[Noonatea] What’s He’s My Husband – 5

“when you have to married with someone who make you feel so disgusted

WHAT ? HE’S MY HUSBAND?!

Author : Noonatea (Me)

Cast : Oh Sehun – Kim Hanna

Genre : School Life – Marriage Life – Romance

Leght : Chapter

Teaser Part 1 part 2 part 3 part 4

***

Sehun berbaring di sofa ruang tengah seraya bermain video game , meja penuh dengan makanan ringan dan kaleng minuman karena ulah nya . rumah benar-benar berantakan saat ini .

Dia menggerutu sendiri karena ulah nya. Sehun mulai bosan , video game tidak menarik saat ini lalu laki-laki itu melempar PSP nya kesembarang arah.

Sehun terbangun , dia duduk di sofa diam laki-laki itu teringat kejadian kemarin dan dia masih-sangat-ingat bagaimana Ji Yoon wanita pujaan nya mengatakan bahwa Luhan kakak kandung nya adalah tunangan nya .

Hati nya terasa sakit sekali seperti diberi minyak panas , ah bukan lebih tepat nya seperti tercabik-cabik . laki-laki itu mengembuskan napas perlahan dia mengangkat bahu nya seraya menggelengkan kepalanya pelan .

Di lihat nya jam dinding , saat ini masih menunjukkan pukul 11 Hanna masih lama tiba dirumah gadis itu tidak pernah pulang tepat waktu dia selalu punya urusan seusai pelajaran di sekolah berakhir seperti pelajaran tambahan atau kembali melakukan eksperimen dengan tabung kimia nya.

Lagipula jika Hanna dirumah Sehun juga tidak banyak bertanya dengan gadis itu tapi bagaimana pun seburuk apapun hubungan mereka , mereka adalah sepasang suami istri ya walaupun satu tahun yang akan datang mereka bisa bercerai tanpa meninggalkan bekas apapun.

Sehun bosan dia butuh sesuatu yang dapat membuat mood nya membaik pergi keluar menggunakan mobil nya bukan lah sesuatu yang bisa dilakukan untuk saat ini karena surat izin mengemudinya belum keluar mungkin 3 hari lagi .

Dia kembali berbaring diatas sofa , tangan nya ia gunakan sebagai bantalan . matanya seraya memerhatikan langit-langit rumah yang berwarna putih , pikiran nya kembali kosong .

Sejujurnya hati dia begitu sakit untuk saat ini.

Mengapa harus Luhan? Pikirnya.

 

-What’s He’s My Husband-

 

Hanna melamun pandangan nya tertuju pada sebuah pena yang ia pegang , ia tidak menaruh minat dengan materi fisika yang sedang di jelaskan oleh guru Seo.

Gadis itu menumpu dagu dengan tangan nya bosan , sementara itu seseorang yang sedang memenuhi ruang pikiran nya memerhatikan nya dalam diam , Do Kyungsoo.

Laki-laki itu tidak pernah banyak bicara , dua tahun sudah dia berteman dengan Hanna tapi mereka tidak pernah membicarakan sesuatu tentang cinta . Kyungsoo kembali mengalihkan pandangan nya kepada guru Seo .

Semalam Hanna memang tidak belajar atau bahkan menghapalkan rumus karena harus sibuk menjaga Sehun , tapi itu bukanlah sebuah masalah yang besar untuk gadis itu . guru Seo menyadari nya bahwa sedari tadi Hanna tidak menaruh minat dengan materi nya tapi wanita berusia 30 tahunan itu tidak mau banyak bicara dan terus melanjutkan nya hingga bel berdering menunjukkan bahwa pelajaran telah selesai.

Soojung menepuk bahu Hanna pelan seraya tersenyum

“jangan memikirkan yang macam-macam ujian sudah di depan mata”

Lalu gadis itu berlalu bersama murid yang lain meninggalkan Hanna di kelas . ujung bibir Hanna tersenyum karena mendengar perkataan nya .

Tiba-tiba seseorang menepuk bahu nya

“kau kemarin kemana?”

Hanna menengok kebelakang , dia mendapati Kyungsoo yang sedang memegang tas hitam nya .

“oh , kau kemarin mencari ku? Ku kira kau lupa dengan janji mu jadi aku pergi”

“tentu , maaf soal kemarin aku terlambat karena harus mengantarkan berkas kepada Junmyeon ku kira kau masih disana ternyata sudah pulang”

“tidak apa-apa”

Hanna tersenyum seraya memasukkan bukunya kedalam tas

“bagaimana jika hari ini ? kau ada waktu kan?”

Hanna terdiam sebentar dia mengigit bibir bawah nya pelan ,gadis itu mengalihkan pandangan nya ke langit-langit kelas.

Kyungsoo duduk di kursi belakang tempat duduk Hanna , laki-laki itu menunggu perkataan apa yang akan keluar dari bibir manis nya.

“bagaimana?”

Kyungsoo mengulang pertanyaan nya

“di kafetaria sekolah saja ya? Waktu ku tidak banyak”

Jawab Hanna di akhiri dengan suara terkekeh pelan . Kyungsoo hanya tersenyum lalu merangkul bahu nya seraya mengajak nya berdiri , meninggalkan kelas yang sudah kosong ini.

Sepanjang perjalanan menuju kafetaria , Kyungsoo tetap merangkul bahu Hanna seraya tertawa satu sama lain karena lelucon yang mereka buat ya tinggi mereka tidak jauh berbeda itu sebab nya laki-laki dengan mata bulat itu bisa merangkul nya , melihat mereka seperti itu bukan lah hal yang aneh . ya selain terkenal memiliki hubungan persahabatan yang baik dengan Kyungsoo , Hanna juga berteman baik dengan seseorang berdarah China-Kanada Wu Yifan atau kerap di sapa Kris tapi untuk saat ini laki-laki berperawakan tinggi tersebut sedang mengikuti sebuah kompetisi di Amerika bersama seorang murid kelas 3 tingkat 3 bernama Kim Jongin atau Kai.

Mereka sudah tiba di kafetaria , suasana tidak begitu ramai seperti jam istirahat saat ini kafetaria hanya berisikan anak-anak yang sedang mengerjakan tugas , berbincang-bincang dan mendengarkan musik.

Hanna mengambil tempat yang tidak jauh dari tempat pemesanan makanan dan minuman sementara Kyungsoo membeli dua hamburger dan dua kaleng minuman soda .

Kyungsoo datang kepadanya dengan kedua tangan membawa sebuah baki berisikan makanan tersebut , lalu laki-laki itu duduk berhadapan dengan Hanna menaruh baki tersebut diatas meja seraya tersenyum kepada Hanna . sungguh mereka benar-benar seperti orang yang sedang dalam hubungan , terlihat seperti sepasang kekasih lebih tepatnya.

Hanna tidak bisa berlama-lama , gadis itu masih punya urusan dirumah bagaimana pun juga ada seonggok daging tampan yang membuat nya kesal sedang sakit dan menunggu dirumah jika tidak ingat dengan ibu nya atau ibu mertua nya pasti dia sudah menendang laki-laki bernama Oh Sehun itu sejauh mungkin.

“jadi apa yang ingin kau bicarakan pada ku Kyungsoo , apa itu sangat serius?”

Hanna membuka pembicaran , tangan kanan nya mengambil satu kemasan hamburger lalu membuka nya.

“ah , aku mendapatkan beasiswa ku di Universitas Jepang jadi ku rasa aku harus mengabarkan hal gembira ini kepada mu”

“gembira kata mu?”

Hanna menghentikan menyantap hamburger nya , dia menatap Kyungsoo malas.

Kyungsoo mengangguk ragu seraya perlahan-lahan menguyah hamburger di mulutnya.

“itu berarti kau meninggalkan ku dan aku kehilangan sahabat terbaik ku . kau tahu itu? Jadi kurasa ini tidak bahagia”

Kyungsoo terkekeh pelan mendengar jawaban Hanna , laki-laki itu menaruh hamburgernya lalu kedua tangan nya menangkup wajah Hanna sehingga membuat wajah gadis itu terlihat seperti ikan kerapu atau mungkin lohan .

“dengar ya Kim Hanna itu bukan berarti kau akan kehilangan ku , orang tua ku masih di Korea , mereka masih tinggal di Gangnam jadi beberapa bulan sekali aku akan mengunjungi Korea . kau mengerti?”

“aku mengerti lepaskan tangan mu dari wajah ku”

Kyungsoo menuruti perkataan Hanna , mereka kembali melanjutkan menikmati hamburger mereka seraya sesekali meminum minuman soda yang sudah Kyungsoo beli .

Hanna memegang hamburger yang sudah hampir habis itu dengan kedua tangan nya sehingga memperlihatkan jemari nya . Kyungsoo memperhatikan jemari Hanna laki-laki itu berkata

“cincin yang bagus”

Hanna terkejut

“eh?”

Kyungsoo mengulang perkataan nya

“itu cincin mu bagus”

“oh ini hadiah dari ibu ku”

Jawab Hanna , gadis itu terkekeh canggung menggaruk kepala nya yang tidak gatal .

Ya ini hadiah dari ibu ku , ah bukan hadiah dari ibu mertua ku lebih tepat nya ku ulangi ibu mertua . aku sudah menikah Kyungsoo

Pikir Hanna , miris sekali .

 

-What’s He’s My Husband-

 

Hanna sedang berjalan menuju halte bus yang tak jauh dari sekolah nya , gadis itu terlihat begitu senang bahkan dia menendang batu krikil yang tidak berdosa seraya sesekali melompat memperlihat kan tas di punggung nya bergoyang.

Hanna mengalihkan pandang nya melihat jalan , dia tersenyum senang . gadis itu berdiri di tepi jalan untuk menunggu lampu lalu lintas berganti menjadi lampu hijau bagi pejalan kaki yang ingin menyebrangi jalan .

Kedua ibu jari nya ia sematkan di antara tali tas dan dada nya , Hanna melihat ke sebrang jalan seketika mata nya membulat saat melihat seseorang yang sangat ia kenal. Begitu lampu berganti menjadi warna hijau dengan simbol orang berjalan Hanna langsung berlari menerobos kerumunan orang-orang yang berjalan.

Gadis itu berteriak

“hey Park Chanyeol!”

Teriak Hanna , dia sejenak membungkukan badan nya untuk mengatur napas sementara laki-laki bernama Chanyeol yang dipanggil nya hanya melongo bingung lalu dia tersenyum ria hingga memperlihatkan deretan gigi nya yang putih.

Chanyeol melihat Hanna ah bukan lebih tepat nya laki-laki itu mengenali Hanna , Chanyeol melambaikan tangan nya kepada Hanna.

Dirasanya sudah cukup mengatur napas nya Hanna menghampiri Chanyeol yang tidak terlalu jauh dari nya .

Laki-laki itu mengenakan celana selutut dan kaus putih bergambar rilakkuma yang ia masukan kedalam celana , terlihat sebuah handphone yang diberi tali mengalungi leher nya dan ya rambut coklat nya yang cukup panjang terlihat berantakan Chanyeol lebih terlihat seperti anak anjing yang kehilangan induk nya dibandingkan orang dewasa yang sedang berdiri di tepi jalan.

“mengapa kau bisa sampai di sini?”

Tanya Hanna , gadis itu benar-benar khawatir bagaimana tidak ? Chanyeol memiliki tingkat kecerdasan seperti anak kelas 1 sekolah dasar dan dia pergi begitu jauh dari rumah seorang diri.

“aku tadi naik kereta”

Jawab nya polos di iringi dengan suara tawa kecil

“ayo pulang aku akan mengantar mu pulang pasti ibu dan bibik Han akan mencari mu mereka pasti khawatir dengan mu Chanyeol bagaimana bisa kau pergi sejauh ini dari rumah?”

Chanyeol menundukan kepala nya diam , dia mengerti bahwa sekarang adik tiri nya Hanna sedang memarahi nya.

“aku tidak marah dengan mu Chanyeol , kau harus pulang ya?”

Hanna melanjutkan perkataan nya , jika sudah begitu tandanya Chanyeol tahu bahwa dia sedang memarahi nya padahal tidak , gadis itu hanya cemas .

“aku ingin tinggal di rumah mu , bibik Han bilang dari jendela rumah mu aku bisa melihat kota Seoul benar kan Hanna?”

Hanna menghembuskan napas perlahan , dia meraih tangan Chanyeol lalu menggenggam nya mengajak nya untuk duduk di bangku taman tepi jalan.

“di rumah ku hanya ada satu kamar , kau ingin tidur dimana jika tinggal dirumah ku?”

Tanya Hanna kepada Chanyeol

“lagi pula dirumah ku tidak ada robot-robot dan boneka rilakkuma bagaimana kau bisa tidur nyenyak? Jadi sekarang kau harus pulang aku akan mengantar mu , mengerti?”

Hanna melajutkan kalimat nya , di tidak peduli dengan lalu-lalang orang-orang yang berjalan melewati tempat itu dia tidak peduli dengan suara tawa orang yang sedang menunjuk-nunjuk nya . menertawakan Hanna berbicara dengan laki-laki idiot.

Chanyeol mengangguk , ia setuju dengan apa yang Hanna katakan . Hanna tersenyum lega kekhawatiran nya hilang sekarang .

“sebagai hadiah nya aku akan membelikan mu ice cream”

Hanna tersenyum senang , dia menggenggam tangan Chanyeol matanya berkaca-kaca dia hampir saja menangis tidak , dia tidak boleh melakukan itu di depan Chanyeol.

 

Setelah membeli ice cream mereka berjalan bersama ke stasiun bawah tanah , Hanna tetap menggandeng tangan Chanyeol karena jika ia lepaskan laki-laki itu bisa-bisa hilang.

Gadis itu tidak peduli dengan tertawaan orang yang melihat nya , saat kereta menuju rumah nya sudah tiba Hanna dan Chanyeol berjalan mendekati pintu masuk lalu memberikan tiket mereka kepada penjaga tiket kereta.

Mereka masuk kedalam lalu duduk di pinggir , dekat pintu kereta . perjalanan ini tidak akan memakan waktu lama , mereka hanya perlu melewati satu stasiun lalu di stasiun berikutnya mereka bisa turun .

“boleh ku lihat ponsel mu?”

Chanyeol mengangguk , dia melepaskan ponsel bertali yang mengalungi leher nya itu lalu memberikan nya kepada Hanna.

Hanna menerima nya , gadis itu menekan tombol yang berada di sisi ponsel sehingga layar ponsel nya menyala .

Hanna terdiam ketika melihat layar ponsel Chanyeol , di layar itu terdapat foto dirinya dengan Chanyeol ketika sedang berlibur ke kota Nami .

Kemudian gadis itu menekan tombol satu , ia ingin tahu nomor siapa saja yang Chanyeol simpan di daftar panggilan cepat saat menekan tombol itu ponsel Hanna bergetar , astaga jadi Chanyeol menaruh nomor telepon nya di nomor satu sebagai daftar panggilan cepat.

“mengapa kau tidak menyimpan nama bibik Han di nomor satu?”

“bibik Han tidak mau menggunakan ponsel nya dia bilang umur nya sudah tidak sesuai untuk menggunakan ponsel”

Jawab Chanyeol polos , laki-laki itu benar-benar menikmati ice cream nya.

Hanna mengangguk mengerti , dia kembali mengalungkan ponsel dengan tali itu dileher Chanyeol.

Mereka menikmati waktu menjelang senja bersama didalam kereta , entah sudah berapa tahun mereka tidak pernah melakukan hal ini.

Sebenci apapun Hanna kepada Chanyeol gadis itu tidak akan tega melihat kakak nya tersesat di tempat yang ramai lagipula menjadi idiot bukanlah keinginan Chanyeol itu semua takdir Tuhan , laki-laki itu terlahir normal pada awalnya sama seperti Hanna namun sebuah kecelakaan yang menimpa nya membuat Chanyeol harus menderita penyakit seperti seorang anak di bawah rata-rata .

Sejujur nya Hanna tidak pernah membenci Chanyeol , karena ada satu hal yang tidak bisa ia lakukan dengan hati yaitu membenci seseorang . dia tidak mau menambah masalah kehidupan nya dengan membenci seorang kakak yang menderita cacat , walaupun mereka tidak benar-benar sedarah tetapi saat Hanna masih berbentuk janin , dia menempati tempat yang sama dengan Chanyeol saat laki-laki itu masih berupa janin juga , mereka berasal dari rahim yang sama dan itu tidak bisa di pungkiri .

 

-What’s He’s My Husband-

 

Setelah memanggil seorang cleaning service ke apartemen nya , Sehun memutuskan untuk memasak sungguh ini pertama kali nya ia memegang peralatan dapur tapi mau bagaimana lagi? Persediaan uang nya tidak cukup untuk memesan ayam goreng , Ayah nya mempercayakan Hanna untuk mengelola segala macam keuangan disetiap bulan nya jadi dia tidak bisa berbuat banyak atau bahkan melayangkan protes.

Setidak nya Sehun tidak dipisahkan oleh mobil sport hitam kesayangan nya , itu juga hadiah dari orang tua nya karena Sehun mau melakukan perjodohan ini. Bahkan mobil itu lebih bagus dari milik kakaknya Luhan , tapi mau bagaiamana pun juga Luhan lah yang selalu dibanggakan.

Sehun mengambil satu kemasan kimchi dan satu kaleng daging ikan salmon yang sudah di haluskan , entahlah makanan apa yang akan ia buat tapi ia sering melihat Hanna menjadikan bahan makanan ini untuk hidangan mereka.

Tiba-tiba terdengar suara pintu apartemen terbuka , pasti Hanna sudah pulang . Sehun melihat jam tangan yang menghiasi tangan nya , astaga gadis itu jam 5 sore baru tiba di rumah? Sebenarnya apa yang ia lakukan? Apa ia sibuk menghabiskan satu per satu buku di perpustakaan ?

“aku pulang”

Suara Hanna terdengar lemas , gadis itu menghempaskan tubuhnya di sofa

“kau ini istri macam apa? Tega sekali meninggalkan suami mu yang sedang sakit begitu lama”

“jangan menyebut diriku sebagai istri mu dan kau suami ku itu sama menjijikan nya ketika melihat seorang anak anjing membuang kotoran”

Sehun mematikan kompor , laki-laki itu memindahkan nasi goreng kimchi yang ia buat ke sebuah piring

“apa yang kau lakukan seharian ini? Kau selalu pulang terlambat ku rasa itu tidak baik untuk gadis seusia mu”

Sehun menjelaskan berusaha untuk menjadi bijak seraya menyuapkan sendok demi sendok nasi goreng kimchi yang ia buat kedalam mulutnya.

Hanna mendengus kesal , dia menatap Sehun sengit

“dan ku rasa selalu mendapatkan skore di kurangi itu juga tidak baik untuk siswa yang terancam tidak bisa mengikuti ujian seperti mu”

Hanna berdiri dia meraih tas nya yang ia lempar ke sofa tadi lalu berjalan ke kamar , dirasanya tubuh sudah begitu lengket dan cukup bau karena keringat . ya saat ini sedang musim panas jadi tubuh banyak sekali memproduksi keringat.

Sehun hanya memberikan ekspresi ‘masa bodoh’ nya setelah mendengar perkataan Hanna , lalu laki-laki itu melanjutkan acara makan nya sambil tiada henti mengucapkan kalimat ‘enak’ padahal tadi ia menambahkan kecap inggris yang akan membuat citarasa nasi goreng itu berbeda dari lain nya akan lebih aneh tepatnya.

 

-What’s He’s My Husband-

 

Sehun berbaring di ranjang kamar nya , dia memerhatikan Hanna yang sedang sibuk dengan buku-buku nya di meja belajar . ah ya ujian akhir sekolah tinggal dua minggu lagi dan itu bukanlah waktu yang banyak.

Sehun memperhatikan nya dalam diam tangan nya ia lipat di depan dada , Hanna tahu laki-laki itu memperhatikan nya tapi dia juga tidak menolak hal itu .

Saat gadis itu kembali memeriksa buku nya , ponsel nya berbunyi menandakan sebuah pesan masuk , Hanna menaruh pena nya sebentar tangan nya beralih meraih ponsel nya lalu dibuka nya pesan tersebut.

From : Mr . Oh ( Ayah Sehun )

Kim Hanna , aku meminta mu untuk membantu Sehun supaya laki-laki itu tidak terus tinggal di peringkat 90 .

 

Setelah membaca pesan tersebut , Hanna menghembuskan napas nya perlahan-lahan gadis itu memutar bola matanya bosan .

“kau berada di peringkat 90?”

“kau bertanya pada ku?”

“kau pikir di kamar ini ada orang lain selain kau dan aku?”

“tidak aku selalu memasuki peringkat 50 besar”

Sehun mengalihkan pandangan nya menatap tirai kamar yang berwarna putih keabu-abuan. Hanna mendengus kesal , dia beranjak dari kursi lalu duduk di tepi ranjang , gadis itu melempar ponsel nya kepada Sehun.

“baca pesan itu baik-baik”

Sehun mengeryitkan alis nya , lalu di ambil nya ponsel Hanna dia membaca pesan itu baik-baik sedangkan Hanna memerhatikan nya dengan seksama.

“astaga ayah”

Gumam Sehun , Hanna hanya terkekeh mendengar nya

“astaga Sehun kau baru saja berbohong jika kau selalu masuk peringkat 50 besar kau berada di tingkat 2 bukan tingkat 3 . kau membohongi orang yang salah”

Hanna menjulurkan lidah nya keluar tanda meledek Sehun tangan nya bergerak merampas ponsel miliknya dari Sehun.

“hey! Kim Hanna”

Sehun melemparkan sebuah bantal dengan maksud untuk mengenai kepala Hanna tapi sayang gadis itu sudah keburu keluar kamar dan bantal nya hanya terjatuh sia-sia.

Sehun mengumpat kesal ah ayah nya benar-benar membuat nya turun derajat didepan Hanna . Sehun ingin tidur karena saat ini sudah pukul 9 malam besok pagi dia harus masuk sekolah , tapi ia urungkan niatnya sejenak laki-laki itu beranjak dari tempat tidur dia berjalan ke arah meja belajar , untuk belajar kah? Oh itu bukan Sehun nama nya dia punya rencana lain , Sehun ingat bahwa jam pelajaran pertama hari esok adalah pelajaran guru Lee , guru yang sudah mulai manula itu mengajar pelajaran matematika . Sehun belum mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru Lee jadi dia memutuskan untuk mengambil buku matematika milik Hanna , di lihat nya ambang pintu sebentar untuk memastikan apakah Hanna berada di dekat situ atau tidak . setelah suasana di rasanya cukup aman Sehun mengambil buku Hanna yang bersampul kuning muda

“Hanna aku pinjam buku mu ya”

Katanya pelan seraya memasukan buku tersebut ke dalam tas nya , Sehun tahu pasti murid kelas tingkat 1 sudah mengerjakan tugas tersebut. Ide yang cemerlang

Sehun sudah selesai dengan rencana nya , dia hanya tersenyum penuh kemenangan tapi mau bagaimana pun juga tindakan nya itu terbilang curang tidak ada bedanya dengan pencuri , ah setidak nya dia sudah berusaha.

Sehun kembali ke ranjang , laki-laki itu tersenyum seraya memejamkan mata nya perlahan-lahan dia mulai terlelap.

Hanna kembali ke kamar , saat melihat Sehun sudah tertidur gadis itu hanya mendengus kesal.

Enak sekali hidupnya , pikir Hanna . Hanna berjalan ke arah meja belajar merapikan kembali buku nya , di lihat nya jam dinding sudah menunjukan pukul 9.20 , dia menguap hari ini sungguh hari yang melelahkan untuk nya . kegiatan merapikan buku nya di selingin oleh rasa protes nya entah kepada siapa mengapa Sehun harus menjadi suami nya? Mengapa perjodohan gila ini harus terjadi di hidup nya?

Dari pada memusingkan hal-hal yang sudah terjadi , gadis itu mengambil kemasan obat tidur miliknya dia sering di landa stress akhir-akhir ini dan itu membuat tidurnya terganggu , wajah nya sudah cukup lelah .

Setelah meminum nya , gadis itu berjalan ke arah ranjang menghempaskan tubuhnya begitu saja di sisi Sehun , sungguh matanya sudah tidak kuat lagi untuk tetap terjaga . dirasanya udara begitu dingin , Hanna menarik selimut nya gadis itu juga menyelimuti Sehun yang sudah tertidur lelap , setidak nya dia tidak memikirkan diri nya sendiri.

 

-What’s He’s My Husband-

 

Sinar matahari perlahan-lahan masuk melalui celah ventilasi , sinar nya cukup silau sehingga membuat seorang gadis terbangun dari tidur nya . dia mengeryitkan alis nya mata nya terbuka perlahan-lahan tubuh nya terasa begitu sesak seperti sedang di peluk oleh seseorang dia tidak bisa berbuat banyak atau bahkan merentangkan tangan nya untuk sekedar merefleksikan otot-otot tubuh , saat perlahan-lahan mulai sadar dia mendapati tangan Sehun melingkari pinggang nya begitu erat bahkan kaki nya mengunci kaki Hanna , menganggap Hanna seperti sebuah guling.

Bukan pagi hari yang indah , pikir nya . dia masih menatapi tirai kamar gadis itu belum menatap wajah Sehun yang tertidur menghadapnya , dia ingin marah tapi ini masih terlalu pagi , Hanna terdiam sejenak dibiarkan nya Sehun memeluk tubuh nya erat.

Perlahan-lahan ia mulai gusar , dia memalingkan wajah nya menatap Sehun

Astaga … tampan hanya itu yang ada dipikiran nya saat ini , wajah Sehun saat tidur begitu tenang sungguh dia tidak terlihat seperti seorang playboy saat ini . Hanna terus memperhatikan nya semakin memperhatikan jantung nya semakin berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya perasaan aneh mulai melanda diri nya , dia tidak bisa berlama-lama dengan suasana seperti ini akhirnya Hanna melepaskan tangan Sehun secara paksa dari pinggang nya sedangkan Sehun hanya melenguh pelan laki-laki itu tidak terganggu sama sekali dia masih tertidur.

 

-What’s He’s My Husband-

 

“hey Sehun , bagaimana bisa Kim Hanna mengantarkan surat keterangan sakit milik mu?”

Baekhyun yang baru melihat Sehun datang langsung menghujani nya dengan pertanyaan .

Sehun menarik kursi nya lalu dia duduk dengan santai satu tangan nya ia masukan kedalam saku celana nya

“jadi dia yang megantarkan nya? Aku justru tidak tahu wah aku berhutang banyak dengan gadis cerdas itu

ujar Sehun , dia berbohong.

“bukan itu masalah nya , tapi bagaimana bisa?”

“tapi apakah aku harus menjawab nya? Sudah Baekhyun aku masih mempunyai urusan yang lebih penting dari ini”

Baekhyun menghembuskan napas perlahan , dia mengambil tempat duduk di sebelah Sehun .

Sehun terlihat sibuk menyalin sesuatu di buku tulis nya , sudah pasti itu buku matematika milik Hanna tebakan nya tidak salah Hanna sudah mengerjakan tugas itu dan nilai nya 100 , pasti hari ini Sehun akan mendapatkan nilai 100 juga.

guru Lee masuk ke kelas ketika Sehun baru saja menyelesaikan acara menyalin pekerjaan rumah di pagi hari , buru-buru dia memasukan buku Hanna kedalam tas nya . Sehun melipat tangan nya di atas meja , laki-laki itu berusaha untuk tetap tenang.

semua murid dikelas berdiri di posisi nya masing-masing lalu memberi salam kepada guru Lee lalu mereka kembali duduk lagi , guru Lee adalah guru yang paling mereka hargai karena usia beliau sudah mulai tua , kasihan jika beliau harus terus memarahi anak yang tidak mengerjakan tugas .

“kumpulkan pekerjaan rumah kalian”

katanya seraya membenarkan letak kacamata nya yang sedikit menurun .

satu per satu murid maju kedepan untuk mengumpulkan tugas mereka , wajah Sehun benar-benar menunjukkan ekspresi kemenangan saat ini . baik sepertinya nilai dia akan naik dengan cepat.

Sehun kembali duduk , laki-laki itu bersandar pada bangku tangan nya ia lipat didepan dada . hari ini dia sudah siap untuk mendengarkan materi dari guru Lee tapi sepertinya tidak untuk Baekhyun laki-laki itu terlihat mulai mengantuk entahlah bar mana yang dia habis kunjungi semalam . dia sudah mendapatkan id card juga kartu izin mengemudi maka dari itu dia bisa berpergian kemana saja.

sementara di kelas tingkat 1 , kelas Hanna lebih tepat nya . gadis itu sedang di marahi oleh guru Choi dia tidak membawa buku tulis matematika nya padahal seingat dia , dia sudah memasukan nya kedalam tas . Hanna menunduk perasaan nya di penuhi oleh rasa sesal gadis itu berjalan keluar kelas . ini adalah pertama kalinya dia keluar dari kelas dan tidak mengikuti pelajaran matematika . Hanna begitu malu dengan teman-teman sekelas nya . gadis itu berjalan dengan wajah menunduk , rambut panjang nya ia biarkan menutupi wajahnya sungguh ini adalah hal yang lebih memalukan dari apapun baginya . dada nya mulai sesak matanya perlahan-lahan meneteskan buliran air dia tetap berjalan menaiki tangga untuk sampai di atap sekolah , di tempat itulah dia bisa meluapkan kekesalan nya tanpa di ketahui oleh satu orang pun.

Hanna mulai menangis tapi gadis itu tetap berusaha untuk tetap baik-baik saja , dia menghapus air mata nya menggunakan punggung tangan nya .

TBC

 

Advertisements

71 thoughts on “[Noonatea] What’s He’s My Husband – 5

  1. Nge feel pas bagian chanyeolㅠㅠ
    Tapi penasaran sama reaksi hanna kalo tau bahwa yang bawa bukunya itu sehun:v

  2. sehunnya curang ihh, masa pr mat nyontek di buka hanna dan gak bilang pula, kn kasihan hanna nya pasti malu banget tuhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s