(Noonatea) Our Wedding – 19

Mendengar hal ini rasanya seperti

mendapat sebuah tamparan

menjalankan sebuah pernikahan

bukan atas dasar saling mencintai

melainkan atas dasar

untuk menolong seseorang yang membutuhkan

cinta dari seorang wanita

OUR WEDDING

Author : Noonatea

Cast : Byun Baekhyun – Hwang Shihyun

Genre : Marriage life – Drama – fluff

part 1 part 2 part 3 part 4 part 5 part 6 part 7a part 7b part8 part9 part10 part11 part 12 part 13 part 14 part 15 part 16 part 17 part 18

***

Baek Hyun menambahkan kelajuan pada mobilnya membuat mobil tersebut melintas begitu cepat . wajahnya terus mengeluarkan bulir keringat dan dadanya terasa sesak seperti ditusuk oleh ratusan panah.

Berbagai macam persepsi buruk muncul memenuhi pikiran Baek Hyun , laki-laki itu terus mengikuti arah yang ditunjukkan oleh GPS Baek Hyun tidak akan menyerah dia harus menemukan Shi Hyun karena gadis itu bagai hidup dan matinya.

Shi Hyun sedang mengandung darah daging Baek Hyun sesuatu yang buruk tidak boleh terjadi oleh dirinya , Baek Hyun terus menginjak gas mobilnya hingga melesat begitu jauh.

Sementara itu…

Shi Hyun sedang mempersiapkan berbagai macam hidangan untuk Baek Hyun semua makanan kesukaan Baek Hyun sudah siap diatas meja makan , jantung Shi Hyun berdegup begitu kencang layaknya seseorang yang akan menyatakan perasaan nya.

Dia terdiam sejenak , berpikir adakah sesuatu yang kurang? Tak lama kemudian Shi Hyun menepuk kedua tangannya seperti telah menemukan sesuatu kemudian dia berjalan ke arah sofa untuk mengambil kado yang berada didalam tasnya.

Shi Hyun merogoh tas tersebut dia tersenyum ketika menemukan kotak berwarna hitam dengan hiasan pita biru tua masih terlihat bagus . diletakkan nya kotak tersebut diatas meja kemudian dia kembali merogoh tasnya untuk mencari sesuatu.

Shi Hyun terus merogohnya seiring melakukan hal itu lambat laun ekspresi wajahnya mulai berubah menjadi panik , dia tidak menemukan ponselnya didalam sana. Shi Hyun menjatuhkan keluar semua isi tasnya namun hasilnya nihil dia tidak menemukan ponsel nya.

Dia berdecak kesal diringi dengan hembusan napas

‘lalu bagaimana aku bisa menghubungi Baek Hyun?’  batinnya penuh tanya tapi dia tidak kehabisan akal ada telepon rumah yang bisa ia gunakan untuk menghubungi Baek Hyun.

Sambil merasakan sedikit nyeri di perutnya Shi Hyun mendekat ke arah meja diambilnya telepon rumah tersebut , dia masih diam sambil memegang telepon rumah Shi Hyun menggigit bibir bawahnya pelan  “jika aku menghubungi Baek Hyun ini namanya bukan kejutan” batin nya bimbang.  lalu tanpa pikir panjang ia taruh kembali telepon tersebut dan memilih untuk duduk disofa sambil menunggu kedatangan Baek Hyun.

 

– Our Wedding –

Baek Hyun tiba dilokasi yang ditunjukkan oleh GPS nya , dia berada disebuah tempat yang tak pernah ia datangi sebelumnya tempat ini benar-benar gelap karena senja sudah berganti menjadi malam membuat suasana tempat ini semakin mencekam.

Gedung-gedung tinggi yang tak diselesaikan pembangunannya juga hembusan angin yang meniup leher Baek Hyun membuatnya takut untuk menjelajahi tempat ini . hembusan angin benar-benar membuatnya bergidik ngeri.

Baek Hyun terdiam sejenak berdiri tak jauh dari mobilnya , dia mencoba untuk menghubungi nomor Shi Hyun namun tak ada jawaban hal ini membuat Baek Hyun semakin takut rasanya jika ia bisa menyuapi mulut Jun Myeon dengan bom maka ia akan melakukan nya.

Baek Hyun masih diam ditempat itu walaupun rasa takut mulai menghampirinya namun ia mencoba untuk tidak merasakannya , dia berdiri menengok ke kanan dan kiri meneliti setiap sudut tempat angker ini .

“akhirnya kau datang juga tuan Byun!”

Suara sapaan menakutkan itu berasal dari belakang Baek Hyun , dengan sigap dia menengok kebelakang mendapati seseorang dengan wajah psikopat sambil memegang tongkat , Kim Jun Myeon.

“dimana?! Dimana kau sembunyikan Shi Hyun?!”

Baek Hyun mendesis , emosi nya sudah tidak terbendung lagi rasanya ingin sekali dia membunuh Jun Myeon saat ini juga.

Bukan jawaban yang Baek Hyun dengar melainkan suara tawa mencibir  , Jun Myeon menyandarkan tubuhnya pada tumpukan besi dan kardus yang sudah tak terpakai lagi

“kau terlihat begitu penasaran”

“aku tidak main-main! , dimana kau menyembunyikan istriku?!”

Emosi Baek Hyun meluap dia menghampiri Jun Myeon kemudian menarik kerah baju Jun Myeon dengan kedua tanganya.

Baek Hyun menatap Jun Myeon penuh dengan kebencian sedangkan Jun Myeon hanya memalingkan wajahnya dia tersenyum seraya perlahan-lahan melepaskan kedua tangan Baek Hyun dari kerah bajunya.

“jangan emosi seperti itu , dia baik-baik saja percayalah”

Ujar Jun Myeon santai seraya membenarkan kerah bajunya

“brengsek kau Kim Jun Myeon! Dimana kau menyembunyikan nya?! ”

“kau terlalu bodoh untuk mempercayaiku”

“jangan banyak bicara , cepat beritahu aku dimana Shi Hyun jika tidak aku akan menghabisi nyawamu!”

Jun Myeon tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Baek Hyun , hal ini membuat Baek Hyun semakin kesal rasanya dia ingin menyulut mulut Jun Myeon dengan rokok.

Tanpa pikir panjang Baek Hyun langsung menghantam sisi kanan wajah Jun Myeon dengan kepalan tangannya , dia sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.

Jun Myeon tersungkur didekat tumpukan kardus seraya memegangi pipinya yang baru saja di tonjok oleh Baek Hyun , laki-laki itu tidak tinggal diam dia mengambil besi panjang lalu dia lemparkan itu kearah Baek Hyun tepat mengenai bahu kirinya membuat Baek Hyun mengerang kesakitan.

Baek Hyun jalan terseok-seok sambil memegangi bahu kirinya , tangan kirinya sebisa mungkin ia gunakan untuk mengambil sesuatu yang berada didekatnya namun sangat disayangkan Jun Myeon keburu memukul perutnya membuat Baek Hyun jatuh tersungkur.

Tak sampai disitu saja , Jun Myeon menendang Baek Hyun membuat laki-laki dengan setelan jas itu jatuh meringkuk wajah tampan Baek Hyun dipukuli habis-habisan oleh Jun Myeon meninggalkan luka lebam keunguan serta darah

“rasakan ini! Kau pantas mendapatkan nya karena dirimu aku kehilangan ibu ku! Kau pantas merasakan ini Baek Hyun!”

Ujar Jun Myeon dia terus memukuli Baek Hyun sambil menindih tubuh Baek Hyun membuat laki-laki itu tidak bisa berbuat banyak Baek Hyun diam dan pasrah jika  Tuhan memanggilnya sekarang Baek Hyun akan siap…

“sadarlah kau Kim Jun Myeon”

Suara Baek Hyun terdengar lirih dia sebisa mungkin berbicara dalam keadaan tersungkur sambil memegangi bahunya

Tak lama kemudian terdengar suara sirine ambulan dan mobil polisi membuat Jun Myeon bergidik ngeri dengan cepat ia tinggalkan Baek Hyun yang tersungkur dengan wajah berlumuran darah.

Namun Jun Myeon kalah cepat , tempat persembunyian nya sudah keburu dikepung oleh polisi bersenjata lengkap , seketika kaki Jun Myeon melemas kepalanya pusing pandanganya mengabur entah kemana seiring begitu para Dokter dan Tim Medis menolong Baek Hyun yang tersungkur menyedihkan di dekat tumpukan kardus.

Jun Myeon jatuh bertekuk lutut , dirinya sudah dikepung oleh polisi bersenjata laki-laki itu tidak bisa berbuat banyak dengan cepat para dokter menghampirinya dengan membawa kotak obat

“cepat suntikan cairan itu atau ia akan memberontak!”

Perintah salah satu dokter , kemudian tim medis lainnya membantu memegangi tubuh Jun Myeon supaya dia tidak berontak dengan cepat salah satu dokter yang memegang jarum suntik menyuntikkan cairan tersebut tepat dilengan Jun Myeon membuat dirinya sedikit mengerang kesakitan.

Perlahan-lahan polisi mulai menurunkan senjatanya ketika mereka melihat Jun Myeon sudah terbaring lemas diatas tandu , satu per satu dari mereka bergegas kembali meninggalkan tempat ini.

Kondisi mental Jun Myeon cukup parah sehingga membuatnya menjadi seorang psikopat , dia akan menyiksa siapa saja yang sudah menghancurkan hidupnya .

Sudah sejak lama pihak Rumah Sakit merawat Jun Myeon namun laki-laki itu selalu bisa melarikan diri dari sana akhirnya setelah beberapa hari dia melarikan diri terjadilah pengaduan dari pihak kepolisian bahwa warga bernama Kim Jun Myeon seorang pengusaha muda baru saja menyiksa seseorang.

Mental Jun Myeon sudah terganggu sejak kepergian ibunya , sejak saat itu dia berubah menjadi pribadi yang sering marah , berbohong , dan melanggar peraturan semakin bertambah dewasa kondisinya pun semakin mengkhawatirkan.

Saat ini Jun Myeon hanya bisa berbaring lemas diatas tandu tubuhnya diikat dan tanganya diborgol sorotan lampu mobil membuatnya mengeryitkan dahi.

Penyakit yang dialami Jun Myeon masih bisa disembuhkan jika dia mau bersungguh-sungguh untuk sembuh tapi bagaimana pun juga dia sudah melakukan banyak tindakan kejahatan Jun Myeon harus tetap menjalankan proses hukum.

Setelah bertahun-tahun lari dari kenyataan akhirnya Jun Myeon sadar bahwa kenyataan akan selalu mengikutinya kemana pun ia pergi dimanapun ia bersembunyi , dia harus menerima kenyataan bawah dia akan mengalami hal-hal menyakitkan atas perbuatannya selama ini karena Tuhan akan selalu membuat umatnya bertanggung jawab atas perbuatannya.

mobil ambulan mulai meninggalkan tempat menyeramkan ini sementara itu polisi bertugas mencari barang bukti untuk proses hukum yang akan Jun Myeon hadapi nanti , kasus ini benar-benar harus terselesaikan.

 

– Our Wedding –

Shi Hyun meringkuk kesakitan dilantai dekat kamar mandi kakinya mengalir darah segar , dia mengerang kesakitan sambil memegangi perutnya Shi Hyun mencoba untuk bangkit mendekati meja telepon rumah .

Shi Hyun bergeser menyeret kakinya , sebisa mungkin ia lakukan hal itu yang dipikirannya saat ini adalah Rumah Sakit. Perlahan-lahan dia mendekati meja tersebut Shi Hyun sudah tidak sanggup untuk berdiri tanganya meraih telepon rumah diatas.

Sambil menahan rasa sakit yang sangat sangat memilukan jemari Shi Hyun mencoba untuk menekan tombol ‘911’

“ha…halo ini ak—ku Shi Hyun”

Suaranya terdengar sangat lirih , buliran keringat terus mengalir dari dahinya begitu juga dengan kakinya yang tak berhenti dialiri oleh darah segar.

“ada yang bisa kami bantu?”

Jawabnya dari sebrang sana

“bisakah … kau kirimkan ambulan ke distrik Apgeujeong No 56? Ak—ku su…dah tidak ku—at”

Seketika telepon rumah tersebut terlepas dari genggaman Shi Hyun , dirinya sudah tidak sadarkan diri lagi

“nona!”

“nona apakah kau baik-baik saja?!”

‘tuuut’…. telepon terputus secara sepihak . Shi Hyun tersungkur dengan keadaan kaki berlumuran darah sesuatu telah terjadi pada kandunganya .

 

Beberapa menit yang lalu kondisi tubuh Shi Hyun mulai melemas perutnya yang ia rasa sejak senja sudah kesakitan pun akhrinya semakin menjadi-jadi , dia memaksakan dirinya untuk berjalan kekamar mandi karena ingin buang air kecil namun sesuatu yang buruk terjadi padanya juga segumpal darah didalam rahimnya .

Lantai kamar mandi terlalu licin membuat Shi Hyun terjatuh saat itu ia tahu bahwa kandunganya sudah tidak baik-baik saja Shi Hyun menangis merintih kesakitan dia menjerit ketika melihat darah segar mengalir dikakinya.

Shi Hyun tahu bahwa dia baru saja kehilangan sesosok yang sangat ia tunggu , yang sangat ia dambakan namun sosok itu telah hilang bersama aliran darah segar dikakinya , Shi Hyun keguguran.

 

Suara sirine ambulan semakin dekat di rumah Keluarga Byun , seketika tim medis langsung membawa tandu menerobos pagar rumah tersebut . tanpa pikir panjang salah satu dari mereka terpaksa membuka pintu rumah tersebut.

Ketika mereka masuk kedalam , mereka mendapati seorang wanita tersungkur dengan keadaan mengenaskan serta lantai yang berteteskan darah dengan cepat mereka membawa Shi Hyun menggunakan tandu tersebut kedalam ambulan.

Para tetangga berdiri tak jauh dari pintu gerbang sambil berbisik-bisik satu sama lain ketika mereka melihat Shi Hyun sudah tidak sadarkan diri diatas tandu dengan kaki berlumuran darah.

“kasihan sekali keluarga Byun”

“ya padahal mereka baru saja mengalami musibah karena perusahaannya di Jepang terbakar”

“semoga nona Byun terselamatkan dia sangat baik seperti malaikat”

“ya aku juga berdo’a seperti itu”

Ambulan pun mulai meninggalkan rumah tersebut , Shi Hyun berada didalam para dokter sebisa mungkin memberi pertolongan pertama untuk Shi Hyun. Mereka memasangkan oksigen juga mengecek denyut nadi Shi Hyun.

Gadis itu sudah terbaring lemah namun perlahan-lahan matanya sedikit terbuka

“Ba…baek Hyun….”

Suaranya terdengar sangat lirih seiring dengan itu dokter dan suster sebisa mungkin membuatnya tidak mengeluarkan banyak darah dan memberinya pertolongan pertama …

 

– Our Wedding –

Jun Myeon terbaring lemas diatas ranjang rumah sakit kaki dan tangan nya diikat disisi ranjang dia tidak bisa berbuat banyak , para dokter sedang berusaha membuat pikirannya tenang dengan menyuntikkan cairan kedalam tubuhnya.

Sementara itu dirumah sakit yang sama namun ruangan berbeda Baek Hyun terkulai lemas wajahnya penuh dengan luka lebam dahinya diperban dan tangan nya di infus . mata Baek Hyun terpejam namun pikirannya terus memikirkan seseorang yang ia khawatirkan seseorang yang sangat ia cintai Hwang Shi Hyun.

 

“cepat segera lakukan operasi kepada nona Shi Hyun”

Perintah Dokter Jung kepada Dokter lainnya

“tapi Dok , kami tidak mengetahui identitas wanita ini”

“saat ini nyawa dia yang terpenting! Aku mengenalnya apa kau masih berani membantah perintah ku?!”

“bb-baik”

Segera mereka membawa Shi Hyun masuk kedalam ruang operasi , lampu ruangan mulai dinyalakan para Dokter sudah lengkap dengan masker dan sarung tangan beberapa dari mereka sudah memegang gunting dan lainnya.

Rahim Shi Hyun akan dioperasi , janinnya akan dibersihkan dimasukkannya sebuat alat melalui bagian tubuh bawah Shi Hyun lalu alat itu bergerak didalamnya membersihkan rahimnya sehingga mengeluarkan Banyak darah.

Sementara itu kondisi Shi Hyun semakin memprihatinkan dia kekurangan banyak darah

“cepat! Kau cari persediaan golongan darah B Shi Hyun kehabisan darah!”

“baik Dok”

Seorang suster keluar dari ruangan , dia berlari ke ruangan persediaan darah saat ini golongan darah B yang dibutuhkan.

Saat sampai diruangan persediaan darah suster itu langsung mengambil beberapa kantung golongan darah B juga O untuk berjaga-jaga tanpa pikir panjang dia langsung berlari kembali keruangan operasi.

“aku mendapatkan nya!”

Kata suster tersebut dengan kedua tangan membawa beberapa kantung darah

“cepat kau masukan keselang infus”

Operasi pun kembali dilanjutkan , para Dokter terus berusaha semaksimal mungkin supaya Shi Hyun bisa tetap selamat walaupun dia kehilangan calon bayinya , walaupun dia kehilangan banyak darah.

 

– Our Wedding –

Perlahan-lahan jemari Baek Hyun bergerak mata yang setadinya terpejam kini terbuka melihat lampu dan ruangan bernuansa hijau dan putih .

Baek Hyun langsung teringat Shi Hyun seketika ia bangun dan ingin melepaskan selang infus ditangannya

“Tuan Byun anda tidak boleh banyak bergerak kondisi anda belum membaik”

“tidak..tidak yang terpenting sekarang adalah Shi Hyun , dimana dia?! Dimana istriku?!”

Suara Baek Hyun terdengar keras , wajahnya terlihat seperti orang yang ketakutan dan khawatir para Dokter dan Suster berusaha memeganginya dan menenangkannya

“tenanglah Tuan , nona Shi Hyun baik-baik saja”

“tidak … aku tidak percaya itu dimana dia sekarang”

Baek Hyun meronta-ronta minta dilepaskan , dia sangat khawatir terhadap Shi Hyun dia sangat takut kalau-kalau sesuatu yang buruk telah terjadi kepada Shi Hyun.

Para Dokter berusaha semaksimal mungkin supaya Baek Hyun tetap tenang , mereka kembali menidurkan Baek Hyun dan memasang selang infusnya.

Perlahan-lahan seorang Dokter membuka tirai , tirai yang memisahkan ruangan ini dengan yang lain ketika tirai abu-abu itu dibuka…

Baek Hyun mendapati seseorang , seseorang yang sangat ia cintai yang ia khawatirkan sejak tadi seseorang itu adalah Hwang Shi hyun .

Shi Hyun terlihat begitu lemah , dia terbaring lengkap dengan beberapa selang Baek Hyun harus menerima kenyataan pahit bahwa Shi Hyun saat ini terbaring koma…

“kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun tetap nona Shi Hyun harus terbaring koma , percayalah dia akan sadar dalam waktu dekat…”

Tidak ada sepatah kata pun yang terlontar dari mulut kaleng Baek Hyun , laki-laki itu hanya bisa diam saja diam menahan rasa sakit mengilukan dadanya terasa amat sesak ketika melihat seorang yang sangat ia cintai harus terbaring koma .

Layaknya matahari yang disapu oleh awan mendung saat ini perasaan Baek Hyun sangat terluka dia merasa gagal sebagai seorang suami karena dia tidak bisa menjalankan tugasnya dengan Baik.

Perlahan-lahan setetes air mulai membasahi pipinya , Baek Hyun mulai menangis satu per satu Dokter mulai menyingkir meninggalkan tempat ini.

Baek Hyun tahu pasti Shi Hyun sangat kesakitan , dia tahu bahwa malaikat kecil yang ia tunggu telah tiada ini semua salahnya Baek Hyun tidak bisa berhenti menyalahi Diri Sendiri.

Namun sesuatu terjadi karena campur tangan Tuhan , sesuatu terjadi untuk sebuah alasan . Baek Hyun mulai menangis sejadi-jadinya suara itu terdengar jelas dia memukul dadanya sesak , sakit , menyesal itu yang ia rasakan saat ini .

Rasanya ingin sekali dia memutar waktu kembali ketika semuanya baik-baik saja , kembali saat betapa bahagianya Baek Hyun ketika dia mengetahui bahwa Shi Hyun mengandung namun semuanya sudah hilang begitu saja layaknya senja yang berganti menjadi malam , malam yang berganti dengan siang …

Hilang , berbekas meninggalkan luka yang mendalam.

 

– Our Wedding –

 

Dua Hari kemudian…

 

Baek Hyun duduk disamping Shi Hyun tersenyum seraya menggemggam jemarinya erat , Shi Hyun sudah sadar dari komanya sejak kemarin begitu juga dengan Baek Hyun perlahan-lahan kondisinya mulai membaik.

“maafkan aku , aku tidak bisa menjaga calon bayi kita dengan baik . kau pasti mengkhawatirkan ku begitu banyak bukan?”

Ujar Shi Hyun dengan perasaan menyesal

“tidak apa yang terpenting sekarang aku kembali melihatmu tersenyum”

Baek Hyun berusaha membuat Shi Hyun tetap tenang , dia tahu bahwa mental Shi Hyun sedikit shock tapi bagaimanapun juga sebagai seorang suami Baek Hyun harus tetap menjaganya.

Baek Hyun menghembuskan napas perlahan rasanya ingin sekali dia menutup rapat-rapat kejadian itu , dia tidak ingin mengingatnya kembali.

Suara ketukan pintu memecahkan keheningan diantara mereka berdua

“masuk”

Ujar Baek Hyun dari dalam , kemudian dia beranjak dari duduknya melihat siapa yang datang ternyata yang datang adalah Dokter Jung.

“oh maaf sepertinya aku menggangu kalian berdua , boleh aku berbicara dengan Tuan Byun sebentar?”

“oh silahkan apa yang anda ingin bicarakan Dok?”

“bisa kau dan aku keluar sebentar?”

Tanya Dokter Jung memastikan

“oh tentu”

Dokter Jung tersenyum kepada Shi Hyun yang terbaring diatas ranjang sementara itu sebelum meninggalkan ruangan ini Baek Hyun mencium dahi Shi Hyun lembut seraya membisikkan

“aku akan segera kembali”

 

Dokter Jung dan Baek Hyun berada diruangan Dokter Jung saat ini , dia memberitahukan bahwa bagian tubuh mana saja yang mengalami cidera

“jadi bahu anda masih butuh perawatan Tuan sedangakan luka lebam diwajah anda perlahan-lahan akan menghilang , omong-omong apa nona Shi Hyun sudah mengetahui hal ini?”

Baek Hyun hanya bisa menghembuskan napas perlahan

“aku tidak ingin memberitahunya biarkan dia mengetahui hal itu sendiri lalu kondisi Shi Hyun bagaimana dok?”

“saat ini dia masih membutuhkan perawatan , dia juga masih trauma karena yah… nona Shi Hyun terjatuh dikamar mandi dan akhirnya mengalami keguguran dan pendarahan yang hebat . bukan kah aku sudah mengatakan bahwa kandungan nya lemah? Sepertinya sebelum terjatuh dia berlarian”

Baek Hyun menganga ketika mendengar perkataan Dokter Jung “apa ?! Shi Hyun terjatuh dikamar mandi?! Lalu bagaimana dengan Jun Myeon?”

“ma..maksud anda apa Dok?”

Tanya Baek Hyun penasaran ,matanya menatap menerawang Dokter Jung

“Kami menemukan nona Shi Hyun dirumah dengan keadaan yang menyedihkan , lantai rumah anda berceceran darah bukankah pada saat yang sama anda mengalami sebuah kecelakaan?”

Baek Hyun semakin bingung dia mengalihkan pembicaraan Dokter Jung

“m..maaf Dok sepertinya Shi Hyun sudah menunggu lama aku permisi”

Ujaranya dengan gugup kemudian dia keluar dari ruangan ini.

 

– Our Wedding –

“bisa kau jelaskan padaku apa yang sudah terjadi ?”

Tanya Baek Hyun kepada Shi Hyun dengan berhati-hati . Shi Hyun menghembuskan napas perlahan

“beberapa hari yang lalu aku memutuskan untuk pergi kesebuah toko , namun saat ingin kembali kerumah ada seorang pencuri membawa pergi tas ku aku mengejarnya”

“lalu?”

“yah akhirnya ada dua orang polisi yang sedang berpatroli mereka membantuku sampai akhirnya aku mendapatkan tas ku kembali . saat itu aku tidak menyadari bahwa ponsel ku telah hilang pasti kau menghubungi dan khawatir padaku bukan?”

“banyak , aku sangat mengkhawatirkan mu begitu banyak”

Baek Hyun mulai lega ketika mengetahui bahwa Shi Hyun samasekali tidak disentuh oleh tangan kotor Jun Myeon .

“lalu bagaimana dengan luka lebam diwajah mu? Pasti sesuatu yang buruk telah terjadi bukan? Ceritakan kepadaku”

“cepat atau lambat kau akan mengetahuinya”

Baek Hyun tersenyum seraya menggenggam jemari Shi Hyun dengan erat , dia menyakinkan gadis itu bahwa semuanya akan baik-baik saja semuanya akan kembali seperti semula.

Tidak hanya Shi Hyun dan Baek Hyun saja yang berduka karena kehilangan calon bayi mereka begitu juga dengan Keluarga Byun dan Hwang , mereka merasakan luka yang begitu mendalam .

Saat ini Ayah Byun Baek Hyun sedang meminta pihak kepolisian untuk melaksanakan proses Hukum dengan seadil-adilnya dan tidak merugikan kedua belah pihak . kini beliau sadar mengapa Baek Hyun tidak pernah mau bekerja sama dengan KJM Group beliau menyesali nya karena selalu memaksa Baek Hyun menandatangi surat perjanjian kerja sama .

 

– Our Wedding –

 

Kini Jun Myeon hanya bisa meringkuk lemas diatas ranjang rumah sakit , saat ini dia harus menjalani sesi terapi dan perawatan sebelum akhirnya harus melalui proses hukum dan mendekam di sel.

Jun Myeon terdiam memandangi jendela , dia menyesal karena sudah melakukan tindakan kejahatan selama ini . saat ini yang dia butuhkan adalah sosok ibu yang sudah menghilang sejak 10 tahun lamanya.

Sesosok ibu yang ia rindukan . dulu… sewaktu duduk dibangku sekolah tingkat 2 Baek Hyun meminta Jun Myeon untuk mengikutinya pergi kesuatu tempat Baek Hyun berkata

“Jun Myeon cepat ikuti aku atau kau tidak akan melihat ibu mu lagi”

“tidak aku tidak akan pernah percaya pada perkataan mu”

 

Dia sangat-sangat menyesali perkataannya 10 tahun yang lalu andai saja saat itu Jun Myeon mau mengikuti Baek Hyun pasti saat ini dia hidup dengan baik bersama Jun Ho dan ibunya.

 

Sesuatu terjadi karena takdir Tuhan namun sebagai manusia jika kita menginginkan takdir yang baik kita bisa merubahnya ketika semua menghantam mu secara tiba-tiba kau tidak bisa mengembalikan nya sama halnya seperti Shi Hyun dan Baek Hyun mereka tidak bisa mengembalikan calon bayi mereka yang meninggal begitu juga dengan Jun Myeon dia tidak bisa mengembalikan kehidupannya , kehidupan yang semula nya baik-baik saja.

Selagi masih memiliki kesempatan untuk berbuat jujur dan baik lakukanlah , hidup begitu singkat lakukan apa yang ingin kau lakukan hiduplah dengan baik karena di hari akhir Tuhan akan selalu meminta pertanggung jawaban atas apa yang kau lakukan seumur hidup mu…

Baek Hyun dan Shi Hyun akan kembali hidup bersama seperti semula namun sepertinya akan ada yang berubah sedangkan Jun Myeon ada proses hukum persidangan yang sudah menunggunya…

 

-TBC-

Advertisements

39 thoughts on “(Noonatea) Our Wedding – 19

  1. yahhhh akhirnya shi hyun kegugurankan dan baekhyun luka” karna berantem dengan joonmyeon dan gk nyangka sama sekali kalo joonmyeon ternyata punya gangguan mental kasian banget kamu bang dinistain banget disini…
    moga perlakuan baekhyun nggak berubah ke shi hyun setelah tragedi kegugurannya

  2. Aku penasaran dengan kata-kata terakhir :
    “Baek Hyun dan Shi Hyun akan kembali hidup bersama seperti semula namun sepertinya akan ada yang berubah”
    Kira-kira apa ya yang akan berubah diantara mereka? Kemudian apa mungkin Joonmyun akan meneruskan rencana awalnya, yang akan melibatkan adiknya sendiri?
    Ok, aku penasaran.
    Next chapter ditunggu 🙂

  3. Pingback: (Noonatea) Our Wedding – 20 [Last Chapter] | Noonatea

  4. wahh..kok keguguran…?:(yaapun..kasian bngat baekhyun sama shinhyun..yg sbar ya…eh trnyata suho gnguan mental…?wah….ga nyanka..

  5. wahh..kok keguguran…?:(yaapun..kasian bngat baekhyun sama shinhyun..yg sbar ya…eh trnyata suho gnguan mental…?wah….ga nyanka….

  6. Knp berasa pendek yh….akhhhh seruuu dehhh sumpah yakk itu baekhyun soknya aduhhhhh….aq y kaget itu pas shin hyun keguguran….ichhh ksian…aq sdh bacanya

  7. Apa ini sudah mau abis? Wihh gk terasa baca cmn 2 hri thor aku selesai #curcol/? *abaikan (?)
    Keren”” banget dah uda gk bsa komen ak (°○°)– “……” one word amazing!

  8. Apa yang sebenarnya terjadi pada baekhyun
    Ia baik-baik saja kan. Jangan sampai ia mengalami sesuatu yang dapat membahayakan nyawanya.
    Aku tak sanggup melihatnya terluka..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s