(Noonatea) Unexpected Feeling

Unexpected Feeling

 Tanya Shi Hyun mata nya menatap ku dengan tatapan menerawang menunggu kalimat apa yang selanjutnya akan keluar dari bibir ku.

“langit dan matahari selalu bersama bukan? Dengan begitu mau kah kau selalu bersama ku? Mau kah kau menikah dengan ku?”

“tetaplah seperti ini , tetap berada di sisi ku Baek Hyun”

“aku berjanji akan berada disisimu hingga salah satu dari kita pergi ke surga”

“kau berjanji?”

“mengikrarkan janji di tempat suci ini , apa kau masih mempertanyaakan nya?”

 

***

 

Pernikahan, semua orang pasti menginginkan nya tidak ada yang tidak ingin bersama sepanjang hidupnya bersama seseorang yang sangat mereka sayangi didunia ini.

Termasuk diriku , aku juga seorang pria yang ingin memiliki wanita . wanita yang bisa mencintai ku apa adanya aku hanya meminta itu tidak lebih.

Musim salju mulai datang , pendapatku masih sama sejak kecil aku selalu menganggap bahwa salju itu suci sama seperti cinta ku kepadanya.

Merasa kedinginan aku menaikkan syal ku menutupi setengah bagian wajah ku yang terasa kaku , suhu di kota Seoul benar-benar dingin pagi ini.

Aku tahu flu pasti akan melanda ku membuat ku terus menerus bersin namun aku ingat ada seseorang yang sedang menunggu ku disuatu tempat bagaimanapun juga aku harus datang.

Keluar dari stasiun bawah tanah aku berjalan sekitar 300 meter disana ada suatu gereja yang cukup besar , semua orang tahu gereja adalah tempat suci .

Aku berjalan sambil sesekali mengusap kedua tangan ku yang kedinginan ini , hidung dan mulut ku terus mengeluarkan kepulan asap kecil.

Sambil terus berjalan akhirnya aku tiba di gereja itu , aku bisa melihat nya melihat seseorang yang ingin ku jaga seumur hidup ku Hwang Shi Hyun . dia terlihat begitu cantik dengan balutan gaun putih .

Aku terdiam di ambang pintu gereja memerhatikan nya dalam diam bisa ku rasakan jantung ini berdegup begitu kencang napas ku terengah-engah , sungguh aku gugup.

Perlahan-lahan kaki ini melangkah menyusuri permadani merah aku merogoh saku jas ku mencari sesuatu yang sangat ingin ku berikan kepadanya.

Jantung ku berdegup semakin kencang , perlahan-lahan jarak kami hampir dekat dia tersenyum kepada ku membuat ku ingin memeluknya begitu erat memberi tahu kepada dunia bahwa dia milik ku satu-satunya.

“kau terlihat begitu cantik”

Sapa ku pelan , aku mengalihkan pandangan ku ke gaun yang ia gunakan . aku tidak punya nyali untuk menatap kedua bola matanya sungguh.

“terimakasih Baek Hyun”

Dia kembali tersenyum kepada ku , rasanya seperti terbang menembus lapisan langit.

Perlahan-lahan kaki ku melangkah mendekati nya , aku berlutut dihadapan nya kepalaku mendongak melihat wajah cantiknya.

“Sudah sejak lama aku menyukai mu sekarang saat nya aku menyatakan apa yang aku rasakan selama ini kepada mu”

Ucapku lantang tanpa ragu sedangkan dirinya diam menganga tidak percaya , ini layaknya mimpi.

“perasaan cinta ku pada mu layaknya seperti salju , begitu suci…”

“kau menyinari kehidupan ku layaknya sang matahari”

Ucapan ku terhenti…

“lalu?”

Tanya Shi Hyun mata nya menatap ku dengan tatapan menerawang menunggu kalimat apa yang selanjutnya akan keluar dari bibir ku.

“langit dan matahari selalu bersama bukan? Dengan begitu mau kah kau selalu bersama ku? Mau kah kau menikah dengan ku?”

Tanya ku sungguh-sungguh , ku buka kotak cincin itu untuknya . Shi Hyun hanya diam matanya berkaca-kaca tidak ada satu kata pun yang terlontar dari bibir manisnya namun sesuatu membuat ku sangat bahagia , sangat senang sampai rasanya ingin mati dia menganggukan kepalanya tanda setuju ingin menikah dengan ku.

Aku berdiri , jemari ku mengambil cincin itu lalu ku pasangkan di jari manis nya bisa ku lihat ia tersenyum bahagia . Shi Hyun memeluk ku dia menenggalamkan kepalanya di dada ku

“tetaplah seperti ini , tetap berada di sisi ku Baek Hyun”

Ucap nya pelan namun aku bisa mendengar dengan jelas , membuat jantung ku berdegup kencang ini tidak menutup kemungkinan ia bisa mendengar detak jantung ku.

“aku berjanji akan berada disisimu hingga salah satu dari kita pergi ke surga”

Ucap ku menyakinkan nya. Shi Hyun melepaskan pelukan kami dia mendongakkan kepalanya menatap ku dengan tatapan meneliti

“kau berjanji?”

Tanya nya memastikan

“mengikrarkan janji di tempat suci ini , apa kau masih mempertanyaakan nya?”

Tanya ku menggodanya , entah mengapa di saat serius seperti ini aku masih bisa menggodanya aku suka melihatnya tersenyum malu.

Kami kembali berpelukan , dia memelukku begitu erat seolah-olah tidak ingin kehilangan diriku.

 

***

 

Sesuatu membangunkan ku acara inti yang suci ini akan di mulai , seketika lamunan ku buyar aku duduk terdiam bersama orang-orang yang ikut andil dalam acara ini . hanya beberapa saja yang aku kenal namun bibir ku  kaku tidak bisa menyapa mereka. kenyataan yang aku hadapi begitu sakit saat ini .

Yah… kejadian romantis yang aku alami bersama Shi Hyun tadi hanya sebuah lamunan. kenyataan yang terjadi saat ini adalah seorang pria dengan jas putih dengan gagahnya berdiri di depan pendeta bersama seorang gadis cantik dengan gaun putih bernama Hwang Shi Hyun.

Acara ini adalah acara pernikahan sahabat ku , Hwang Shi Hyun seseorang yang aku cintai secara diam-diam…

 

FIN

Advertisements

2 thoughts on “(Noonatea) Unexpected Feeling

  1. sekali kali kamu harus ngrasain sakit baek jangan cewek mulu yabg tersakiti olehmu yahhh cinta diam” itu emang sakitttt banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s