(Noonatea) What he’s my husband? – 8

“when you have to married with someone who make you feel so disgusted

WHAT ? HE’S MY HUSBAND?!

Author : Noonatea (Me)

Cast : Oh Sehun – Kim Hanna

Genre : School Life – Marriage Life – Romance

Leght : Chapter

Teaser Part 1 part 2 part 3 part 4 part 5 part 6 part 7

***

Sehun dan Hanna berjalan bersama melalui koridor yang sunyi ini mereka masih dalam posisi yang sama yaitu dengan satu tangan Sehun merangkul bahu Hanna sementara itu Hanna hanya diam saja dia tidak memberikan persetujuan atau bahkan menolaknya.

Mereka berjalan bersama menuju halte bus seraya tertawa kecil bersama , Hanna belum pernah merasakan kebahagiaan seperti ini sebelum nya “seperti ini kah rasanya berjalan bersama dengan seorang laki-laki?”  batin nya .

Mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang dimadu cinta bahkan… mereka berdua saling berpegangan tangan sambil menunggu kedatangan bus , orang-orang disekeliling mereka berbisik-bisik dengan raut wajah iri .

Yah… siapa sih yang tidak ingin pulang sekolah , berpegangan tangan dengan orang tampan seperti Sehun? Hanna yang sudah berkomitmen tidak akan jatuh cinta dengan Sehun saja bisa berpegangan tangan dengan nya , perasaan memang tidak bisa dipersiapkan semuanya menghantam mereka secara tiba-tiba . tanpa disadari Sehun sudah membuat Hanna bahagia jika hal kecil dilakukan bersama seseorang yang kita sayangi memang semuanya akan lebih bermakna dan indah…

Tak ada percakapan diantara mereka berdua yang ada hanyalah suara bising mobil dan bus di sebrang jalan tak lama kemudian bus pun datang dengan suara aneh serta kepulan asap kecil yang dikeluarkan oleh knalpot bus.

Sehun dan Hanna mulai melangkah mendekati pintu bus ketika pintunya terbuka , Mereka masuk kedalam kali ini Sehun yang mengeluarkan beberapa lembar Won untuk membayar jasa bus.

Bus mulai berjalan , satu tangan Sehun berpegangan pada setiap bangku bus sementara tangan satu nya ia gunakan untuk bergandengan dengan Hanna supaya gadis itu tidak jatuh.

Sialnya… hari ini bus cukup penuh tak menyisakan tempat duduk membuat mereka harus berdiri dan berpegangan satu sama lain suasana yang sesak membuat Hanna sulit bernapas keseimbangan mereka mulai goyah ketika supir bus meningkatkan kelajuan nya .

Hanna tidak bisa berpegangan dengan apapun sesak dan dorong-dorongan itu yang terjadi saat ini Hanna memukul dadanya pelan mencoba untuk menghirup oksigen sementara itu Sehun yang sejak tadi yang satu tangan nya ia gunakan untuk berpegangan dan satunya lagi ia gunakan untuk memegang pinggang Hanna supaya tidak jatuh memperhatikan nya dengan cemas.

“kau tidak apa-apa?”

Tanya Sehun memastikan , tatapan nya menerawang

“tidak.. aku tidak apa-apa hanya sedikit sesak”

Setelah mendengar jawaban Hanna , Sehun mengangguk kemudian dia kembali mengalihkan padangan nya kepada jendela bus , tapi tiba-tiba supir bus mengerem mendadak membuat semua penumpang terkejut dan hampir jatuh.

Dorongan dari belakang membuat Sehun terpaksa memeluk Hanna ya kerena memang sejak awal naik bus tanpa sadar dia sudah memeluk Hanna , suara desis kesal penumpang mulai bersautan tapi kedua siswa dan siswi SMA ini hanya bisa diam saja .

Sebelum kekesalan para penumpang memuncak buru-buru sang supir meminta maaf dia mengatakan bahwa ada kecelakaan disebrang jalan jadi lalu lintas terhambat untuk beberapa saat.

Semua yang berada didalam bus menghembuskan napas mereka mulai mengeluh ini dan itu

“seharusnya tadi kita naik kereta bawah tanah…”

Hanna juga ikut kesal , alih-alih Sehun meraih tangan nya lalu mengajak Hanna keluar dari bus ini . tindakan Sehun membuat Hanna bingung matanya membulat mulutnya sedikit terbuka sementara itu Sehun yang menariknya hanya diam saja

“hey! Kita akan kemana?”

“pulang”

Jawab Sehun setelah itu dia meminta supir bus untuk menekan tombol pembuka pintu bus ini , dia tidak mengalihkan pandanganya Sehun tetap menarik Hanna cukup kasar.

“ta…tapi”

Sehun menghiraukan ocehan Hanna , laki-laki itu tetap menarik Hanna mengajaknya berjalan melewati lalulalang orang yang baru saja kembali dari aktivitas mereka.

Hari semakin senja suhu kota mulai menurun , Matahari sudah bersiap-siap bergantian memberi cahaya dengan sang rembulan keadaan lalu lintas tak pernah jauh dari kata padat perlahan-lahan lampu dikota Seoul mulai menyala menghasilkan warna kerlap-kerlip yang indah…

 

-What He’s My Husband-

“bukan kah kau berencana untuk pergi?”

Suaranya terdengar tidak seperti seseorang yang sedih , dia memang wanita tegar Park Jiyoon . setelah mendengar kabar bahwa Luhan akan melanjutkan studi ke Amerika dia sudah mempersiapkan hatinya akan hal itu , Jiyoon selalu bisa membuat Luhan merasa tenang.

“kau memanggil ku kesini hanya untuk meminta ku pergi?”

“ya…”

Jiyoon mencoba untuk tetap tersenyum dihadapan seseorang yang ia cintai

Luhan terdiam sejenak , pemuda itu mencoba untuk tidak merasakan sakitnya panah yang menancap dihatinya saat ini.

“apa ini? apa kita akan berpisah lagi?”

Tanya Luhan cemas

Jiyoon memegang kedua tangan Luhan berusaha menyakinkan nya bahwa semuanya akan baik-baik saja.

“jaga kesetiaan mu untuk Ayah mu Luhan kau tahu? Sehun pasti membutuhkan bimbingan mu”

“aku sudah memberikan mereka banyak uang selama ini…”

“jika kau melakukan itu kepada Ayah mu , jika kau tidak berbuat baik maka kau akan mendapat hukuman”

“hidup ku adalah milikku…”

Jiyoon hanya tersenyum , kini satu tangannya beralih memegang pundak Luhan kemudian dia menepuknya secara perlahan

“cinta bukanlah mengorbankan sesuatu untuk orang lain melainkan menyempurnakan sesuatu jangan menyerah terhadap bagian penting dari hidup mu hanya karena aku . dengan kedua kaki mu pergilah sesuai rencana mu Luhan”

Luhan bergeming , menunduk  dia tidak sanggup menatap wajah Jiyoon namun buru-buru kedua tangan Jiyoon mengalihkan wajah Luhan untuk kembali menatapnya

“kau serius dengan ucapan mu?”

Tanya Luhan

“untuk satu tahun , lakukan yang terbaik dari mu untuk melupakan ku . jika kamu tidak bisa melupakan ku . kau dan aku bisa bertemu kembali”

Tak sepatah kata pun terucap oleh Luhan , dia hanya bisa diam mendengar apa yang Jiyoon katakan. Jiyoon kembali melanjutkan kalimatnya

“jangan menghubungi ku , kau tahu bagaimana diriku bahkan jika kau menghubungi ku aku tidak akan menjawab”

Jiyoon bisa menyelesaikan kalimatnya dengan baik namun perlahan-lahan matanya berkaca-kaca rasa sakit yang melanda hatinya sudah tak tertahan lagi.

“semudah itu kau membiarkan ku pergi?”

Tanya Luhan memastikan dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada Jiyoon , calon ibu dari anak-anaknya kelak.

Jiyoon menghembuskan napas perlahan , dadanya terasa sesak

“itu sulit Luhan … tapi aku harus bertahan melewati masa sulit ini . kelak untuk keluarga mu nanti aku dapat percaya diri mengatakan bahwa aku akan mencoba yang terbaik sebisa ku”

“dalam perjalanan ku nanti jika aku bertemu dengan wanita lain apa yang akan kau lakukan?”

Jiyoon tersenyum mendengar jawaban Luhan

“aku samasekali tipe mu , tapi jika hal itu benar-benar terjadi aku hanya bisa mengatakan ‘hiduplah dengan baik Oh Luhan’”

Luhan menghembuskan napas perlahan dia tersenyum lalu menarik Jiyoon kedalam pelukan nya . dia memeluk Jiyoon begitu erat seperti adalah hari ini adalah terakhirnya di dunia ini .

Luhan percaya bahwa Jiyoon akan baik-baik saja tanpa nya karena pemuda itu tahu bahwa Jiyoon selalu bisa membuatnya merasa tenang .

Keputusan Ayahnya  mengirim Luhan ke Amerika adalah untuk melanjutkan studinya disana , keluarga Oh memang terpandang apalagi anak sulung mereka yang bernama ‘Oh Luhan’ selalu didambakan oleh para investor untuk menjadi menantu mereka.

Namun Luhan tidak bisa menerima tawaran itu karena sudah ada seseorang yang menjadi sumber kebahagiaan dan semangatnya selama 3 tahun terakhir  ini , Park Jiyoon.

Selama Luhan melanjutkan studi disana Jiyoon juga akan melanjutkan studi nya di bidang kedokteran , dia tidak akan menyia-nyiakan hal itu . kendati begitu keluarga Luhan dapat menerima kehadiran nya dengan mudah.

Memiliki menantu seorang Dokter bukanlah hal yang buruk bagi mereka…

Aku akan kembali pada mu Jiyoon , karena kau adalah

Rumah bagi ku …

-What He’s My Husband-

“apa yang membuat mu menyetujui perjodohan gila ini?”

Hanna membuka percakapan , mereka sedang berada di balkon apartemen saat ini menikmati pemandangan gemerlap lampu kota Seoul.

Sehun menghembuskan napas perlahan , pandagannya beralih memperhatikan kendaraan yang melintas dijalan

“karena aku tidak bisa melakukan yang terbaik seperti … kakak ku Luhan”

“mengapa? Apa saja yang sudah dia lakukan?”

Hanna mengalihkan pandangan nya menatap Sehun yang sejak tadi terlihat lesu dengan balutan kaus putih panjang.

“dia sangat cerdas bahkan besok dia akan pergi ke Amerika untuk melanjutkan studinya . aku sudah mengatakan bahwa besok aku tidak bisa mengantarnya ke Bandara”

“jadi karena itu kau merasa tidak ada hal yang bisa membuat orang tua mu bahagia selain menyetujui perjodohan gila ini?”

“ya terlihat seperti itu , lalu bagaimana dengan dirimu kau cerdas , cukup cantik mengapa mau menyetujui hal gila ini?”

Sehun mengalihkan pandanganya dia menatap Hanna yang sedang tersenyum membiarkan wajah dan rambutnya ditiup oleh angin malam.

“ ayah ibu , rumah , dan saudara tiri ku”

Sehun hanya mengangguk saja dia tidak ingin tahu lebih dalam , namun Hanna melanjutkan kalimatnya.

“ibu selalu memarahi ku dia lebih menyayangi saudara tiri ku yang memiliki keterbelakangan itu sementara ayah , ah… dia tak pernah mengerti keinginan ku selalu memaksa ku melakukan ini dan itu karena itulah aku bisa mendapatkan predikat siswa cerdas”

Hanna tersenyum miris pandanganya hanya tertuju pada gemerlapan lampu sementara itu Sehun tercengang mendengar ucapan nya.

“jadi… jadi kau cerdas karena di tuntut oleh keluarga mu?”

“ya begitulah , itu yang membuat ku tidak nyaman tinggal dirumah dan selalu kembali dari sekolah saat larut malam”

“untuk sampai dirumah larut malam biasanya kau menghabiskan waktu mu dimana?”

“di kafe , aku bekerja part time…”

“kau melakukan nya? Walaupun kedua orang tua mu memiliki banyak uang?”

Hanna mengalihkan padangan nya dia menatap Sehun seraya menganggukan kepalanya dan tersenyum.

Setelah mendengar hal itu Sehun tidak menyangka bahwa Hanna selama ini di besarkan dengan cukup keras tidak seperti dirinya yang selalu bisa membeli ini dan itu sampai akhirnya lupa akan tugas utamanya sebagai pelajar.

Angin berhembus semakin kencang membuat Hanna bergidik ngeri , dia mengusap lehernya perlahan

“udara semakin dingin sebaiknya kita harus masuk kedalam lalu tidur”

Ajak Sehun , dia berjalan meninggalkan balkon apartemen lalu di ikuti oleh Hanna . setelah mereka berada didalam Sehun menutup pintu balkon apartemen yang terbuat dari kaca lalu ditariknya tirai berwarna putih untuk menutupi pintu tersebut.

Beberapa menit kemudian apartemen mereka menjadi sunyi dan gelap , mereka sudah mematikan lampu dan bersiap untuk tidur karena hari esok sudah menunggu kedua insan yang perlahan-lahan mulai masuk kedalam lingkaran cinta.

 

– What He’s My Husband –

Para siswa dan siswi mulai berbondong-bondong memadati papan pengumaman , lusa ujian akhir sekolah akan dilaksanakan jadi hari ini mereka bisa kembali kerumah untuk mempersiapkan nya , pihak sekolah memberikan mereka waktu selama 3 hari untuk beristirahat.

Siswa atau siswi yang tidak ikut organisasi sekolah bisa kembali kerumah sedangkan yang mengikuti harus mengadakan rapat terkahir tentang perkemahan yang akan diadakan oleh mereka.

Ya… seusai ujian mereka akan menikmati musim panas sebelum musim ini benar-benar berakhir biasanya musim panas identik dengan kolam renang atau pantai tapi kali ini tidak sang ketua dan wakil yaitu Junmyeon dan Kai merencanakan hal yang berbeda.

Terlihat dari kejauhan seonggok daging dengan tinggi tubuh yang pas-pasan , seragam cukup rapih dan wajah yang menggemaskan sedang berjalan melalui koridor dengan gaya coolnya .

Byun Baekhyun meskipun terkenal nakal dan sering membolos dia adalah anggota organisasi sekolah sekaligus asisten dari klub menyanyi disekolah ini , yah setidaknya dia mempunyai sesuatu yang dapat dibanggakan.

Baekhyun berjalan dikoridor tak lama kemudian dia berhenti didepan ruangan , ruang organisasi dengan ciri khasnya yang berisik dia melangkah kan kakinya untuk masuk kedalam ruangan itu.

Didalam ruangan sudah terdapat banyak anggota berkumpul ada Junmyeon , Kai , Kyungsoo , Soojung , dan lain-lain nya hanya Baekhyun satu-satunya orang yang terlambat.

Baekhyun merasa tidak enak diberi tatapan acuh oleh sang ketua , dia menggaruk kepalanya yang bahkan tidak gatal.

“maaf aku terlambat”

“kami tidak butuh basa-basi mu cepat ambil tempat!”

Perintah Junmyeon tegas dia tidak terlihat seperti siswa yang polos , ada sesuatu yang baru dari dirinya yaitu… Junmyeon melepaskan kacamatanya dan menata rambutnya layaknya anggota boygroup dia terlihat begitu menawan.

“aku dan Kai sudah merencanakan tempat untuk kemah nanti”

Junmyeon membuka percakapan kali ini , anggota yang lain hanya mengangguk saja kemudian Kai melanjutkan kalimatnya.

“soal lokasi , setelah ujian berakhir aku akan memberitahu kalian . menyangkut menyenangkan atau tidaknya acara kemah nanti ku serahkan tugas ini kepada Baekhyun”

Kai tersenyum jahil , matanya melirik Baekhyun yang berada disampingnya reaksi wajahnya kini kebingungan.

“ini hukuman untuk mu tuan byun…” batin Kai

Baekhyun menatap Kai dengan geram , dia mulai mengepalkan tanganya “awas Kau Kim Jongin!” nama Kim Jongin hanya Baekhyun dan Sehun yang tahu akan hal ini bahkan Soojung yang kekasihnya tidak tahu baginya nama kekasihnya adalah Kim Kai.

“aku akan membuat perkemahan ini sangat menyenangkan percayalah”

ucap Baekhyun diiringi dengan tawa yang sama sekali tidak terdengar lucu , suasanya canggung melanda Baekhyun. Semua anggota percaya terkait apa yang dikatakan oleh Kai karena mereka tahu bahwa Baekhyun adalah tipikal yang bisa membuat orang tertawa yah walaupun mulutnya sangat berisik…

– What He’s My Husband –

Hanna , dia bukanlah anggota dari organisasi sekolah maka dari itu dia bisa kembali kerumah . gadis itu hanya mengikuti satu klub saja yaitu klub ilmiah karena dia sudah berada ditingkat tiga sang ketua memutuskan untuk membiarkan nya hiatus sejak memasuki semester 6 namun Hanna tidak sepenuhnya hiatus kerap kali dia memperhatikan dan membibing junior nya melakukan eksperimen.

Sementara itu Sehun … dia hanya mengikuti klub basket itu saja dia sering absen karena yah laki-laki itu tidak sungguh-sungguh mengikutinya . Sehun sering kali dikejar-kejar oleh sang ketua atau seniornya karena sering absen dia benar-benar nakal.

Setelah mendengarkan pengumuman Hanna berjalan menuju koridor 5 dimana tempat loker para siswa berada . karena ini detik-detik terakhir berada disekolah ini Hanna memutuskan untuk mengambil semua peralatan nya yang tersimpan didalam loker tersebut.

Saat berjalan kesana tanpa sengaja ia berpapasan dengan Sehun , laki-laki itu sedang bersandar ditiang sekolah sambil memainkan ponselnya

“hey kau mau kemana?”

Tanya Sehun , Hanna menghentikan langkahnya dia takut jika ada orang yang melihat kejadian ini

“kau bertanya pada ku?”

Jawab Hanna , ini terdengar agak canggung tapi bagaimanapun juga hal ini tidak boleh diketahui oleh siapapun sampai akhirnya mereka benar-benar resmi lulus dengan nilai baik dari sekolah ini.

Sehun memasukan ponselnya kedalam saku , lalu dia berjalan mendekati Hanna tiba-tiba tangan Sehun merangkul bahu Hanna dengan nyaman nya sementara itu Hanna terpaksa melepaskan nya

“jangan lakukan ini , bagaimana jika ada yang melihat?!”

Hanna terlihat sangat cemas , seantero sekolah mengetahui bahwa Hanna tidak menyukai anak brandalan seperti Sehun.

Sehun menengok kekanan dan kiri memastikan apakah ada orang disekitar sini

“sudah lepaskan”

Desis Hanna kemudian dia berlalu meninggalkan Sehun , laki-laki itu hanya mengacak rambutnya kesal kemudian dia berjalan mengekori Hanna.

 

– What He’s My Husband –

“apa sulit menahan tangan mu untuk tidak memegang bahu ku sekali saja walaupun disekolah? Aku tidak mau jika ada orang yang mengetahuinya itu buruk”

Hanna melontarkan protesnya kepada Sehun , yah seseorang yang dulu tidak ia sukai dan sekarang menjadi suaminya . mereka baru saja turun dari bus kini sedang berjalan menuju apartemen yang tak jauh dari halte

“ku rasa sulit”

Jawab Sehun santai , namun tiba-tiba Hanna menghentikan langkahnya gadis itu menengok kebelakang memberikan tatapan tajam sehingga membuat Sehun terkejut dan hampir saja menabraknya.

“kenapa?”

Tanya Sehun heran , ekspresi wajahnya seperti seseorang yang sedang meminta tantangan . Hanna tidak menjawab pertanyaan Sehun dia mendesis kesal kemudian berlalu begitu saja.

Setelah keluar dari lift mereka tiba didepan pintu apartemen , Sehun memasukan pin nya setelah kuncinya terbuka dia membuka pintu apartemen berjalan masuk kedalam di ikuti oleh Hanna yang tak lupa kembali menutup pintu.

Sehun menggatikan sepatu sekolahnya dengan sandal rumah , dia membuka almamater sekolahnya lalu melemparnya kesembarang arah membuat Hanna semakin geram “heol! Kau pikir membersihkan apartemen ini tidak melelahkan?!”

“ambil almamater mu atau kau akan tidur diluar dan tidak makan malam ini , pilih mana?!”

“aku pilih …. aku pilih memakan mu saja bagaimana? Itu terdengar menyenangkan bukan?”

jawab Sehun dengan nada menggoda seraya menghempaskan tubuhnya kesofa lalu ia lipat kedua tanganya didepan dada.

Sejak disekolah tadi sebenarnya emosi Hanna sudah menggebu-gebu dan sekarang dia sudah tidak bisa menahanya rasanya ingin sekali mencabik-cabik mulut Sehun yang selalu melontarkan kata-kata menggoda membuat dirinya menggelinjang ngeri.

Hanna melepaskan tas sekolahnya dia berjalan mendekati sambil kedua tanganya didepan dada raut wajahnya terlihat begitu kesal layaknya srigala yang siap menerkam mangsanya.

Seketika suara aneh pun terciptakan Hanna menendang kaki Sehun begitu kencang membuat laki-laki itu mengerang kesakitan sambil memegang kakinya

“hey kau gila?! Ini sangat sakit bagaimana jika ujian tiba nanti aku tidak bisa berjalan kau harus bertanggung jawab! Kau harus menggendong ku sampai kelas!”

Sehun merengek kesal perkataannya sangat berlebihan membuat Hanna ingin sekali menutup mulutnya rapat-rapat

“kau pikir itu akan benar-benar terjadi?”

“hey… Hanna sungguh ini sangat sakit aku tidak bisa menggerakkan kaki ku , kau harus bertanggung jawab”

Ekspresi wajah Sehun terlihat sangat kesakitan bahkan dia sampai meringkuk merengek tidak jelas sambil memegangi kakinya seketika raut wajah Hanna yang tadinya tersenyum jahat kini berubah menjadi panik.

Dia mengigit bibir bawahnya pelan lalu berjongkok dihadapan Sehun , memeriksa kaki Sehun yang beberapa menit lalu baru saja ia tendang dengan kerasnya.

“Sehun kau tidak apa-apa? maafkan aku sungguh aku akan melakukan apa saja jika kau bisa sembuh ketika ujian tiba”

Hanna sangat menyesal , dia berusaha meminta maaf kedapa Sehun lalu dia beranjak membenarkan posisi Sehun supaya tertidur disofa dipangkunya kaki Sehun seraya di usap pelan.

Sehun sih diam saja dia tak banyak bicara ekspresi wajahnya masih kesakitan

“masih sakit?”

Hening… Sehun tak menjawab sementara itu Hanna semakin cemas ia takut kalau Sehun benar-benar cidera dan hal ini dapat membuatnya terhambat saat mengikuti ujian .

Namun tak lama kemudian terdengarlah suara tawa yang keluar dari Sehun , dia tertawa sangat puas sambil memegangi perutnya

“kau…. kau hahaha terlihat bodoh hahaha”

Kata Sehun dengan nada mencibir di iringi oleh suara tawa yang jelas

“OH SEHUN!?”

Hanna geram dia beranjak dari duduk nya , niat hati ingin mencabik-cabik bagian tubuh Sehun namun tanpa sengaja kakinya tersandung membuatnya terpaksa jatuh dipelukan Sehun.

Perlahan-lahan suara tawa Sehun memudar digantikan oleh suara batuk , suasana hening . kepala Hanna berada diantara bahu dan leher Sehun dan setengah bagian tubuh atasnya menindih Sehun.

Suasanya menjadi hening , jantung Hanna mulai berdegup kencang …

 

TBC

 

Advertisements

63 thoughts on “(Noonatea) What he’s my husband? – 8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s