(Noonatea) What He’s My Husband – 6

“when you have to married with someone who make you feel so disgusted

WHAT ? HE’S MY HUSBAND?!

Author : Noonatea (Me)

Cast : Oh Sehun – Kim Hanna

Genre : School Life – Marriage Life – Romance

Leght : Chapter

Teaser Part 1 part 2 part 3 part 4 part 5

***

"SEBUAH JANJI"

Hanna sedang berada di atap sekolah , itu adalah tempat yang biasa ia kunjungi ketika sedang di landa masalah atau stress , udara disana begitu segar dari biasanya mungkin karena habis di guyur hujan beberapa hari yang lalu .

Mata nya masih berkaca-kaca ini bukan masalah dia tidak bisa mengikuti pelajaran matematika tetapi ini masalah karena dia malu dengan teman sekelas nya terlebih lagi Soojung dan Kyungsoo dia tidak tahu ingin di taruh mana wajah nya , ah setidak nya Kris tidak ada disana kalaupun ada pasti dia adalah orang pertama yang  mengatakan “Hanna ceroboh” .

Hanna mengangkat bahu nya pelan dia menghembuskan napas perlahan, gadis itu mengeryitkan dahi nya berbagai macam pertanyaan muncul di pikiran nya “sebenarnya siapa yang mengambil buku ku? Apa itu benar-benar tertinggal? Seingat ku tidak” dia terus berpikir , jika buku itu tertinggal sudah pasti karena dia ceroboh tapi jika buku itu di curi oleh seseorang Hanna tidak bisa memastikan perkataan nya untuk mengatakan hal yang baik.

 

– What’s He’s My Husband –

 

“Sehun selamat kau mendapatkan nilai seratus”

Ujar guru Lee mengucapkan selamat seraya tidak percaya , seketika Baekhyun yang tertidur pun seketika terkejut mendengar perkataan guru Lee , mata nya langsung membulat melihat Sehun yang sedang duduk melipat tangan nya di depan dada.

Semua pasang mata di kelas memerhatikan Sehun dengan tatapan tidak percaya yang mereka punya .

Sungguh?! , Batin mereka seperti itu . rasanya mendengar seorang Oh Sehun mendapatkan nilai 100 itu seperti mendengar Jessica So Nyeo Shi Dae makan mentimun atau si Sooyoung yang berhenti untuk menjadi seorang shikshin.  ini adalah momen langka yang terjadi di kelas mereka . suasana kelas pun menjadi gaduh ada beberapa anak gadis yang menjadi lebih kagum dengan  Sehun atau masih melihat nya dengan tatapan tidak percaya , Sehun sih stay cool saja sementara Baekhyun menggoyangkan bahu nya berkali-kali rambut dia masih berantakan akibat meniduri kepalanya di meja kelas tapi dia tidak peduli dia langsung membanjiri Sehun dengan berbagai pertanyaan , suaranya benar-benar seperti kaleng . Sehun menutup telinga nya lalu melepaskan cengkraman tangan Baekhyun di bahu nya.

“cukup Baekhyun”

“tapi bagaimana bisa? Apa seorang dewi keberuntungan sedang berpihak padamu?”

Tanya Baekhyun tidak percaya

“sepertinya begitu”

Sehun tersenyum bangga penuh kemenangan , tapi laki-laki itu tidak tahu bahwa ada seseorang yang sedang merasa sial karena ulah nya .

 

– What He’s My Husband –

 

Jam pelajaran sudah berakhir semua siswa dan siswi bisa kembali ke rumahnya termasuk Hanna dia terpaksa membatalkan janjinya dengan Soojung karena suasana hatinya sedang tidak baik hari ini.

Entah mengapa Sehun juga memilih langsung pulang biasanya sepulang sekolah dia akan bermain dengan Baekhyun tapi hari ini tidak dia merasa ada yang janggal di hatinya yang memaksanya untuk segera pulang kerumah.

Seperti biasa Hanna akan naik bus lalu turun di halte berikutnya , wajahnya terlihat lebih masam tidak seperti biasanya bahkan sapaan Junmyeon di halte tadi ia hiraukan seolah-olah tidak ada orang yang menyapa dan hal itu membuat Junmyeon merasakan nyeri di hatinya berkali-kali , laki-laki dengan kacamata dan otak cerdas itu jadi berpikir negatif terhadap Kyungsoo jangan-jangan dia belum memberikan hadiahnya kepada Hanna .

 

Hanna memfokuskan pandangan nya ke jendela berusaha mengusir rasa kesal di hati nya saat ini. Bibirnya cemberut malas kepalanya ia sandarkan di bangku bus dia melamun berusaha untuk tidak memikirkan hal-hal yang membuatnya kesal tapi tiba-tiba dering ponsel membuyarkan lamunan nya . Hanna meraih ponsel yang terdapat didalam saku bleazer nya itu dengan malas lalu menyentuh layar ponsel tersebut . terpampang pesan kakaotalk dengan nama ‘Kim Junmyeon’ membuat Hanna terheran-heran “tidak biasanya” gumamnya pelan

 

From : Kim Junmyeon

 Hanna ku harap kau menyukai hadiah yang aku berikan

 

Setelah membaca pesan itu Hanna mngeryitkan alisnya mencoba mengingat-ingat kapan Junmyeon memberikan nya hadiah dia menggelengkan kepalanya pelan sampai reaksi wajahnya berubah seperti menemukan sesuatu

‘Ah!’ serunya pelan lalu dia melepaskan tas sekolahnya menaruh nya di atas pahanya berharap menemukan kotak yang Kyungsoo berikan waktu itu , dia ingat itu adalah hadiah yang Junmyeon berikan untuk Hanna melalui Kyungsoo tapi Hanna tidak menemukan nya dia sadar ini bukan tas yang ia gunakan saat bertemu dengan Kyungsoo…

 

– What He’s My Husband –

 

Pulang sekolah menumpang dengan mobil Baekhyun membuat Sehun tiba di apartemen lebih cepat. Setelah memasukan pin Sehun membuka pintu apartemen lalu berjalan masuk kedalam kemudian menghempaskan tubuh nya ke sofa. Suasana begitu sunyi membuat dirinya hanya fokus pada satu objek di dinding , dia tersenyum sendiri melihat foto pernikahan nya dengan Hanna yang terpajang bagus disana walaupun wajah Hanna terlihat masam dan tidak rela jika harus berfoto dengan Sehun itu tidak masalah bagi Sehun karena laki-laki itu selalu tahu bagaimana cara membuat setiap gadis jatuh hati padanya dan Hanna adalah bagian dari mereka…

Terlepas dari itu semua Sehun kembali teringat dengan Jiyoon , seseorang yang menancapkan panah tepat dihatinya dia tahu ini sangat menyakitkan ketika mengetahui bahwa Luhan adalah tunangan nya . sejak mengetahui hal itu Sehun lebih memilih pergi dari kehidupan Jiyoon laki-laki itu tidak mau jika harus terus bertengkar dengan Luhan karena Sehun tahu bahwa Luhan akan selalu menjadi pemenang dalam hal itu lagipula dia sudah memiliki Hanna saat ini dia tahu bahwa Hanna belum bisa menerima dirinya , begitu juga dengan Sehun dia masih belum memiliki buih-buih cinta terhadap Hanna.

“semuanya hanya butuh proses” gumamnya seraya menghembuskan napas perlahan…

Terdengar suara tombol pin dari luar sana membuat Sehun berjaga-jaga pasti itu Hanna, pikirnya. Dia mengubah posisinya yang semula bersandar lemas menjadi duduk seperti biasa sambil melipat satu kakinya ke atas dan pandangan nya tetap fokus melihat pintu .

Ketika suara pintu terbuka hingga menghasilkan suara aneh Sehun melihat seorang gadis datang dengan wajah yang masam , Hanna langsung masuk tanpa mengucapkan sepatah kata pun bahkan dia tidak tahu keberadaan Sehun yang sejak tadi memperhatikan nya merasa di abaikan Sehun akhirnya menghampiri Hanna kedalam kamar seraya membawa tas sekolahnnya.

“apa yang terjadi ?”

“apa kau akan membantu jika ku beri tahu?”

Jawab Hanna kesal tanpa mengalihkan pandangan nya dari lemari baju

“ku rasa tidak tapi setidaknya ada seseorang yang mau mendengar keluhan mu”

Sehun melempar tas nya lalu dia membuka satu per satu kancing baju kemejanya sementara Hanna belum menjawab pertanyaan Sehun dia masih sibuk memilih kaus yang cocok untuk musim panas .

“kau yakin?”

“jika kau tidak yakin ku rasa tak perlu apa kau masih tidak bisa mempercayai seseorang yang sudah tidur dengan mu?”

Mendengar jawaban Sehun , Hanna hanya menghembuskan napas perlahan lalu menarik blouse putih dari dalam lemari dan mengalihkan pandanganya kepada Sehun yang sedang mengenakan polo nya.

Hanna masih bingung ingin menceritakan keluhan nya dengan Sehun atau tidak , dia belum mengenal kepribadian Sehun dengan baik sejauh ini …

Hanna memutar bola matanya bosan dia menyandarkan tubuhnya pada lemari lalu kedua tangan nya ia lipat didepan dada sedangkan Sehun menyandarkan kepalanya seraya menunggu keluhan macam apa yang akan keluar dari mulut siswi cerdas seantero sekolah.

“aku ingin ganti baju dulu”

Ujarnya singkat kemudian berlalu meninggalkan Sehun dikamar sendirian. Sehun hanya menghembuskan napas perlahan perasaan nya masih terasa janggal sejak pulang sekolah tadi namun lelaki dengan wajah tampan itu berusaha mengurangi rasa kekhawatiran yang melanda dirinya tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka Hanna sudah menggantikan baju seragam sekolahnya dengan blouse putih dan hotpans , sungguh suhu siang ini begitu panas membuat mereka berdua memutuskan untuk memakai pakaian dengan bahan yang tipis.

Hanna duduk di tepi ranjang , Hening… tidak ada yang membukan pembicaraan diantara mereka berdua . gadis itu memperhatikan seisi ruangan kamarnya mencoba menemukan sebuah ide untuk di bicarakan hal itu juga dialami oleh Sehun , dia hanya memperhatikan rambut panjang Hanna yang terurai dari belakang.

Hanna beranjak dari duduknya membuat Sehun terheran sampai-sampai dia juga beranjak dari tidurnya , Hanna mendekati tas sekolah Sehun gadis itu merasa tertarik dengan tas berwarna hitam itu Sehun hanya diam memperhatikan nya dia masih belum sadar bahwa semalam dia mencuri buku matematika Hanna.

“tas mu menarik juga, sesekali boleh ku pakai?”

“seluruh sekolah mengenal ku mereka pasti juga mengenal tas ku . apa yang akan kau katakan jika seluruh sekolah mengetahui kau memiliki hubungan dengan ku?”

Jawab Sehun dengan tenang , Hanna hanya berdecak kesal

“tidak disangka hanya bertukar tas saja akan terjadi suatu masalah”

Karena penasaran akhirnya Hanna membuka zipper tas Sehun perlahan-lahan , semula isinya sama hanya terdapat beberapa buku dan pena tapi Hanna memilah satu per satu bukuu tersebut dia menemukan majalah dewasa dan ya ini membuat nya sangat kesal hingga rasanya ingin mencekik Sehun sampai tidak bisa bernapas Hanna menemukan BUKU MATEMATIKANYA!

“Sehun apa ini?!”

Kata nya dengan nada sangat kesal , Hanna melemparkan majalan dewasa tersebut ke wajah Sehun lalu dia mengangkat buku matematika yang dirasa itu memang miliknya.

Sehun diam mematung dia tidak bisa mengatakan apapun jantungnya berdetak lebih kencang dari sebelumnya keringat mulai mengalir dari dahi putih nya , Sehun gemetaran.

“aku tidak masalah jika kau menyimpan majalan dewasa atau film dewasa di tas mu tapi yang menjadi masalah adalah bagaimana bisa kau mengambil buku matematika ku tanpa seijin ku? Apa orang tua mu mendidikmu untuk menjadi seorang pencuri?!”

“bu…bu-kan begitu…”

“kau tahu? Karena kau aku tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran dan satu hal lagi kau membuatku malu didepan teman-temanku!”

Hanna memberi penekanan disetiap kalimatnya dia masih berdiri melihat Sehun dengan tatapan membenci , sementara itu Sehun hanya menunduk dia tahu dia salah tidak seharusnya dia bersikap seperti itu . Sehun beranjak dari duduk nya dia menghampiri Hanna .

Perlahan-lahan Sehun memegang tangannya berusaha meminta maaf dengan tulus , tidak ada penolakan dari Hanna gadis itu hanya menunduk dalam diam , hening…

Hanna menjatuhkan bukunya lalu tangan nya ia gunakan untuk mengusap air matanya emosi nya sudah mencapai titik teratas sehingga membuatnya tidak bisa marah dan lebih memilih menangis . Sehun diam mematung masih menggenggam tangan Hanna erat

“tatap mataku…”

ujar Sehun pelan , Hanna hanya menggoyangkan kepalanya ke kanan dan kiri tanda dia tidak mau menuruti permintaan Sehun. Akhirnya dengan segenap keberanian yang Sehun punya ia menyentuh pipi Hanna secara perlahan , saat menyentuhnya Sehun meraskan sesuatu hampir saja mecelos dari dadanya rasanya belum pernah ia menyentuh wajah seorang gadis hingga membuat detak jantungnya berdegup begitu kencang…

dengan perasaan gugup layaknya seseorang yang akan menyatakan cintanya kepada sang pujaan hati Sehun memalingkan pandangan Hanna untuk menatapnya , Sehun merasa bersalah ketika dia melihat bulir-bulir air mata perlahan-lahan jatuh membasahi pipinya Sehun mengusap pipi Hanna pelan dia menatap kedua bola mata Hanna penuh dengan keseriusan Sehun akan membuktikan kepada gadis yang satu ini bahwa dirinya tidak seburuk itu.

“ku mohon maafkan aku”

“kau janji?”

Tanya Hanna penuh harapan berharap Sehun tidak akan mengecewakan dirinya untuk yang kedua kalinya

“berjanji? Itu akan menjadi masalah jika aku tidak bisa menepatinya”

Hanna menghembuskan napas perlahan gadis itu berusaha membuat detak jantungnya berdetak lebih tenang dari sebelumnya sedangkan Sehun masih melihatnya dengan tatapan lurus yang berubah menjadi tatapan penuh harap , berharap Hanna akan memaafkan nya.

“baiklah…”

Setelah mendengar jawaban Hanna Sehun tersenyum senang , di peluknya Hanna begitu erat seperti akan kehilangannya dihari esok , sejak saat itu Sehun berusaha untuk berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan membuat Hanna menangis lagi.

Dia tahu ini sulit karena janji bukanlah sepatah kalimat yang bisa di umbar-umbar begitu saja layaknya sepatah kalimat kasar . janji akan terasa sangat bisa di percaya dan tulus ketika kau benar-benar menepatinya …

Karena itu Sehun masih menempatkan kalimat ‘usaha’ soal berjanji pada dirinya sendiri…

 

TBC

Advertisements

71 thoughts on “(Noonatea) What He’s My Husband – 6

  1. Aw aw akhirnya hubungan mereka berdua berjalan dengan baik ada sedikit kemajuan. Ya walaupun hana harus mengalami kejadian yang membuatnya menahan malu akibat bukunya diambil dengan sehun.

  2. sehun udan mulai move on nihh, udah sama hanna ajah ngapain sih sama jiyoon yg tua lagian kan udah jadi tunangannya luhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s