[Noonatea] What ? He’s My Husband – 3

“when you have to married with someone who make you feel so disgusted

WHAT ? HE’S MY HUSBAND?!

Author : Noonatea (Me)

Cast : Oh Sehun – Kim Hanna

Genre : School Life – Marriage Life – Romance

Leght : Chapter

Teaser Part 1 part 2

***

Sehun terus mengemudi mobil nya dengan kecepatan sedang , Hanna melihat nya dengan perasaan bingung dan penuh tanda tanya

aku akan diapakan? akan dibawa kemana?

saat di persimpangan jalan Sehun membelokan mobilnya ke arah barat , Hanna tahu ini jalur menuju sekolah . apa mungkin Sehun akan membawanya ke sekolah?

karena terus penasaran akhirnya Hanna bertanya

“sejak tadi kau belum menjawab pertanyaan ku , sekarang kita akan kemana Sehun?”
“kita akan kesekolah mencari cincin mu , mati saja jika itu hilang”

jawab Sehun tanpa mengalihkan pandangan nya.

Sudah Hanna duga Sehun akan membawanya ke sekolah , gadis itu kembali melihat ke kaca mobil melihat jejeran etalase toko dan juga pepohonan.

ada sedikit perasaan lega dihati Hanna , setidaknya Sehun tidak masabodoh dengan hal ini ya dia cukup bertanggung jawab.

hari semakin gelap matahari pun sudah terbenam sejak dua puluh lima menit yang lalu . Sehun dan Hanna sudah tiba disekolah mereka tidak bisa masuk kedalam karena gerbang sudah dikunci jadi Sehun meminta Hanna untuk melompat lewat pagar bahkan mobil Sehun terpaksa harus diparkir kan ditepi jalan.

“cepat lompati pagar itu”

“aku tidak bisa Sehun , aku mengenakan rok sekolah”

jelas Hanna

“tapi setidaknya kau memakai hotpans didalam kan , masih untung sudah ku bantu tidak ada cara lain lagi Hanna”

Sehun lebih dulu melompat pagar , hal ini sangat mudah baginya selain dia mengenakan celana dia juga sudah terbiasa dengan hal ini.

“ayo cepat pegang tangan ku lalu naikan satu kaki mu ke penyangga itu”

Hanna menuruti apa yang dikatakan oleh Sehun , akhirnya mau tidak mau dia harus berpegangan dengan lelaki yang membuatnya merasa ingin muntah .

dengan penuh upaya akhirnya Hanna berhasil melewati pagar tersebut . sekarang mereka berdua berjalan ke belakang gedung sekolah tidak melalui koridor melainkan melalui taman .

mata Hanna terus memandangi sekitar , suasana nya semakin mencekam tanpa sadar dia memegang lengan Sehun begitu erat .

“apa yang kau lakukan dengan lengan ku?”

tanya Sehun sambil melihat lengan nya yang dipegang oleh Hanna

“tidak tidak ada”

Hanna kembali melepaskan lengan Sehun , dia berbohong.

mereka terus berjalan hingga akhirnya tiba di taman belakang sekolah . Hanna berjalan ke arah bangku yang ia tempati bersama Kyungsoo siang tadi sementara Sehun hanya memerhatikan nya dari belakang.

“ketemu tidak?”

tanya Sehun yang sedang melipatkan kedua tangan nya di depan dada

“belum , ini gelap sekali aku tidak bisa menemukan nya”

jawab Hanna tanpa mengalihkan pandangan nya

“bodoh kau harus menggunakan senter”

Sehun menghampiri Hanna dengan membawa senter yang berada di smartphone miliknya

mendengar jawaban Sehun , Hanna hanya mendegus kesal.

bodoh? baiklah kali ini kau boleh mengatakan itu tapi selanjutnya tidak.

mereka terus mencari cincin itu , tidak mungkin jika pulang tidak membawa hasil rasanya sia-sia saja tapi tiba-tiba hujan turun dengan skala yang kecil .

mereka masih diposisi yang sama yaitu sedikit membungkuk di bangku tersebut sambil terus berusaha mencari , rintik hujan pun mereka hiraukan. ini sudah sekitar lima belas menit namun mereka belum menemukan apa yang mereka cari.

“sial…”

desis Sehun tiba-tiba , mungkin dia sudah sangat kesal.

Hanna tidak berani berbicara apapun dia tetap diam dan berpura-pura tidak mendengar celotehan Sehun , Hanna terus mencari hingga akhirnya …

“aku menemukan nya!”

teriak gadis itu begitu antusias dengan benda berbentuk lingkaran yang dipegangnya , saat Hanna menemukan nya hujan turun semakin lebat memperlihatkan lekuk tubuhnya dan juga bra nya yang berwarna hitam.

“apa yang kau temukan?”

Sehun sontak langsung menengok kearahnya dan mendapati Hanna dengan tangan menjulur kedepan sambil memegang cincin yang ia cari sejak tadi.

gadis itu terlihat begitu senang , Sehun juga tidak kalah senangnya . Hanna menghampiri Sehun yang kira-kira hanya berjarak lima puluh meter darinya gadis itu langsung memeluk Sehun erat.

“terimakasih sudah membantuku Sehun”

katanya sambil mengguncang-guncangkan tubuh Sehun. Sehun hanya memberikan ekspresi datar nya seperti biasa

tiba-tiba Hanna sadar dia melepaskan pelukan nya

“eh eh apa yang aku lakukan? lupakan itu Sehun anggap saja aku tidak pernah melakukan nya anggap saja itu bukan aku”

Sehun hanya tertawa di tengah hujan yang lebat ini , Sehun terus memerhatikan Hanna hingga akhirnya gadis itu merasa jengah ya mereka masih ditempat itu menikmati lebatnya air hujan yang membasahi tubuh mereka.

“apa yang kau lihat Sehun?”

“tidak – tidak ada sudah pulang aku tidak mau kedinginan disini”

Sehun berjalan terlebih dahulu , Hanna masih diposisi nya dengan wajah seperti orang bodoh perlahan-lahan dia melihat kebawah ke arah kemeja putih yang ia kenakan lebih tepatnya.

astaga jadi sejak tadi Sehun melihat ini….

mulutnya tiba-tiba membentuk kata O dan matanya pun membelalak sontak dia langsung memeluk tubuhnya sendiri dan berlari mengikuti Sehun.

“Sehun tunggu aku!”

teriaknya dari belakang , Sehun sudah berada sekitar sepuluh langkah didepan dirinya…

~000~

“ku lihat-lihat tadi tubuh mu menggoda juga Hanna”

kata Sehun yang sedang mengeringkan rambut nya menggunakan Handuk .

Hanna melihatnya dengan tatapan membunuh , oh ini benar-benar menyebalkan dan ingin sekali melempar Sehun kelingkaran para waria atau paling tidak membuat nya tidur tidak seranjang dengan nya itu sudah cukup.

Hanna tidak mau berbicara apapun atau bahkan sekedar menjawab pertanyaan Sehun , kali ini dia membiarkan nya anggap saja ini adalah ucapan terimakasih karena Sehun sudah mau membantu untuk menemukan cincin pernikahan yang hilang.

Hanna pikir lepas dari rumah orang tuanya dan tinggal di apartemen seperti ini adalah hal yang menyenangkan , lebih menyenangkan lagi jika ia tinggal sendiri tidak dengan simpanse berkulit putih ini yang memiliki ukuran paha hampir sama dengan nya . sebenarnya kau lelaki atau apa Sehun?

saat ini dia hanya ingin kembali kerumah , tidur di kamarnya yang bernuansa putih-merah muda tapi mengingat Park Chanyeol berada dirumah itu juga buru-buru dia langsung membuang keinginan itu. hal yang terpenting sekarang adalah dia jauh dari Chanyeol dan juga celotehan ibunya.

kau pikri Chanyeol apa? dia tidak jauh berbeda dengan anak sekolah dasar , ya usianya memang 22 tahun tapi kecerdasan nya sama seperti anak sekolah dasar . bahkan untuk menulis namanya sendiri dia masih salah , laki-laki itu hanya bisa bermain musik dan musik . jika Hanna merasa terganggu dengan ulahnya Hanna akan langsung melontarkan protes padanya jika sudah begitu laki-laki itu hanya akan menunduk diam dan beberapa saat kemudian ibunya akan memarahi nya , sungguh tak adil…

beruntungnya Park Chanyeol hanyalah saudara tirinya tapi dia merasa lebih miris lagi ketika mengingat bahwa dia berada dirahim yang sama dengan si idiot dengan tinggi menjulang itu…

Hanna mengguncangkan tubuhnya di ranjang , rasanya hidup benar-benar tidak adil mempunyai ibu yang hanya tahu cara membela kakak , mempunyai saudara tiri yang cukup tampan tapi idiot , dan menikah di usia muda . kau pikir ini hal yang menyenangkan?…

dia teriak kesal setelah mengingat hal-hal buruk apa saja yang terjadi di hidupnya , rasanya seperti…

Tuhan tolong lenyapkan aku atau paling tidak sembunyikan aku di greendland

~000~

Sejauh ini tidak ada masalah dengan Sehun , dia masih bisa menikmati tinggal satu atap dengan Kim Hanna walaupun awalnya ini sangat menyebalkan namun dia juga merasa jengah dirumah setidaknya dia tidak mendengar celotehan Ayah nya yang terus membanggakan dan membandingkan dirinya dengan kakaknya , Oh Luhan.

di usia nya yang menginjak 18 tahun , Sehun sama sekali belum melakukan hal-hal yang serius bahkan dia tidak tahu apa-apa saja yang baik atau buruk untuk dirinya . yang dia tahu hanyalah berkencan , menghabiskan waktu di cyber cafe bersama Baekhyun atau Jongin . ya mereka sahabat baik Sehun sejak sekolah menengah.

Sehun kembali berjalan ke dapur mencari makanan yang bisa mengenyangkan perutnya , laki-laki itu kembali membuka lemari es tapi dia hanya menemukan satu botol susu-yogurt yang sepertinya itu milik Hanna . tanpa pikir panjang Sehun langsung mengambil botol tersebut lalu membukanya.

saat baru satu tegukan susu-yogurt rasa strawberry itu melalui kerongkongan nya , sang pemilik berteriak diambang pintu kamar sambil berkaca pinggang.

“Sehun itu milik ku kenapa kau ambil juga !”

desis Hanna kesal , dengan gerakan cepat dia langsung berlari kemudian merampas minuman miliknya yang diminum Sehun.

“aku lapar sejak tadi belum makan”

Sehun bahkan tidak tahu apa yang harus dia lakukan jika lapar , sepertinya dia sangat diragukan apa dia benar-benar seorang siswa sekolah menegah atas tingkat tiga?

Hanna mendecak kesal kemudian dia berlalu meninggalkan Sehun dengan tampang memelas didapur sendirian.

~000~

siang ini matahari begitu terik , mengingat ini adalah pekan kedua musim panas suhu semakin meningkat dari biasanya . Hanna baru saja keluar dari sekolah dan siang ini dia ada janji dengan Kyungsoo

rasanya percuma sekali dia menyempatkan diri ke toilet sekolah hanya sekedar untuk mempercantik penampilan dan menggunakan parfum tapi akhirnya cuaca yang panas merusak nya ini agak diluar dugaan.

kalau dihitung-hitung sejak dua setengah tahun yang lalu ini kali kelima Hanna berkencan dengan Kyungsoo ah tidak bukan berkencan hanya saja ini sebuah acara makan siang bersama .

Kyungsoo sudah mengirim pesan kakaotalk sejak semalam bahwa ada hal penting yang ingin Kyungsoo bicarakan dengan Hanna . ya semoga sesuai harapan Hanna , dia berharap hal yang Kyungsoo bicarakan benar-benar penting bukan tentang dia kehilangan buku resep masakan nya beberapa minggu yang lalu.

Hanna melihat jam tangan nya bosan , Kyungsoo selalu seperti ini dia selalu terlambat beberapa menit , saat ini sudah pukul dua lewat sepuluh menit sedangkan pukul tiga nanti Hanna harus sesegera mungkin tiba dirumah dia tidak mau jika Sehun mengadukan ke orangtua nya bahwa Hanna pulang terlambat.

Hanna mengangkat bahu nya , dia menghembuskan napas perlahan kemudian menyandarkan tubuhnya pada gerbang sekolah .

waktu semakin berjalan tapi Kyungsoo tak kunjung tiba , jarak dari rumah menuju apartemen Hanna membutuhkan waktu sekitar dua puluh lima menit dan ini membuat kemungkinan bertemu dengan Kyungsoo semakin kecil akhirnya dia mengirim pesan kakaotalk kepada Kyungsoo bahwa dia tidak bisa bertemu dengan nya hari ini dan mungkin dilain kesempatan saja

Hanna berjalan meninggalkan sekolah menuju halte bus yang berjarak sekitar 300 meter dari gerbang sekolah , sepanjang perjalanan gadis itu hanya menyilangkan tangan nya didada sambil terus berpikir sebenarnya apa hal penting yang ingin Kyungsoo bicarakan? bukankah hal itu bisa dibicarakan nya melalui telepon? apa hal itu benar-benar penting? apa hal itu adalah perasaan Kyungsoo terhadap Hanna selama ini? ah jika benar Hanna tidak bisa menerimanya karena dia sudah berstatuskan sebagai istri seseorang tapi pernikahan nya dengan Sehun kan belum terdaftar secara hukum jadi dia pikir dia bisa saja berselingkuh dengan Kyungsoo lagipula dia tidak mencintai Sehun dan Sehun pun sebaliknya laki-laki itu lebih menyukai noona-noona.

~000~

terdengar suara pintu apartemen bergeser menyentuh dinding , tepat pukul tiga menjelang sore Hanna sudah tiba dirumah . dia melepaskan sepatu nya lalu menggantinya dengan sandal rumah . saat memasuki apartemen bukan suara televisi atau seseorang yang ia dapat melainkan kesunyian . sungguh apartemen ini lebih terlihat seperti tempat pemakaman.

dia tahu pasti Sehun sudah pergi bersenang-senang, entahlah laki-laki itu tidak pernah sedikitpun memikirkan masa depan nya bahkan sampai sekarang Hanna tidak tahu mengapa ia lebih memilih menikah…

intinya mereka berdua sama-sama terjebak diantara kegilaan orangtua mereka akan keuntungan saham perusahaan.

gadis itu melangkahkan kakinya kedapur untuk sekedar mencari air es dilemari pendingin , suhu benar-benar panas sehingga membuatnya ingin terus minum dan minum . apa Seoul adalah satu-satunya kota terpanas di Korea Selatan? kurasa tidak.

setelah meneguk habis minuman nya Hanna menemukan secarik kertas berwarna putih , kertas itu bertuliskan bahwa Sehun sedang pergi keluar dan mungkin akan kembali sekitar pukul 6 dengan membawa makanan.

“tidak kembali , dan tidak membawa makanan juga tak masalah”

selesai membaca secarik kertas tersebut , gadis itu menjatuhkan nya kesembarang arah . dia memutuskan untuk ke kamar jika tahu kalau suasana rumah akan seperti ini lebih baik dia menunggu Kyungsoo saja disekolah , Sehun memang menyebalkan lebih dari apapun ada banyak alasan untuk Hanna tidak menyukainya.

setidaknya ada sedikit dari Sehun yang membuat Hanna terkadang terpesona , ketampanan nya.

tanpa mengganti busana seragamnya Hanna langsung menghempaskan tubuhnya diranjang , praktikum kimia benar-benar menguras otaknya hari ini , dia menatap langit-langit kamarnya yang kosong…

terus memikirkan “bisakah aku mempercepat saat-saat seperti ini? oh Tuhan aku ingin cepat dewasa lalu bercerai dengan Sehun dan menemukan seorang laki-laki yang lebih pantas untuk ku”

gadis itu menggembungkan pipinya , ini benar-benar hal yang tidak adil untuk nya . apa tidak ada yang lebih menyebalkan selain harus menikah diusia muda? atau celotehan seorang ibu yang terus menuding dirinya bersalah karena telah melontarkan protes kepada kakaknya yang suka bermain musik sehingga memecahkan konsentrasi belajarnya . entahlah…

~ooo~

sore ini Sehun ada janji dengan Ji Yoon , ya Ji Yoon mengajaknya bertemu karena ada hal penting yang ingin Ji Yoon sampaikan . bahkan untuk hal ini Sehun membiarkan dirinya mengenakan kemeja putih termahal miliknya yang biasa ia guanakan untuk acara resmi.

mereka bertemu di restauran distrik cheongdamdong , tidak terlalu jauh dari apartemen Sehun juga tempat Ji Yoon bekerja.

“apa hal penting yang ingin kau beritahu kepada ku noona?”

Sehun membuka pembicaraan , sambil sesekali membenarkan tatanan rambutnya.

“tunggu beberapa menit lagi , aku akan memberitahukan nya kepada mu”

“ah aku mengerti”

Sehun mencoba menambah rasa kesabaran nya lagi , laki-laki itu sejak tadi pagi sudah penasaran sebenarnya apa yang ingin Ji Yoon sampaikan? apa Ji Yoon kehilangan anak anjingnya lagi? dia rasa itu tidak mungkin jika hanya kehilangan anak anjing mengapa harus bertemu di restauran semewah ini.

beberapa menit kemudian seorang laki-laki dengan postur tubuh yang tidak terlalu tinggi dan tubuhnya juga tidak terlalu kurus datang dari arah pintu masuk dengan mengenakan setelan jas kerja berwarna abu-abu sepertinya dia baru saja kembali dari kantor.

“sudah menunggu lama Ji Yoon?”

tanya laki-laki itu

“belum Luhan kau bisa duduk disini”

Ji Yoon mempersilahkan Luhan untuk duduk dihadapan nya .

sejak tadi Sehun sibuk dengan ponselnya namun setelah mendengar kata-kata ‘Luhan’ diakhir kalimat laki-laki itu terkejut namun tetap berusaha terlihat tenang.

Ji Yoon mengambil alih semuanya , dia mempersilahkan Sehun untuk berkenalan dengan laki-laki yang disebut sebagai Luhan tanpa tahu apa sebenarnya hubungan diantara Sehun dan Luhan.

suasana begitu hening , Sehun menatap lurus-lurus Luhan dengan tatapan penuh tanda tanya sementara Luhan juga memberikan tatapan yang tak kalah anehnya dengan Sehun.

Sehun mengeryitkan alisnya , Luhan membulatkan sedikit matanya hingga akhirnya Ji Yoon berdeham dan suasana semakin canggung.

“baiklah aku tidak bisa berlama-lama , Sehun ini tunangan ku Luhan dan Luhan ini Sehun teman baik ku”

“dia adik ku Ji Yoon kau mengenalnya sejak kapan?”

Ji Yoon terkejut mendengar perkataan Luhan

“Sehun adik mu? sejak…sejak dia duduk dibangku sekolah menengah pertama”

Luhan tidak kalah terkejut mendengar jawaban Ji Yoon , sementara Sehun seperti kambing dungu yang sedang mendengar perdebatan sengit diradio . dia tetap menunduk tubuhnya seakan-akan lemas dan dunia terasa seperti runtuh begitu saja.

mengetahui seseorang yang disukai nya sejak remaja adalah tunangan kakaknya , jangankan untuk merebut menyatakan perasaan nya pun Sehun belum pernah…

Sehun tidak mau mendengarkan kata-kata yang membuat hatinya semakin sakit jadi dia memutuskan untuk pulang dengan perasaan penuh kecewa dan luka.

“Luhan Hyung aku pulang , tiba-tiba saja aku merasa tidak enak badan”

suara Sehun terdengar lemas

“Sehun tunggu!”

“kita bisa membicarakan nya lain waktu Hyung , aku benar-benar ingin pulang”

Sehun tersenyum tipis , kemudian dia berlalu meninggalkan Ji Yoon dan Luhan yang saling mengeryitkan alis nya satu sama lain.

Sehun tiba diapartemen lebih cepat dari yang ia janjikan , jangankan untuk membawa makanan . membawa dirinya sambil mengemudi mobil saja sudah sangat sulit untuk saat seperti ini .

pintu pun bergeser menyentuh dinding menghasilkan suara yang aneh sehingga membuat Hanna yang sedang di meja bar dapur menikmati ramyun menoleh ke arah pintu.

saat melihat keadaan Sehun begitu lemas dan pucat , gadis itu menjatuhkan sumpitnya diatas mangkuk buru-buru dia langsung menolong Sehun yang bersandar lemas diambang pintu.

“astaga simpanse , kau kenapa? apa kau sakit?”

tidak ada sepatah kata yang keluar dari mulut laki-laki dengan julukan simpanse bagi Hanna. gadis itu menyentuh dahi Sehun sejenak , dahi nya terasa dingin lebih dingin dari biasanya.

Hanna langsung membantunya berjalan ke arah kamar karena tempat itu yang terdekat dari pintu masuk apartemen mereka , gadis itu terlihat begitu panik dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan seingat dia jika Chanyeol sedang seperti ini gadis itu akan memberikan Chanyeol boneka rillakuma nya  lalu suhu tubuhnya akan berubah tapi ini Sehun bukan Chanyeol. gadis itu terlihat bingung , dia menggigit bibir bawahnya pelan menggesekkan kedua telapak tangan nya sambil terus berpikir akhirnya dia membuka satu kancing kemeja Sehun membuatnya agar mudah untuk bernapas lalu menyelimutinya.

Hanna mengacak rambutnya kesal dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan , tiba-tiba dia teringat akan kotak obat yang berada ditas nya , itu milik sekolah namun tertinggal di tas nya saat dirinya dengan Soojung melakukan kegiatan praktikum di Rumah Sakit Seoul beberapa hari yang lalu.

saat hendak mencari keberadaan tas itu , tiba-tiba Sehun mengiggau

“tolong jangan tinggalkan aku , ini sakit kau tahu ini sangat sakit”

Hanna menoleh kebelakang , dia mengeryitkan alisnya memberikan Sehun tatapan ter-aneh yang pernah ia punya . gadis itu masih tetap diposisi nya memerhatikan Sehun dengan tatapan aneh .

apa? jangan tinggalkan aku? ini sakit?

apa dia baru saja ditinggalkan oleh kekasihnya?

Hanna semakin bertanya-tanya , sungguh Sehun lebih merepotkan dibandingkan dengan anak anjing Chanyeol yang lemas seharian beberapa minggu lalu karena tersedak obat flu milik ayahnya .

Oh Tuhan ini benar-benar menjijikan , namun aku juga tidak punya pilihan lain selain merawatnya jika ibuku atau ibu mertua tahu aku membiarkan nya selama sakit mungkin habis ini aku akan dikirim ke alaska…

-TBC-

Advertisements

91 thoughts on “[Noonatea] What ? He’s My Husband – 3

  1. Aaahhhh…..hujan munculnya disaat yang tepat……hahahahah *ketawa evil.
    Tapi kasihan juga sehun yg lagi patah hati…ya ampun pasti sakit banget kalau digituin tapi mungkin dari kejadian ini bisa bikin sehun dekat sama hanna

  2. Pingback: (Nonnatea) What He’s My Husband – New Teaser | Noonatea

  3. Pingback: (Noonatea) What He’s My Husband – FINAL CHAPTER | Noonatea

  4. sehun kayaknya shock banget yeoja yg dia suka ternyata tunangannya hyungnya… ~ eh tunnggu mereka tunangan kok sehun kagak tau? mereka kan saudagar/?/ *plakkk* saudara maksutnya… cie cie ehmm hanna ngerawat sehun

    • sesungguh nya…
      pas kemarin review final chapter terus ku ingat-ingat…
      aku baru nyadar kalau ini fanfiction masih banyak kurang nya…
      tapi terimakasih aku suka kalau komentar to the point begini…

  5. Wahh jiyoon ternyata malah sudah bertunangan….
    tp kq sehun kagak tau yaaa…
    padahal tunangan nya jiyoon kan hyung nya sendiri…
    huaaa sehun sampe sakit gitu gegara shock…

    keep writing 🙂

  6. whoaa daebak , sehun sabar yaaah , noona nya buat hyung nya sehun ajaa , kan sehun ada hanna , acieee so sweet yg ngerawat sehun , hwaiting ya chingu or eonni bikin ff nyaa , amazing ff nya

  7. wht? jiyoon tunangannya luhan? kasian sekali dirimu sehun. haha. ugh itu hanna juga diphpin sama kyungsoo haha

  8. Dan sehun mulai yadong:””
    ciee yang ngerawat sehun ciee~
    duh miris baanget ya si sehun udah dibanding2in mulu sama luhan sekarang noona kesayangannya diembat juga sama luhan..

  9. haha.. makin rumit ajah nihh, tunangan jiyoon luhan, jangan jangan kyungsoo juga mau nunjukkin tunangan ke hanna makanya dia terlambat datang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s