(Noonatea) It’s called ‘Unpredictable’

Yah… awalnya semua berjalan sesuai rencana

Aku sudah berkomitmen untuk tidak jatuh cinta selama…

Aku berada di sekolah menengah atas

Ku akui itu komitmen yang kurang baik

Tapi…

Semuanya berjalan lancar aku berhasil menyelesaikan

Tingkat pertama dengan baik

tanpa jatuh cinta dengan siapapun

Namun semuanya berubah ketika…

Aku memasuki tingkat kedua

***

 

Bangun di pagi hari , berjalan menuju stasiun bawah tanah untuk menuntut ilmu disekolah itu kegiatan ku dari hari Senin sampai Jum’at . cukup membosankan tapi yah… mau bagaimana lagi kegiatan itu sudah seperti ‘kebiasaan’ karena aku sudah melakukan nya sejak masih di bangku taman kanak-kanak.

Siapa yang tidak kenal Son Seung Han? Gadis yang tidak bisa diam bahkan untuk satu menit saja , aku Son Seung Han. Ya tidak bisa diam walaupun satu menit saja aku selalu mempunyai sesuatu untuk ku kerjakan.

Misalnya … ketika sedang makan Jeruk aku selalu menyemburkan bijinya tepat ditubuh teman ku . jeritan atau wajah geram mereka sambil mengepalkan kedua tangan itu sudah biasa ku lihat.

“Son Seung Han!…”

Seperti itu kata mereka…

 

***

 

Pagi-pagi sekali aku sudah bangun , hari ini adalah hari pertama aku memasuki tingkat kedua sekolah menengah atas rasa gugup dan senang menghampiri ku secara bersamaan.

Aku menatap bayangan ku dikaca lekat-lekat ‘apa aku sudah pantas berada ditingkat dua?’ gumam ku pelan . tapi aku tidak mau memikirkan hal itu dalam-dalam ku pikir tak ada gunanya jika aku hanya memikirkan tanpa berbuat kendati begitu aku lekas memakai sepatu lalu melesat menuju stasiun kereta bawah tanah.

Suasana di stasiun sangat ramai banyak orang yang akan memulai aktivitas mereka dipagi hari ini do’a ku untuk semua orang yang distasiun pagi ini adalah ‘semoga mereka bisa melakukanya dengan baik hingga selesai’.

Aku berdiri menyelipkan kedua tangan ku di tali tas sambil menunggu kereta datang , tak lama kemudian suara yang sangat khas dari kereta bawah tanah datang mendekati ku semua orang sudah bersiap-siap untuk berlari termasuk diriku yang tidak mau terlambat di hari pertama ini.

Ketika kereta tiba dan pintunya terbuka seketika kegiatan dorong-dorongan layaknya menonton konser pun terjadi aku terus menerobos antrian supaya tidak telat hari ini , aku masuk ke dalam kereta dengan susah payah tapi setidaknya seragam baru ku ini tidak lusuh masih ada hal yang patut ku syukuri.

Aku terpaksa berdiri karena kebanyakan dari penumpang kereta adalah orang tua dan ibu hamil . aku berdiri sambil berpegangan sesekali menghembuskan napas perlahan entah sampai kapan aku harus menjalani rutinitas menyebalkan seperti ini.

 

***

 

Ketika menginjakkan kaki ku di gerbang sekolah semua masih terasa sama tidak ada yang berubah bangunan yang masih sama dan ya… drama sabun yang selalu diperankan oleh siswi kurang perhatian pun masih terjadi. Cukup muak…

Aku berjalan melalui koridor utama disana bisa ku lihat banyak siswi saling berbincang satu sama lain topik pun masih sama ‘seorang siswa tampan’ . terdengar seperti aku sedang menguping pembicaraan orang tapi perlu kau ketahui tanpa menguping nya pun aku sudah bisa menebak hal-hal apa saja yang mereka bicarakan.

Sampai saat ini komitmen ku masih sama yaitu tidak boleh jatuh cinta atau bahkan berpacaran sebelum aku menyelesaikan pendidikan ku. Aku tersenyum lega karena ketika tingkat satu aku melakukan nya dengan baik.

Suara guru yang berasal dari pengeras suara memerintahkan setiap siswa dan siswi untuk berkumpul dilapangan dan mengikuti upacara pun terdengar sepenjuru sekolah.

Setelah mendengar hal itu ku buka loker sekolah atas nama ‘Son Seung Han’ yang sejak dua bulan lalu  tak ku sentuh , aku menyimpan tas ku disana lalu berjalan seraya merapikan seragam ku.

***

 

Mendengar nama ‘Son Seung Han’ berada di kelas IPA 2 itu sangat menakjubkan karena sejak tingkat 1 aku tidak menyukai pelajaran yang berbau dengan ‘Sains’ . semacam terkena ‘Karma’ tapi bagaimana pun juga ini semua sudah terjadi . aku hanya bisa menghembuskan napas perlahan

‘oh menyebalkan’ batin ku…

Berjalan dengan kaki diseret dengan tas yang ke bawa sembarang membuat ku terlihat seperti brandalan . aku memasuki kelas , kelas yang tak pernah ku idamkan sebelumnya , kelas yang menurut kebanyakan orang itu diperuntukkan untuk anak pintar.

Ah mereka tidak tahu bagaimana menyebalkan nya bergelut dengan rumus fisika daripada melawan rasa malu ketika bertemu dengan seseorang yang disuka…

Aku memutuskan untuk duduk di bangku yang paling depan baris kedua tepatnya ditengah , YA KARENA HANYA BANGKU ITU YANG BELUM TERISI . hm.. maksudku semua bangku sudah terisi kebanyakan dari mereka memilih duduk dibelakang , entah mengapa…

Sejak aku memutuskan untuk duduk di bangku itu , perhelatan pun dimulai… berbagai macam Rumus dan Nama ilmiah layaknya syair lagu dan kunci gitar bagi ku . selamat datang! Song Seun Han akan melakukan nya dengan baik! *ucap ku mantap , tapi hanya didalam hati…*

 

***

Hari demi hari pun berlalu , komitmen ku untuk tidak menyukai seseorang atau jatuh cinta pun masih berjalan dengan baik hingga minggu pertama.

Drama juga masih diperankan oleh mereka . ku pikir ketika diriku masuk ke kelas ini tidak ada yang berbuat curang ah… maksud ku mencontek saat ujian mata pelajaran tapi ya tetap saja hal itu masih berlaku . aku menelan ludah menatap mereka dengan tatapan angkuh.

Sejak masuk ke kelas ini aku menambah satu komitmen yaitu tidak mencontek selama ujian . semakin dewasa diriku semakin matang pemikiran ku , aku berpikir jika aku menyontek lalu nilai ku bagus aku tidak tahu dimana letak kekurangan ku dan kepuasan ku.

Dengan berkomitmen seperti itu aku tahu letak kekurangan ku dimana sehingga aku bisa meningkatkan nya . jika sama-sama menempatkan usaha dan kau diberi pilihan ingin dijalan yang lurus namun sulit tapi memuaskan atau jalan berbelok , mudah , dan menyesalkan kau pilih yang mana?

Maksud ku ketika kau tidak mencontek bukankah kau menempatkan usaha untuk menghapal apa saja yang kau pelajari lalu jika kau mencontek kau  juga menempatkan usaha untuk menahan rasa kekhawatiran mu dan berjaga-jaga supaya tidak ketahuan guru. Keduanya sama-sama membutuhkan usaha.

Aku hanya bisa tersenyum melihat mereka yang seperti itu , aku juga pernah seperti mereka tapi hari esok harus lebih baik dari hari ini bukan?

 

***

Suatu kegiatan di hari sabtu yang membuat kami berempat geram Aku , Joo Hyun , Soo Young , dan Seul Gi kami berempat cukup kesal ketika mendengar bahwa setiap hari sabtu ada kegiatan tentang perkemahan dan mengenal alam terbuka.

Sabtu indah ku kini berubah menjadi sabtu yang menyebalkan , namun suatu ketika disaat kami seluruh siswa tingkat kedua dipanggil untuk berkumpul dilapangan seorang siswa yang tak ku ketahui namanya menatap mata ku erat-erat tanpa mengalihkan padangan nya.

Kami bertatapan untuk beberapa detik sebelum akhirnya aku memilih menunduk, awalnya biasa saja namun disetiap kegiatan dia selalu berbaris tak jauh dari ku karena kelas kami memang berdekatan.

Entah mengapa sejak saat itu semuanya diluar prediksi ku , diluar kemauan ku dia masuk begitu saja kedalam hati ku tanpa seizin yang punya hati ini . usaha ku menutup rapat-rapat hati ini sejak dua tahun terakhir pun perlahan-lahan mulai melemah .

Dia yang tak ku kenal perlahan-lahan berhasil membuka hati ku , tak hanya sampai disitu saja dia juga masuk kedalam pikiran ku bergerumul bersama berbagai macam masalah yang ku punya.

Serasa menjilat ludah sendiri , perasaan ingin selalu melihatnya pun perlahan-lahan tumbuh didalam hati ku . kami tak pernah bicara kami hanya bertatap mata dalam suatu momen.

Perasaan dan akal sehat ku tidak bisa diajak bekerja sama , keduanya sudah tidak bisa berkompromi lagi ketika akal sehat ku memaksa untuk tetap berpegang teguh dengan komitmen sementara hati ku memaksa untuk selalu melihatnya .

Semuanya menghantam ku begitu saja tidak ada yang bisa ku persiapkan , karena perasaan bukan lah sesuatu yang bisa direncanakan andai saja terdapat tombol ‘cancel’ di hati ku maka aku akan menekan nya.

Aku tidak mungkin menyalahkan takdir , aku juga tidak mungkin menyalahkan diriku sendiri . sesuatu bisa berubah bahkan hanya dalam hitungan detik saja layaknya  hatiku yang secara perlahan mulai menyukainya…

 

Ini disebut di luar prediksi…

 

FIN

 

 

Advertisements

2 thoughts on “(Noonatea) It’s called ‘Unpredictable’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s