[Noonatea] Our Wedding – 14

Mendengar hal ini rasanya seperti

mendapat sebuah tamparan

menjalankan sebuah pernikahan

bukan atas dasar saling mencintai

melainkan atas dasar

untuk menolong seseorang yang membutuhkan

cinta dari seorang wanita

OUR WEDDING

Author : Noonatea

Cast : Byun Baekhyun – Hwang Shihyun

Genre : Marriage life – Drama – fluff

Leght : Chapter

part 1 part 2 part 3 part 4 part 5 part 6 part 7a part 7b part8 part9 part10 part11 part 12 part 13

***

Baekhyun mengemudi mobilnya dengan kecepatan dibawah rata-rata mata nya terus melirik kearah kanan atau kiri jalan barangkali dia bisa menemukan Shihyun .

sudah beberapa kali mencoba menghubungi Shihyun dan mengirim pesan , Shihyun tak kunjung membalas pesan Baekhyun atau bahkan mengangkat telepon nya . apa ponsel nya ketinggalan dirumah? mungkin saja karena tadi sebelum dia berangkat , gadis itu terlihat buru-buru.

hari semakin siang , perut Baekhyun yang sejak tadi pagi belum diberi asupan nasi pun mulai mengeluh lapar mengeluarkan sedikit suara aneh sehingga membuat Baekhyun merasa jengah dan ingin sekali mempercepat saat-saat seperti ini.

Baekhyun tidak bisa membiarkan dirinya kelaparan , laki-laki itu memutuskan untuk menghentikan mobilnya di pinggir jalan untuk sekedar menyambangi restauran cepat saji di tepi jalan . dia keluar dari mobilnya lalu berjalan masuk kedalam restauran itu.

Baekhyun memesan satu hamburger dan satu orange juice , setelah menerima pesanan nya Baekhyun memilih duduk di dekat jendela . dia menikmati hamburger itu sambil sesekali melirik ponsel nya yang tidak menunjukan tanda-tanda sebuah masuk nya panggilan atau pesan.

dia mlenguh pelan sebenarnya Shihyun pergi kemana? apa gadis itu masih baik-baik saja? mengandung di usia menginjak 19 tahun dan berpergian seorang diri . Baekhyun sangat khawatir dengan hal itu.

apa gadis itu kerumah orang tuanya? hal itu juga tidak menutup kemungkinan , tapi perasaan Baekhyun mengatakan bahwa Shihyun masih disekitar sini gadis itu tidak bisa pergi terlalu jauh sendirian.

entahlah…

Baekhyun mengangkat bahu nya lalu kembali menikmati hamburger yang sudah menyisakan sedikit bagian sayuran dan daging. setelah dirasanya cukup Baekhyun kembali mengemudi mobilnya sambil terus berpikir dimana istrinya berada.

sementara di tempat lain , Shihyun tertawa ria melepas kesedihan nya bersama para anak sekolah menengah atas yang di kenal nya dihalte bus tadi . gadis yang mengajak Shihyun ke gereja tadi bernama Joo Hyeon .

Shihyun terlihat lebih senang dibandingkan pagi tadi , rasanya dia lupa bahwa sekarang ia sedang bertengkar dengan Baekhyun .

mereka ( Shihyun , anak-anak gereja , dan beberapa siswa sekolah menengah atas) menyanyikan lagu natal sambil bertepuk tangan . di gereja ini dulu Shihyun mengajak Baekhyun untuk mengucapkan keinginan nya saat salju pertama turun .

tentu beberapa dari anak-anak itu mengenal Shihyun karena gadis itu suka sekali berkunjung ke gereja , seorang gadis kecil mengenakan baju berwarna putih dengan beanie santaclaus menghampiri Shihyun yang terduduk tak jauh dari mereka.

“kakak ini untuk mu”

gadis itu memberikan sebuah kotak berwarna merah maroon dengan berhiaskan pita putih.

“apa ini? untuk ku?”

Shihyun menerima nya dengan antusias , dia berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan gadis kecil itu.

gadis kecil itu mengangguk polos menandakan bahwa hadiah itu memang benar untuk Shihyun. kemudian Shihyun membuka kotak kecil itu perlahan-lahan dan didalam nya terdapat sebuah kartu ucapan yang kosong.

Shihyun mengeryitkan alisnya

“mengapa kartu ucapan nya kosong? apa kau tidak menulis apapun untuk ku?’

tanya nya heran sambil memegang kartu itu dengan tangan kanan nya.

“tidak , itu untuk mu kau bisa menuliskan apapun untuk seseorang yang kau sayang”

ujar anak kecil itu , kemudian dia berlalu meninggalkan Shihyun yang masih bingung harus ia apakan kartu itu.

‘kau bisa menuliskan apapun untuk orang yang kau sayang’

kata-kata anak kecil itu masih terngiang diotak Shihyun , tiba-tiba saja dia teringat oleh Baekhyun otaknya memutar kejadian pertengkaran nya dengan Baekhyun semalam.

ada perasaan khawatir yang melanda dirinya . apa Baekhyun sudah makan? apa laki-laki itu saat ini sedang cemas karena nya?

jujur Shihyun tidak ada keinginan untuk pergi dari rumah atau bahkan pergi dari sisi Baekhyun , hanya saja hari ini dia ingin mencari udara segar dan sejenak melupakan kesedihan nya . jiwa nya masih terlalu labil untuk masalah sepele rumah tangga , Hwang Shihyun dia hanyalah gadis yang akan menginjak usia 19 tahun besok sayangnya masa muda nya sudah hilang saat dia harus menikah dengan seorang lelaki bernama Byun Baekhyun.

awalnya Shihyun hanya ingin membantu Baekhyun melupakan cara mencintai teman-teman prianya , dia hanya ingin membantu Baekhyun untuk hidup normal ya pernikahan ini atas dasar membantu seseorang bukan karena mencintai seseorang.

menolong nya adalah keinginan Shihyun , tapi jatuh cinta dengan Baekhyun adalah diluar kesadaran nya semua terjadi begitu saja saat Baekhyun mulai cemburu hebat ketika dia mengetahui bahwa Shihyun bertemu dengan cinta pertamanya . semua masa muda Shihyun hilang seperti pasir dihempas ombak saat Baekhyun merenggut semua milik Shihyun.

tidak ada universitas impian , cita-cita , ataupun kehidupan anak muda yang suka pergi bersama ke sebuah kedai ddubokki untuk sekedar minum soju dan mabuk bersama , semuanya tidak ada…

Shihyun tertegun sambil memegangi kartu itu , dia menghembuskan napasnya perlahan . dia bangkit dari kursi gereja berjalan keluar dengan langkah yang tidak semangat , dia berjalan menunduk tanpa melihat seseorang yang berdiri didepan nya sehingga dahi nya menabrak hidung orang tersebut.

“oh maafkan aku”

ujar Shihyun sambil mengusap dagunya dengan keadaan menunduk.

“lain kali kalau berjalan jangan menunduk nona”

Shihyun merasa dia mengenal suara laki-laki itu , lalu dia mendongakkan kepalanya dan mendapati Baekhyun berdiri didepan nya dengan senyum yang gembira.

seketika Shihyun langsung memeluk Baekhyun begitu erat seolah-olah bahwa Baekhyun hanyalah miliknya seorang didunia ini. memeluk nya begitu erat seperti dia tidak mempunyai kesempatan untuk bertemu Baekhyun dihari esok.

Baekhyun membalas pelukan Shihyun , ia mengelus rambut Shihyun dengan lembut mencium puncak kepala Shihyun yang wangi seperti campuran strawberry dan cokelat.

“aku merindukan mu”

gumam Shihyun disela pelukan mereka.

“aku tidak bisa mendengarnya tolong katakan lebih keras”

ejek Baekhyun kepada Shihyun . Shihyun melepaskan pelukan mereka kemudian dia menginjak kaki Baekhyun lalu pergi begitu saja meninggalkan Baekhyun yang kesakitan diambang pintu gereja.

“hey Shihyun tunggu”

Baekhyun mengejar Shihyun yang sudah berjalan sekitar 6 langkah darinya . karena mendengar teriakan Baekhyun , Shihyun berlari kecil namun usaha nya sia-sia Baekhyun dengan cepat menggenggam tangan nya lalu menarik Shihyun dan memeluk nya dari belakang.

Shihyun terdiam , suasana menjadi hening . Baekhyun melingkarkan tangan nya diperut Shihyun kemudian dia membenamkan kepalanya dibahu Shihyun menghirup aroma khas Shihyun yang dia rindukan.

suhu yang begitu dingin dan suasana hening benar-benar sesuai dengan mereka yang sedang dimadu cinta , Baekhyun tiada hentinya menghirup aroma khas Shihyun lalu menghembuskan nya secara perlahan menghasilkan kepulan asap dengan skala kecil . Shihyun dapat merasakan nya , merasakan karbondioksida yang berasal dari Baekhyun.

“biarkan seperti ini untuk sebentar saja”

gumam Baekhyun pelan sambil memejamkan matanya , mereka masih dengan posisi yang sama.

Shihyun mengangguk pelan , gadis itu tersenyum lalu perlahan-lahan tangan nya menyentuh tangan Baekhyun yang melingkari perutnya. Baekhyun tidak menghiraukan suasana sekitar yang agak ramai dengan anak-anak gereja . dia merasakan bahwa dunia hanyalah miliknya saat ini.

merasa sudah cukup , Baekhyun melepaskan pelukan nya lalu dia menggenggam tangan Shihyun . menatap bola mata Shihyun lurus-lurus tiba-tiba dia terkekeh.

Baekhyun tidak pernah serius dalam hal apapun ya kecuali tentang pekerjaan.

Shihyun menatap nya dengan tatapan mencibir , sadar dengan hal itu Baekhyun tidak mau membuat isrtinya sebal terlalu lama. akhirnya dia mengajak Shihyun berjalan , entah kemana yang terpenting mereka bisa menikmati natal bersama.

“bagaiamana kau bisa tahu bahwa aku ada disini”

tanya Shihyun disela-sela acara jalan-jalan mereka

Baekhyun mendongakkan kepalanya sejenak , menatap birunya langit lalu dia tersenyum.

“aku tahu kau pasti disini , bukan kah hati mu sudah terhubung denga hati ku?”

jawabnya enteng dibarengi dengan suara tawa . Shihyun tidak berkomentar apa-apa pipinya berubah menjadi berwarna sedikit kemerahan candaan Baekhyun membuatnya tersipu-sipu , dia menunduk memegangi pipi kanan nya dengan tangan nya.

mereka masih terus berjalan melewati beberapa toko sambil menggemggam tangan satu sama lain sampai akhirnya mereka terheti di depan sebuah toko cokelat dan cake . Baekhyun terdiam sejenak dia merogoh saku matel nya untuk mencari dompet .

“kau mencari apa?”

tanya Shihyun sambil memerhatikan nya

“dompet ku sepertinya tertinggal di mobil”

“dimana kau memarkir mobil mu?”

Baekhyun menengok kebelakang untuk melihat sudah berapa jauh dirinya dengan Shihyun berjalan dari gereja .

“kurasa tidak terlalu jauh dari sini , kau masuk saja ke toko itu aku akan menyusul mu”

Shihyun mengangguk lalu mereka melepaskan genggaman tangan satu sama lain , Baekhyun berlari mencari mobilnya sementara Shihyun masuk kedalam toko yang Baekhyun maksud.

dibukanya pintu toko tersebut sehingga menghasilkan suara lonceng kecil , disana terdapat pegawai yang mengucapkan selamat datang .

Shihyun berjalan masuk kedalam toko memilih meja yang berada di belakang , dia menarik kursi berwarna kecoklatan itu lalu duduk .

menumpu dagunya dengan kedua tangan sambil menunggu Baekhyun . Shihyun membiarkan matanya melihat seisi ruangan ini . bernuansa korea dan ya cukup klasik warna cokelat kayu dan putih mendominasi ruangan ini .

sementara itu Baekhyun datang dari arah pintu , dia mengindip-indip masuk kedalam bahkan saat membuka pintu tidak ada suara lonceng kecil yang dihasilkan .

Baekhyun mengarahkan telunjuk membuntuk angka satu kemulutnya , meminta pegawai toko tersebut untuk tetap diam dan tidak bekata apa-apa ya karena suasana tempat ini tidak terlalu rama di kunjungi para pembeli.

Baekhyun memilih cake yang terpajang di etalase , matanya meneliti satu per satu cake tersebut kemudian pandangan nya terhenti pada cake berwarna cokelat berbentuk ‘love’.

“bisa aku pesan yang ini?”

suara Baekhyun terdengar agak pelan , tangan nya menunjuk cake tersebut . lalu sang pegawai mengangguk dan mengambilnya .

“apa bisa ditambah tulisan?”

ujar Baekhyun lagi

“tentu tuan , anda ingin tulisan apa?”

Baekhyun terdiam sejenak , memegang dagu nya pelan sambil berpikir

“Mary Christmas My Dear Shihyun”

pegawai itu mengangguk lalu membawa cake tersebut dan menyerehkan nya kepada patissiere untuk ditambahkan tulisan . sambil menunggu Baekhyun sedikit menengok kebelakang apa Shihyun mengetahui nya atau tidak . dan ternyata tidak Shihyun sedang sibuk menulis sesuatu diatas sebuat kertas atau kartu Baekhyun  juga tidak tahu pastinya karena dia tidak berani menengok terlalu banyak.

beberapa menit kemudian cake yang Baekhyun pesan sudah selesai disana sudah terdapat tulisan yang Baekhyun inginkan kemudian dia membawa cake itu secara pelan-pelan kearah Shihyun .

“sudah menunggu lama nona?”

tanya Baekhyun , dia berdiri di sisi kiri meja dengan kedua tangan membawa cake . buru-buru Shihyun menyembunyikan kartu berwarna putih yang tadi ia tulis kedalam tas lalu dia berdiri dihadapan Baekhyun.

Shihyun terdiam dia tidak tahu harus mengatakan apa , kedua tangan nya menutupi mulutnya yang sedikit terbuka disela-sela ‘speechless moment’ untuk Shihyun , Baekhyun mengucapkan.

“selamat hari natal istri ku sayang , Hwang Shihyun”

Shihyun sungguh terharu sehingga dia hampir menangis lalu dia menerima cake yang diberikan oleh Baekhyun dengan perasaan yang tidak bisa dideskripsikan.

ini mungkin kali pertama Baekhyun memberikan hadiah atau kesan romantis kepada seorang wanita , Baekhyun juga tidak menyangka bahwa reaksi Shihyun akan seperti ini .

lalu mereka memutuskan untuk duduk dan menikmati cake itu bersama , wajah Shihyun masih memperlihatkan sedikit semburat kemerahan tidak ada percakapan diantara mereka yang ada hanyalah suara dentingan piano mengiringi suasana romantis mereka .

tiba-tiba Shihyun ingat bahwa dia juga punya sesuatu untuk Baekhyun , lalu dia merogoh isi tasnya mencari kotak itu , kotak yang tadi diberikan oleh seorang gadis kecil kepadanya.

“ini untuk mu”

kata Shihyun disela-sela suasana romantis mereka sambil memberikan sebuah kotak berwarna merah maroon.

“sebuah kotak?”

Shihyun mengangguk lalu dia melanjutkan bicaranya

“iya seorang gadis kecil di gereja memberikan aku itu , awalnya aku terkejut jika kartu ucapan itu kosong tapi gadis itu berkata ‘‘kau bisa menuliskan apapun untuk orang yang kau sayang'”

Baekhyun tersenyum mendengar jawaban Shihyun , dia terdiam membaca isi kartu ucapan yang di tulis oleh Shihyun .

Baekhyun-ah selamat hari natal

ku harap di natal selanjutnya dan seterusnya kita tetap bersama

Kita akan berjalan bersama dan seberapa besar cintamu?

Aku selalu menantikan cinta yang serupa dengan yang diberikan Tuhan padaku

-Hwang Shihyun-”

-TBC-

Advertisements

56 thoughts on “[Noonatea] Our Wedding – 14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s