[Noonatea] -SongFiction- Open Arms

-OPEN ARMS –

So now I come to you with open arms
Nothing to hide, believe what I say
So here I am, with open arms
Hoping you’ll see what your love means to me
Open arms

***

ketika hanya ada satu orang yang bisa menerima mu di dunia ini dengan lengan terbuka ketika semua orang membenci mu hanya karena sebuah masa lalu yang kelam , masa lalu yang diperbuat oleh kedua orang tua mu. ketika hampir semua orang menyebut nya sebagai ‘anak haram’ dia tidak tahu dimana dia harus melindungi dirinya , bagaimana dia harus membela dirinya ketika perkataan itu memang benar adanya . dia lahir tanpa seorang ayah dan ibu yang meninggalkan nya , hidup nya menjadi lebih rumit dari sebelum nya.

tapi Tuhan tidak tidur , Tuhan bisa mendengar semua kesakitan nya . Tuhan memberikan nya kekuatan untuk tetap bertahan melewati semua ujian yang diberikan-NYA . dia selalu bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak mencabut nyawa nya saja sejak dia masih berupa janin? mengapa Tuhan membiarkan nya tetap lahir ke dunia walau Tuhan tahu tidak ada yang meninginkan nya termasuk ibu nya sendiri.

dia selalu berpura-pura menjadi orang lain , gadis itu selalu tersenyum ceria walaupun dia punya banyak alasan untuk menangis walaupun dia punya banyak alasan untuk terjatuh namun dia tidak membiarkan dirinya hancur begitu saja hanya karena pendapat orang lain , dia tidak akan membiarkan dirinya di buang seperti sampah begitu saja . tidak akan

dia tetap berdiri ditengah-tengah hujatan orang lain , dia tumbuh besar bersama cacian orang-orang dia menunjukkan bahwa dirinya tidak semudah itu untung dihilangkan keberadaan nya dari muka bumi ini.

saat itu dia tahu bahwa di tempat lain banyak yang membutuhkan nya , dia tahu bahwa kelahiran nya bukan lah hal yang sia-sia ataupun hal yang bisa disamakan dengan kotoran.

Open Arms

Jeo Hyun berbaring disamping seseorang yang saat ini mencintai nya , berbaring dalam gelap mereka bisa merasakan detak jantung satu sama lain. bisikan-bisikan cinta yang terdengar begitu tulus dan bagaimana bisa cinta mereka berdua begitu buta?

mereka tertidur di atas padang rumput hijau , menikmati hembusan angin malam sambil melihat bintang yang bergemerlap memberikan cahaya mereka dengan cara mereka sendiri.

“Jeo Hyun ini sudah malam udara menjadi lebih dingin apa kita tidak pulang saja?”

tanya seorang laki-laki yang juga berbaring di samping nya , rambut nya kecolakatan dan mata nya cukup bulat  tubuh nya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil , ketika dia tertawa bibirnya akan membentuk ‘love’ .

“aku masih ingin disini Kyung Soo , lihat pemandangan nya begitu menarik”

Jeo Hyun menjawab pertanyaan Kyung Soo tanpa mengalihkan pandangan nya dari langit , tangan nya menjulur ke atas menunjuk bintang yang menurutnya paling bersinar dibandingkan bintang lain.

“apa kau ingin tidur disini sendiri?”

jika sudah berbicara seperti itu , Kyung Soo tidak pernah main-main dia bisa meninggalkan Jeo Hyun begitu saja di tempat ini . Jeo Hyun langsung bangkit dari tidurnya dia mengambil tas nya yang terletak disamping nya.

“baik baik kita pulang”

saat Jeo Hyun berkata seperti itu wajah Kyung Soo penuh dengan senyum kemenangan , dia tahu Jeo Hyun tidak akan bisa menolak ajakan nya .

mereka berjalan bersama meninggalkan tempat itu , Kyung Soo membiarkan tangan nya merangkul bahu Jeo Hyun sambil sesekali mengusap rambut nya yan berwarna hitam.

mereka adalah sepasang suami-istri yang baru saja menikah beberapa hari yang lalu , pernikahan mereka jauh dari kata persiapan dan apapun yang terkait tentang hal itu tapi setidak nya menjaga baik-baik janji yang diucapkan didepan pendeta itu adalah hal yang terpenting dalam sebuah pernikahan.

Kyung Soo , hanya dia satu-satu nya orang yang mau menerima Jeo Hyun dengan segala kekurangan nya dia tidak akan membiarkan Jeo Hyun pergi lagi dari sisinya karena saat Jeo Hyun pergi Kyung Soo merasakan kesepian yang belum pernah ia rasakan sebelum nya.

Kyung Soo laki-laki itu berusia 21 tahun , hidup nya sangat kecukupan dan jauh dari kata kekurangan , tapi saat Jeo Hyun datang di kehidupan nya hidup nya jauh lebih berwarna dari sebelum nya dengan Jeo Hyun , Kyung Soo bisa merasakan betapa lengkap nya dirinya saat bersama dengan wanita itu.

meski Jeo Hyun terus mengatakan bahwa dia tidak berhak berada di Kyung Soo dan laki-laki itu bisa menemukan perempuan lain yang jauh lebih baik latar belakang keluarga nya dibandingkan Jeo Hyun dan itu adalah alasan mengapa Kyung Soo menikahi Jeo Hyun tanpa persiapan apapun bisa dikatakan pernikahan mereka adalah keputusan secara sebelah pihak bahkan orang tua Kyung Soo belum mengetahui soal ini mengingat mereka hidup diluar negeri dan tidak terlalu memikirkan Kyung Soo yang berada di Korea.

secara tidak langsung Kyung Soo hidup sebatang kara mungkin , entahlah tapi yang terpenting dia masih memilik orang tua.

entah bagaimana cinta mereka berdua bisa begitu buta , tapi bukan kah itu memang definisi cinta yang sesungguhnya? membiarkan orang tetap masuk kedalam hati mu diluar kesadaran mu walaupun kau tahu baik-buruk nya orang itu . tetap mencintai nya meski kau tahu dia memiliki segala kekurangan . memutuskan untuk tetap bersama dan berkomitmen untuk saling melengkapi satu sama lain . jika berbicara tentang kesempurnaan sungguh manusia tidak memiliki hal itu . mereka hanya seperti wayang dimata Tuhan , Tuhan bisa bebas memberikan mereka sebuah skenario tanpa tahu alasan mengapa mereka harus melakukan ini dan itu , mengapa mereka harus hidup dijalan yang seperti ini bukan yang itu , mengapa mereka tidak hidup sesuai dengan rencana yang mereka buat sebelum tidur.

Open Arms

Kyung Soo dan Jeo Hyun sudah tiba di apartemen mereka , Jeo Hyun menaruh belanjaan yang sore tadi mereka beli di meja dapur . sementara Kyung Soo berjalan ke dalam kamar untuk membersihkan tubuhnya .

Jeo Hyun membuka lemari es mencari sesuatu yang dapat menghilangkan dahaga nya , dia mengambil gelas lalu di isinya dengan air es. setelah selesai menaruh nya di washtable  Jeo Hyun berjalan ke kamar , gadis itu bisa mendengar suara gemericik air yang di hasilkan oleh Kyung Soo , suami nya . Joo Hyun membuka lemari memilihkan baju untuk Kyung Soo , dia sudah cukup bosan melihat Kyung Soo terus mengenakan baju dengan warna kesukaan nya yaitu warna hitam.

Jeo Hyun memilih kaus berwarna putih yang menurut nya cocok digunakan untuk tidur , saat sedang ingin meletakkan kaus itu di ranjang mereka yang berukuran king size Kyung Soo keluar dari kamar mandi dengan mengenakan baju mandinya yang berwarna putih.

rambut nya yang basah ia acak-acak begitu saja sehingga Jeo Hyun bisa merasakan cipratan air itu dan menggembungkan pipinya, Kyung Soo terkekeh melihat ekspresi Jeo Hyun yang begitu menggemaskan.

“aku sudah memilihkan baju untuk mu dan ku harap kau mau mengenakan nya , jangan terlalu sering mengenakan baju berwarna hitam kau terlihat menakutkan dan dingin dengan baju itu”

Kyung Soo tersenyum

“aku tahu”

kemudian Jeo Hyun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sejak tadi dirasanya sudah sangat lengket dan bau karena keringat.

sementara itu Kyung Soo mengenakan baju tidur yang sudah dipilih oleh Jeo Hyun untuknya , baju tidur itu berwarna putih itu adalah warna favorit Jeo Hyun , Kyung Soo tahu betul akan selera istrinya.

setelah selesai laki-laki itu mengeringkan rambut nya dengan handuk kecil sambil duduk ditepi ranjang menunggu Jeo Hyun keluar dari kamar . matanya mengawasi seisi kamar yang dominan bernuansa putih ini , jendela nya menghadap ke perkotaan dan jalan sehingga saat dimalam hari mereka bisa melihat gemerlap lampu yang menghiasi kota Seoul.

tirai kamar yang berwarna coklat-krem menghiasi jendela tersebut , foto pernikahan mereka yang terpajang begitu sederhana namun penuh kesan yang tak akan terlupakan sampai kapan pun .

suara shower kamar mandi pun berhenti lalu disambung oleh suara pintu kamar mandi yang bergesek menyentuh tembok , Jeo Hyun keluar dengan baju mandinya dan juga kepalanya yang ia selimuti oleh handuk kecil.

“sudah selesai?”

tanya Kyung Soo yang duduk di tepi ranjang sambil memerhatikan nya berjalan ke arah meja rias untuk mempercatik dirinya sebelum tidur.

“apa menurut mu di kepalaku masih ada buih-buih shampoo? tentu sudah Kyung Soo”

Jeo Hyun melepaskan handuk kecil yang menyelimuti kepala nya , dia pegang sebuah hair dryer untuk mengeringkan rambut nya setelah dirasanya sudah kering , Jeo Hyun mengoleskan lotion di tubuhnya dan juga wajahnya.

Kyung Soo yang duduk di belakang nya , hanya memerhatikan nya sambil tersenyum malu.

“sudah selesai  dan sekarang aku ingin ganti baju lalu kita bisa tidur”

“baiklah aku menunggu mu”

Kyung Soo beralih , dia menyandarkan tubuhnya diranjang sambil membaca buku juga menunggu Jeo Hyun yang sedang mengganti baju beberapa menit kemudian Jeo Hyun keluar dia mengenakan terusan berwarna putih selutut tanpa lengan.

gadis itu merentangkan tangan nya sebelum akhirnya naik ke atas ranjang bersandar disebelah Kyung Soo , hening seper-sekian menit hingga akhirnya Jeo Hyun membuka percakapan.

“mengapa , mengapa kau mau menjadikan ku sebagai pendamping hidup mu? kau tahu kan aku terlahir tanpa ayah dan seorang ibu yang meninggalkan aku begitu saja , kau tahu kan mereka menyebut ku haram . tetapi aku sungguh ber terimakasih pada mu Kyung Soo kau yang terhebat  “

Kyung Soo diam , dia menaruh bukunya di nakas yang berada disebelah tempat tidurnya , lengan nya memegang bahu Jeo Hyun membawa Jeo Hyun untuk terlelap didadanya.

“kau tahu tidak ada yang haram di dunia ini yang ada hanyalah perbuatan mereka , kau terlahir suci Jeo Hyun . menjadikan mu sebagai istri ku karena aku tahu kau pantas untuk ku , cinta mu begitu tulus disaat mereka hanya menginginkan harta ku kau satu-satu nya orang yang mau merawat ku”

“dan kau juga satu-satu nya orang yang datang di kehidupan ku dengan lengan terbuka yang siap melindungi ku ketika mereka terus mencaci ku”

Kyung Soo membenarkan posisi nya dia membuat Jeo Hyun duduk menghadap nya , Kyung Soo menggemggam tangan Jeo Hyun erat menatap nya lurus-lurus pertanda sebuah keseriusan akan cinta Kyung Soo padanya.

“mulai dari sekarang percayalah dengan apa yang aku katakan , jika aku mengatakan sangat menginginkan mu berada di rumah berada disisiku kau harus percaya tidak ada yang perlu di sembunyikan lagi aku benar-benar mencintai mu aku bersedia membuka lengan ku ketika kau butuh tempat untuk berlindung”

seketika Jeo Hyun memeluk Kyung Soo begitu erat , mengamsusikan bahwa Kyung Soo hanyalah miliknya seorang . dia tidak ingin berpisah dengan Kyung Soo karena baginya Kyung Soo adalah sebuah rumah kemana pun ia pergi ia akan tetap kembali kepada Kyung Soo satu-satunya orang yang bisa menerima nya dengan lengan terbuka , yang bisa melindungi nya kapan saja jika bahaya mengancam.

mereka melepaskan pelukan nya , hening untuk beberapa detik sebelum Kyung Soo mendekatkan wajahnya dengan wajah Jeo Hyun tangan nya membawa Jeo Hyun untuk berbaring dibawah nya . mata mereka saling bertatap satu sama lain tapi kemudian Jeo Hyun memutuskan untuk memejamkan matanya membiarkan Kyung Soo melakukan apa yang ia mau.

wajah mereka semakin dekat hingga bisa merasakan deru napas satu sama lain , Kyung Soo memiringkan kepalanya hingga bibirnya mendarat sempurna dimilik Jeo Hyun. laki-laki itu melumat bibir Jeo Hyun pelan , lembut , hangat dan penuh kasih sayang. jemari tangan mereka saling merekat satu sama lain . malam yang hangat ini akan menjadi malam yang panjang untuk mereka berdua…

sekarang aku tahu mengapa Tuhan

membiarkan aku tetap lahir ke dunia ini

aku terlahir untuk sebuah alasan 

seseorang membutuhkan aku 

orang itu bersedia untuk membuka lengan ya dan melindungi ku

kau begitu berarti untuk ku lebih dari apapun

aku mencintaimu Do Kyung Soo 

– Kim Jeo Hyun-

kita memutuskan untuk bersama 

kau tahu aku ingin memegang mu

kau tahu aku ingin kau selalu berada di dekat ku

jadi sekarang aku datang kepada mu dengan lengan terbuka

tidak ada yang perlu di sembunyikan , percaya lah tentang apa yang aku katakan

aku berharap kau bisa melihat betapa berarti nya cinta mu untuk ku 

Kim Jeo Hyun aku mencintai mu

– Do Kyung Soo-

END

note : Hello terimakasih untuk yang sudah membaca ^^ , jujur ini songfict pertama ku dan aku juga tidak cukup yakin ini bisa disebut songfict . tapi ini benar-benar terinspirasi dengan lagu “Open Arms” jangan lupa untuk tinggalkan komentar , sekali lagi terimakasih 🙂

Advertisements

One thought on “[Noonatea] -SongFiction- Open Arms

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s