[Noonatea] It’s Okay It’s Love

when you love someone

but you can’t have them in your arms

you only have them in your heart

with all your pain

but you still smile no matter what happen

it’s okay it’s love

 

“Astaga aku lupa”

setelah menerima telepon dari teman ku , segera aku mengambil tas ku dan juga gulungan kanvas yang sudah berada pada tempatnya . aku mengikat rambut ku asal seperti buntut kuda dan tak lupa menggunakan snapback pemberian temanku.

aku keluar dari flat ku yang jauh dari kata mewah , flat ini kecil bahkan lubang udara pun terbatas…

sangat disayangkan , hujan turun hari ini namun intesitasnya tidak terlalu besar dan sialnya aku lupa membawa payung . entah kenapa setiap hari selasa aku kurang beruntung entah ini pemikiran ku atau apa aku pun juga tidak mengerti.

aku meringis pelan , baju ku sedikit basah karena terkena rintikan hujan . seperti biasa aku akan menggunakan bus jika akan berpergian…

namun sepertinya hari ini tidak usah menggunakan jasa bus karena tempat yang dijanjikan oleh teman ku tidak terlalu jauh dari tempat tinggal ku , aku hanya perlu berjalan melalui gang sempit sebut saja itu jalan alternativ.

hanya butuh waktu sekitar 8 menit aku tiba ditempat itu , perpustakaan kota.

baju ku sedikit basah dan rambut ku agak berantakan , orang-orang melihat ku seperti orang gila yang nyasar kedalam perpustakaan tersebut.

sepasang mataku mencari seseorang yang ku kenal , samar-samar aku melihat dia menggunakan sweater berwarna biru tua.

tanpa pikir panjang aku langsung menghampirinya

“kau lama sekali Jihyun”

bukan sambutan hangat yang kudapat tetapi malah sapaan dingin , apa-apaan ini .

“kau menyebalkan sekali Kyungsoo , tidak bisakah kau memberi ku sambutan yang hangat?”

dia tidak menghiraukan ku , mengambil satu buku yang terletak di rak lalu membacanya . dia mengacuhkan ku menganggap ku seperti seorang pengemis yang sedang meminta uang kepadanya.

“haruskah aku berkata ‘astaga Park Jihyun kau cukup basah , apa kau tidak apa-apa? silahkan kau bisa duduk disini Jihyun’ kau terlihat seperti manula jika begitu”

jawabnya santai sambil terkekeh , Kyungsoo benar-benar membuatku kesal.

“apa yang membuat mu mengajak ku bertemu di tempat ini?”

aku tidak mau membuang waktu ku hanya untuk bertemu dengan Kyungsoo , pemuda yang tidak terlalu tinggi dengan mata yang bulat dan pandai memasak.

bahkan masakan Kyungsoo lebih enak dari masakan ku

“ah ya biarkan aku berpikir sejenak”

dia menjawab pertanyaan ku , sesaat memerhatikan rintik hujan yang membasahi jendela.

apa? dia menyuruh ku untuk menunggunya berpikir , astaga aku sudah tidak punya banyak waktu lagi Kyungsoo . apa yang bisa kau pikirkan selain membuat soup kimchi?

aku memutar bola mataku bosan…

“besok aku akan pergi ke Amerika melanjutkan studi ku , aku tidak tahu akan kembali atau tidak”

Kyungsoo meneruskan kalimat nya yang terputus beberapa menit tadi .

jadi hari ini dia ingin berpamitan dengan ku? mengapa dia harus pergi apa ini sebuah perpisahan?

7 tahun yang lalu saat aku dan dia duduk dibangku sekolah menengah pertama , ya perpustakaan kota ini adalah tempat dimana pertama kali kami bertemu.

saat itu aku sedang dikejar-kejar oleh sekelompok anak sekolah berseragam kuning , sekolah itu sudah sangat lama bermusuhan dengan sekolah ku.

akhirnya aku memutuskan untuk mengumpat di perpustakaan kota ini , dan disini lah aku bertemu dengan Do Kyungsoo.

Kyungsoo menolong ku , mengajak ku mengumpat dikolong meja hingga para sekelompok anak itu tidak menemukan ku …

 

“hey Jihyun , kau tidak apa-apa?”

suara Kyungsoo membangunkan ku dari lamunanku

“tidak aku tidak apa-apa”

aku berbohong…

entah sudah berapa kali aku mengatakan “aku tidak apa-apa” merasa tidak peduli dengan hatiku yang terus berteriak kesakitan .

seketika tubuh ku lemas , pandangan ku mengabur rasanya jantungku seperti mengecil membuatku sedikit sulit untuk menghirup oksigen…

~000~

aku terbangun sekitar pukul 1 dini hari akhir-akhir ini aku sering merasakan hal itu . ku pandangi jendela kamar ku yang ber-embun ku tuliskan nama ‘Kyungsoo’ pada jendela tersebut.

“besok aku akan pergi ke Amerika melanjutkan studi ku , aku tidak tahu akan kembali atau tidak”

aku teringat perkataan nya sekitar 12 jam yang lalu , mendengar bahwa dia akan pergi dan mungkin tidak kembali

rasanya jantung ku seperti di tinju berkali-kali , sakit mendengarnya . seharusnya aku tidak perlu sesakit ini , dia hanya seseorang yang kukenal tanpa sengaja 7 tahun yang lalu…

seharusnya aku tidak menganggap berlebihan perkataan nya , mungkin dia menyayangi ku hanya sebatas adik mengingat usia ku 1 tahun lebih muda darinya.

seharusnya…

apa yang bisa aku lakukan selain mencintainya dalam diam membiarkan rasa sakit ini terus mendera perasaan ku . mulut ku bisa saja berbohong mengatakan bahwa aku baik-baik saja namun bagaimana dengan hati ku? yang terus ingin mencelos dari tempatnya yang terus mengatakan lelah dan sakit?

alasan ku mencintainya karena Tuhan , bukan karena fisik atau apapun itu semuanya berlalu begitu saja ketika dia mendekap mulutku di kolong meja melindungi ku dari kejaran sekelompok anak sekolah menengah pertama yang brandalan…

Kyungsoo tidak lebih dari seorang pemuda dengan tinggi badan yang biasa saja dan mata yang bulat , setiap hari di otaknya hanya ada menu makanan…

Jihyun kau bahkan tidak lebih pandai dari anjing sepupu ku , Jongin”

Jihyun apakah kau bisa memasak?”

aku menangis dalam diam , dia tidak menyakiti ku dia bahkan sangat baik padaku hanya saja aku yang membiarkan diriku menikmati rasa sakit ini…

Kyungsoo , dia memiliki tatapan mata yang tajam tatapan seolah-olah bahwa kau tidak layak dengan eksistensi mu didunia ini namun disisi lain dia adalah pemuda yang hangat dia sangat squishy seperti seorang bayi yang ingin membuat mu mencubit pipinya…

apa yang bisa ku perbuat ? jika Tuhan sudah menakdirkan aku menangisi pemuda itu? Tuhan bukanlah seseorang atau apapun itu yang bisa kau ajak tawar-menawar.

sejauh apapun kau berlari dari kenyataan pada akhirnya takdir Tuhan akan menemukan mu.

sakit itu yang aku rasakan saat ini , paru-paru ku rasanya mengecil oksigen seperti hampir habis.

sesuatu yang tidak terbalas memang menyakitkan , one side love .

rasanya seperti orang bodoh menangis ditengah malam , di sisi jendela yang berembun membiarkan diriku jaruh terlalu dalam . kedalam jurang yang penuh dengan kesakitan…

mencintainya dalam diam selama 7 tahun , membiarkan diriku melihatnya berkencan bersama pasangan nya sama artinya membiarkan diriku tenggelam kedalam lautan yang dipenuhi oleh ikan paus yang siap memakan ku kapan saja.

aku tahu aku selalu bisa bahagia kapan saja hanya saja aku belum siap untuk itu , aku tetap membiarkan hati ku berteriak kesakitan…

mungkin cukup sampai disini aku merasakan nya .

diriku bukan lebih tepatnya hati ku sudah terlalu lelah dengan semua yang tak berbalas ini.

apa yang bisa aku lakukan? mencegahnya untuk jangan pergi? apakah aku berhak atas itu? kurasa tidak tentu aku menyadari diriku siapa…

percayakan semua ini kepada Tuhan dan biarkan semuanya terlupakan secara perlahan bukankah Tuhan selalu mempunyai keajaiban yang tidak dimiliki oleh ciptaan nya?

jujur , obat terbaik untuk penyesalan bukan waktu melainkan seseorang yang lebih baik tapi apakah hatiku siap terbuka untuk seseorang diluar sana?

Quotes :

apa yang bisa ku perbuat ? jika Tuhan sudah menakdirkan aku menangisi pemuda itu? Tuhan bukanlah seseorang atau apapun itu yang bisa kau ajak tawar-menawar.

sejauh apapun kau berlari dari kenyataan pada akhirnya takdir Tuhan akan menemukan mu.

percayakan semua ini kepada Tuhan dan biarkan semuanya terlupakan secara perlahan bukankah Tuhan selalu mempunyai keajaiban yang tidak dimiliki oleh ciptaan nya?

jujur , obat terbaik untuk penyesalan bukan waktu melainkan seseorang yang lebih baik tapi apakah hatiku siap terbuka untuk seseorang diluar sana?

 

tumblr_mo4pyuBk3l1qadcc6o1_500

tumblr_mvdun4LbL41qadcc6o2_500

Advertisements

One thought on “[Noonatea] It’s Okay It’s Love

  1. Daebakk! Ini FFnya keren banget:’ pas baca malah keinget masa lalu. Hehe mian agak curhat. Apalagi ada quote nya juga. Aku baru dapetin yg kyk gini di blog ini. Great job unnie:))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s