(Noonatea) Our Wedding 17

Mendengar hal ini rasanya seperti

mendapat sebuah tamparan

menjalankan sebuah pernikahan

bukan atas dasar saling mencintai

melainkan atas dasar

untuk menolong seseorang yang membutuhkan

cinta dari seorang wanita

OUR WEDDING

Author : Noonatea

Cast : Byun Baekhyun – Hwang Shihyun

Genre : Marriage life – Drama – fluff

part 1 part 2 part 3 part 4 part 5 part 6 part 7a part 7b part8 part9 part10 part11 part 12 part 13 part 14 part 15 part 16

***

Baek Hyun memijat pelipisnya pelan kepalanya sangat pening seperti di pukul-pukul oleh sesuatu , tubuhnya terasa lemas sekarang menunjukan pukul 10 malam tapi dia masih sibuk dengan seonggok pekerjaan yang terkadang membuatnya muak.

Dia menyandarkan kepalanya sejenak berharap saraf-saraf diotaknya rileks sebentar saja jendela ruangan terbuka membuat angin malam berhembus menerpa wajah tampan nya ia abaikan hembusan angin itu “biarlah pikiran ku tenang hanya untuk sebentar saja…” batinya.

Akhir-akhir ini Baek Hyun disibukkan oleh pekerjaan bahkan dia tidak bisa menemani Shi Hyun seharian saat hari ulangtahun nya , hal ini adalah yang sangat Baek Hyun sesalkan rasanya jika dia bisa memutar waktu dia ingin kembali saat bangun dipagi hari tadi dan mengatakan kepada sekretaris bahwa dia memiliki urusan pribadi yang lebih penting dari pekerjaan namun nyatanya? Pekerjaan Baek Hyun tidak bisa di hindari . hal yang sangat dibutuhkan nya adalah istirahat dengan tenang tanpa memikirkan sedikitpun pekerjaan kantor.

Hembusan angin yang sejuk membuat Baek Hyun rindu akan seseorang rasanya ingin sekali dia menemui orang itu , Hwang Shi Hyun. Hanya dengan mengingat gadis itu Baek Hyun kembali mendapatkan secercah semangat untuk menyelesaikan pekerjaan lalu kembali kerumah.

Dengan sigap dia kembali melanjutkan pekerjaan nya membiarkan jemari lentiknya itu menari diatas keyboard menyusun satu per satu huruf . seharusnya pekerjaan membuat proposal bisa Baek Hyun serahkan kepada asisten nya tetapi karena proposal ini menyangkut kerja sama dengan perusahaan internasional di Amerika jadi Baek Hyun memutuskan akan lebih baik jika dia mengerjakan nya sendiri.

 

– Our Wedding –

 

“ah perut ku”

Shi Hyun mengeluh perutnya sakit , hal ini mustahil jika perut Shi Hyun sakit karena bayi kecil yang ada didalam perutnya menendang-nendang dia baru saja hamil dua bulan .

Shi Hyun tidak tahu penyebab pastinya tapi saat ini tubuhnya terasa lemas perutnya seperti di tekan-tekan oleh sesuatu saat ini dia hanya ingin Baek Hyun segera tiba dirumah.

Seharian ini Shi Hyun pergi bersama Ji Yoon buruknya Baek Hyun tidak mengetahui hal itu jika tahu pasti laki-laki itu akan meminta supir untuk mengantar Shi Hyun . seingatnya beberapa minggu yang lalu saat konsultasi dengan Dokter Jung , Shi Hyun tidak boleh merasa lelah sedikit pun karena kandungan nya lemah .

Hari semakin malam udara semakin dingin namun Shi Hyun tidak merasakan kantuk sama sekali dia tidak bisa tidur nyenyak jika Baek Hyun belum pulang hal ini sudah sering ia alami . Shi Hyu hanya bisa menyandarkan tubuhnya disofa sambil mengelus-elus perutnya berharap rasa sakitnya menghilang tidak ada makan malam untuk Baek Hyun dia sengaja tidak membuatnya karena pasti Baek Hyun sudah makan malam diluar . di pandanginya jam dinding detik demi detik berlalu hingga menunjukkan pukul setengah sebelas malam tapi Baek Hyun tak kunjung pulang

perlahan-lahan Shi Hyun mulai menguap rasa kantuk mulai melanda dirinya dia mengusap matanya pelan lalu menyandarkan kepalanya dibahu sofa sambil terus mengelus perutnya akhirnya Shi Hyun lambat laun mulai terlelap .

sudah sekitar 20 menit Shi Hyun tertidur samar-samar terdengar suara mobil dari garasi rumah mesin mobil itu mati tak lama kemudian berganti dengan suara pintu rumah yang terbuka.

Baek Hyun pulang dari kerjanya mendapati Shi Hyun duduk tertidur di sofa begitu lelap sampai dia tidak mendengar suara mobil Baek Hyun. Baek Hyun merasakan hatinya seperti di siram air es begitu nyeri selalu melihat Shi Hyun tertidur di sofa menunggunya pulang.

Dia meletakan tas kerjanya dilantai lalu melangkah dengan pelan agar tidak membuat suara menghampiri Shi Hyun yang tertidur Baek Hyun duduk disamping nya kemudian membelai rambut Shi Hyun pelan mencium dahinya sekilas menatap Shi Hyun dalam-dalam , Baek Hyun merindukan nya.

“Kau sudah pulang? Sudah makan malam? Apa kau ingin mandi?”

Shi Hyun terbangun , dia membanjiri suaminya dengan berbagai pertanyaan

“Sudah , sudah , aku akan menyiapkan nya sendiri kau bisa tidur dengan nyenyak sekarang maafkan aku selalu membuat mu menunggu hingga larut malam”

“baiklah , kau tidak perlu minta maaf sebagai istri memang kewajiban ku seperti ini bukan?”

Baek Hyun hanya tersenyum mendengar jawaban Shi Hyun hatinya terasa sejuk rasa rindu yang sebelumnya melanda keduanya berangsur-angsur pudar karena sudah bertemu satu sama lain . lalu mereka berjalan ke kamar untuk sekedar berisitirahat Baek Hyun tidak bisa membiarkan Shi Hyun berlama-lama terhembus oleh angin malam .

 

– Our Wedding –

 

Setelah selesai mandi Baek Hyun menghampiri Shi Hyun yang sedang tertidur di ranjang mengistirahatkan tubuhnya , lalu dia mendekati Shi Hyun

“Apa kandungan mu baik-baik saja?”

Tanya Baek Hyun , tangan nya memegang perut Shi Hyun lembut

“tentu anak kita kuat bukan?”

Jawab Shi Hyun , dia berbohong demi kebaikan jika dia mengatakan bahwa tadi perutnya sakit itu akan membuat Baek Hyun mengkhawatirkan nya pekerjaan di kantor sudah membuat Baek Hyun lelah Shi Hyun tidak ingin menambah beban suaminya itu.

“aku senang mendengarnya , boleh aku bertanya padamu?”

“tentu kau harus selalu senang , apa pertanyaan mu?”

“apa yang akan kau lakukan jika bertemu dengan seseorang yang membenci mu?”

“hmm”

Shi Hyun berpikir sejenak sedangkan Baek Hyun menatap nya dengan tatapan menunggu

“aku akan tersenyum  kepadanya , semoga dia hidup dengan baik dan berhenti membenci seseorang”

Jawab Shi Hyun tenang , Baek Hyun terkejut mendengar kalimat yang keluar dari mulut seorang gadis berusia 19 tahun. Tidak disangka…

“mengapa?”

“karena membenci seseorang hanya membuat hidup kita semakin sengsara , aku tidak ingin hidup seperti itu aku ingin mempunyai kehidupan penuh dengan cinta”

Baek Hyun terdiam mendengar perkataan Shi Hyun , dia sadar membenci Jun Myeon bukanlah sebuah solusi hidup laki-laki itu sudah penuh dengan kesengsaraan bahkan dia belum pernah merasakan cinta yang tulus.

“baiklah aku mengerti sekarang mengapa kau selalu tersenyum”

Jawab Baek Hyun seraya mengacak rambut Shi Hyun penuh dengan kasih sayang mereka saling mengucapkan ucapan selamat tidur untuk satu sama lain kemudian menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuh mereka.

 

– Our Wedding –

 

Jun Myeon memutar cincin yang melingkar dijarinya laki-laki itu sedang memikirkan sebuah gagasan yang dapat melancarkan rencanya bagaimana pun juga seseorang yang sudah membuat hidupnya menjadi seperti ini harus merasakannya apa yang ia rasakan , Jun Myeon menghalalkan segala cara apapun itu seseorang harus menderita.

Kembali kepada 10 tahun yang lalu dia masih sangat ingat bagaimana Baek Hyun bisa mengetahui semua rahasianya , kehidupan keluarga Jun Myeon tidaklah baik sejak dulu tidak ada yang mengetahui hal itu sampai akhirnya Baek Hyun hanyalah satu-satunya orang yang mengetahui hal itu.

Ayah tiri Jun Myeon adalah seorang Mavia dan Pembunuh bayaran di Seoul karena itu Ibu nya pergi meninggalkan mereka saat itu satu-satunya orang yang Ibu Jun Myeon beri pesan hanyalah Baek Hyun

Aku Ingin kau menjaga Jun Myeon supaya dia juga bisa menjaga Jun Ho”

Baek Hyun sempat mengatakan itu kepada Jun Myeon namun dia memilih untuk tidak percaya tentang apa yang Baek Hyun katakan . sejak saat itu Jun Myeon merasa bahwa Baek Hyun adalah satu-satunya orang yang harus ia jauhi karena Baek Hyun mengetahui semua rahasia Jun Myeon.

Jun Myeon menghembuskan napasnya perlahan-lahan dia menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya dia merasa bahwa sesuatu telah mengubah nya dia memutar posisi kursinya menghadap cermin menatap bayangan nya sendiri lurus-lurus meneliti setiap inci bagian tubuhnya secara fisik memang tidak ada yang berubah hanya saja dia merasa sesuatu berubah tak semestinya…

Waktu semakin larut malam namun dia masih terjaga memperhatikan jam dinding yang berdetak selaras dengan detak jantungnya dia memejamkan matanya mengingat sejauh apa dirinya sudah berubah , sejauh apa dirinya sudah pergi

“tidak , cukup Jun Myeon kau tidak bisa terus menerus seperti ini”

Potongan klise masa lalu mulai memenuhi otaknya , persahabatan nya dengan Baek Hyun menghabiskan waktu bersamanya semasa sekolah , kelucuan Jun Ho saat kecil , senyuman ibunya dan yang terakhir Jun Myeon mengingat hal yang membuat hatinya terasa nyeri dan takut sampai tidak mau melihat hal itu lagi kumpulan pisau milik Ayahnya yang tersimpan di suatu kamar rumahnya dulu.

Jun Myeon masih memejamkan matanya angin malam berhembus menyejukan wajahnya yang putih perlahan-lahan jemari Jun Myeon mulai mengendor dari pegangan kursi kerjanya dan dia terlelap dalam gelapnya malam…

 

– Our Wedding –

 

Karena hari ini adalah akhir pekan Baek Hyun dan Shi Hyun memutuskan untuk berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan di Gangnam. Suasana seperti ini terasa seperti musim panas padahal-sebenarnya saat ini sedang musim dingin dan akan memasuki pergantian tahun. Kehidupan mereka berlalu begitu cepat saat dijodohkan pada bulan Oktober , Shi Hyun mengandung pada awal Desember. Sebenarnya insiden Shi hyun bisa mengandung itu termasuk tidak sengaja saat itu Baek Hyun sedang cemburu hebat ketika dia tanpa sengaja bertemu Shi Hyun dengan mantan kekasihnya saat itu lah Baek Hyun menarik paksa Shi Hyun untuk pulang kerumah dan menjadikan Shi Hyun satu-satunya orang yang ia miliki di dunia ini tidak peduli apapun yang terjadi , Baek Hyun telah memiliki Shi Hyun seutuhnya hingga membuahkan calon malaikat kecil di rahim Shi Hyun.

“ah Shi Hyun”

Ujar Baek Hyun sambil membuka dompetnya

“kenapa?”

Jawabnya meneliti , melihat isi dompet Baek Hyun

“aku tidak membawa uang , hanya membawa kartu”

“lalu apa masalahnya?”

“kau… itu ah maksudku kedai makanan disini tidak bisa menerima pembayaran dengan kartu apa kau membawa uang?”

Shi Hyun memeriksa tasnya untuk mengambil dompet , dia merogohnya dengan paksa

“sepertinya tertinggal di mobil”

Jawab Shi Hyun dia tersenyum kikuk sementara Baek Hyun memutar bola matanya bosan.

“baiklah aku akan ke mobil untuk mengambil dompet mu kau bisa tunggu disini”

Setelah meminta Shi Hyun untuk menunggu sebentar di tengah ramainya suasana Baek Hyun berlari ke parkiran mobil untuk mengambil dompet Shi Hyun.

Di lihatnya Baek Hyun yang berlari , perlahan-lahan hilang menjauh dari pandangannya. Shi Hyun menghembus napas perlahan dia menunduk saja di depan sebuah toko bunga . hal ini terkadang suka terjadi saat mereka sedang berjalan-jalan bersama kebiasaan Baek Hyun adalah membawa uang sepuluh ribu won dan kartu Atm nya ini yang membuat Shi Hyun kesal.

Tiba-tiba terdengar suara seorang laki-laki memanggilnya Shi Hyun menengok ke kiri dan kanan namun nihil dia tidak menemukanya.

Seseorang menepuk bahu Shi Hyun dari belakang membuat Shi Hyun sedikit terkejut

“Hwang Shi Hyun?”

Ujar lelaki itu , tangannya menunjuk Shi Hyun ekspresi wajahnya cukup bahagia untuk ukuran orang yang sudah tidak bertemu sejak lama.

“oh? Kau ? Jun Myeon? Benar ?”

Shi Hyun terlihat begitu antusias

“menurutmu siapa yang kau lihat?”

“astaga benar Kim Jun Myeon oppa sudah lama tidak bertemu! Bagaimana kabar mu?”

“aku baik , kau sendiri? Bagaimana?”

“ah cukup baik , omong-omong apa yang Jun Ho lakukan sekarang?”

“Jun Ho? Dia melanjutkan studi nya ke Amerika. Lalu bagaimana dengan kau? Dimana kau melanjutkan studi mu?”

Jun Myeon berpura-pura tidak tahu dengan menanyakan studi Shi Hyun agar gadis itu tidak curiga.

“oh…oh aku…

Kalimat Shi Hyun terhenti ketika dia melihat Baek Hyun sudah datang dengan napas terengah-engah. Baek Hyun berdiri sambil mengatur napasnya dia belum menyadari keberadaan Jun Myeon sedangkan Shi Hyun hanya diam mematung dan Jun Myeon menanti-nanti apa yang akan Shi Hyun jawab

“huh ini dompet mu”

Baek Hyun menyerahkan dompet itu kepada Shi Hyun lalu dia menengok ke kanan mendapati seseorang yang sangat ia kenal , Baek Hyun diam menatapinya dengan sinis.

“apa kau hanya ingin diam mematung disini? Cepat , aku lapar selesaikan percakapan mu dengan nya”

Ujar Baek Hyun kesal lalu dia berlalu meninggalkan Shi Hyun dan Jun Myeon yang diam mematung . Shi Hyun merasa khawatir dengan Baek Hyun dia takut jika suaminya itu akan marah lagi

“oh maaf oppa aku harus pergi mungkin kita bisa bertemu di lain waktu”

ujar Shi Hyun kepada Jun Myeon dia membungkukan badannya tersenyum kemudian berlalu meninggalkan Jun Myeon yang belum sempat membalas ucapan salamnya .

Jun Myeon hanya diam terheran melihat kelakuan Shi Hyun yang aneh , dia sadar bahwa laki-laki tadi adalah Baek Hyun tapi apakah Shi Hyun tidak mau memberitahu bahwa Baek Hyun adalah suaminya?

Tidak masalah toh Jun Myeon sudah tahu hal itu , Jun Myeon tersenyum penuh kemenangan sebuah ide terlintas dipikirannya.

 

-Our Wedding-

 

“siapa yang kau ajak bicara tadi?”

Tanya Baek Hyun dengan nada interogasi mereka sedang berada di kedai sup dan kimchi saat ini.

“ah dia adalah Jun Myeon , dia kakak nya Jun Ho teman baik ku sewaktu Sekolah dulu”

“kau mengenalnya dengan baik?”

“tentu Jun Myeon oppa orang yang baik”

Baek Hyun tersedak mendengar Shi Hyun memanggil Jun Myeon dengan sebutan oppa

“hey! Kau bahkan tidak memanggilku Oppa!”

Baek Hyun menyulut kesal belum pernah sama sekali dia mendengar Shi Hyun memanggilnya dengan sebutan oppa

“wajah mu terlalu lucu untuk ku paggil oppa”

“ bagaimana pun juga aku adalah suami mu”

Baek Hyun tidak terima dengan jawaban Shi Hyun rasanya ingin sekali dia melempar Shi Hyun keranjang lalu menciuminya dengan membabi buta.

Shi Hyun hanya terkekeh mendengar jawaban Baek Hyun , Shi Hyun selalu suka saat Baek Hyun merasa kesal karena saat Baek Hyun kesal Shi Hyun merasa bahwa dia telah memenangkan suatu pertandingan.

Baek Hyun mempunyai kebiasaan yaitu berbicara begitu jujur dia adalah tipikal orang yang to the point jadi satu kalimat yang keluar dari mulutnya bisa membuat seseorang ingin sekali memukulnya , hal ini lah yang terkadang membuat Shi Hyun geram ingin mencabik mulut kalengnya itu.

“tapi apa kau kenal dengan Jun Myeon?”

Pertanyaan Shi Hyun yang tiba-tiba membuat Baek Hyun termenung dia berhenti menyuapkan sup kedalam mulutnya lalu dengan mantap menjawab pertanyaan Shi Hyun.

“menurut mu apa aku pernah bertemu dengan nya?”

“aku tidak tahu tapi nada bicara mu tadi seperti seseorang yang tidak suka akan kehadiran nya apa kau pernah memiliki hubungan dengan nya? Jika itu pertemuan pertama kau dengan nya kau sudah memberikan kesan yang buruk Baek Hyun”

“apa kau pikir ada suami yang suka melihat istri nya berjabat tangan begitu lama dengan laki-laki lain?”

“tapi…”

“aku tidak mengenalnya!”

Baek Hyun langsung memotong kalimat Shi Hyun dia tidak ingin mendengar nama itu disaat-saat seperti ini , ini adalah saat langka baginya bisa makan di kedai bersama sang istri tapi kenapa harus membicarakan laki-laki lain?

Nafsu makannya hilang dia meletakan sendok makanya sedangkan Shi Hyun hanya diam bertanya-tanya mungkinkah Baek Hyun cemburu? Tapi tidak kah ini berlebihan? Shi Hyun memutuskan untuk diam saja dan melanjutkan acara makan sup nya.

 

-TBC-

 

 

Advertisements

37 thoughts on “(Noonatea) Our Wedding 17

  1. Hahhahah so sweet bangetttttttttt byun baekhh :* jadi gemes sendiri baca nya 🙂 jumyeon kok jahat 😦 semoga ghak ngerecokin hubungan baekhyun ma sihyun 🙂 yach walau pun jumyeon jahat mudah mudahan junhong nya ngerti posisi sihyun:D semangetttt yach buat indah 🙂 aku suka ff kamu yg ini and jangan lama lama yach chapter next nya:)

  2. konflik udah dimulai dan joon myeon bersiap dengan rencana liciknya baekhyun jagain shihyun dengan baik jangan sampai dia stress karna permusuhanmu dengan suho next ditunggu chingu

  3. Pingback: (Noonatea) Our Wedding – 18 | Noonatea

  4. Pingback: (Noonatea) Our Wedding – 19 | Noonatea

  5. Neng kalo mau jln2 dompet jngn ditinggal di mobil bahaya lho udh banyk pencurian skrng
    Baekhyun ceritain dong kalo ada mslh nti salah paham lg

  6. Pingback: (Noonatea) Our Wedding – 20 [Last Chapter] | Noonatea

  7. cie….baekhyun cemburu…?wahh..trnyata masalalu suho kya gtu…,dan suho jga dlu bersahabat sama baek…?tpi apa yg bkin dia brubah jdi jhat kyak gni?? next dlu biar bsa trjwap..XD

  8. cie….baekhyun cemburu…?wahh..trnyata masalalu suho kya gtu…,dan suho jga dlu bersahabat sama baek…?tpi apa yg bkin dia brubah jdi jhat kyak gni?? next dlu biar bsa trjwap..XD.

  9. Kyknya suho gak pantes dehh jadi org jahat secara mukanya imut gitu. Aku setuju sama shihyun, kl aku jadi istrinya baekhyun aku jga gak akan manggil dia oppa secara kita cuma beda 3 thn gituu

  10. aduh jun myeon. kau pembuat masalah. Shihyun sadarlah, Baekhyun sedang cemburu. hehehe. semoga rencana jun myeon gak berhubungan sama bayi dalam rahim shihyun. jangan libatkan bayi yg gak berdosa itu deh poko’nya

  11. Ekhem.. Ekhem… Cieee yg cemburu… hehe
    Kesel dehh, kenapa Shihyun hrs msk dalam permainan gila itu.. Hhhh, Fighting thor !!!

  12. Apa yang akan dilakukan oleh joonmyeon jangan sampai melukai shihyun aku benar-benar tak ingin sesuatu terjadi padanya. Mengapa ia sangat jahat sekali padahal dulunya ia bersahabat dengan baekhyun. Hanya karena mengetahui masalahnya jadi seperti itu. Oh tidak aku sangat menyayangkan .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s