[Noonatea] Our Wedding – 13

Mendengar hal ini rasanya seperti

mendapat sebuah tamparan

menjalankan sebuah pernikahan

bukan atas dasar saling mencintai

melainkan atas dasar

untuk menolong seseorang yang membutuhkan

cinta dari seorang wanita

OUR WEDDING

Author : Noonatea

Cast : Byun Baekhyun – Hwang Shihyun

Genre : Marriage life – Drama – fluff

Leght : Chapter

part 1 part 2 part 3 part 4 part 5 part 6 part 7a part 7b part8 part9 part10 part11 part 12

***

setelah kembali dari rumah sakit Shihyun dan Baekhyun memutuskan untuk kembali ke rumah dengan perasaan senang dan bahagia . Shihyun bahagia namun disisi lain dia juga sedikit menyesal karena tidak bisa mengikuti ujian di universitas impian nya . seperti apa yang dikatakan oleh dokter Jung kandungan Shihyun agak lemah maka dari itu dia tidak boleh memikirkan hal-hal yang membuat nya stress atau bahkan lelah.

*Our Wedding*

“jika lahir nanti jangan seperti ayah mu yang sulit sekali untuk diam ah maksud ibu ayah mu ini suka sekali berbicara” Shihyun terkekeh sambil mengelus perutnya yang belum membesar itu secara perlahan , mencoba mengajak si malaikat kecil yang masih berbentuk embrio itu berkomunikasi.

sebagai suami yang baik malam ini Baekhyun membiarkan istrinya duduk santai di sofa sambil mendengarkan musik sementara lelaki itu menyibukkan dirinya dengan mengenakan apron juga peralatan masak.

Baekhyun tahu kemampuan memasak nya tidak sebaik teman karib nya Kyungsoo ( pemilik restauran di daerah Incheon ) mungkin bukan makanan lezat yang dia buat melainkan dapur yang berantakan . tapi sesulit apapun itu dia tetap berusaha memberikan yang terbaik sebagai seorang suami dan calon ayah.

hanya berbekal resep masakan yang yang ia dapat dari internet  Baekhyun mulai menyatukan berbagai macam sayuran yang sudah di potong menjadi beberapa bagian oleh nya kedalam panci , mungkin dia akan memasak soup kimchi…

sebenarnya bisa saja Baekhyun menggaji beberapa orang untuk menjadi asisten rumahnya atau mungkin pembantu tetapi dia hanya ingin hidup berdua dengan Shihyun , ingin merasakan dinamika kehidupan berumah tangga . bagaimana sulit nya memasak , bagaimana lelah nya membersihkan rumah , dan mungkin semacam nya.

egois memang tetapi hidup berdua seperti ini akan menjadi lebih indah dan mendapatkan banyak pengalaman selain itu pengeluaran uang setiap bulan nya bisa mereka minimaliskan.

Baekhyun pelit? entahlah dia hanya ingin menggunakan uang nya untuk hal-hal yang penting saja.

*Our Wedding*

Shihyun menaruh sendok nya disamping mangkuk , dia terdiam sejenak untuk menilai masakan yang di buat oleh Baekhyun . gadis itu mengeryitkan alis nya…

“terlalu asin Baekhyun”

protes nya singkat

“tidak ini tidak asin”

Baekhyun berusaha menyangkal nya

“tentu kau bilang soup ini tidak asin karena kau yang memasaknya”

Baekhyun menyuapkan satu sendok soup lagi  kedalam mulutnya , mengerjapkan lidah nya beberapa kali…

soup ini terlalu asin , ya benar tidak seperti buatan Shihyun

Shihyun memehartikan nya dengan tatapan antisipasi

“bagaimana asin bukan?”

“hm iya asin…”

Baekhyun tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“tidak apa-apa , ini pertama kali nya untuk kau dan kau sudah berusaha Baekhyun”

Shihyun tersenyum menatap Baekhyun lalu dia kembali menyuapkan soup tersebut kedalam mulutnya.

Baekhyun hanya terdiam melihat istrinya , rasanya seperti di anugerahi seorang malaikat entah apa yang membuat gadis muda itu mau menikah dengan nya .

jika bukan karena masalah finansial yang melanda keluarga nya mungkin gadis itu tidak ingin menikah secepat ini tapi apa yang bisa diperbuat? Tuhan sudah menakdirkan ini semua , hari esok memang tidak bisa di prediksi…

setelah selesai menikmati makan malam Baekhyun dan Shihyun memilih untuk beristirahat di kamar mereka , menikmati dingin nya angin malam yang berhembus dimalam hari.

Shihyun menyandarkan kepalanya di dada Baekhyun , mereka sedang berbaring di ranjang.

Baekhyun mencoba meraba perut Shihyun pelan

“apa detak jantungnya sudah muncul?”

tanya laki-laki itu penasaran

“belum Baekhyun mungkin beberapa bulan lagi”

ujar Shihyun , tangan nya berada di punggung tangan Baekhyun yang sedang meraba perut Shihyun.

“Baekhyun besok sehabis kerja bisa kah kau mengambil pakaian kita di laundry?”

“toko laundry di pinggir jalan persimpangan sebelum ke rumah kita?”

tanya Baekhyun memastikan

“iya”

jawab Shihyun singkat di barengi dengan seulas senyuman

“baiklah , kalau begitu sekarang kita tidur”

ajak Baekhyun , lalu dia menarik selimut yang berada di bawah kakinya , membawa Shihyun terlelap kedalam pelukan nya .

mereka mulai memejamkan mata untuk sekedar melepaskan penat hari ini . malam ini menjadi terasa begitu hangat , bahkan salju di luar dan suhu yang dingin pun tidak membuat Baekhyun flu seperti biasanya…

*Our Wedding*

suasana kantor begitu tegang pagi ini , beberapa dari manager termasuk sang CEO Baekhyun telah menerima kabar buruk bahwa  cabang perusahaan mereka di Jepang mengalami kebakaran , berdasarkan kabar yang mereka terima penyebab kebakaran tersebut adalah pendeknya arus listrik. Namun Baekhyun masih belum percaya karena dia tahu sekali bahwa Jepang sangat baik dalam bidang teknologi jadi Baekhyun meminta pihak di Jepang untuk memeriksa lebih detail lagi penyebab kebakaran tersebut…

musibah ini membuat Baekhyun hampir frustasi , pemuda itu mengacakan rambut nya kesal ditambah lagi harga saham menurun secara tiba-tiba…

“sial”

desis nya kesal setelah melempar lembaran kertas tersebut ke sembarang arah kini ruangan kerjanya terlihat sangat berantakan . Baekhyun melonggarkan ikatan dasi yang melingkar di kerah kemejanya supaya dia sedikit mudah untuk bernapas.

telepon di meja nya pun berdering dengan malas dia mengangkat nya

“halo?”

suara pria paruh baya di sebrang sana

“halo , ayah?”

Baekhyun bertanya dia memastikan bahwa yang menelpon nya adalah ayahnya

“iya , bagaimana  keadaan perusahaan sekarang?”

“kacau ayah ini benar-benar kacau harga saham menurun secara tiba-tiba”

“kau tidak perlu memikirkan ini terlalu banyak , ayah sudah memberitahu pihak di Jepang untuk segera memperbaikinya . besok bisakah kau terbang ke Jepang untuk mengeceknya ?”

Baekhyun terdiam sejenak mendengarkan permintaan ayahnya , besok adalah hari natal dan lagi-lagi dia harus meninggalkan Shihyun sendirian dirumah

“halo? Baekhyun?”

“ah iya ayah , maaf tapi ku rasa aku tidak bisa “

“mengapa? ini pertama kalinya kau menolak”

“besok natal , aku akan meminta sekretaris Hwang untuk pergi ke Jepang”

“ah ya kau benar , yasudah itu semua terserah pada kau saja yang terpenting ayah tidak mau musibah ini membuat perusahaan terpuruk lama”

“baik aku mengerti”

suara ‘tuuut’ mengakhiri pembicaran Baekhyun dengan Ayahnya di telepon . Baekhyun kembali duduk di kursi nya dia menyandarkan kepalanya .

 *Our Wedding*

Shihyun sibuk dengan kemoceng yang dipegangnya sejak dua puluh lime menit tadi . dia membersihkan debu yang mungkin terdapat di porselen favorit nya dan foto pernikahan nya dengan Baekhyun . ya foto yang di cetak sejak satu setengah bulan yang lalu terpampang jelas dengan ukurang yan besar dihiasi oleh bingkai yang mewah.

Shihyun menyambut natal dengan perasaan suka cita , sebentar lagi rumah ini akan bernuansa merah ya jika Baekhyun tidak lupa untuk mengambil laundry yang sudah dipesan nya sejak semalam.

tidak ada suara percakapan di rumah ini yang ada hanyalah alunan musik klasik yang menyejukan hati pendengarnya , Shihyun.

gadis itu selesai dengan porselen dan foto pernikahan nya , dia berlanjut membersihkan tirai rumah berwarna abu-abu – putih itu .

“Baekhyun ku harap kau tidak lupa”

gumamnya sambil tersenyum , dia kembali melanjutkan acara bersih-bersih rumah sebelum natal.

acara ini tidak terlalu melelahkan baginya jadi dia rasa dia masih bisa untuk menangani nya sendiri , apa yang melelahkan dari membersihkan debu di rumah mu menggukan vacum cleaner?

hari semakin senja , sayup-sayup angin masuk melalui ventilasi rumahnya menyejukkan pikiran nya .

Shihyun terduduk di sofa sambil membayangkan seperti apa wajah anak nya jika sudah lahir nanti , Shihyun berani bersumpah bahwa wajahnya akan lucu seperti Baekhyun.

tidak masalah selama anaknya nanti tidak mewarisi sifat Baekhyun yang hobby berbicara itu dalam arti kata ya berisik , Baekhyun sangat tidak bisa diam dan cukup berisik . oh tidak seperti apa suasana rumah nya nanti?

bunyi bel yang berasal dari gerbang rumah nya pun membangunkan Shihyun dari lamunan nya , buru-buru dia beranjak dari sofa dan berjalan menuju gerbang.

“Sebentar”

pekik nya dari dalam rumah , seseorang yang sudah ia tunggu sejak menelpon restauran cina tiga puluh menit yang lalu ya Shihyun memesan makanan untuk hidangan makan malam.

setelah membuka pintu gerbang dia mendapati seorang laki-laki yang mungkin berusia tiga puluh tahun dengan kotak makanan

“nona ini pesanan anda , seharga lima belas ribu won”

Shihyun mengambil kotak tersebut setelah membayarnya

“ah terimakasih pak “

“sama-sama nona , makanlah dengan baik”

kata pegawai restauran tersebut , lalu dia kembali menaiki motornya dan melesat jauh meninggalkan Shihyun yang sedang menutup pintu gerbang.

“Baekhyun sudah berjanji akan pulang cepat hari ini , ya walaupun kemungkinan nya kecil tapi aku akan memberikan hidangan makan malam yang sangat lezat kau pasti suka Baekhyun”

gumam Shihyun yang sedang memindahkan makanan tersebut ke piring dan mangkuk .

Shihyun terlihat lebih bahagia dari natal sebelum nya , karena natal tahun ini ia rayakan dengan seseorang yang membuatnya merasakan kemanisan lebih dari gula di setiap hari nya Byun Baekhyun ditambah lagi beberapa bulan yang akan datang lahirlah seorang malaikat kecil .

senja berganti menjadi malam , Baekhyun sebentar lagi akan kembali dari kantor .

Shihyun sudah menyusun rencana ini sejak tadi pagi , sehabis makan malam dia akan mengganti tirai rumah lalu menghias pohon natal bersama Baekhyun.

suara pintu bergeser terbuka dengan suara yang membuat Shihyun terbangun dari lamunan nya , bukan senyuman ketika dia mendapati orang itu datang dari arah pintu . melainkan sebuah kekecewaan kecil yang tiba-tiba melanda hatinya.

Baekhyun datang dengan tangan kosong , pakaian kerja yang lusuh , dan tatapan kosong tidak seperti biasanya dia akan masuk kedalam rumah dengan mengucapkan salam .

Shihyun kali ini kecewa bukan karena Baekhyun tidak pulang cepat namun Baekhyun berlalu begitu saja mengabaikan Shihyun yang sejak tadi duduk di sofa sambil menunggunya.

apa  yang terjadi?…

 karena penasaran Shihyun menghampiri Baekhyun ke kamar dengan perasaan yang cukup kesal

“Baekhyun apa yang terjadi?”

tanya nya , dia menatap Baekhyun dengan tatapan sedang menahan amarah bagaimana tidak? Baekhyun langsung tertidur diranjang tanpa mengganti pakaian kerjanya

“besok akan aku ceritakan Shihyun aku lelah”

Shihyun mengehela napas , dia sudah tidak bisa menahan amarahnya

“mana yang aku pesan? apa sulit untuk seorang CEO mengambil laundry? apa sulit untuk mengucap salam terlebih dahulu sebelum masuk kerumah? apa sulit untuk sekedar mengganti pakaian mu?!”

pekik Shihyun sangat kesal , dia menatap Baekhyun dengan tatapan menghujat

“kau tidak mengerti Shihyun!”

Baekhyun terbangun dari ranjang nya , dia membentak Shihyun

“bagaimana aku akan mengerti jika kau tidak menjelaskan nya Baekhyun? baik terserah kau saja!”

Shihyun menutup pintu kamar hingga menimbulkan suara yang cukup keras .

bukan nya menahan Shihyun , Baekhyun justru kembali berbaring diranjang .

emosi keduanya belum bisa diredakan untuk saat ini Baekhyun kesal karena masalah yang terjadi diperusahaan hari ini sementara Shihyun marah atas perlakuan Baekhyun kepadanya.

Shihyun tidak mau tidur sekamar dengan Baekhyun untuk malam ini , ia lebih memilih tidur di kamar yang terdapat di sebelah ruang kerja Baekhyun.

kesunyian kembali melanda rumah ini , Baekhyun tertidur di kamar nya sementara Shihyun menatap langit-langit kamar nya kosong .

buliran air mata mulai berjatuhan membasahi pipinya , sakit itu yang ia rasakan saat ini . rasa sakit ini jauh berbeda dari ketika mantan kekasihnya meninggalkan dia tanpa alasan.

mengapa kau seperti ini Baekhyun…

mungkin emosi Baekhyun sedang tidak bisa di redakan saat ini , iya laki-laki itu sudah terlalu lelah mengurusi perusahaan ia membutuhkan waktu untuk sejenak beristirahat bersandar pada seseorang …

ini memang sudah hampir tengah malam namun Shihyun masih belum bisa meredakan rasa sakit nya , perkataan Baekhyun terlalu menyakiti hatinya …

sayup-sayup dia mendengar suara pintu kamar nya terbuka itu pasti Baekhyun .

suara langkah kaki Baekhyun mengarah ke dapur , Shihyun tahu pasti dia kelaparan namun gadis itu enggan keluar dari kamar nya sejak kejadian tadi bahkan rasa lapar pun tidak melanda dirinya .

Shihyun mencoba memejamkan matanya , namun suara dentingan sendok yang bersentuhan dengan piring sedikit menggangunya. , ia tetap memejamkan matanya namun tidak untuk membiarkan telinganya tidak mendengar apapun…

*Our Wedding*

sehabis makan Baekhyun memutuskan untuk ke kamar Shihyun , dia merasa bersalah karena sudah memperlakukan istrinya secara tidak

baik .

perasaan khawatir melanda laki-laki itu , dia takut jika Shihyun enggan melihatnya lagi.

Seharusnya kau tadi tidak seperti itu Baekhyun…

Baekhyun membuka pintu kamar perlahan-lahan agar tidak membangunkan Shihyun , mengendap-endap masuk kedalam lalu duduk ditepi ranjang.

menatap Shihyun yang tertidur dengan tatapan merasa bersalah . Baekhyun membungkukan badan nya ke arah Shihyun dia membisikan sebuah kalimat

“Shihyun maafkan kesalahan ku…”

suaranya terdengar sendu

dia masih terdiam menatap Shihyun , membelai rambutnya gadis itu pelan lalu berlanjut mengecup bibir kecilnya .

lembut dan hanya sekilas , Baekhyun tidak mau menggangu tidur Shihyun .

ada sedikit rasa penyesalan di hati Baekhyun , seharusnya dia tidak membawa masalah kantor ke rumah , seharusnya Baekhyun bisa membedakan , dan yang terpenting tidak seharusnya Baekhyun mengabaikan Shihyun seperti lima jam yang lalu saat dia baru saja kembali dari kantor.

udara begitu dingin sampai Baekhyun mulai bisa merasakan nyeri di tulang nya , dia tidak bisa berlama-lama dengan keadaan seperti ini atau besok dia tidak bisa merayakan natal dengan Shihyun.

ya walaupun kemungkinan nya kecil tapi setidaknya Baekhyun harus menjelaskan ini semua kepada Shihyun terkait masalah yang sedang terjadi di perusahaan .

mungkin ini tidak mudah untuk membuat Shihyun memaafkaan nya , Shihyun bukan lah tipe orang yang dengan mudah  memaafkan kesalaah orang lain tidak baik memang tapi sebenarnya jika dia melihat kesungguhan dari orang tersebut Shihyun benar-benar akan memaafkan nya .

*Our Wedding*

pagi-pagi sekali Shihyun sudah rapih , dia tidak membuatkan sarapan atau sejenak menengok Baekhyun yang tertidur di kamar .

Shihyun hanya meminum segelas susu dan sepotong roti panggang . gadis itu tidak mau berlama-lama dirumah setelah selesai dengan acara sarapan paginya dia memutuskan untuk menulis sesuati di secarik kertas berwarna biru muda lalu menempelkan nya di kulkas

 “Baekhyun aku pergi sebentar , kau tidak perlu mencemaskan aku”

dia mengambil tas nya terletak dinakas lalu dia membalut leher nya dengan syal dan pergi meninggalkan rumah .

entahlah dia ingin pergi kemana saat ini tidak punya tujuan pergi kerumah orangtuanya mungkin akan menimbulkan kecurigaan , dia memutuskan untuk duduk sejenak dihalte bus . menghirup napas nya dalam-dalam lalu dihembuskan nya secara perlahan.

Shihyun tahu ini bukan cara yang baik pergi dari rumah tanpa persetujuan Baekhyun , pasti Baekhyun akan khawatir mendapati dia tidak ada dirumah .

Shihyun masih terdiam di halte bus tersebut dia sudah melewatkan beberapa bus hingga akhirnya seorang gadis SMA bertanya padanya.

“maaf nona tapi apakah kau tidak ingin naik bus? ku perhatikan sejak tadi kau sudah melewatkan tiga bus”

tanya gadis itu sambil sedikit membungkukan badan nya dan sedikit menaikan alis nya

“huh? kau memerhatikan aku? aku sedang bingung ingin pergi kemana”

“ah aku mengerti , apa kau sedang ada masalah?”

tanya gadis itu , lalu dia duduk di samping Shihyun sambil sesekali membenarkan letak beanie koala dikepalanya

“apa aku benar-benar terlihat seperti itu ?”

gadis itu terkekeh mendengar jawaban Shihyun , telunjuk nya mengarah ke bola mata Shihyun yang sedang melongok

“mata , mata kau menunjukkan sedang ada masalah”

buru-buru Shihyun langsung menutupi matanya dengan tangan nya

“jangan tatap aku”

gadis itu kembali tertawa melihat kelakuan Shihyun

“baik aku tidak akan menatap mu”

“hm omong-omong apa yang sedang kau lakukan disini? menggunakan seragam sekolah eh?”

tanya Shihyun penasaran karena setahu dia saat ini pelajar korea sedang liburan musim dingin

“aku? seragam sekolah? hm tentu saja aku ingin merayakan natal bersama teman-teman ku di gereja . kalau kau suka kau bisa bergabung dengan ku”

“kau aneh , kau kan bisa menggunakan pakaian yang lain . ya baiklah sepertinya aku tertarik bergabung dengan mu”

Shihyun terkekeh mendengar jawaban anak sekolah yang belum dia ketahui namanya itu , dan ya dia menyetujui ajakan gadis tersebut.

“ah aku tidak punya pakaian yang bagus selain seragam sekolah , sungguh? kalau begitu kita bisa berangkat sekarang”

mereka beranjak dari bangku halte bus , berjalan menyusuri jalan sambil lebih mengenali satu sama lain .

ini pertama kalinya Shihyun menyetujui ajakan seseorang yang belum dikenal nya . ah dia tidak ingin berprasangka buruk mengapa harus melakukan hal itu terhadap orang yang memiliki niat baik . ini natal hari dimana penuh suka cita …

*Our Wedding*

saat ini sudah hampir pukul delapan , matahari mulai terbit membangunkan Baekhyun dari tidurnya . dia membuka mata nya perlahan-lahan sinar matahari terlalu silau sehingga membuat kepalanya merasakan sedikit pening.

Baekhyun melihat jam digital yang terdapat dinakasnya , buru-buru dia langsung keluar kamar dan ingin menemui Shihyun

pasti dia sudah bangun

pikirnya…

saat dia keluar kamar bukan suara Shihyun yang ia dapatkan melainkan suasana rumah yang begitu sunyi . Baekhyun berjalan ke arah kamar yang di tempati Shihyun sejak semalam tapi hasilnya nihil Shihyun tidak ada dikamar tersebut.

Baekhyun harap-harap cemas…

Baekhyun memijit pelipis nya pelan sambil sesekali matanya mengoreksi ruangan sekitar . akhirnya dia memutuskan untuk melangkahkan kakinya kedapur . saat hendak mengambil susu didalam kulkas Baekhyun melihat secarik kertas yang ditempel oleh Shihyun beberapa jam yang lalu.

 “Baekhyun aku pergi sebentar , kau tidak perlu mencemaskan aku”

seketika Baekhyun terkejut , dia mengurungkan niatnya untuk meminum segelas susu. tanpa membasuh wajahnya Baekhyun langsung mengambil mantel yang terdapat di sofa juga kunci mobil yang berada diatas nakas.

laki-laki itu sangat khawatir . apa perkataan nya terlalu tajam hingga membuat Shihyun pergi dari rumah ?

mobil sport hitam nya seketika melesat dan berbaur dengan mobil lain nya di jalan raya .

Baekhyun tidak bisa fokus saat mengemudi yang ada dipikiran nya hanyalah Shihyun , Shihyun , dan Shihyun…

aku harus mencari mu kemana?

jangan perlakukan aku seperti ini Shihyun.

aku tau aku salah , tapi tidak bisakah kita selesaikan masalah ini secara baik-baik?

kau sedang mengandung , apa yang kau lakukan pergi seorang diri tanpa seijin suami mu.

aku akan merasa sangat berdosa ketika sesuatu yang buruk terjadi pada mu

ku mohon kembali lah kerumah…

-TBC-

Note : maaf ceritanya lama di update dan mungkin agak sedikit garing . tetap memberikan komentar ya . tetap kunjungi blog aku ya . jangan bosen-bosen baca cerita ku ya . love you all ! ^^

Advertisements

61 thoughts on “[Noonatea] Our Wedding – 13

  1. Hmmmm seharusnya sihyun lebih mengerti soal bakhyun,tanya baik2 jangan tersulut emosi…ya kan kasihan baekyunnya yang banyak masalah malah gak disambut dengan baik…intinya sihyin kurang peka sebagai istri…maklulmlah umurnya masih muda dari pada baekhyun….gue bicara seakan akan ngasih konsultasi…wkwkwkwkkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s