[Noonatea] What ? He’s My Husband – 4

“when you have to married with someone who make you feel so disgusted

WHAT ? HE’S MY HUSBAND?!

Author : Noonatea (Me)

Cast : Oh Sehun – Kim Hanna

Genre : School Life – Marriage Life – Romance

Leght : Chapter

Teaser Part 1 part 2 part 3

***

Hanna menghiraukan Sehun dia berjalan ke arah meja belajar nya untuk mencari kotak obat yang terdapat didalam tas nya tapi saat dicari yang ditemukan adalah kotak p3k berisikan perban , alkohol , pisau bedah dengan ukuran kecil dan lain sebagainya tidak ada obat demam.

Hanna mendegus pelan , dia membalikan kepalanya melihat Sehun dengan tatapan kesal .

Kalau dia ku biarkan sakit pasti aku akan di kirim ke alaska oleh ibu  ku…

Dia tidak kehabisan akal , tiba-tiba terlintas di pikiran nya untuk memanggil seorang Dokter datang ke apartemen mereka.

Hanna mengambil ponsel nya yang terletak di meja sebelah ranjang , dia mencari nama Dokter Kim didalam kontak handphone nya setelah menemukan nya tanpa ragu dia menekan tombol memanggil . seraya menunggu panggilan terjawab sesekali ekor matanya memincing melirik Sehun yang tertidur lelap dengan wajah teduh.

Dia terlihat tampan jika tidur

Batin Hanna , tiba-tiba panggilan pun terjawab oleh Dokter Kim

“Halo Kim Hanna ada apa?”

Suara Dokter Kim diseberang sana

“Halo ini aku , Dokter Kim Jong Dae bisa kah kau ke apartemen ku sekarang? Ada sesuatu yang sangat darurat”

Pinta Hanna , ada sedikit kecemasan di nada bicaranya

“sekarang?”

“tolong aku sedang tidak ingin mendengar lelucon mu saat ini , sebagai saudara sepupu yang baik kau harus membantuku , aku akan mengirim kan alamat apartemen ku sampai bertemu nanti”

Hanna tahu sepupu nya yang bernama Kim Jong Dae itu suka sekali membuat lelucon tapi untuk saat ini dia sedang tidak ingin lelucon Jong Dae , Hanna memutuskan panggilan secara sepihak karena dia tidak mau Jong Dae banyak bertanya semakin banyak bertanya semakin lama Jong Dae tiba di apartemen nya.

Setelah mengirimkan pesan kakaotalk kepada Jong Dae , Hanna menghembuskan napas lega kekhawatiran nya sedikit berkurang sekarang .

Hanna duduk di samping Sehun yang tertidur lelap , tangan nya menyentuh dahi Sehun untuk memastikan apakah suhu tubuhnya sudah membaik atau belum.

Untuk saat ini mengabaikan Sehun bukanlah sesuatu yang baik dia tidak ingin di cap sebagai istri jahat atau menantu yang durhaka.

Hanna bangkit dari ranjang nya , dia bergegas ke dapur untuk membuatkan Sehun semangkuk bubur kacang pinus dan juga segelas susu hangat.

Dia membuka lemari kitchen set untuk mengambil panci dan beras , butuh sedikit usaha untuk mengambil benda-benda itu selain lemari nya yang cukup tinggi , tinggi badah Hanna tidaklah sama dengan Sehun dia sedikit pendek jadi dia harus berjinjit untuk mengambil nya.

“Kau berhutang banyak pada ku hari ini Sehun”

Gumamnya seraya membuka kemasan beras itu lalu memasukan nya kedalam panci sekitar satu gelas berukuran sedang.

Dia mencuci beras nya hingga menurutnya sudah cukup bersih setelah selesai menambah kan air , Hanna menaruh nya diatas kompor yang sudah menyala .

Dia beralih dengan kacang pinus dan juga potongan daging sapi , saat sedang memotong-motong suara bel apartemen nya berbunyi . Gadis itu berlali kecil kearah monitor yang dekat dengan pintu masuk.

Perasaan nya begitu senang ketika melihat Jong Dae mengenakan jas putih datang , Hanna menekan tombol pembuka kunci pintu apartemen dengan berkata

“kau bisa masuk Jong Dae”

Setelah mendengar nya Jong Dae membuka pintu apartemen Hanna menggantikan sepatu nya dengan sandal rumah.

Hanna sudah berdiri di ambang pintu lalu dia membungkukan badan nya tanda memberi ucapan salam.

“selamat datang Dokter Kim”

Dia tersenyum lalu mempersilahkan Jong Dae masuk kedalam , Jong Dae tidak akan tergoda dengan sikap manis Hanna dia tahu sepupunya itu sedang butuh bantuan itulah sebabnya mengapa Hanna jauh lebih manis dari biasanya.

“apa ada sesuatu yang begitu darurat hingga kau memanggil ku kesini secara paksa?”

Tanya Jong Dae , yang sesekali membenarkan letak dasi nya.

“sebelum nya maaf kan aku , tentu ada seseorang yang sedang sakit bisa kah kau memeriksanya?”

“baik , itu sudah tugas ku omong-omong siapa yang sakit?”

Mata Jong Dae memerhatikan apartemen Hanna dengan seksama mencari seseorang yang Hanna maksud

“oh dia ada dikamar”

Sambil berbicara Hanna menuntun Jong Dae untuk mengikutinya ke dalam kamar

“itu dia yang sedang sakit”

Dia melanjutkan bicaranya dengan nada sedikit acuh

“astaga suami mu? Sehun?”

Jong Dae terkekeh seraya menutup mulutnya dengan tangan nya , lalu dia menaruh tas perlatan kerja nya diranjang .

“bisa kah kau membangun kan nya?”

Hanna mendengus kesal mendengar perkataan Jong Dae , dia mengerucutkan bibirnya.

“Sehun bangun ada Dokter yang akan memeriksa keadaan mu , bangun lah jangan menyusahkan ku”

Ujar nya seraya menepuk-nepuk bahu Sehun . Sehun hanya melenguh pelan lalu perlahan-lahan dia membuka matanya mendapati seorang Dokter dengan kacamata duduk di tepi ranjang dan Hanna yang sedang berdiri .

“astaga bubur ku!”

Seketika dia ingat bahwa dia sedang memasak bubur untuk Sehun , Hanna langsung berlari kedapur untuk memastikan apa buburnya baik-baik saja atau tidak.

Sementara itu Dokter Jong Dae melanjutkan tugasnya untuk memeriksa Sehun.

 

-What He’s My Husband-

 

Dokter Kim sudah selesai memeriksa keadaan Sehun , begitu juga dengan Hanna dia sudah selesai membuat hidangan untuk Sehun.

Hanna berjalan ke kamar sambil membawa baki berisikan satu mangkuk bubur dan segelas susu hangat , saat memasuki kamar Dokter Kim sudah bergegas ingin pergi.

“oh apa kau sedang terburu-buru? Tidak ingin kah menikmati segelas teh terlebih dahulu Jong Dae?”

Hanna bertanya kepada Jong Dae seraya menaruh baki tersebut di atas ranjang , di hadapan Sehun lebih tepatnya.

“aku masih ada jadwal hari ini , terimakasih atas tawaran nya ku pikir lain kali saja . aku sudah menuliskan resep obat dan surat keterangan sakit untuk Sehun setidak nya dia harus beristirahat minimal satu hari”

Hanna mengangguk mengerti mendengar perkataan Jong Dae.

“Hei Sehun setidaknya ucapkan sepatah kata minimal terimakasih kepada Dokter Kim ”

Ujar Hanna sambil melipat kedua tangan nya didepan dada.

“terimakasih banyak Dokter Kim”

Dengan keadaan duduk Sehun sedikit membungkukan badan nya , memberi hormat dan ucapan terimakasih kepada Dokter Kim.

Dokter Kim hanya tersenyum mendengar nya , dia berpamitan kepada Hanna dan Sehun lalu bergegas pergi untuk menjalankan kegiatan yang lain.

“terimakasih banyak Kim Jong Dae sampai bertemu lagi di lain waktu”

Hanna berdiri diambang pintu seraya tersenyum nada bicaranya begitu antusias dan dia juga tidak lupa melambaikan tangan nya kepada Dokter Kim yang berjalan meninggalkan apartemen nya , Dokter Kim mengangkat tangan nya membentuk simbol ‘oke’  untuk Hanna.

 

Hanna menutup pintu apartemen nya dia kembali lagi masuk kedalam , tetapi langkah nya terhenti di ambang pintu kamar ketika melihat Sehun hanya melamun tanpa sedikit pun memberikan minat kepada hidangan yang sudah Hanna buatkan.

Gadis itu berdiri sambil berkaca pinggang , dia berdecak kesal.

“hei Oh Sehun apa kau tidak bisa menghargai masakan ku sedikit saja aku sudah membuatkan nya dengan susah payah Sehun , jangan menyusahkan aku . aku tidak mau di cap sebagai istri yang buruk oleh ibu mu jadi makan lah”

“apa aku meminta mu untuk membuat kan ini semua?”

Jawab Sehun dengan ekspresi datar . Hanna semakin sebal dia mengigit bibir bawah nya seraya menyelipkan rambut  poni ke telinga kiri nya. Dia berjalan menghampiri Sehun mengambil sesendok bubur itu lalu menyuapkan nya kepada Sehun secara paksa .

“saat ini kau berhutang banyak pada ku , kau harus makan yang banyak lalu minum obat kemudian cepat lah sembuh dan jangan membuat ku mengkhawatirkan mu lagi!”

Sehun kesal karena Hanna menyuapkan nya jauh dari kata manusiawi , bayangkan saja Hanna memegang dagu Sehun paksa lalu memasukan sendok kedalam mulut Sehun yang sama sekali belum terbuka.

“cukup! Lebih baik aku makan Sendiri”

Sehun mengambil sendok yang di pegang Hanna . Gadis itu memutuskan untuk keluar dari kamar tapi langkah nya terhenti ketika Sehun melanjutkan kalimatnya

“ku rasa hutang kau dan aku sudah impas , bukan kah kemarin aku membantu mu mencari cincin yang hilang?”

Hanna masih tetap diposisi yang sama , dia membalikan tubuhnya

“baik! Aku mengerti”

 

– What He’s My Husband –

 

Pagi-pagi sekali Hanna sudah berngkat ke sekolah , tidak lupa dia membawa surat keterangan dokter milik Sehun untuk diserahkan kepada guru Kang ( guru / ketua kesiswaan) jika tidak membawa surat itu pihak sekolah akan menghubungi orangtua Sehun mengapa dia absen jika tanpa keterangan pihak sekolah akan sedikit mengurangi skore Sehun .

kasihan dia ,  Sehun itu sudah kekurangan skore bagaimana jika skore nya harus dikurangi lagi? Tidak menutup kemungkinan untuk menjadi minus dan ya dia juga tidak bisa mengikuti ujian melanjutkan pendidikan ke Universitas.

Itulah sistem yang digunakan oleh sekolah mereka , maka dari itu hampir tidak ada siswa yang berani absen dari sekolah tanpa keterangan.

 

Hanna sudah tiba di sekolah , saat ini masih pagi keadaan lalu lintas juga belum padat .

Dia melewati koridor 3 , saat belum terdapat banyak siswa hanya ada sebagian saja dan mungkin itu adalah siswa tingka 1 .

Hanna sedikit mendongakan kepalanya , matanya membaca plat nama ruangan yang tertempel di atas pintu satu per satu , setahu dia ruang guru pembina siswa tidak jauh dari koridor 3 , dia tidak hafal dengan ruangan itu karena Hanna sangat jarang sekali menyambangi ruangan itu , dia belum sama sekali absen tanpa keterangan dari sekolah.

Beberapa detik kemudian dia menemukan ruangan itu , Hanna begitu ragu saat akan memasuki ruangan itu bagaimana jika guru Kang mengajukan pertanyaan . dia berpikir sejenak lalu menghembuskan napas perlahan

“semua nya akan baik-baik saja Hanna tidak ada yang perlu di khawatirkan”

Hanna bergumam pada dirinya sendiri , dengan senyuman dia melangkah kedalam ruangan . saat masuk kedalam dia bertengak-tengok mencari meja dengan plat nama ‘Kang Oh Yu’ tanpa perlu waktu lama gadis itu menemukan meja tersebut , dia melihat sosok guru yang ia cari .

Hanna bergegas melangkah menghampiri meja tersebut

“Selamat pagi guru Kang”

Sapa Hanna seraya membungkukan badan nya

“oh Kim Hanna apa yang membawa mu kemari ?”

Guru Kang yang sedang sibuk dengan layar monitor komputernya pun menghentikan aktivitas nya , mengalihkan pandangan nya kepada Hanna.

“aku ingin memberikan surat”

Hanna menaruh amplop berwarna putih ke atas meja guru Kang , karena tidak mau berlama-lama dan di beri pertanyaan yang membuat Hanna semakin jengah dia kembali melanjutkan kalimat nya

“jangan berpikir yang aneh-aneh guru , kalau begitu aku pergi dulu terimakasih”

Hanna membungkukan badan nya lalu meninggalkan guru Kang yang berdiri sambil terus berseru

“Hei Kim Hanna surat apa ini?”

“Hei Hanna kau berhenti disitu”

Hanna menghiraukan seruan guru Kang yang meminta nya untuk berhenti , gadis itu berlari kecil meninggalkan ruangan .

Saat baru saja keluar dari ruangan dia berpapasan dengan Baekhyun yang sedang membawa beberapa map , mungkin itu tugas sekolah Baekhyun yang sudah terbengkalai . Hanna berhenti sepersekian detik memerhatikan Baekhyun dengan tatapan acuh lalu dia kembali melanjutkan langkah nya . sementara Baekhyun hanya mengangkat bahu nya , dia heran mengapa Hanna memberikan tatapan seperti itu layaknya seseorang yang sudah mengenal Baekhyun begitu lama tapi kenyataan nya mereka hanya mengetahui keberadaan masing-masing.

 

-What He’s My Husband-

 

Baekhyun masuk kedalam ruangan , dia mencari meja Guru Shi . meja itu tidak jauh dengan meja Guru Kang , saat ini guru Shi belum datang jadi Baekhyun memutuskan untuk menaruh nya saja lalu bergegas pergi sebelum akhirnya langkah nya terhenti karena guru Kang memanggil nya.

“Kau Baekhyun kan?”

Tanya guru Kang yang sedang memegang secarik kertas berwarna putih

Baekhyun menunduk dia tahu guru Kang adalah guru yang akan mengurangi skore para siswa absen tanpa keterangan dan Baekhyun berada dikategori itu.

Baekhyun berjalan , ada kekhawatiran pada dirinya dia takut jika guru Kang akan memintanya membawa orang tua nya esok hari

“iya guru ? apa kau memanggilku?”

“tentu aku memanggil mu , kau berteman baik bukan dengan siswa tingkat 3 kelas 3 bernama Oh Sehun?”

Baekhyun menghembuskan napas nya pelan wajahnya yang semula sedikit pucat berubah menjadi seperti semula

“ah itu ya Sehun dia teman baik ku , ada apa guru?”

Baekhyun tertawa hambar seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali

“sudah ku duga , kau sering absen bersama bukan? Dan hari ini dia tidak datang ke sekolah karena sakit apa kau tidak ikutan absen sakit juga?”

Tiba-tiba nada bicara guru Kang terdengar seperti mencibir , pria berusia 30 tahun itu kembali duduk di kursi nya.

“dd…ari dari mana guru tahu bahwa Sehun sakit? Ah tidak guru aku tidak akan absen lagi aku janji jangan meminta ku membawa orang tua ku , aku mohon guru ”

“Kim Hanna yang memberikan suratnya kepada ku , tidak aku sudah lelah memanggil orang tua mu cepat lah menyelesaikan pendidikan mu di sekolah ini dan satu lagi kau boleh pergi”

“terimakasih guru”

Baekhyun membungkukan badan nya lalu bergegas pergi dari ruang guru .

Muncul berbagai macam pertanyaan di pikiran Baekhyun , hari ini Sehun tidak masuk karena sakit dan Kim Hanna siswa cerdas tingkat 3 kelas 1 yang memberikan surat keterangan sakit milik Sehun kepada guru Kang dan satu lagi kelas itu bukan sembarang kelas . tingkat 1 berisikan siswa luar biasa , yang bisa menginjakan kakinya dikelas itu hanyalah siswa dengan prestasi atau mendali .

Setahu Baekhyun , Hanna tidak menyukai siswa yang berada di kelas 3 , bahkan dia pernah berkata ingin muntah jika melihat siswa bernama Oh Sehun . Baekhyun menggaruk kepalanya dia berpikir seraya menyandarkan tubuhnya ke tembok sekolah .

Sebenarnya apa hubungan Hanna dengan Sehun?

“ah mungkin keluarga Hanna tinggal berdekatan dengan keluarga Sehun , ah untuk apa aku memusingkan hal sepele seperti ini aku bisa bertanya pada Sehun besok”

Baekhyun bergumam , dia mengangkat bahu dan menghembuskan napas perlahan lalu kembali melanjutkan langkah nya menuju kelas.

Hidup nya sudah sulit ketika harus menyelesaikan tugas sekolah yang ia abaikan untuk beberapa waktu , dan jam pertama hari ini akan dia harus menyusul mengerjakan tes bahasa inggris yang ia tinggalkan minggu kemarin , pikiran nya semakin rumit karena dia terlalu sering menunda mengerjakan tugas sekolah.

 -What He’s My Husband-

 

Hanna berdiri didepan Soojung sambil membawa baki makanan , saat ini mereka sedang mengantri di kafetaria untuk mendapatkan makan siang . sudah dua orang berlalu dan sekarang giliran Hanna untuk mengambil menu makan siang nya . tidak ada percakapan diantara Soojung dengan Hanna , Soojung sibuk menutupi telinga nya dengan earphone begitu juga dengan Hanna.

Hanna hanya memilih bakso ikan dan nasi goreng kimchi , dia tidak langsung pergi mencari tempat duduk tetapi menunggu Soojung sambil berdiri di pinggir antrian.

“sudah selesai , apakah ada meja kosong untuk kita?”

Seru Soojung , dia melepaskan earphone nya menatap Hanna yang sedang mencari meja kosong untuk mereka.

“disana”

Hanna menunjukan tempat yang ia maksud dengan mengerucutkan bibirnya , kedua tangan nya saat ini sedang membawa baki dan minuman jadi dia tidak bisa menunjuknya dengan jari telunjuk .

Hanna bergegas berjalan ke meja yang ia maksud lalu Soojung mengekori nya dari belakang.

Mereka menaruh baki dan minuman tersebut diatas meja , lalu bersiap-siap untuk duduk . Soojung menaru tangan nya diatas meja lalu menumpu dagunya dia memerhatikan Hanna yang terlihat tidak selera dengan makan siang nya.

“apa kau baik-baik saja?”

Tanya Soojung memastikan sahabat nya

“apa aku terlihat sakit?”

Soojung mendengus kesal

“bukan itu maksud ku . aku tahu minat mu itu kurang dengan masakan sekolah sejak dulu tapi ini berbeda , ku dengar Kyungsoo akan pindah ke Jepang apa kau sudah mendengar hal itu?”

Hanna menghentikan aktivitas nya , dia meletakan sendok nya ketempat semula menguyah pelan makanan nya .

Soojung terus memperhatikan nya dengan menumpu dagu nya

“Kim Hanna…”

Soojung menaruh sendok nya dia beralih dengan melambai-lambaikan tangan kanan nya di depan wajah Hanna

“Oh Jung Soojung”

“aku tahu kau menyukai nya sejak dulu jangan terlalu dipikirkan ujian akhir sekolah sudah didepan mata ku harap kau tidak berpikir yang aneh-aneh dan lulus dengan prestasi yang baik”

“aku tahu aku tidak akan memikirkan nya”

Ujung bibir Hanna sedikit tersenyum , Soojung tahu dia sedang berbohong.

“kau masih bisa bertemu dengan nya hingga ujian sekolah berakhir”

Ujar Soojung untuk membuat Hanna tetap tenang dan tidak cemas dengan hal sepele seperti ini , oh ya ini sepele untuk Soojung tapi tidak untuk Hanna . gadis itu sudah menyukai Kyungsoo untuk waktu yang lama.

“aku tahu”

Nada bicara Hanna mejadi begitu pelan dan terdengar teduh , tatapan mata nya kosong.

“kau akan nyaman ketika kau hidup mencintai dirimu sendiri , tapi jika kau mulai menyukai seseorang  hidup mu menjadi sulit”

Soojung menghentikan aktivitas nya ,  dia mengambil sekotak susu yang terletak di sebelah baki makanan nya meminum nya sebentar lalu kembali melanjutkan kalimatnya pandangan nya beralih kepada pot tanaman yang berada didalam kafetaria.

“ itu biasanya seperti itu tidak ada waktu untuk mempersiapkan perasaan mu tiba-tiba , acak , atau bukan kepalang itu semua hanya memukulmu”

Soojung menyelesaikan kalimat nya menaruh sekotak susu tersebut diatas meja lalu pandangan nya kembali lagi kepada Hanna sambil tersenyum.

“Soojung bagaimana kau tahu hal itu dengan baik?”

Gadis itu memegang bahu sahabat nya Hanna

“bagaimana pun aku tahu apa yang kau rasakan , cinta pertama biasanya adalah hal yang paling sulit ‘apa aku makan sesuatu yang salah?’ ‘apa aku gila?’ semuanya seperti itu memukul mu tiba-tiba”

Soojung menepuk-nepuk bahu Hanna . dia tahu sahabat nya sedang mengalami masa sulit ini pertama kali nya untuk Hanna menyukai seseorang yang sudah bertahun-tahun menjadi teman nya . tetapi menyukai seseorang untuk pertama kali nya dalam waktu yang lama belum bisa disebut sebagai cinta pertama . karena definisi cinta pertama adalah rasa pertama , saat kau jauh melihat kedalam mata seseorang lalu kau memutuskan untuk menjadikan nya masa depan dan mempercayainya bahwa kebahagiaan mu ada bersama nya.

Tidak ada manusia yang bisa lepas dari rasa ‘kagum’ hampir setiap manusia pasti memiliki rasa kagum terhadap seseorang  , ketika cinta atau kagum sedikit rumit untuk dibedakan…

Sesungguh nya aku mencintai Kyungsoo? Atau aku hanya menganggumi nya?

 

TBC

 

 

Advertisements

80 thoughts on “[Noonatea] What ? He’s My Husband – 4

  1. hanna kamu kagum ke kyungsoo aja kali , hanna ngerawat sehun terpaksa juga gapapa , lama2 juga suka hehe , daebak

  2. Hanna smoga cma kagum aja sama luhan tapi cintanya sma sehun hehehe

    Sweet momentnya d sni masih kurang , tambah lgi thor….

  3. Semoga Hanna cuma kagum ama Kyungsoo huhuhu
    btw aku mendapatkan quotes yang keren di chap ini😂
    gomawo autho ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s