000-

Hanna menatap langit-langit kamar nya yang kosong , ia tersenyum seperti orang yang hampir gila . membayangkan kejadian tadi siang yang ia alami bersama Sehun.

Begitu Indah ku harap ini akan berlangsung selamanya

Haruskah aku tidur? Rasanya segan sekali , terjaga sambil membayangkan kejadian tadi siang lebih indah daripada tidur ya tapi mau tidak mau aku harus tidur , tubuh ku sudah meminta di istirahatkan bukankah besok aku akan mengalami hal yang sama dengan Sehun ?

 

Waktu pementasan theater musim semi tinggal empat hari lagi , itu berarti tidak banyak waktu yang tersisa , Hanna dan Sehun harus berlatih lebih giat lagi .

Memerankan Edward Cullen dan Bella Swan bukanlah hal yang mudah , terlebih lagi ada adegan ciuman yang mungkin tidak akan di ketahui oleh para siswa-siswi yang mengetahui hal ini hanyalah anggota club kesenian.

“kapan adegan itu akan dilakukan?” tanya Joon Myeon kepada Sehun sambil membolak-balikkan lembaran kertas yang ada di tangan nya.

“aku menunggu Hanna siap.” Sehun menjawab sambil sesekali menyedot bubble tea kesukaan nya

“dia terlalu lamban , bagaimana jika dilakukan sekarang? Waktu yang tersisa tidak banyak lagi Sehun”

“terserah kau saja”

Lalu Sehun meninggalkan Joon Myeon di kelas , tinggal dia yang masih di dalam para siswa dan siswi yang lain sudah pulang.

Sehun berjalan melalui koridor pemuda itu akan menuju ke ruang club kesenian setelah tiba disana ia kaget melihat ruangan sepi hanya ada satu tas berwarna abu-abu dan ia tahu siapa pemilik tas itu , Hanna .

 

Mengapa hanya Hanna yang menghadiri acara latihan ini , kamana anggota yang lain? Apakah akan datang terlambat?

“oh Sehun neo wasseo?” tanya Hanna sambil membenarkan letak kaca matanya dan mengambil tas nya.

“ya , kau mau kemana? Pulang?”

“hm tidak aku hanya ingin mengambil ponsel ku , sepertinya anggota yang lain akan datang terlambat”

Jelas Hanna lalu mengambil sebuah ponsel berwarna peach dari dalam tas nya .

Sehun diam untuk beberapa saat menopang dagunya di tangan nya

“bagaimana jika kita latihan terlebih dahulu? Kita pemeran utama” pinta Sehun kepada Hanna , dan Hanna menyetujui nya karena mengingat tidak banyak waktu lagi yang tersisa dan masih ada beberapa adegan yang belum mereka praktekan , mereka berdua masih perlu berlatih dan saling akrab satu sama lain.

Sehun mulai berperan sebagai Edward Cullen dan tentu Hanna adalah Bella Swan , mereka berlatih di depan kaca besar.

Tak terasa dua jam sudah berlalu , anggota yang lain belum juga tiba dan hari semakin sore .

“Sehun sepertinya kita harus mengakhiri latihan ini , anggota yang lain tak kunjung datang” kata Hanna sambil mengenakan hoodie nya dan membenarkan letak kacamata nya.

Sehun mengangguk , tanda setuju atas permintaan Hanna . namun pada saat mereka berjalan menuju gerbang sekolah tiba-tiba hujan turun mengguyur kota Seoul begitu deras kemungkinan Hanna bisa pulang sangat kecil

Oh sial mengapa turun Hujan , ini sungguh waktu yang tidak tepat bagaimana bisa Hujan turun di musim semi …

Aku mungkin akan pulang terlambat oh tidak lebih tepat nya mungkin aku tak bisa pulang hujan terlalu deras mengguyur kota hari ini mungkin bus juga tidak akan mengantarkan penumpang ke setiap halte

“apa kau akan pulang dengan hujan seperti ini?” tanya Sehun membangunkan Hanna dari lamunan nya

“eoh? Seperti nya tidak bisa mungkin aku akan stay disini” Hanna terlihat murung lalu ia mengerucutkan bibir mungil nya .

“kita senasib , aku tidak bawa kendaraan hari ini”

Apa? Apa aku tidak salah dengar? Aku senasib dengan nya dan itu berarti kami berdua harus bermalam disini . oh tidak ini gila tapi sungguh menyenangkan

Kim Hanna jangan berpikir yang macam-macam Sehun tidak akan melakukan hal-hal yang sedang kau pikirkan Hanna , dia tidak mungkin tertarik dengan gadis berpenampilan kuno seperti kau …

Hari semakin gelap dan hujan pun tak kunjung reda malah semakin deras , Hanna dan Sehun masih terdiam di ruang latihan tidak ada satu dari mereka membuka pembicaraan . Sehun menyandarkan kepalanya malas di tembok sementara Hanna tertidur , gadis itu menopang kepalanya dengan tangan di meja yang biasa di gunakan rapat oleh anggota club kesenian , ia terlihat lelah.

Sehun terus memperhatikan Hanna yang tertidur tanpa menggunakan kacamata nya

Gadis itu terlihat lebih cantik dari yang Sehun bayangkan , Sehun melangkah mendekati Hanna mengelus puncak rambut Hanna tapi yang Sehun lakukan justru membuat Hanna terbangun dan seketika Sehun menjadi canggung menggaruk tengkuk nya yang mungkin tidak gatal.

“ada apa?” tanya Hanna sambil mengerjapkan matanya dan menggunakan kacamatanya.

“tidak apa-apa , Hanna bermalam disini tidak baik bagaimana jika kita pergi ke tempat yang biasa Jongin gunakan untuk bermalam?”

“belakang ruang kesehatan?”

Sehun mengangguk , Hanna menatap nya bingung

“kalau kita ketahuan Jongin bagaimana?” tanya Hanna penuh khawatir

“tidak akan , kajja” Sehun mengajak Hanna pergi dari ruang club sambil menggandeng tangan nya.

Mereka terus berjalan menyusuri koridor yang gelap , Hanna terlihat begitu takut sementara Sehun terus melangkah tanpa ragu .

Setelah berjalan sekitar lima menit mereka sudah tiba di sebuah tempat yang cukup mewah berdesign batubata merah ruangan ini terlihat klasik . berisikan meja belajar , rak buku , sofa , dan juga kulkas yang tak terlalu besar ukuran nya.

Dinding nya di penuhi oleh foto-foto Sehun , Jongin , Soo Ra dan Rachel mereka berempat memang sudah terkenal seperti sahabat dan terlebih lagi Jongin berpacaran dengan Rachel .

Hanna memperhatikan setiap inchi ruangan itu , ini pertama kalinya ia mengunjungi ruangan ini .

“apa yang kau lakukan? Beristirahat lah sofa ini cukup untuk kita bagi berdua”

Hanna mengangguk setuju ia percaya Sehun tidak akan melakukan hal-hal yang aneh pada dirinya . lalu Hanna melepas ikat rambut nya dan kacamata nya , membiarkan rambut coklat nya terurai bebas.

Wajah nya terlihat lebih cantik dari biasanya walaupun dia tidak menggunakan makeup.

Hanna terlihat lebih cantik dari yang Sehun lihat biasanya , jujur Sehun menyukai nya sejak pandangan pertama lebih tepatnya saat Sehun membantunya merapikan buku-buku milik Hanna yang terjatuh dilantai , jatuh cinta pada pandangan pertaman di pagi hari .

Malam ini Hanna terlihat seperti seorang bidadari yang bersiap-siap untuk tidur.

Sehun sudah memposisikan dirinya ia sudah siap untuk tidur , sementara Hanna hanya duduk terdiam memegangi selimut , gadis itu enggan menidurkan tubuhnya yang lelah.

“mengapa kau tidak tidur?” Sehun kembali duduk lalu mendekati Hanna.

“aku tidak terbiasa tidur di tempat lain selain kamar ku” Hanna menunduk mengerucutkan bibir nya lalu menyandarkan kepalanya di lutut nya.

Sehun terdiam melihat Hanna , lalu ia memberanikan diri untuk menyentuh rambut coklat gadis itu .

Hanna kaget ia membulatkan matanya ke arah Sehun , ia tidak mengerti apa yang Sehun lakukan kepadanya.

“Mungkin , Aku menyukai mu” Sehun mengatakan nya dengan nada yang agak sedikit gugup.

Hanna tidak percaya tentang apa yang barusan ia dengar

Ini bukan mimpi kan? Oh tidak , Sehun menyukai ku?

Sehun kau manis seperti susu coklat

Sehun kau lezat seperti nacos

Sehun kau menggemaskan seperti krong

Itu adalah isi sebuah surat yang tak pernah Hanna berikan kepada Sehun , Sehun menemukan itu saat tanpa sengaja ia menabrak Hanna dan membuat buku-buku nya terjatuh .

Saat Hanna pergi tertinggalah selembar kertas berwarna peach , lalu Sehun membaca isi dari kertas itu

Ia menahan tawanya saat membaca surat itu rasa geli menggelitiki perut nya , oh Kim Hanna apa kau tidak pandai membuat kata-kata yang romantis? Mengapa aku harus di samakan oleh susu coklat , nacos dan ya krong aku benci itu tapi kenyataan aku menyukai nya . kau berbeda

Sehun memberikan kertas peach itu kepada Hanna sambil menutup mulutnya menahan tawa sementara Hanna terlihat malu dan heran bagaimana bisa Sehun menemukan kertas itu , oh tidak aku ingin menghilang dari hadapan nya sekarang juga aku sangat malu.

Kau sungguh memalukan Kim Hanna.

“aku tau kau menyukai ku Kim Hanna”

Sehun menggodanya

“lalu?”

“jadilah kekasih ku”

Sehun menangkup wajah Hanna dengan kedua tangan nya , ia menatap erat-erat mata Hanna . Hanna terdiam ia tidak percaya

Apa Sehun memintaku sebagai kekasih nya?

Apakah ia gila?

Hanna masih belum menjawab , ia mengalihkan pandangan nya dari Sehun namun tak bisa di pungkiri Sehun memaksanya untuk menatap matanya dan menjawab pertanyaan nya.

“jawab aku”

“apa yang aku dapat jika menjadi kekasih mu?”

“kebahagiaan”

“mungkin tidak , banyak yang menyukai mu mungkin aku akan tersiksa bukan lebih tepat nya iya”

“aku akan menjadi perisai mu”

Sehun menarik Hanna kedalam pelukan nya , membelai halus rambut wanita itu.

Hanna masih enggan menjawab pertanyaan nya

Oh ayolah Sehun jangan gila , apa yang kau katakan? Memintaku menjadi kekasih mu?

 

-000-

Pagi ini suasana sekolah terlihat begitu bising dan para anggota club kesenian berlalu lalang kesana kemari , hari ini pentas theater musim semi akan di mulai.

Para tokoh sudah bersiap-siap dengan beberapa lembar naskah berisikan dialog , sementara itu Hanna masih berada di atap sekolah ia enggan sekali untuk turun padahal beberapa jam lagi pertunjukkan akan dimulai.

Gadis itu masih malu bertemu dengan Sehun , lebih tepatnya ia belum menjawab pertanyaan Sehun . selama beberapa hari yang lalu latihan theater pun terlihat lebih canggungg akibat kejadian di basecamp pada malam hari itu.

Hanna menghentakkan kakinya pelan sambil menggigit pelan bibir bagian bawahnya ia bingung apa yang harus ia lakukan , sementara dirinya dan Sehun belum sama sekali melakukan adegan inti dari theater tersebut.

Sejak datang ke sekolah ia tidak mendatangi ruangan club kesenian melainkan langsung menuju ke atap sekolah

Ayolah Hanna kau harus turun atau kau akan di tendang Joo Myeon dan mendengar ocehan Eun So

 

Akhirnya setelah beberapa menit berpikir ia putuskan untuk turun dari atap Sekolah , ia berjalan melalui koridor para siswa dan siswi pun tercengang heran melihatnya , ia bukan Kim Hanna yang seperti biasanya dengan kaca mata kuno besar dan kawat gigi juga dengan style rambut ala tahun 80-an

Hanna bertransformasi menjadi seorang ulzzang , hampir seluruh siswa dan siswi tidak mengenalinya

Image

 

Para siswa dan siswi saling berbisik-bisik , Hanna terus melangkah hingga akhirnya ia tiba di depan ruang club kesenian .

Ia masuk lalu mengucapkan salam seperti biasanya . para anggota club yang lain pun heran melihat penampilan Hanna yang berubah drastis .

Minseok tiada henti berdecak kagum , Joon Myeon membulatkan matanya seolah tak percaya , Eun So menutup mulut nya dan berkata “oh my ghad”

Sementara Sehun ia masih sibuk dengan naskah nya sampai pada akhirnya ia kesal lalu mengalihkan pandangan nya karena para anggota tidak menjawab pertanyaan nya.

Sehun hanya tersenyum melihat penampilan Hanna.

“aku sudah melihat dia seperti itu sebelum nya”

Sehun bergumam beruntunglah tidak ada yang mendengar itu.

Hanna melihat para anggota dengan ekspresi heran

“eomona Hanna siapa yang membuat mu seperti ini?” tanya Eun So sambil berjalan mendekatinya.

“apa nya yang siapa?”

“astaga kau cantik , tapi mengapa kau selalu bertingkah seperti gadis idiot”

Hanna terkekeh , lalu tersenyum.

“terimakasih”

Panggung untuk theater musim semi sudah selesai di dekorasi , para anggota club kesenian sedang sibuk dengan tugas nya masing-masing .

Hanna termenung diam dia khawatir jika semuanya tidak berjalan dengan lancar , ini pertama kalinya ia ikut berpartisipasi sebagai tokoh dalam theater di club kesenian selama dua tahun belakangan ini.

Sehun menatap nya dari kejauhan sambil memegang lembaran naskah , ya walaupun tidak terlalu banyak tentu pemuda itu harus melakukan yang terbaik .

Sehun melangkahkan kakinya mendekati Hanna yang sedang termenung , pemuda itu memegang bahu Hanna.

“tenanglah semua nya akan berjalan lancar” Sehun membisikkan kata-kata itu di telinga Hanna .

Hanna hanya tersenyum lalu menatap Sehun.

Joon Myeon sedang memberikan pengarah kepada para tokoh , beberapa menit lagi pentas akan dimulai.

“bagaimana dengan adegan kissing nya?” tanya Minseok penasaran.

“sepertinya itu akan di cut”

Hanna bernafas lega rasanya senang sekali ya walaupun agak sedikit kecewa tapi ini jauh lebih baik daripada dirinya harus melakukan adegan itu dan setelah itu akan mendapat banyak bencana.

Oh tidak…

Pertunjukkan sudah dimulai para siswa dan siswi tiada hentinya berdecak kagum , bertepuk tangan dan berteriak memanggil Sehun.

Ya mereka sangat menyukai Oh Sehun , pemuda tampan , cerdas dan ahli dalam menari tak bisa dipungkiri jika hampir seluruh perempuan menyukai nya.

-000-

“kalian semua sudah bekerja keras dan saat nya , CHEEERS!” Joon Myeon mengangkat sebuah gelas berisikan cola dan mengajak anggota club yang lain untuk merayakan kesuksesan theater hari ini.

Malam ini para anggota club menyewa sebuah kedai kecil berdsign classic mewah yang menyediakkan makanan ala Itali , letak nya tak jauh dari sekolah mereka.

Hanna terlihat begitu senang karena semuanya berjalan dengan sukses dan dia bisa memerankan Bella Swan dengan baik , sementara itu Sehun yang duduk di sebelah Hanna tiada henti nya memerhatikan Hanna.

“kau belum menjawab pertanyaan ku” Sehun membisikkan Hanna.

Hanna tersedak , Sehun kau melakukan ini pada saat yang tidak tepat aku sedang menikmati hidangan ku.

Sehun merasa bersalah lalu pemuda itu menepuk pelan punggung Hanna dan memberikan nya minuman sementara anggota club kesenian yang lain terlihat heran.

“aku ingin mengumumkan sesuatu kepada kalian” Sehun berdiri lalu mencoba berbicara dengan semua anggota club.

Semua anggota terlihat dengan ekspresi wajah bertanya-tanya

Apa yang akan ia lakukan

“Hanna-ya”

Sehun mendekatkan wajah nya dengan wajah Hanna , menghapus jarak yang menjadi penghalang mereka

Semakin dekat semakin dekat dan akhirnya…

 

Image

 

“Joon Myeon karena kau memotong adegan ini jadi terpaksa aku harus melakukanya , dan sejujur nya aku menyukai kau Kim Hanna maka dari itu jadilah kekasih ku” pinta Sehun

Anggota club yang lain bersorak-sorak , Hanna kau harus menerima Sehun dia tampan hampir mendekati sempurna banyak yang menginginkan nya bukan kah kau juga mencintai nya? Kau sudah lama kan menginginkan nya…

Hanna masih terdiam wajahnya terlihat seperti orang idiot .

Apa yang baru saja Sehun lakukan?

Apa yang baru saja Sehun katakan?

Ini bukan mimpi kan?

“Hanna ayolah jawab” pinta minseok sambil menggoyang-goyangkan tubuh Hanna.

Setelah terdiam untuk beberapa saat akhirnya…

“baiklah Oh Sehun , mulai sekarang aku kekasih mu”

 

Dan akhirnya setelah sekian lama menunggu Sehun , Hanna mendapatkan nya.

 

– end –

Advertisements

8 thoughts on “Finally I Got You

  1. Omooo perjuangan nya hanna gak sia” padahal dia gak terlalu berharap sama sehun tapi gak tau nya sehun sendiri yang nyamperin hanna terus suka lagi sama hanna , wuuuaaaaa mana sehun cakep lagi gimana gitu rasanya ditembak sama cowo yg cakep nya pake banget sedangkan elu nya nerd ? Berasa beruntung banget kaya gitu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s