Fix and Angel

***

angin di musim gugur berhembus melewati pemuda yang sedang terduduk diam diatas kursi rodanya …

pemuda itu menikmati nya , rasanya angin ini begitu segar dan menyejukan hatinya .
selimut menutupi pemuda itu yang sejak beberapa tahun sudah tidak utuh …

hanya satu kaki yang tersisa ditubuhnya , semakin hari kondisi nya semakin melemah namun dia tidak pernah putus asa dia selalu menikmati apa yang Tuhan berikan…

 

setidaknya aku masih bisa bernapas dan melihat anugerah Tuhan…

 

dirasanya sudah cukup untuk menikmati pemandangan hari ini , suster kembali mendorong kursi rodanya mengantarnya kedalam kamarnya…

bahkan saat penyakit itu menderanya dia masih bisa tersenyum  , wajahnya yang seperti malaikat selalu terlihat tenang dan mengatakan seolah-olah dia baik-baik saja…

“terimakasih sudah menemaniku Hyeonju-ssi”

“sama-sama Luhan-ssi kalau begitu aku permisi dulu”

Wanita yang diketahui bernama Hyeonju itu memberi hormat lalu tersenyum keluar dari kamar Luhan…

Namanya Oh Luhan usia dia 25 tahun wajahnya yang seperti malaikat benar-benar membuat orang tersentuh…

Sudah satu tahun dia duduk di kursi roda dan tinggal ditempat yang sangat akrab dengan bau obat-obatan seperti ini . jujur dia sangat merindukan rumahnya namun apa yang bisa dia perbuat dengan duduk dikursi roda seperti ini …

 

-000-

“bagaimana jika hari ini kita mengunjungi kakak ku Hanna noona?”

Pemuda itu bertanya kepada seorang gadis yang sedang sibuk dengan peralatan masaknya .

“baiklah kalau itu mau mu Sehun”

Wanita yang diketahui bernama Hanna tersebut tinggal dirumah Sehun , dia hanyalah seorang relawan dari gereja yang sudah satu tahun merawat pemuda yang bernama Oh Sehun…

Usia Hanna dan Sehun terpaut 4 tahun , Hanna lebih tua dari Sehun…

Setelah selesai menyiapkan hidangan , Hanna menuntun Sehun menggandeng tangan nya menuju meja makan . Sehun hanya mengikuti apa yang Hanna katakan , tangan kanan nya memegang tongkat dan tangan kirinya memegang bahu Hanna…

Sehun tidak bisa melihat , dia buta tatapan matanya bukanlah tatapan mata seperti apa yang kau pikirkan tatapan itu gelap dan kosong baginya tidak ada yang bisa dia lihat bahkan wajah Hanna saja dia tidak tahu seperti apa , hanya wajah kakaknya yang dia ingat hingga detik ini…

“kau suka?”

Tanya Hanna sambil menyuapi satu sendok soup ke mulut Sehun

“aku selalu menyukai masakan mu noona”

Jawab Sehun polos

Hanna hanya tersenyum melihatnya .

 

Hanna memang wanita yang baik namun tidak ada seorang pun yang tahu maksud niat baiknya dengan mau mengurus Sehun yang buta ini yang selalu merepotkan nya setiap saat.

Sehun hanya merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan , dia benar-benar menikmati bagaimana cara Hanna memperlakukan nya.  Sehun tahu ini tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat nanti Hanna akan berbuat jahat tapi baginya mengkhawatirkan hal sesuatu yang belum tentu terjadi hanya membuat mu lelah kalaupun Hanna ingin berbuat jahat mengapa tidak beberapa bulan yang lalu? Mengapa Hanna masih bertahan mengurus Sehun yang buta ini sampai satu tahun…

“apa kau tidak takut jika suatu hari nanti aku membunuh mu Sehun?”

Tanya Hanna , saat ini mereka sedang melakukan perjalanan dengan mobil menuju rumah sakit , tempat kakak Sehun tinggal.

“tidak , jika kau ingin membunuh ku bunuh saja aku sekarang”

Sehun tersenyum dengan tatapan matanya yang kosong

“aku hanya bercanda”

Jawab Hanna tenang…

 

Mereka sudah tiba dirumah sakit , Hanna menggandeng tangan Sehun menuntun nya keluar dari mobil dan berjalan.

Tangan kanan Sehun selalu memegang tongkat bahkan Hanna sudah beberapa kali memberitahu nya untuk tidak membawa tongkat karena itu sedikit menganggu tapi Sehun selalu menjawab…

Aku hanya tidak ingin menambah beban mu noona…

Mereka berjalan menyusuri koridor yang berdesain klasik , bisa dipastikan rumah sakit ini cukup mahal biaya perawatan nya perbulan pun jutaan won.

Hanna tersenyum dengan suster dan juga relawan dari gereja yang duduk di koridor mereka sudah hapal dengan Sehun dan Hanna karena hampir setiap hari Sehun dan Hanna berkunjung kerumah sakit ini.

Setelah melalui beberapa koridor mereka sampai didepan pintu kamar bernomor 204 Hanna mengetuk pintu terlebih dahulu lalu membukanya…

“lihat siapa yang datang”

Kata Hanna ceria di iringi senyuman yang begitu cerah

“ah Sehun dan Hanna”

Jawab pemuda penghuni kamar tersebut ramah

“Luhan hyung apa kau hidup dengan baik?”

Tanya Sehun sambil berjalan mendekati Luhan yang duduk di kursi roda.

Luhan hanya mengangguk tersenyum menjawab pertanyaan adiknya , Hanna tersenyum bahagia melihat saudara kakak beradik ini bisa berbincang-bincang dan bermain bersama.

Luhan memberitahu Sehun untuk selalu menuruti apa yang Hanna katakan dan berbuat baik pada Hanna.

“tenanglah Luhan , Sehun adalah anak yang baik”

Jawab Hanna yang duduk di sofa memerhatikan Luhan dan Sehun .

Luhan tersenyum kepada Hanna , senyumnya yang tenang menghiasi wajah malaikatnya senyuman itu semakin membuat Hanna bersalah padanya…

Kecelakaan satu tahun yang lalu menimpa keluarga mereka di distrik gyeonggi-do . kedua orangtua mereka meninggal dalam kecelakaan tersebut . Sehun harus kehilangan penglihatan nya karena terkena cairan kimia dari mobil tersebut dan Luhan harus kehilangan satu kakinya akbiat terjepit dan terkena pecahan kaca…

Kecalakaan itu bukanlah kecelakaan tunggal terdapat dua mobil saat itu namun seseorang yang menabrak mobil mereka melarikan diri dan hingga saat ini pihak kepolisian masih belum menemukan nya.

Jika harus memilih kehilangan ingatan atau kaki untuk selamanya , Luhan lebih memilih kehilangan ingatan asal jangan menghilangkan Sehun dari ingatan nya karena hanya Sehun yang dia miliki saat ini .

Kejadian satu tahun yang lalu masih terus terngiang di pikiran Sehun , jiwa psikologisnya terbebani Sehun sempat menderita trauma yang cukup berat sampai dia tidak ingin berpergian keluar rumah selama 6 bulan sampai akhirnya Hanna datang dan terus memberinya semangat…

 

-000-

Hanna tahu dia bukanlah bagian dari keluarga Sehun dan Luhan , dia hanyalah seonggok daging yang tiba-tiba datang ingin merawat Sehun ya mengingat Luhan sudah hidup terawat dirumah sakit.

Hanna duduk termenung di sofa ruang tengah , suasana yang sepi mencekam hatinya . kemana Sehun? Sehun sudah di tidurkan nya sejak tadi . saat ini tinggal dia lah yang belum mengistirahatkan tubuhnya .

Terkadang dia juga sudah lelah merawat Sehun , Sehun juga sering bertanya akan hal itu tapi hanya ini yang bisa Hanna lakukan merawat Sehun dengan baik sampai akhirnya Sehun menemukan pendonor mata yang cocok dengan nya.

Hanna menyandarkan kepalanya pada bahu sofa dia menghembuskan napasnya perlahan . hidup nya benar-benar rumit ketika teman-teman nya sudah berdiri di pelaminan bersama orang yang mereka cintai Hanna masih tetap tinggal ditempat yang mencekam dan membuatnya lelah seperti ini .

Dilihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 malam , dia harus segera tidur karena besok pagi Luhan mengajaknya bertemu seorang diri .

 

 

“Sehun tidak apa-apa kah jika kau noona tinggal sendirian dirumah?”

Tanya Hanna sambil menggunakan syalnya dan bersiap-siap pergi ke rumah sakit.

Sehun yang terduduk di sofa sambil mendongak keatas entah memandang apa menjawabnya dengan tenang.

“tidak apa-apa noona”

Sehun tersenyum.

“tenanglah noona tidak akan lama . jaga dirimu mengerti”

Hanna melangkah mendekati Sehun lalu mengelus puncak rambut Sehun . kemudian berpamitan meninggalkan Sehun dirumah.

 

Suasana rumah menjadi sepi seketika , Sehun masih terduduk disofa dengan meja yang dipenuhi oleh makanan dan minuman .

Jujur Hanna khawatir pada Sehun maka dari itu Hanna menyiapkan semuanya didepan Sehun agar pemuda itu mudah memperoleh apa yang ia ingin kan.

Tidak ada yang bisa Sehun lakukan selain mendengarkan musik klasik kesukaan nya membuat pikiran nya semakin tenang dan nyaman…

 

-000-

Luhan dan Hanna bertemu di taman belakang rumah sakit , wajah Luhan semakin memucat setiap harinya kepalanya yang selalu ditutupi oleh beani koala pemberian Sehun membuatnya semakin terlihat lebih muda dari usianya.

Hanna termenung duduk di bangku taman , berhadapan dengan kursi roda Luhan lebih tepatnya.

Luhan memegang tangan Hanna secara perlahan sontak membuat Hanna sedikit terkejut.

“ada apa lu?…”

Tanya Hanna lembut

“aku ingin kau menikah dengan adikku , Sehun”

Perkataan Luhan membuat Hanna membulatkan matanya

“m…maksud mu?”

“ini permintaan terakhir ku”

Pinta Luhan penuh harap , mata pemuda itu mulai berkaca-kaca…

Luhan tahu Sehun adiknya tidaklah mempunyai organ tubuh yang normal Sehun buta tapi hanya Hanna lah satu-satunya orang yang Sehun percaya.

Sejujurnya Luhan menyukai Hanna sudah lama tapi ketika dia melihat adik nya kembali tersenyum karena wanita itu Luhan sadar Sehun lebih berhak mendapatkan nya , tubuh Sehun masih normal pemuda itu hanya kehilangan penglihatan nya.

 

Hanna bergeming sejenak dia tidak habis pikir , apakah menikah semudah itu ya tapi jujur saja Hanna juga tidak bisa membohongi perasaan nya . dia juga menyukai Sehun…

“baiklah aku akan menuruti permintaan terakhir mu…”

Hanna tersenyum tulus kepada Luhan dan semakin dia eratkan jemari Luhan dengan jemari tangan nya.

Luhan tersenyum bahagia bersama airmata yang membahasi pipinya.

 

Luhan tidak hanya kehilangan kakinya , pemuda itu memiliki penyakit alzheimer dan kanker diotaknya.

Rasa sakit mendera nya setiap hari . pemuda itu bahkan mulai lupa dengan nama-nama benda sehingga suster dirumah sakit memberi nama pada benda tersebut hanya Hanna dan Sehun yang bisa dia ingat.

Hanna tahu tentang ini , namun Sehun tidak bagi pemuda itu kakaknya hanya hidup dirumah sakit dengan baik.

Luhan memilih jalan operasi walaupun dia tahu kemungkinan untuknya sembuh sangatlah kecil…

Tiga hari lagi operasi itu akan dilangsungkan , entah apa yang membuatnya ingin menjalani operasi tersebut .

 

Untuk saat-saat terakhirnya , Luhan meminta dia dipulangkan kerumah saja karena sangat rindu dengan suasana rumah sebelum akhirnya dia harus menjalani operasi.

 

-000-

“hyung apakah Hanna noona cantik?”

“hyung apakah Hanna noona punya mata yang bulat?”

“hyung apakah Hanna noona memiliki wajah seperti bayi? Karena saat aku menyentuh wajahnya kulitnya begitu lembut hyung”

Luhan hanya tersenyum mendengar perkataan adiknya yang terbaring disebelahnya.

“kau akan mengtahui nanti”

Sehun yang mendengar hal itu hanya tersenyum tenang , ya seperti dia yakin bahwa suatu hari nanti Sehun bisa melihat wajah seseorang yang sejak lama disukainya.

Kedua kakak beradik itu mulai memejamkan matanya . mungkin bagi Luhan malam ini adalah malam terakhirnya bersama Sehun sebelum esok hari dia harus kembali lagi kerumah sakit.

 

 

Sementara itu Hanna termenung dikamarnya , dipandanginya langit-langit kamar yang kosong dan gelap.

Dia menghembuskan napasnya perlahan …

Sebentar lagi aku akan menikah dengan Sehun , mengapa Luhan meminta ku menikahinya?

Jujur sebenarnya aku tahu bahwa Luhan menyukai ku sejak lama tapi mungkin bagi dirinya Sehun berhak mendapatkan ini.

Hidup Luhan tidak akan lama lagi Tuhan bisa menjemputnya kapan saja namun yang aku inginkan saat Luhan pergi ku harap Tuhan memberikan kekuatan untuk Sehun.

Melihat Luhan dan Sehun hidup seperti ini semakin membuatku merasa bersalah ya hanya ini yang bisa aku lakukan memperbaiki kesalahan ku , ku harap suatu hari nanti jika mereka mengetahui ini mereka bisa memaafkan ku…

 

Pagi ini suster sudah selesai mengurus Luhan lalu mendorong kursi rodanya ke meja makan tempat yang sedari tadi sudah di tempati oleh Sehun.

Ya Hanna membutuhkan Hyeonju , suster yang terbiasa merawat Luhan dirumah sakit tidak mungkin dia mengurusi Sehun , Luhan , Rumah dalam waktu yang bersamaan.

“selamat pagi”

Sapa Hyeonju dan Luhan secara bersamaan dengan ramah.

“selamat pagi”

Jawab Sehun yang terduduk di bangku meja makan

Sementara Hanna sibuk memasak untuk sarapan pagi ini.

Setelah mencicipi soup kimchi buatan nya dia mematikan kompor lalu menuangkan soup dari dalam panci tersebut kedalam mangkuk.

Hyeonju membantunya menyiapkan piring dan mangkuk juga nasi dimeja makan.

“tadaaa… sudah matang”

Hanna meletakkan mangkuk tersebut dimeja makan , wanita itu masih menggunakan apron nya.

Sehun tersenyum senang , dengan hanya mencium aromanya dia bisa tahu apa yang Hanna masak dan sudah pasti masakan nya lezat.

Bagi Sehun masakan Hanna seperti masakan ibunya…

Hanna melepaskan apron nya lalu dia duduk di samping Sehun , ah ya Hanna harus membantu  Sehun saat makan.

Mereka mulai menikmati soup kimchi yang Hanna buat dipagi hari ini , Luhan terlihat sangat menikmatinya mungkin lidahnya sudah cukup bosan dengan makanan rumah sakit.

 

Setelah mereka selesai menikmati hidangan pagi ini , mereka memutuskan untuk beralih keruang tengah Hyeonju mendorong kursi Luhan dan Hanna menggandeng Sehun.

Membuat kenangan saat seperti ini mungkin adalah hal yang manis , ya kenangan terakhir mereka bersama Luhan…

Mengambil foto bersama , mungkin hari ini akan menjadi hal yang sangat mereka rindukan suatu saat nanti.

“bisakah kalian tinggalkan aku dengan Sehun?”

Pinta Luhan kepada Hyeonju dan Hanna , dengan lembut Hanna dan Hyeonju mengiyakan permintaan Luhan.

Sementara mimik wajah Sehun terlihat kebingungan.

Luhan mendekatkan jaraknya dengan Sehun lalu memegang jemari adiknya…

“besok aku akan pergi untuk waktu yang begitu lama , saat aku pergi kau akan bisa melihat Hanna noona , Sehun apa kau senang?”

Tanya Luhan kepada Sehun mata pemuda itu mulai berkaca-kaca.

“maksud mu apa Hyung?”

Sehun semakin tidak mengerti tentang apa yang dibicarakan oleh kakaknya.

“kau akan mengerti suatu hari nanti , bisa kah kau menuruti permintaan terakhir ku?”

Ekpresi wajah Sehun semakin bingung dia semakin tidak mengerti dengan kakaknya Luhan.

“apa itu Hyung?”

kata Sehun penyuh tanya.

“menikahlah dengan Hanna noona”

Seketika Sehun terkejut , menikah dengan Hanna noona? Apa Luhan hyung sudah cukup gila.

Pikir nya diriku ini buta mana mau Hanna noona menikah dengan ku …

“tapi Hyung…”

“tenanglah Hanna noona akan menyayangi mu”

Pada akhirnya Sehun mengangguk menyetujui permintaan terakhir kakaknya.

 

Saat Luhan pergi Hanna dan Sehun akan menikah , itu permintaan terakhir Luhan kepada mereka berdua.

Setelah berbicara dengan Sehun , Luhan harus kembali lagi kerumah sakit siang ini operasi nya akan dilangsungkan.

Luhan meminta Hanna untuk tetap tinggal dirumah menjaga Sehun dan jangan datang kerumah sakit karena mungkin akan membuat Sehun curiga.

 

-000-

“Luhan-ssi apa kau siap?”

Tanya seorang dokter kepada Luhan

Luhan menjawabnya hanya dengan anggukan kepala dan tersenyum . wajahnya begitu pucat namun suci seperti malaikat.

Dokter sudah bersiap-siap dengan jarum suntik untuk membius Luhan , namun sebelum dokter menyuntikkan jarum itu ke tubuh Luhan . pemuda itu meminta waktu untuk beberapa saat.

“saat aku tidak terbangun lagi tolong berikan mataku kepada adikku Sehun”

Dokter yang mendengar hal itu tidak mampu menjawab pertanyaan Luhan , dia sedih mendengar nya.

Tidak ada yang bisa dokter Kim lakukan selain tersenyum dengan mata berkaca-kaca dihadapan Luhan .

Diletakkan jarum suntiknya untuk beberapa saat memberi kesempatan Luhan untuk menghirup napas dan bersiap-siap.

Saat Luhan mulai memejamkan matanya dia tersenyum alat pendeteksi detak jantungpun yang menampakkan garis naik turun  berangsur menghilang secara tiba-tiba kemudian menghasilkan suara

“niiiiiiiit……”

Dokter Kim terkejut mendengar hal itu , Luhan sudah tertidur dan istirahat begitu tenang dengan seulas senyuman diwajahnya.

Suster Hyeonju dan yang lain nya juga dokter selain dokter Kim meneteskan airmata didalam ruangan operasi .

Sepertinya Tuhan tidak suka jika melihat Luhan harus menjalankan operasi yang menyakitkan hari ini.

Tuhan tahu pemuda itu sudah cukup lelah merasakan sakit dikepalanya yang bukan main rasanya.

Tuhan sangat menyayangi Luhan…

 

-000-

Hanna dan Sehun sedang berada didalam ruangan rumah sakit , mata Sehun tertutupi oleh balutan perban berwarna putih.

Dia sudah tidak sabar ingin melihat dunia yang selama ini dia rindukan , dia juga sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa wajah Hanna yang selama ini hanya bisa dia sentuh…

Suster membantu Sehun membuka balutan perban yang menutupi matanya perlahan-lahan dibukanya perban tersebut hingga sampai gulungan nya semakin tipis saat gulungan terakhir selesai tersisalah kapas yang menutupi kedua matanya.

“kau siap?”

Tanya Hanna

“tentu noona”

Sehun tersenyum wajahnya terlihat bahagia.

Suster membuka kedua kapas tersebut saat terbuka mata Sehun masih terpejam lalu dibuka matanya secara perlahan-lahan .

Melihat ruangan yang dihiasi oleh cat berwarna putih dan melihat seorang wanita berdiri dengan senyum bahagia didepan nya.

Wanita itu cantik persis sekali seperti apa yang dia bayangkan selama ini

Hanna cantik , matanya juga agak bulat dan wajahnya seperti bayi terlihat lebih muda dari usia aslinya.

Hanna melangkah mendekati Sehun , jemari nya yang berhiaskan cincin di jari manis nya menangkup wajah Sehun.

Sehun membalasnya dengan menangkup wajah Hanna.

“kau bahagia?”

Tanya Hanna

“aku sangat bahagia”

Jawab Sehun , senyuma selalu menghiasi wajahnya.

 

Hanna dan Sehun sudah menikah , sesuai permintaan Luhan saat Luhan sudah tertidur untuk selamanya Hanna harus menikah dengan Sehun.

Ya senja itu dimana saat Luhan menutup matanya . dan Sehun pun juga menuruti permintaan Luhan saat Luhan pergi Sehun harus menikah dengan Hanna.

Hari ini dua hari sejak Luhan meninggal …

“Luhan hyung dimana?”

Tiba-tiba Sehun bertanya akan hal itu

“saat kita menikah Luhan hyung datang kan noona?”

Tanya Sehun yang masih menangkup wajah Hanna dengan jemarinya

“besok aku beritahu”

Hanna tersenyum pedih menjawab pertanyaan Sehun.

 

Sehun belum tahu jika Luhan sudah istirahat di sisi Tuhan dengan tenang .

Saat senja itu Hanna menerima kabar dari rumah sakit bahwa Luhan sudah pergi untuk selamanya sebelum dokter melakukan operasi , hatinya begitu lega namun disisi lain dia juga merasakan kesedihan yang mendalam matanya cukup sembab karena menangis beruntungnya Sehun belum bisa melihat saat itu.

Kemarin , tepatnya di pagi hari mereka melakukan pernikahan yang cukup sederhana hanya beberapa kerabat rumah sakit saja yang datang.

Tidak ada tawa saat itu yang ada hanya sebuah senyum bahagia bercampur dengan kesedihan.

Kerabat mereka , relawan gereja , Hyeonju dan beberapa dokter saja yang menghadiri acara tersebut.

Pernikahan di gereja kecil tersebut tidak berlangsung cukup lama hanya beberapa jam saja.

Tidak seperti pasangan lain nya yang setelah menikah pergi bulan madu namun pasangan Sehun dan Hanna pergi kerumah sakit . ya Sehun menjalani operasi untuk bagian matanya .

Dia sangat bahagia karena menemukan seseorang yang berhati malaikat mau mendonorkan mata untuknya .

Karena dia tidak tahu jika mata yang menghiasi rongga nya saat ini adalah mata Luhan…

 

-000-

 

Setelah sore kemarin pulang dari rumah sakit Hanna mengajak Sehun ke suatu tempat.

Mereka berdiri ditepi jalan untuk menunggu taksi tangan mereka saling terekat satu sama lain Sehun sudah bisa melihat dia tidak membutuhkan tongkat lagi dia hanya membutuhkan Hanna saat ini.

Mereka sudah mendapatkan taksi , Hanna meminta kepada supir untuk ke distrik cheondamdong . distrik itu tidak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka mungkin hanya membutuhkan waktu 20 menit.

Sehun terdiam dia tidak ingin bertanya apa-apa kepada Hanna padahal otaknya dipenuhi berbagai macam pertanyaan.

Mata nya memerhatikan etalase dan pepohonan dipinggir jalan . tangan mereka masih terekat satu sama lain .

“disini nona?”

Tanya supir taksi tiba-tiba

“iya pak disini”

Sehun terasadar dari lamunan nya ternyata mereka sudah tiba didepan sebuah gedung , setelah membayar ongkos dengan beberapa lembar won mereka turun dari taksi.

Sehun terlihat bingung dan bertanya-tanya…

Tempat apa ini?

Hanna menggandeng tangan Sehun untuk mengajaknya masuk kedalam , mereka berjalan menyusuri dinding berwarna putih dan juga lemari kaca.

Setelah berbelok ke kanan dan melewati beberapa lemari kaca mereka tiba di depan sebuah lemari kaca yang didalam nya terdapat sebuah guci.

“apa maksud mu noona?”

Tanya Sehun karena dia sudah penasaran sejak tadi.

“kau bisa lihat kan?”

Sehun tidak percaya , apakah ini mimpi? Melihat batu nisan di samping guci tersebut bertuliskan nama Luhan dia tidak habis pikir apa benar guci yang sudah pasti berisikan abu ini adalah kakak kandungnya Luhan?

Seketika kakinya melemas tubuhnya melemah rasanya seakan-akan dunia mencekiknya saat ini . perutnya begitu perih seperti disiram air es hatinya terasa begitu sakit .

Sehun berlutut melemah Hanna mengikutinya memegang bahu suaminya , Sehun.

“jadi ini yang Luhan hyung maksud”

Hanna tidak bisa menjawab , dia bergeming matanya berkaca-kaca tangan nya tetap memegang bahu Sehun.

Mata Sehun mulai mengeluarkan butiran air , sungguh ini lebih pedih dari apapun baginya saat ini mengetahui satu-satunya anggota yang memiliki hubungan darah dengan nya sudah pergi untuk selama-lamanya…

“apa yang membuat Luhan Hyung pergi”

Suaranya begitu parau karena dia sedang menangis…

Hanna menghirup udara sejenak lalu menghembuskan nya secara perlahan…

“Luhan hyung menderita penyakit kanker dan alzheimer satu hari sebelum kita menikah dia menyetujui untuk melakukan operasi namun saat dokter belum sempat melakukan nya Luhan hyung sudah beristirahat dengan tenang untuk selamanya . Tuhan sayang bukan dengan hyung mu?”

Hanna tersenyum pedih matanya pun berkaca-kaca karena tidak sanggup bercerita kepada Sehun.

Jujur dia ingin marah kepada Luhan dan Hanna saat ini juga mengapa tidak membiarkan Sehun mengetahui hal ini .

Namun semua itu sia-sia tidak berguna yang perlu Sehun lakukan hanyalah ikhlas menerima kenyataan bahwa Luhan sudah beristirahat dengan tenang di sisi Tuhan , menerima kenyataan bahwa Tuhan lebih menyayangi Luhan dari rasa Sehun menyayangi Luhan.

“jadi mata ini milik Luhan hyung?”

Hanna hanya menjawabnya dengan anggukan kepala dan tersenyum pedih.

 

-000-

Keadaan hati Sehun semakin hari semakin membaik , Hanna selalu menghiburnya membuatnya agar melupakan kesedihan nya dan menjalani hidup yang baru bersama seorang wanita yang sekarang sudah menjadi istrinya , Kim Hanna.

Walaupun usia mereka terpaut agak jauh tapi Sehun selalu bisa membimbing Hanna dengan baik .

 

Sebenarnya ada sesuatu yang Hanna ingin bicarakan dengan Sehun sejak lama…

Hanna yang sedang menyandarkan kepalanya didada Sehun akhirnya membuka pembicaraan.

“Sehun apa yang akan kau lakukan jika bertemu dengan seseorang yang sudah membuat keluarga mu seperti ini?”

Tanya Hanna hati-hati dia takut membuat Sehun teringat luka lama

“aku hanya ingin mengikhlaskan nya agar Tuhan yang memberinya hukuman”

“sungguh?”

“iya noona , memang nya kenapa?”

Hanna bergeming sejenak…

“bagaimana jika orang itu adalah Ayah ku?”

Sehun sontak membulatkan matanya , dia terkejut sementara Hanna terbangun dari dadanya yang sejak tadi disandarkan nya.

“maksud mu…?”

“tidak aku hanya bercanda lupakan saja”

Hanna terkekeh memegangi perutnya sementara Sehun hanya menatap nya aneh.

 

Apa yang Hanna katakan benar , ayahnya yang menabrak mobil keluarga Sehun tanpa sengaja karena saat itu keadaan ayahnya sedang mabuk berat.

Saat Hanna mengetahui bahwa kecelakaan ini memakan dua korban dan korban yang selamat luka parah tidak ada yang bisa dia lakukan .

Sejak saat itu ayahnya pergi entah kemana akhirnya wanita itu memutuskan untuk menjadi seorang relawan dari gereja , karena hanya hal itu lah yang bisa membuatnya menebus dosa ayahnya .

Hal itu lah yang bisa membuatnya datang untuk merawat Sehun , berbekal pengetahuan tentang kesehatan yang ia dapat sejak kuliah di jurusan kedokteran.

Saat melihat Luhan kehilangan kakinya karena kecelakaan itu dan Sehun kehilangan penglihatan nya membuat Hanna semakin merasa bersalah dan berdosa rasanya ia ingin menghilang dari dunia sejak saat itu…

Dia merawat Sehun dengan setulus hati walaupun terkadang dirinya juga merasa cukup muak dan lelah namun dia selalu menganggap ‘ini hukuman dari Tuhan’

Aku harus memperbaikinya bagaimana bisa aku hidup dengan penuh canda tawa sementara dua pemuda ini harus menderita karena ulah ayah ku.

Aku tidak bisa…

 

Ayo Sehun kita mulai hidup yang baru , menganggap bahwa kejadian itu tidak pernah terjadi . aku cukup bahagia jika ternyata kau hanya ingin mengampuni orang tersebut.

Aku rasa cukup aku saja yang mengetahui hal ini , aku tidak ingin membuat mu semakin merasakan luka yang begitu mendalam.

Luhan yang berhati malaikat ku harap kau beristirahat dengan tenang disana , ku harap kau tahu bahwa aku sangat mencintai adik mu ini.

Ya aku akan memperbaiki semuanya secara perlahan…

Karena sepertinya aku berhak mendapatkan ini , semuanya tidak ada yang kebetulan Tuhan sudah merencanakan ini semua untuk ku.

Yang bisa aku lakukan hanyalah menikmatinya karena mengeluh hanya akan membuat ini semua menjadi rumit.

Tapi setidak nya aku berterimakasih kepada Tuhan karena membiarkan ku menebus dosa Ayahku dan bertemu dengan seseorang yang seperti malaikat selain ibuku Oh Luhan.

Dan pemuda yang polos selalu ceria berhasil membuat aku jatuh hati padanya , Oh Sehun…

-END-

Advertisements

5 thoughts on “Fix and Angel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s