[Noonatea] Our Wedding – 15

Mendengar hal ini rasanya seperti

mendapat sebuah tamparan

menjalankan sebuah pernikahan

bukan atas dasar saling mencintai

melainkan atas dasar

untuk menolong seseorang yang membutuhkan

cinta dari seorang wanita

OUR WEDDING

Author : Noonatea

Cast : Byun Baekhyun – Hwang Shihyun

Genre : Marriage life – Drama – fluff

Leght : Chapter

part 1 part 2 part 3 part 4 part 5 part 6 part 7a part 7b part8 part9 part10 part11 part 12 part 13 part 14

***

Sepanjang natal yang pernah terjadi di hidup mereka , menurut Baek Hyun dan Shi Hyun ini adalah natal termanis yang pernah ada.

Baek Hyun tahu besok adalah hari ulang tahu Shi Hyun tapi laki-laki itu lebih memilih diam dan berpura-pura bahwa besok tidak akan ada hal yang istimewa.

Mereka sedang dalam perjalanan ke rumah , hari semakin senja matahari sudah bersiap-siap untuk terbenam dari tempat nya . sepanjang perjalanan tidak ada percakapan yang ada hanyalah suara radio yang menyala dan keheningan tapi suasana itu pecah ketika Shi Hyun mulai mencium sesuatu yang aneh , hidung nya mengendus pelan-pelan dan mengarah ke Baek Hyun .

Dia terdiam sejenak menatap suami nya sebelum berkata

“hei Baek Hyun kau belum mandi ya sejak pagi?!”

Shi Hyun menatap nya dengan tatapan aneh seketika Baek Hyun gugup dan mencoba mencium baju yang ia kenakan , laki-laki itu menghembuskan napas perlahan

“bagaimana aku bisa mandi ketika panik mengetahui kau pergi dari rumah dengan mengatakan ‘jangan mengkhawatirkan ku’”

Ujar Baek Hyun seraya sesekali meniru nada bicara Shi Hyun . ekor mata Baek Hyun sedikit melirik Shi Hyun yang memerhatikan nya dengan tatapan aneh

“jangan melihat ku seperti itu ada orang tampan di bola mata mu”

Baek Hyun melanjutkan kalimatnya dia tidak mengalihkan pandangan , dia tetap fokus mengemudi . Shi Hyun yang mendengar perkataan nya hanya mendengus kesal yang semula posisi duduk nya miring mengarah kepada Baek Hyun kini ia membenarkan posisi nya punggung nya bersandar pada jok mobil dan matanya kembali melihat ke jendela mobil. lalu suasana hening kembali…

 

-Our Wedding-

 

Mereka sudah tiba di rumah saat masuk kedalam suasana begitu sunyi dan gelap , bahkan Shi Hyun dan Baek Hyun masih berpegangan tangan saat keluar dari mobil tadi hingga masuk kedalam . satu tangan Baek Hyun menekan tombol stopkontak lalu lampu pun menyala .

Shi Hyun melepaskan genggaman nya dari Baek Hyun , gadis itu berjalan kedalam kamar . Shi Hyun menaruh tas nya di meja rias lalu dia menghempaskan tubuh nya ke ranjang

“hah sudah berapa lama aku meninggalkan ranjang ini”

Ujar Shi Hyun seraya meraba-raba ranjang yang tidak di tiduri nya sejak semalam

“belum terlalu lama baru satu malam , ku harap kau tidak menambah nya”

Tiba-tiba suara Baek Hyun ikut andil dalam monolog Shi Hyun , dia melepaskan mantel nya lalu duduk di tepi ranjang.

“jangan mendekati ku kau belum mandi”

Seru Shi Hyun , gadis itu langsung berguling menjauh dari Baek Hyun . apa aroma tubuh Baek Hyun benar-benar tidak harum sampai Shi Hyun tidak mau berdekatan dengan nya.

Bukan  nya menjauh Baek Hyun malah ikut berguling mendekati Shi Hyun , Shi Hyun teriak dia mendorong Baek Hyun dengan kaki nya tapi sia-sia Shi Hyun berujung tertawa geli karena Baek Hyun menggelitiki telapak kaki nya.

Mereka saling tertawa satu sama lain , lalu berakhir dengan Baek Hyun memeluk Shi Hyun . Shi Hyun merasa tidak kuat dengan aroma Baek Hyun sungguh dia ingin sekali menendang Baek Hyun kedalam bak mandi.

“mandi sana aroma tubuh mu tidak baik untuk hidung , paru-paru , dan calon anak kita Baek Hyun”

“apa yang akan kau berikan jika aku selesai mandi?”

“apapun yang kau minta sudah sana mandi!”

Shi Hyun bangkit dari tidurnya dia menjauh dari Baek Hyun , gadis itu lebih memilih duduk di depan mejad rias miliknya.

“baik , apapun”

Baek Hyun bangkit dari tidur nya , laki-laki itu mengambil handuk lalu mengeluarkan senyuman smirk khas nya untuk Shi Hyun kemudian dia berjalan ke kamar mandi.

Shi Hyun melipat tangan nya didepan dada , dia memberi tatapan mencibir untuk Baek Hyun .

Suara shower  begitu terdengar jelas , Shi Hyun kembali mengingat kejadian tadi dia hanya tersenyum sendiri seperti orang yang hampir gila tapi semuanya berakhir ketika dia mengatakan ‘apapun yang kau minta sudah sana mandi!’

Shi Hyun membulatkan matanya , dia memukul-mukul pelan mulut nya sendiri  ada perasaan sedikit menyesal di hati nya pasti Baek Hyun akan meminta lebih laki-laki itu akan meminta hal yang aneh-aneh dan mungkin

Oh aku pasti akan sangat lelah malam ini…

Saat pintu kamar mandi terbuka mengeluarkan suara hingga membuat Shi Hyun terbangun dari lamunan nya , yang semula pandangan nya hanya memerhatikan ranjang kini dia beralih ke pintu kamar mandi menantikan Baek Hyun keluar.

Baek Hyun akan menang banyak malam ini

Shi Hyun mengigit bibir bawah nya pelan lalu seketika dia menutup seluruh wajah nya dengan kedua tangan nya dan berseru

“Byun Baek Hyun dimana baju mandi mu?!! Mengapa kau harus mengenakan handuk?!!!”

Baek Hyun terkekeh melihat tingkah Shi Hyun yang begitu aneh , Baek Hyun masih berdiri diam di situ

“Hei jangan seperti itu , kau sudah sering melihat ku seperti ini dan kau sudah merasakan milik ku”

“mi-mi-milik? Apa maksud mu? Mi-lik-mu?!”

Shi Hyun menurunkan tangan nya , dia memberanikan dirinya menatap Baek Hyun dengan keadaan telanjang dada.

Baek Hyun kembali terkekeh seraya memegang bibir nya lalu kepalanya sedikit menunduk , matanya mengarah kepada bagian tubuh bawah milik nya.

Shi Hyun masih diam di tempat nya gadis itu tidak berani beranjak atau bahkan keluar dari kamar karena pasti Baek Hyun akan menangkap nya.

“ingat kan? Kau akan memberikan apapun yang aku inginkan?”

Baek Hyun menyunggingkan smirk khas , kaki nya terus melangkah mendekati Shi Hyun yang mematung . sementara Shi Hyun berusaha untuk tetap tenang seolah-olah bahwa dia tidak takut sama sekali.

Mata mereka saling bertatapan lurus , hingga akhir nya jarak Baek Hyun dengan Shi Hyun begitu dekat . Shi Hyun bisa mencium aroma maskulin khas Baek Hyun . laki-laki itu mengacak-acak rambutnya yang basah sehingga menghasilkan sedikit cipratan air , sepersekian detik Baek Hyun menatapi dirinya di cermin lalu dia sedikit membungkukan tubuhnya untuk menyamakan tinggi nya dengan Shi Hyun . gadis itu masih berusaha tetap tenang walaupun sebenarnya jantung dia hampir mencelos dari tempatnya.

“apapun kan Hwang Shi Hyun?”

Baek Hyun berbisik tepat ditelinga Shi Hyun , kemudian dia mengecup telinga Shi Hyun sekilas.

“jangan berbicara yang aneh-aneh Byun Baek Hyun aku tidak akan menuruti nya ”

“aku tidak , kau yang memulai nya kau yang pertama mengatakan akan memberikan apapun jika aku mandi benar kan?”

Baek Hyun menggoda Shi Hyun , dia terus menatap Shi Hyun dengan senyuman evil milik nya.

Shi Hyun menghembuskan napas perlahan , sumpah demi Tuhan dia sangat menyesali perkataan nya beberapa menit lalu tapi semuanya sudah terjadi dan sekarang Baek Hyun memintanya.

“lalu apa yang kau inginkan?”

Tanpa ragu Shi Hyun mengalihkan pandangan nya menatap Baek Hyun yang sedikit membungkuk di samping nya . tatapan mata Shi Hyun seperti oh kau pikir aku takut?

Hening , mereka bertatapan satu sama lain Baek Hyun , Shi Hyun bisa merasakan aroma maskulin dan deru napas Baek Hyun.  perlahan-lahan tangan Baek Hyun tangan nya memegang bahu Shi Hyun jarak wajah mereka begitu dekat hingga mereka bisa merasakan deru napas satu sama lain. Sementara itu hati kecil Baek Hyun terus mendesak untuk menyentuh Shi Hyun dan menghabiskan malam ini dengan sesuatu yang sudah ia rindukan.

Perlahan-lahan Baek Hyun memiringkan kepalanya , satu tangan nya menangkup wajah Shi Hyun lalu dia mendaratkan sebuah ciuman manis tepat di bibir Shi Hyun . Shi Hyun masih sedikit terkejut dia belum memejamkan matanya namun pelan-pelan ciuman itu berubah menjadi sebuah lumatan yang cukup lembut dan mendesak mereka mulai memejamkan mata satu sama lain , tangan Shi Hyun beralih melingkari leher Baek Hyun .

Kemudian Baek Hyun membawa Shi Hyun untuk berdiri , mereka tidak melepaskan nya tangan Baek Hyun melingkari pinggang Shi Hyun . dengan langkah perlahan tapi pasti laki-laki itu menjatuhkan Shi Hyun di ranjang posisi nya menindih Shi Hyun saat ini.

Ciuman mereka terlepas , mereka saling bertatapan satu sama lain seraya berusaha mengatur napas . Shi Hyun belum sempat menghirup oksigen hingga napas nya membaik tetapi Baek Hyun sudah mencium bibir nya kembali , tidak ada penolakan dari Shi Hyun, Baek Hyun terus melumat nya hingga mendesak Shi Hyun untuk membuka mulut nya .

Baek Hyun semakin bernafsu sedangkan Shi Hyun sudah hampir kehabisan napas , tangan nya terus memukul dada Baek Hyun tetapi laki-laki itu tidak menghiraukan nya dia terus mengikuti hati nya.

Jemari mereka saling merekat satu sama lain , Shi Hyun merasa bahwa malam ini Baek Hyun benar-benar berbeda jika sudah seperti ini Baek Hyun akan sangat serius.

Sudah cukup lelah dan kehabisan napas , Baek Hyun beralih ke telinga Shi Hyun lak-laki itu terus melumat telinga nya . Shi Hyun tidak bisa menahan untuk tidak mendesah . dress  nya sedikit terangkat hingga menampilkan paha dan kaki nya yang begitu putih tiba-tiba tanpa sengaja lutut Baek Hyun menekan bagian tubuh bawah Shi Hyun

“Ah! Baek Hyun”

Ujar nya pelan , matanya terus terpejam perlakuan Baek Hyun membuat nya begitu menikmatinya .

Baek Hyun berhenti sejenak napas nya terengah-engah , matanya beralih melihat lututnya dan bagian tubuh bawah Shi Hyun yang masih tertutup dress. Laki-laki itu kembali menyunggingkan smirk nya lalu dia menekan-nekan tubuh bawah Shi Hyun dan kembali melanjutkan aktivitasnya.

Baek Hyun beralih mengecup leher Shi Hyun , dia meninggalkan warna merah-keunguan tanda kepemilikan disana .

Shi Hyun terus menahan untuk tidak mendesah tetapi Baek Hyun membisikan kalimat tepat ditelinga nya sebelum melumat nya lalu meniup telinga Shi Hyun

“Sebut nama ku Shi Hyun” …

 

-Our Wedding-

 

Jam dinding masih menunjukan pukul delapan lewat tiga puluh menit malam , tepat sudah dua setengah jam yang lalu mereka tiba dirumah.

Shi Hyun sudah tertidur lelap tidak menutup kemungkinan bawha dia lelah malam ini , gadis itu tertidur di dada suami nya Baek Hyun. Sementara itu keadaan kamar sudah tidak bisa di deskripsikan lagi keadaan kamar mereka jauh dari kata ‘rapih’ pakaian terletak dimana-mana .

Baek Hyun mengusap rambut Shi Hyun pelan lalu dia mencium puncak kepala Shi Hyun lembut seraya berkata

“terimakasih dan selamat beristirahat Shi Hyun”

Baek Hyun menidurkan kepala Shi Hyun di bantal lalu laki-laki itu beranjak dari tempat tidur nya dia berjalan ke kamar mandi untuk mengenakan pakaian nya. Hari belum terlalu malam setidak nya Baek Hyun masih bisa bersepeda ke toko cake di persimpangan sana untuk memberik kejutan di hari ulang tahun Shi Hyun.

Hari ulang tahun nya harus paling berkesan

Pikir Baek Hyun. Setelah selesai mengenakan baju dan menata rambut nya Baek Hyun pergi meninggalkan rumah dan ya Shi Hyun yang tertidur lelap.

Baek Hyun berjalan ke garasi rumah nya untuk mengambil sepeda lalu dia mengemudikan sepeda itu hingga keluar dari garasi dan berbaur dengan kendaraan kecil yang lain.

Jalanan masih belum terlalu sepi saat ini selain waktu yang belum menunjukkan waktu tengah malam hari ini masih menjadi hari natal.

Baek Hyun terus mengayuh sepeda nya sambil sesekali menikmati pemandangan sekitar dengan seksama , mulut nya sedikit mengeluarkan kepulan asap suhu cukup dingin malam ini .

Dia berbelok ke arah kanan melewati beberapa toko dan akhirnya berhenti didepan sebuah toko bunga . Baek Hyun memarkirkan sepeda nya didepan toko lalu dia masuk kedalam

“ada yang bisa ku bantu?” tanya si florist dengan nada ramah kepada Baek Hyun.

“aku ingin memberikan bunga kepada istri ku yang akan berulang tahun , bisakah kau merangkai kan bunga yang begitu bagus?”

“sebelum apakah tuan tahu bunga kesukaan istri tuan?”

Baek Hyun terdiam sejenak mendengar pertanyaan sang florist , dia menumpu dagu nya dengan satu tangan nya . otak nya kembali memutar kejadian dimasa lalu . dia menemukan sesuatu

“ah seingat ku istri ku menyukai bunga kecil berwarna putih”

sang florist bingung dia tidak tahu bunga yang Baek Hyun maksud , tetapi mata Baek Hyun terus mencari bunga itu di sekitar toko ini . florist itu masih terdiam memerhatikan Baek Hyun setelah akhirnya Baek Hyun menunjuk sebuah bunga terpajang di dekat jendela

“ah bunga itu”

“oh itu bunga baby’s breath biasanya dirangkai bersama bunga mawar merah , apa tuan mau?”

“baik , rangkaikan sembilan belas bunga mawar tersebut bersama bunga itu lalu aku meminta satu bunga mawar merah terpisah . jadi total bunga mawar itu dua puluh bukan?”

sang florist mengangguk tersenyum tanda mengerti dengan permintaan Baek Hyun , lalu dia bergegas mengambil bunga baby’s breath dan mawar merah untuk ia rangkai menjadi sebucket bunga. sambil menunggu mata Baek Hyun melihat bermacam bunga terpajang indah didalam toko tersebut tak lama kemudian sang florist menghampiri Baek Hyun dan memberikan sebucket bunga yang Baek Hyun pesan.

setelah membayar dengan beberapa lembar won Baek Hyun beralih menuju toko cake , laki-laki itu kembali mengayuh sepeda nya udara semakin dingin walaupun sebenarnya dia tidak suka dingin tapi demi membuat sebuah kejutan yang manis untuk seseorang yang ia sayang itu tidak masalah Baek Hyun suka melakukan nya.

dia berhenti didepan sebuah toko bernama Tous Les Jours , Baek Hyun tersenyum melihat plang nama toko tersebut tanpa pikir panjang laki-laki dengan mata sipit itu memarkirkan sepeda nya lalu masuk kedalam.

saat masuk kedalam , Baek Hyun memperhatikan satu per satu cake yang terpajang didalam etalase . dia bingung hampir semua cake di toko ini sangat menarik . dia menumpu dagu nya dengan satu tangan nya

“ada yang bisa kami bantu tuan?”

Baek Hyun mengalihkan pandangan nya kepada seorang pegawai yang mengenakan baju putih juga sapu tangan berwarna merah di lehernya.

“bisa kah kau memberikan cake ulang tahun yang paling menarik di toko ini?”

“untuk-?”

“ah untuk istri ku”

belum sempat pegawai tersebut menyelesaikan kalimat nya Baek Hyun sudah memotong nya , pegawai tersebut hanya tersenyum dan sedikit menganggukan kepalanya kemudian dia beralih ke etalase yang lain untuk mencari cake yang Baek Hyun inginkan.

“ini tuan cake nya? apa anda tertarik?”

 

1 Tous Les Jours Rose Inspiration Fresh Cream Cake

Baek Hyun terdiam sejenak , indra penglihatan nya sangat mengangumi cake tersebut di perhatikan nya setiap inci cake itu memastikan apakah Shi Hyun akan menyukai nya.

“baiklah aku ingin yang ini”

ujar Baek Hyun seraya menunjuk cake tersebut . sang pegawai mengangguk tersenyum lalu membawa cake tersebut ke meja sebelah untuk di kemas di dalam kotak . sambil menunggu sesekali Baek Hyun melihat jam tangan berwarna hitam yang melingkari tangan kiri nya masih pukul sembilan , menanti pukul dua belas masih membutuhkan waktu tiga jam lagi . pikirnya…

” ini tuan pesanan anda , terimakasih dan jangan lupa untuk berkunjung kembali ke toko kami “

ujar sang pegawai seraya memberikan kotak cake berwarna putih dengan senyum yang ramah , Baek Hyun membalas senyuman nya seraya membawa kotak tersebut lalu dia beralih ke meja kasir untuk mengeluarkan beberapa lembar won tanda pembelian cake itu.

Baek Hyun keluar dari toko dengan perasaan yang bahagia , tapi mengingat pukul dua belas masih membutuhkan sekitar waktu tiga jam lagi Baek Hyun terdiam sejenak.

apa yang harus aku lakukan saat menunggu pukul dua belas malam ? pikirnya…

dia kembali memeriksa apa saja yang sudah ia beli ternyata masih ada yang kurang yaitu lilin ulang tahun . tapi seingat Baek Hyun , Shi Hyun menyimpan nya di lemari dapur .

baik dia mengingat nya jadi dia pikir membeli lilin tidak perlu yang dirumah sudah cukup , daripada terlalu lama di luar dan kemungkinan membuat cake ini akan rusak Baek Hyun kembali mengayuh sepeda nya dan bergegas pulang. cake nya ia pegang seraya memegang setang sepeda dan satu tangan nya ia biarkan memegang sebucket bunga.

lalu lintas dan tepi jalan masih agak ramai , orang-orang masih berlalu lalang menikmati dingin nya kota Seoul . Baek Hyun menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan melalui mulut rasanya seperti

“oh sudah berapa lama aku tidak menikmati saat-saat seperti ini ? dan selalu di sibukkan oleh urusan kantor ini sungguh menyenangkan…”

Baek Hyun mengayuh seraya sesekali bersiul atau bersenandung ria , ya suara dia cukup-baik-untuk-didengar dan itu adalah salah satu hal yang Shi Hyun suka dari Baek Hyun.

tapi secara tiba-tiba Baek Hyun mengerem sepeda nya dia menjatuhkan cake dan sebucket bunga lalu berlari meninggalkan itu. Baek Hyun berlari kedapa seorang ibu-ibu yang sedang hampir melahirkan , wanita itu terseok-seok di tepi jalan dan saat ini suasana jalanan begitu sepi hanya ada Baek Hyun yang melalui nya. laki-laki itu membantu wanita itu untuk duduk di bangku taman tepi jalan lalu dia segera mengambil ponsel yang berada didalam saku jacket nya.

Baek Hyun menekan tombol ‘911’ kemudian menghubungi nya

“Halo? cepat kirim satu mobil ambulan ke distrik apgeujeong ada seorang wanita mau melahirkan disini”

nada bicara bicara Baek Hyun begitu panik , wajah Baek Hyun terus mengeluarkan keringat . dia menyelesaikan panggilan nya lalu mengembalikan ponsel nya kedalam saku jacketnya.

Baek Hyun memegang bahu wanita tersebut , wanita itu sepertinya memilik usia yang tidak jauh dari Shi Hyun . tiba-tiba dia teringat Shi Hyun dirumah.

Baek Hyun sangat prihatin melihat wanita tersebut , wanita itu terus mencoba mengatur napas nya seraya memegang perutnya yang membuncit sementara Baek Hyun menepuk-nepuk bahu nya pelan. tidak lama kemudian suara sirine ambulan terdengar , kekhawatiran Baek Hyun sedikit berkurang . ketika ambulan itu datang Baek Hyun tersenyum lega , para suster membawa wanita tersebut ke atas sebuah ranjang rumah sakit saat belum masuk ke ambulan wanita tersebut memegang tangan Baek Hyun untuk beberapa detik dan mengucapkan ‘terimakasih’  Baek Hyun hanya tersenyum mendengarnya nya.

lalu seorang suster menghampiri Baek Hyun

“terimakasih tuan jika tidak ada anda mungkin ibu itu akan kehilangan bayi nya juga nyawa nya sekali lagi terimakasih”

suster itu membungkukan badan nya lalu dia berlari kedalam ambulan dan menutup pintunya , meinggalkan Baek Hyun yang berdiri terdiam terus melihat ambulan itu yang semakin tidak tampak.

tiba-tiba dia ingat dengan cake dan juga bunga nya yang terjatuh , Baek Hyun bergegas lari ke tempat saat tadi dia menjatuh kan nya  , Baek Hyun berjongkok melihat cake nya.

pasti bentuk nya tidak seindah seperti semula

dia menghembuskan napas perlahan , lalu di raih nya kotak cake tersebut dan sebucket bunga baby’s breath mawar merah . Baek Hyun mengangkat bahu nya pelan ada terselip perasaan kecewa tapi itu semua tidak sebayang dengan perbuatan nya menolong seorang wanita yang hampir melahirkan.

Baek Hyun melihat arloji nya kembali , sudah hampir pukul sebelas , dia segera mengayuh sepeda nya untuk kembali kerumah .

-Our Wedding-

“Shi Hyun Shi Hyun”

suara seorang laki-laki yang sudah cukup akrab di telinga nya membangun kan nya , Shi Hyun membuka matanya perlahan-lahan sungguh ini menyebalkan pikirnya mengapa harus ada seseorang yang membangun kan nya di saat tengah malam seperti ini.

Shi Hyun memijit pelipis nya pelan , di rasa tubuhnya begitu dingin . dia melihat kedalam selimut nya perlahan

astaga dimana baju ku?

gadis itu langsung bangun dari tidurnya dan terduduk diranjang

“pakai baju mu dulu”

ujar lelaki itu seraya tersenyum . Shi Hyun menghembuskan napas perlahan , sungguh Byun Baek Hyun menang banyak malam ini tentu dia tahu apa yang habis mereka perbuat beberapa jam yang lalu.

Shi Hyun berjalan ke kamar mandi dengan berbalut selimut sementara Baek Hyun kembali ke dapur melanjutkan misinya. di keluarkan nya cake itu dari dalam kotak lalu ia tempat kan di sebuah piring tidak lupa ia hias dengan beberapa  lilin yang menyala begitu indah.

“sudah siap!”

gumamnya , Baek Hyun membawa cake tersebut dengan tangan kanan nya dan sebelah tangan kirinya membawa sebucket bunga . dia berjalan ke kamar secara hati-hati .

saat sampai di ambang pintu Shi Hyun belum keluar dari kamar mandi jadi Baek Hyun memutuskan untuk tetap diam di depan kamar sambil menunggu Shi Hyun keluar. jantung nya berdegup begitu kencang harap-harap cemas jika Shi Hyun tidak menyukai kejutan nya sama sekali .

pintu kamar mandi pun terbuka di sambut Baek Hyun yang melangkah kedalam sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun

“selamat ulang tahun , selamat ulang tahun , aku mencintai Hwang Shi Hyun , selamat ulang tahun”

Shi Hyun terdiam , dia mematung di posisi nya kedua tangan nya menutup setengah bagian wajah nya perlahan-lahan Baek Hyun menghampiri nya .

“ucapkan keinginan mu lalu tiup lilin nya”

Shi Hyun menuruti apa yang dikatakan Baek Hyun , karena begitu romatis dia melupakan bentuk cake yang sudah tidak seperti bunga mawar lagi . Shi Hyun memejamkan matanya dan merekatkan jemari nya satu sama lain di depan wajahnya , dia mengucapkan keingan nya dalam hati.

hening sesaat , kemudian Shi Hyun meniup lilin nya . mata nya mengeluarkan sedikit bulir-bulir air , Shi Hyun menangis . Baek Hyun yang melihat nya pun cukup panik lalu dia meletakan cake dan bunga tersebut di atas meja .

Baek Hyun membuka lengan nya lalu memeluk Shi Hyun begitu hangat , laki-laki itu mengelus rambut Shi Hyun begitu lembut penuh kasih sayang .

“terimakasih Baek Hyun aku juga mencintai mu”

gumam Shi Hyun di sela-sela pelukan mereka . Baek Hyun melepaskan pelukan nya , dia sedikit menunduk untuk melihat wajah Shi Hyun ada air mata di sana Baek Hyun menghapus nya dengan sebuah kecupan yang begitu lembut lalu dia tersenyum seraya menangkup wajah Shi Hyun .

Baek Hyun kembali cake nya lalu dia persembahkan untuk Shi Hyun

“kau harus memotong nya”

Shi Hyun masih terdiam melihat cake tersebut

“ah akan aku jelaskan mengapa cake ini tidak berbentuk seperti cake”

laki-laki itu tertawa cangung , dia menuntun Shi Hyun untuk duduk di tepi ranjang

“kau ingin tahu kan mengapa cake ini tidak berbentuk seperti cake?”

Shi Hyun mengangguk menatap Baek Hyun

“saat perjalan pulang tadi aku melihat seorang wanita ku rasa usia nya tidak jerjauh berbeda dari kau jangan salah paham , wanita itu hampir melahirkan dia terduduk di tepi jalan”

“lalu?”

“aku menjatuhkan sepeda juga cake ini lalu berlari menolong nya beruntung nya dia dan sang bayi selamat”

Baek Hyun mengakhiri cerita nya dia tersenyum canggung sementara Shi Hyun menatap nya lurus-lurus lalu tersenyum begitu tulus kepadanya.

“aku bangga menjadi seorang wanita yang mengandung darah daging mu Baek Hyun”

Shi Hyun mengambil cake yang sejak tadi di pegang Baek Hyun lalu dia memotong nya sedikit

“suapan pertama ku berikan untuk suami ku Byun Baek Hyun “

dengan senang hati Baek Hyun membuka mulut nya , Shi Hyun menyuapi cake tersebut perlahan-lahan . gadis itu menaruh cake nya kembali di meja lalu dia memeluk Baek Hyun begitu erat . Baek Hyun cukup terkejut dengan reaksi nya yang tiba-tiba tapi akhirnya dia ikut tersenyum seraya mengelus rambut Shi Hyun penuh kasih sayang .

“selamat ulang tahun istri ku , Hwang Shi Hyun”

ujar nya seraya mencium puncak kepala Shi Hyun , Baek Hyun memejamkan matanya saat dia mencium puncak kepala Shi Hyun begitu juga dengan Shi Hyun yang bersandar pada dada Baek Hyun gadis itu memejam kan mata nya . dia begitu terharu …

“ku pikir aku tidak akan sebahagia ini ketika aku harus 

menikah dengan seseorang yang belum ku ketahui identitas nya saat itu

ku pikir Tuhan  jahat saat itu kepada ku tetapi kenyataan nya tidak

rencana Tuhan begitu Indah dari apa yang aku bayangkan

terimakasih Tuhan karena sudah mempertemukan aku 

dengan lelaki bernama Byun Baek Hyun aku begitu

bersyukur bisa memiliki nya

Byun Baek Hyun aku mencintai mu”

TBC

Advertisements

50 thoughts on “[Noonatea] Our Wedding – 15

  1. Baekhyun so sweeeeet beruntung bngn jadi istri Baekhyun udh tajir, cakep romantis uhhhh perfect
    ada kelanjutannya kon Thor di tungggu

  2. hueeeee T_T Baekhyun-Shihyun romantis bgt><
    iih ngiri, mereka so sweet bgt makin hari, serasa dunia milik mereka doang, yg laen cuma ngontrak :3 aaaah keren kak ffmu, lanjuut yoo~ ;D hwating'-')9

  3. oh my._. Mereka romantis bangeett huwee aku iri =)) good story, seperti biasa penulisan bhasanya keren, menurut aku chapter ini special karena apa? Karena chapter ini penuh dengan moment mereka yg aduhai wkwk~ xD apaini-,- .. Next chapter ditunggu sangat keep writing okee(y)

  4. Pingback: [Noonatea] Our Wedding – 16 | Noonatea

  5. Pingback: [Noonatea] Our Wedding – 1 | Noonatea

  6. Pingback: (Noonatea) Our Wedding 17 | Noonatea

  7. Pingback: (Noonatea) Our Wedding – 18 | Noonatea

  8. Pingback: (Noonatea) Our Wedding – 19 | Noonatea

  9. Pingback: (Noonatea) Our Wedding – 20 [Last Chapter] | Noonatea

  10. wahhhh…..,ni chap bgus bngat. baekhyun baik bangat…n tmbah romantis aja…sweet nya…brntungnya jdi istri nya baekhyun…crta nya tmbah bagus aja..lnjut thor..;)

  11. wahhhh…..,ni chap bgus bngat. baekhyun baik bangat…n tmbah romantis aja…sweet nya…brntungnya jdi istri nya baekhyun…crta nya tmbah bagus aja..lnjut thor..;):)

  12. ah, Baekhyun romantis banget. Tuhan memang adil shihyun. waktu nolong ibu ibu hamil terus cakenya udah gak kayak cake lagi, itu terinspirasi dari drama naughty kiss yg episode terakhir ya. maaf cuman memastikan

  13. Kupikir ada pertengkaran hebat antara Baekhyun&Shihyun yg bisa menjadi konflik di ff ini , tapi adanya sweet moment tak apalah aku juga suka mungkin di next part-nya konfliknya udah muncul :)…

  14. Haduh baekhyun suami idaman banget deh -_- jadi terharu baca part ini 😂. Semoga sihyun ngelahirinya lancar ya trs biar jangan sad ending O.O

  15. Wahh.. Daebak… So sweet sekaleee… Momentnya sm kue ultahnya manis momentnyaa… smpe2 gigiku kering ketawa trs…wkwkwkwkwk Daebak •_• Fighthing thor !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s