[Noonatea] The Dream

 

“ kau bisa dengan mudah berkencan dengan Kai si cassanova”

“kau tidak perlu membuang waktu mu dengan menunggu mimpi bodoh mu itu”

Hanna mengerjapkan matanya beberapa kali mendengar cibiran sahabat nya Hyeonju .

Rasanya Hyeonju juga cukup bosan berbicara seperti itu tapi dia juga tidak bisa diam saja melihat sahabatnya seperti orang bodoh hanya karena sebuah ‘mimpi’ .

“kau kan hanya melihat , kau kan tidak merasakan apa yang aku rasakan Hyeonju”

Hanna merasa tidak terima karena selalu dicibir.

“tapi apa aku salah jika aku memperingatkan mu?”

Itu benar sebagai sahabat yang baik tentu Hyeonju tidak bisa diam saja melihat semua ini .

Hanna hanya menghembuskan napasnya perlahan , bubble tea yang di meja nya sejak tadi pun belum sama sekali dia sentuh.

Hanna tau ini memang hal bodoh menunggu mimpi nya yang sedikit bisa dibilang mustahil akan terwujud .

Akhir-akhir ini gadis berusia 19 tahun itu selalu bermimpi aneh rasanya mimpi itu seperti benar-benar nyata , tak sering kali gadis yang menyukai melukis itu menceritakan mimpinya kepada sahabat baiknya sejak kecil Park Hyeonju.

Hanna tahu dia bisa dengan mudahnya menerima ajakan kencan si Joonmyeon pemuda dengan banyak uang , atau si Chanyeol pemuda berwajah idiot tapi dengan kecerdasan diatas rata-rata , dan mungkin bisa saja dia menerima ajakan Kai si cassanova , pemuda yang di idam-idamkan oleh seluruh wanita di atmosfer kampus.

alih-alih Hanna menolak mereka dia bukan sombong hanya saja dia tidak ingin mendengarkan gossip-gossip yang menjijikan yang biasa dibicarakan oleh orang-orang.

 

-000-

Hanna menatap langit-langit kamar nya yang kosong dengan cahaya yang redup , dinding kamarnya dipenuhi oleh lukisan-lukisan buatan tangan nya .

Dia mengambil satu lembar kertas yang berhiaskan lukisan seorang pemuda , dia tersenyum menatap lukisan itu .

“apakah kau benar-benar nyata?”

Gumamnya sambil melihat lukisan itu .

Dia tahu ini bodoh menyukai seseorang yang bahkan belum tentu ada didunia ini , seseorang itu hanya hidup di mimpinya mungkin orang lain akan menganggap ini gila tapi baginya …

Tidak masalah jika aku bahagia dan tidak mencampuri urusan hidup orang lain , karena semua ini aku yang merasakan dan mereka hanya melihat…

 

Hanna terbangun dari tidurnya dia mengeryitkan alisnya karena sinar matahari cukup menyilaukan pandangan nya

Dia merentangkan tangan nya mencoba merenggangkan otot-ototnya

“mimpi dan pagi yang indah”

Dia menyingkap selimutnya lalu merapikan tempat tidurnya , dilihatnya meja belajar yang masih berantakan dengan buku-buku dan alat tulis Hanna sejenak merapikan nya lalu menyusun buku apa saja yang akan di bawanya ke kampus hari ini .

Setelah selesai membersihkan tubuhnya , Hanna duduk didepa meja dengan kaca yang tidak terlalu besar dia mempoleskan makeup natural diwajahnya lalu mengeringkan rambutnya .

Ah gadis itu tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh terhadap rambut coklat sebahunya , baginya rambut ini lurus dan terawat saja sudah cukup.

Setelah selesai mengenakan terusan berwarna pink susu yang panjang nya selutut Hanna mengambil tas nya lalu bersiap-siap berangkat ke kampus.

 

Bunga-bunga dan dedaunan mulai berguguran menghiasi jalan dengan pagi yang indah ini gadis itu siap memulai hari barunya sebagai seorang mahasiswi karena satu bulan  yang lalu Hanna baru saja menerima pengumuman bahwa dia diterima di universitas ternama di kota Seoul bersama sahabat nya Park Hyeonju.

Walaupun mereka berbeda jurusan Hanna dan Hyeonju selalu menyempatkan waktu untuk bertemu walaupun itu hanya sekedar minum bubble tea bersama di cafe.

Pagi ini Hanna berangkat sendiri tidak seperti biasanya dia akan bertemu bersama Hyeonju di halte bus namun pagi ini tidak karena jam kuliah Hyeonju berbeda dua jam dengan jam kuliah Hanna.

 

Atmosfer kampus terasa begitu berbeda dengan atmosfer kamarnya , jujur saja sebenarnya tidak ada tempat yang Hanna sukai selain kamarnya yang dipenuhi oleh lukisan .

Dia tidak terlalu suka bergossip seperti wanita lain nya baginya …

Untuk apa aku harus sibuk mencampuri urusan orang lain sementara masih banyak urusan ku yang harus di selesaikan…

 

Hanna bejalann menyusuri koridor  yang cukup ramai pagi ini ah tidak ada yang dia kenal di koridor ini selain Chanyeol yang sedang duduk terdiam sambil mendengarkan musik .

Sementara menunggu waktu untuk masuk Hanna memutuskan untuk menghampiri Chanyeol pemuda yang dikenal nya sejak sebulan yang lalu .

“hei Hanna”

Sapa Chanyeol sambil melambaikan tangan nya .

“Hei Chanyeol”

Jawab Hanna ramah

Walaupun mereka baru mengenal satu sama lain sebulan yang lalu mereka terlihat cukup akrab menurut Chanyeol , Hanna adalah gadis yang menyenangkan .

Hanna mengenal Chanyeol saat mereka baru saja memasuki universitas ini semuanya terjadi tanpa sengaja .

Saat itu Hanna sedang ingin pergi ke toilet karena rasa ingin buang air kecil nya sudah tidak bisa ditahan lagi karena dia tidak melihat tulisan yang terdapat di dinding toilet tanpa sengaja dia masuk kedalam toilet pria untung nya hanya ada Chanyeol didalam toilet itu yang sedang mencuci tangan nya…

Sungguh memalukan…

 

-000-

Dia datang ke mimpi ku lagi mengenakan kaus berwarna putih konsep nya sangat bersahabat sekali dengan alam apakah dia nyata ? atau dia unicorn?

Ah Hanna kau gila …

Ini entah sudah ke berapa kalinya dia datang ke mimpi ku , wajahnya tidak samar aku bisa melihatnya dengan jelas

Dia putih rambutnya coklat terang hidungnya mancung , dia benar-benar tampan sungguh …

Oh ya bahkan dia seperti Justin Bieber dalam penyamaran , pertanyaan ku sekarang adalah …

Apa dia benar-benar nyata?

Mengapa aku bisa terjebak dalam mimpi picisan seperti ini? Apa Tuhan tidak bisa memberikan mimpi yang tidak membuat ku tersenyum di pagi hari seperti orang gila?

Bagaimana bisa aku jatuh cinta dengan pemuda yang selalu datang ke dalam mimpi ku?

Haruskah aku datang ke psikiater lalu menceritakan mimpi ku …

Mungkin aku akan dibawa keluar dan disebut sebagai orang gila , jika dia benar-benar nyata aku tidak berharap banyak pada Tuhan

Aku hanya berharap suatu hari nanti bisa bertemu dengan nya , itu sudah lebih dari cukup…

Aku teringat tentang mimpi ku saat aku masih duduk disekolah dasar aku bermimpi ibuku naik kereta ke langit menurut ku itu mimpi yang indah ibu ku naik kereta ke langit saat natal tapi kenyataan nya tiga hari kemudian ibu ku pergi ke surga…

Ah pikiran ku benar-benar kacau sekarang , sebagai ciptaan nya aku tidak bisa menuntut banyak yang aku perlu lakukan hanyalah selalu siap dengan apa yang Tuhan rencanakan…

Bagi ku masih bisa bernapas dan melukis itu sudah cukup , karena melukis adalah satu-satunya bakat ibu ku yang mengalir di darah ku…

-FIN-

 

note : cerita ini akan saya bagi kedalam beberapa bab dengan judul yang berbeda.

Advertisements

3 thoughts on “[Noonatea] The Dream

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s