(Noonatea) What he’s my husband? – 7

“when you have to married with someone who make you feel so disgusted

WHAT ? HE’S MY HUSBAND?!

Author : Noonatea (Me)

Cast : Oh Sehun – Kim Hanna

Genre : School Life – Marriage Life – Romance

Leght : Chapter

Teaser Part 1 part 2 part 3 part 4 part 5 part 6

***

Tak ada banyak kata yang terucap siang itu , mereka masih malu mengakui bahwa secara perlahan ada benih-benih cinta tumbuh dihati mereka sedingin apapun Sehun atau semanis apapun Hanna mereka tetaplah manusia , sudah hidup dalam satu atap tidak memungkiri bahwa akhirnya Hanna bisa mempunyai rasa tertarik juga terhadap Sehun hanya saja gadis itu belum menyadarinya.

Setelah makan malam Hanna sudah berjanji akan menjadi tutor untuk Sehun , dia akan membantu Sehun lulus dengan nilai yang baik ujian akhir sekolah sudah satu minggu lagi tidak banyak waktu yang tersisa.

Hanna mengikat rambutnya hingga tidak ada sehelai rambut pun yang terurai lalu dia mengenakan kacamatanya , entahlah akhir-akhir ini dia merasakan matanya agak perih…

“kau sudah siap?”

Tanya Hanna kepada Sehun yang sejak tadi duduk di hadapan meja belajar menunggunya.

“seperti yang kau lihat”

“baiklah ku pikir bisa kita mulai”

Hanna mulai membuka buku Matematikanya begitu juga dengan Sehun , gadis itu meminta Sehun untuk mengatakan materi apa saja yang belum ia mengerti.

“ materi ini aku belum mengerti”

Ujar Sehun polos sambil menunjuk halaman tersebut. Hanna yang mendengarnya hanya mengangguk saja dia tidak menjawab sepatah kata pun.

“apa itu mudah?”

Tanya Sehun lagi , penasaran.

“cukup mudah Log dikali bilangan x kuadrat lalu dikali lagi bilangan y kuadrat , coba kau hitung sendiri”

Setelah mendengar jawaban Hanna , Sehun mengambil pensil nya lalu dia mencoba menuliskan satu per satu angka yang terdapat di soal matematika tersebut sementara menunggu Sehun selesai menyelesaikan tugasnya Hanna memperhatikan Sehun dalam diam , dia meneliti setiap inci wajah Sehun berharap menemukan kekurangan namun sayangnya tidak Hanna tidak melihat tanda-tanda kekurangan diwajah Sehun . dia merasa bahwa takdir Tuhan dan keputusan orang tua nya bukanlah sesuatu yang dapat disesalkan.

“Hanna…”

Sehun memanggilnya namun gadis itu terlalu larut dalam imajinasinya hingga tidak dapat mendengar panggilan Sehun .

Jarak mereka begitu dekat sekali tapi Sehun masih memandangi bukunya dengan perasaan aneh ‘mengapa Hanna tidak menjawab?’ pikirnya heran .

Saat Sehun menengok kesamping ‘CHU!’ tanpa sengaja ciuman kecil terciptakan antara Sehun dan Hanna membuat mereka berdua terkejut dan merasakan getaran-getaran aneh yang menjelajahi tubuh keduanya

Mata Hanna membulat dia cukup terkejut namun tak juga melepaskan ciuman tersebut sementara Sehun perlahan-lahan memejamkan matanya melumat bibir Hanna yang terasa seperti strawberry dengan lembut , tangan Sehun mulai menangkup wajah Hanna gadis itu masih belum bisa membalas ciuman Sehun dia hanya diam membiarkan Sehun melakukan apa yang diinginkanya tidak ada penolakan maupun persetujuan detik terus berlalu sampai akhirnya rasa canggung mulai melanda Hanna dia melepaskan ciuman tersebut mereka saling bertatapan Hening…

Hanna memalingkan pandangan nya dia tidak bisa berada di saat canggung seperti ini

“o..o sud—sudah kau kerjakan sendiri saja aku mengantuk”

Hanna berbicara dengan cepat dia berlalu meninggalkan Sehun yang sedang mematung diam masih tidak sadar tentang apa saja yang mereka lakukan tadi . Hanna sudah tertidur di ranjang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut sementara Sehun merasakan sesuatu menggelitiki perutnya membuatnya ingin tertawa terbahak-bahak sungguh wajah Hanna tadi terlihat seperti seseorang yang berada di peringkat 100 cukup bodoh…

Sehun tertawa pelan sambil menutupi mulutnya dengan tangan lalu dia kembali berkutat dengan buku-buku pelajarannya. Hanna belum tertidur gadis itu mendengar dengan jelas bahwa Sehun sedang mentertawakannya ‘Heol apakah ciuman itu lucu?!’ batin Hanna kesal ingin sekali dia membuang Sehun ke Afrika.

Hanna bergerumul didalam selimutnya , masih tidak percaya dengan kejadian tadi  dia tidak ingin tidur satu ranjang  dengan Sehun malam ini namun sangat disayangkan walaupun terdapat dua kamar di apartemen ini tapi mereka hanya memiliki satu ranjang. Cukup menyebalkan tidak seharusnya keluarga kaya raya hanya membelikan apartemen dengan satu ranjang.

Jujur ini adalah kali pertama bagi Hanna , maksudnya adegan ciuman tadi Sehun adalah seseorang yang berhasil mendapatkan ciuman pertama dari Hanna , begitu romantis memang tapi Hanna ingin menutup kejadian ciuman tersebut rapat-rapat .

 

– What He’s My Husband –

 

aww my baby boy Kai”

Seru Soojung ketika melihat Kai dan Kris jalan bersama di koridor , mereka baru saja kembali dari Amerika

“hah?”

Hanna terheran-heran dia sedang sibuk memilih buku didalam lokernya tapi saat dia menoleh Soojung sudah tidak ada disampingnya melainkan sedang berlari ke arah Kai siswa tingkat 2 yang sangat pandai menari

“Kai-aaaah!”

Seru Soojung begitu antusias , Hanna bisa mendengar itu dengan jelas kemudian dia juga berlari kecil menghampiri mereka

“Hai Kris! Apakah kau membawa sesuatu dari Amerika?”

Sapa Hanna ketika melihat Kris , teman baiknya.

“oh tentu aku membawakan nya untuk mu”

Jawab Kris santai

“sungguh? Apa itu ? mana berikan pada ku?”

“pakaian kotor”

Seketika wajah Hanna berubah menjadi masam setelah mendengar jawaban Kris lalu dia mengalihkan pandanganya kepada Soojung dan Kai sungguh mereka terlihat aneh , lebih terlihat seperti pasangan kekasih.

“omong-omong apa yang terjadi diantara kalian berdua?”

Tanya Hanna penasaran

“apa kau begitu penasaran dengan kami Kim Hanna?”

Soojung meledek , tanganya memegang lengan Kai begitu erat

“kami berpacaran”

Jawab Kai ramah tapi Soojung memberikan tatapan sinis kepadanya

“kau belum tahu?”

Kris juga ikut andil dalam pembicaraan

“belum mengapa kalian merahasiakan nya?”

“ah maka dari itu ku beri tahu mereka sudah berpacaran sejak dua bulan yang lalu”

“itu sudah lama mengapa kalian merahasiakan nya?!”

Kris , Soojung , dan Kai tidak merespon perkataan Hanna melainkan mereka tertawa terbahak-bahak rasanya puas sekali membuat Hanna kesal.

 

Sementara itu ditempat lain seseorang sedang melempar bola nya kesal didalam gedung olahraga seragamnya terlihat begitu berantakan sedangkan satu orang yang lain duduk namun dengan ekspresi cemas

“sungguh aku sudah memberikanya kepada Hanna!”

“tapi dia tidak terlihat seperti seseorang yang sudah menerima hadiah”

Jawab Jun Myeon kesal dia melempar lagi bolanya kesembarang arah lalu duduk disamping Kyungsoo dengan napas yang terengah-engah

“lalu mengapa kau tidak memberikan nya sendiri? Mau sampai kapan menjadi seorang penggemar rahasia , aku masih mempunyai urusan penting daripada meributi pecundang seperti kau” Kata Kyungsoo kesal kemudian dia berlalu meninggalkan Junmyeon .

Junmyeon menghembuskan napas perlahan-lahan dia membenarkan seragam sekolahnya sambil terus memikirkan kalimat Kyungsoo yang terngiang dipikirannya

“Meributi pencundang seperti kau”

“Ya aku tahu aku memang pecundang untuk memberikan hadiah saja aku tidak memiliki keberanian” Gumam Junmyeon pelan , dia mengambil tasnya lalu meninggalkan gedung olahranga tersebut.

Membuat lawan jenis tertarik bukanlah keahlian Junmyeon dia memang cerdas , wajahnya cukup tampan nampun penampilan nya terkadang membuat para gadis enggan melihatnya rambut yang ditata sangat rapi dan kacamata kotak yang selalu menempel di wajahnya seragamnya jauh dari kata lusuh. Junmyeon berada di kelas tingkat 2 dia tidak begitu pandai bahasa inggris jadi guru memutuskan untuk membuatnya tetap berada dikelas tingkat 2 walaupun begitu Junmyeon kerap kali mengikuti perlombaan akademik.

Ketika melihat Hanna berjalan bersama teman-teman nya tiba-tiba keberanian Junmyeon menghilang layaknya pasir yang dihempaskan ombak hilang begitu saja tak pernah kembali dia memutuskan untuk tetap menjadi seorang penggemar rahasia dia tahu ini sangat sakit mencintai seseorang dalam diam namun dia juga tidak bisa berbuat banyak , pantas jika Kyungsoo menyebutnya pecundang…

“aku tidak mau menjadi penggemar rahasia lagi itu menyakitkan”

 

– What He’s My Husband –

 

Sehun menatapi jendela kelas tersenyum sendiri layaknya bertatapan dengan seorang bidadari ah sebenarnya apa yang ia lihat? Apa yang ia rasakan belum ada seminggu hatinya rapuh berserakan tapi kini sudah berbunga-bunga kembali sejujurnya obat dari rasa penyesalan itu bukan waktu namun seseorang yang lebih baik . Sehun sadar selama ini dia mencintai Jiyoon adalah sia-sia karena wanita itu sudah menjadi tunangan kakaknya Luhan tidak ada yang bisa Sehun lakukan meraih seseorang yang sama sekali tidak ada sisinya akan menjadi lebih sulit Sehun tahu itu jadi dia memutuskan untuk mencintai seorang saja , seseorang yang saat ini sudah berada disisinya Kim Hanna.

“Hey!”

Seseorang menepuk punggung Sehun dari belakang membangunkan Sehun dari lamunannya

“apa kau lupa cara yang lebih sopan untuk menyapa flower boy seperti ku?”

Jawab Sehun mencibir tak lama di iringi suara tawa , seseorang yang menepuk punggungnya dari belakang adalah Kai .

“ku rasa ini akibat terlalu lama di Amerika”

“terlalu lama? Memang nya berapa abad kau disana?”

Saling mengejek satu sama lain bukanlah sesuatu yang tabuh bagi mereka , tak lama kemudian terdengar suara tawa yang berasal dari mulut Kai dan Sehun.

“dimana si pendek Baekhyun?”

Tanya Kai penasaran sejak datang tadi dia sama sekali belum melihatnya temannya yang satu itu.

“ah dia , aku tidak tahu sejak pagi aku juga tak melihatnya”

“bolos lagi?”

“mungkin , aku juga tidak mengerti padahal ujian akhir semakin dekat”

“apa dia masih suka pergi ke bar?”

Mendengar ini Sehun menghembuskan napas panjang menatap Kai malas pertanyaan yang dilontarkanya sungguh aneh seperti tidak mengenal Baekhyun saja.

“terserah kau”

Jawab Sehun malas dia berlalu meninggalkan Kai di kelas nya sendirian . Kai hanya tercengang mendengar jawabannya dia mengangkat bahunya bosan lalu mengekori Sehun yang tak jauh darinya.

Kai dan Sehun berjalan menyusuri koridor mereka akan pergi ke kafetaria di sisi jalan tampak para siswi sedang mengaggumi mereka dalam diam , mereka layaknya cassanova yang pandai melontarkan kata-kata manis kepada setiap pendengarnya tapi sekarang kata-kata manis Kai hanyalah untuk Soojung seorang dia tidak ingin menjadi seorang players lagi mengencani banyak gadis dalam waktu yang bersamaan , oh itu sungguh membuatnya pusing.

Saat di koridor yang semakin dekat dengan kafetaria tanpa sengaja mereka berdua bertemu Hanna dan Soojung yang juga ikut mengantri untuk mendapatkan makan siang suasana Kafetaria begitu ramai memaksa mereka untuk membuat suatu antrian yang panjang layaknya antrian mengambil tiket masuk ke wahana permainan.

“kau lagi aku bosan melihat mu”

Sapa Soojung ketika melihat Kai berjalan bersama Sehun. Hanna yang berada disampingnya hanya menunduk diam “oh mengapa harus bertemu dengannya disini” pikir Hanna kesal.

“kalau begitu tidak usah melihat ku selama satu tahun”

“baiklah anggap saja kau tidak mendengar kalimat yang tadi”

Ujar Soojung di iringi dengan senyuman manis dibibirnya. Kai beralih merangkul bahu Soojung sementara Sehun dan Hanna layaknya pohon-pohon yang berada dipinggir jalan sepasang kekasih ini tidak mempedulikan keberadaan mereka berdua.

Sehun sih santai saja dia tetap memasang wajah coolnya berpura-pura dia tidak mengenal Hanna karena sedikit kesal dengan sahabatnya Kai , Sehun berdeham begitu juga dengan Hanna.

“oh maaf Hanna aku melupakan mu untuk beberapa detik”

Soojung berusaha untuk meminta maaf nadanya terdengar seperti seseorang yang menyesal dia merangkul bahu Hanna.

“selamanya juga tak apa”

ujar Hanna tersenyum miris , namun tiba-tiba Sehun ikut dalam pembicaraan.

“kau berpacaran dengan Kai bukan? Tak apa kau bisa bersamanya Kim Hanna bisa bersama ku”

Sehun cukup percaya diri akan hal itu tapi Soojung memberikanya tatapan mencibir

“ku pikir aku akan peduli dengan ucapan mu?”

Jawab Soojung kemudian dia berlalu meraih tangan Hanna mengajak nya untuk jauh dari Sehun , laki-laki dengan seragam lusuh dan rambut berantakan dia juga selalu membiarkan dua kancing kemejanya terbuka. Entah mengapa…

Kai tertawa terbahak-bahak mendengar hal itu perutnya serasa dikelitiki oleh seseorang

“Soojung tidak semudah itu”

Katanya sambil tertawa memegangi perutnya

“sial”

“memang apa yang membuat mu ingin bersama dengan Kim Hanna? Kau tahu bukan kalau dia tidak suka laki-laki seperti mu?”

“tapi bagaimana jika aku bisa membuatnya tertarik pada ku?”

“ku rasa tidak bisa”

Kai mencibir , mereka sambil melangkah mendekati meja prasmanan antrian semakin berkurang

“kau butuh bukti?”

“terserah kau saja brat”

Sementara itu dimeja makan Hanna mencubit perut Soojung yang duduk disampingnya dengan sedikit kencang membuat Soojung meringis kesakitan

“jangan ucapkan perkataan seperti itu lagi kepada Sehun”

Soojung tercengang mulutnya sedikit terbuka matanya membulat membuat jutaan presepsi  bergerumul diotaknya

“apa yang membuat mu—….”

Belum sempat Soojung menyelesaikan kalimatnya Hanna buru-buru langsung menjawab pertanyaan Soojung

“maksudku apa dia pernah menganggu mu itu saja…”

“tapi penampilan nya membuatku selalu ingin mengabaikan nya”

“jangan menilai seseorang dari luar Soojung”

“oh kau? Apa kau selalu membeli buku dengan menilai dalamnya? Kurasa tidak karena semua buku di toko terkemas rapih ini memang menyakitkan tapi setiap orang selalu menilai sesuatu dari luar . apa jangan-jangan kau mulai menyukainya?”

Soojung memajukan wajahnya mendekati Hanna memberikan tatapan menyelidik namun Hanna dengan gugup mengalihkan pandangannya ke jendela kafetaria mencoba menemukan sesuatu untuk dijelaskan…

“ti..tidak”

Kim Hanna mencoba untuk berbohong karena terkadang jujur itu menyakitkan jika dia jujur bahwa dirinya dengan Sehun sudah menikah keluar dari sekolah adalah jalan yang harus mereka berdua tempuh.

Soojung tak bertanya lagi karena yang dia tahu kalau Hanna hanya menyukai Kyungsoo seorang…

 

-What He’s My Husband-

 

“Kim Junmyeon!”

Teriak Hanna ketika dia melihat Junmyeon sedang mengambil bukunya di loker , Junmyeon yang merasa terpanggil pun sedikit menoleh ke arah suara tersebut namun karena dia tahu yang memanggilnya adalah Hanna buru-buru dia memasukan semua bukunya kedalam tas dan berjalan dengan cepat berpura-pura tidak tahu.

“Hey tunggu aku!”

Ujar Hanna lagi seraya mengejar nya , Hanna menepuk pundak Junmyeon dengan napas terengah-engah tangan nya membawa sebuah kotak yang waktu itu Kyungsoo berikan kepadanya.

“kau … kau mencari ku?”

Tanya Junmyeon gugup

Hanna menghirup napas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan. Dia mengangguk

“ya , aku ingin mengembalikan ini kurasa aku tidak pantas menerimanya”

Hanna tersenyum canggung dia menjulurkan tangan nya ke arah Junmyeon memberikan kotak tersebut.

Lalu dia melanjutkan kalimatnya kembali

“Kyungsoo yang memberikan ini untuk ku , katanya hadiah ini dari kau . ini terlalu mahal Junmyeon maaf aku tidak bisa menerimanya”

Junmyeon menggigit bibir bawahnya pelan dia menggaruk kepalanya yang bahkan tidak gatal.

“tolong ambil ini”

Ujar Hanna kembali dia menarik tangan Junmyeon memaksanya untuk menerima kotak tersebut alih-alih Junmyeon menolak kotak tersebut dia menepis tangan Hanna pelan dengan senyumnya

“karena terlihat mahal maka dari itu kau harus menerimanya aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk itu apa kau tidak bisa menghargai usaha ku?”

Balasnya seraya tersenyum , Junmyeon mencoba untuk tidak merasakan rasa nyeri di dadanya di dalam hatinya dia harus bisa menyelesaikan percakapan ini tanpa terlihat seperti seseorang yang telah kecewa.

“tenanglah itu bukan apa-apa kau bisa memilikinya ku rasa aku harus pergi sampai bertemu nanti”

Junmyeon melanjutkan kalimatnya dia kembali tersenyum . berlalu meninggalkan Hanna yang diam mematung di koridor sepi ini , Hening…

Hanna membuka kembali kotak itu , kotak yang berisikan sebuah kalung emas putih dan dilengkapi oleh satu liontin bertuliskan ‘I ♡ U’ (aku mencintaimu) sungguh kalung tersebut adalah kalung terindah yang pernah Hanna lihat, kalung bertuliskan ‘aku mencintaimu’ Hanna tahu sekali itu adalah isi hati Junmyeon untuknya selama ini Junmyeon mencintainya dalam diam dia tahu sakitnya mencintai dalam diam karena dia juga mengalaminya.

Hanna mengangkat bahunya pelan dia menghembuskan napas perlahan lalu kembali memasukan kalung tersebut kedalam kotaknya saat dia ingin memasukan kotak tersebut kedalam tas tiba-tiba seseorang merangkul bahunya membuatnya terkejut setengah mati pikirnya sekolah sudah sepi mengapa masih ada seseorang disini selain petugas sekolah? Tidak mungkin jika Kyungsoo yang merangkulnya dirasanya seseorang ini lebih tinggi darinya saat dia menoleh ke kiri dia melihat seorang Sehun membiarkan lengan nya merngkul bahu Hanna.

Sehun hanya tersenyum saja dia semakin mengeratkan rangkulan itu dia mengapit leher Hanna didalam ketiaknya

“ayooo kita pulaaang”

Ujar Sehun tanpa memperdulikan Hanna yang sedikit tercekik karena ulahnya , Hanna memukul-mukul tangan Sehun namun laki-laki itu mengabaikan nya.

“hey Sehun apa yang kau lakukan lepaskan aku!”

“jika kau meminta dilepaskan itu tandanya kau minta ku cium begitu bukan?”

“hey!”

Sehun terkekeh sementara wajah Hanna terlihat masam dia tetap membiarkan Sehun merangkul nya mengajaknya berjalan menyusuri koridor sekolah yang sunyi ini hanya ada suara mereka berdua…

 

TBC

 

Advertisements

70 thoughts on “(Noonatea) What he’s my husband? – 7

  1. Hahaha sosweet deh sehun sama Hana , kayanya udah saling jatuh cinta nih. Next aja deh dripda penasaran. Keren thor

  2. Thor maaf nih sebelumnya,jangan berfikiran yg gak2 ya sama aku,karna comentarnya langsung brebet,emang aku kalo baca ff nunggu ff itu selesai di post sampe end dulu,baru nanti aku baca trus coment deh,malem ini kenala aku bisa baca sampe chap 7?jujur ya,bagi aku ff ini kurang panjang tapi gatau menurut yg lain jadi aku bacanya gaperlu lama,setiap abis selesai baca aku langsung comment thlr,jadi jangan heran,maaf ya thor,cuss chap 8 ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s