(noonatea) What He’s My Husband? – 10

“when you have to married with someone who make you feel so disgusted

WHAT ? HE’S MY HUSBAND?!

Author : Noonatea (Me)

Cast : Oh Sehun – Kim Hanna

Genre : School Life – Marriage Life – Romance

Leght : Chapter

Teaser Part 1 part 2 part 3 part 4 part 5 part 6 part 7 part 8 part 9

***

“ku percayakan diriku kepada mu Oh Sehun”

 

Tanpa sadar kalimat itu mencelos begitu saja dari hati seorang Kim Hanna namun sayang ia belum bisa mengucapkan nya dengan suara . saat ini ia hanya bisa menyampaikan nya dengan suara , suara yang tak terdengar oleh siapapun kecuali dirinya dan Tuhan.

Dia bahkan tidak tahu bagaimana kalimat itu dengan mudahnya terucap didalam hatinya , beruntung hanya didalam hati sampai kapanpun Sehun tidak akan mendengarnya batinnya bersyukur.

ketika semuanya berbalik semula Hanna tidak menyukainya bahkan dia tidak percaya ‘Bagaimana Bisa?!’ yah… bagaimana bisa seorang Sehun manusia yang paling tidak ia sukai seantero sekolah menjadi suaminya dan sekarang kalimat mempercayakan dirinya kepada Oh Sehun mencelos begitu saja tanpa seijinnya.

Menyebalkan…

Semuanya menjadi terasa menyebalkan ketika perasaan tidak bisa dikendalikan.

 -What He’s My Husband-

 

Dua hari itu waktu yang cukup untuk sekedar beristirahat sebelum ujian akhir sekolah dimulai …

Hanna sudah siap untuk menghadapi hal itu , ya bagi siswi cerdas sepertinya hal ini bukanlah sesuatu yang harus dipusingkan masih ada Ujian Perguruan Tinggi dan beberapa Ujian Beasiswa ke luar negeri yang menunggunya .

Hanna masih tetap dengan keinginan nya untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri dia tidak peduli meskipun orang tua nya memiliki banyak uang dan pekerjaan di perusahaan Ayah atau Ibu nya yang menjajikan atau menjadi menantu dari seorang Pengusaha terkaya di Korea Selatan? Dia tidak peduli akan hal itu…

Hanna mengacak rambutnya pelan cepat atau lambat dia harus memutuskan masa depan nya ingin tetap tinggal di Korea dan menjadi Istri Sehun atau … entahlah intinya saat ini suasana hatinya sangat rumit bahkan dia sendiri tidak mengerti apa yang di inginkan oleh hatinya

Terkadang mengikuti kata hati itu sulit.

“kau terlihat murung”

Tiba-tiba Sehun datang dengan membawa sebotol air dingin dari belakang membuat Hanna terbangun dari lamunanya.

“tidak aku baik-baik saja”

Sehun mengangguk lalu meneguk sebotol air yang dipegangnya kemudian melompati sofa dan akhirnya terduduk disamping Hanna membuat gadis itu sedikit terkejut sehingga menjaga jaraknya dengan Sehun.

“aku tidak percaya , sepertinya ada sesuatu yang kau pikirkan benar bukan?”

“jangan mencoba menjadi seorang peramal ditengah suhu yang panas ini”

“jangan mencoba menjadi pembohong ditengah suhu yang panas ini”

Jawab Sehun seraya menoleh ke Hanna dan memamerkan deretan giginya yang putih alias tersenyum meledek.

Hanna mendengus kesal mendengar jawaban Sehun , laki-laki itu selalu punya cara untuk meledek Hanna mungkin dia belajar banyak dari teman sekelasnya yang gemar sekali membuat onar , Byun Baekhyun.

-What He’s My Husband-

Ia duduk didepan meja belajarnya seraya memperhatikan sebuah foto yang terpajang didalam bingkai dengan memperhatikan setiap inci foto itu membuat pikiran nya dipenuhi oleh berbagai macam pertanyaan dan rasa penasaran bahkan sampai Baekhyun menjadi seseorang yang pendiam dia tidak dapat menjawab semua rasa penasaran itu , mungkin?

Junmyeon , dia sedang memperhatikan foto Hanna yah foto itu boleh ia ambil dari majalah sekolah beberapa bulan yang lalu dengan menampilkan Hanna dan dirinya sebagai model sampul.

Beruntung pikir Junmyeon setidaknya ia pernah berfoto bersama Hanna walaupun hanya dalam sebuah majalah…

Saat itu pihak sekolah meminta Sehun untuk menjadi model sampul seperti biasa namun Sehun tidak bisa melakukannya dikarenakan ada sesuatu yang memang tidak bisa membuatnya berfoto bersama Hanna ia tahu Hanna tidak menyukainya daripada ia selalu diberi tatapan menjijikan lebih baik Sehun mundur dan akhirnya Junmyeon lah yang terpilih wajah tampannya cukup bermanfaat , dia memang sangat tampan!

“sebenarnya kau siapa? Bagaiman bisa…”

Gumam Junmyeon pikirannya kembali berimajinasi mengingat kejadian senja itu di sungai Han ketika dia melihat Sehun dan Hanna terlihat begitu serasi satu sama lain dan mengenal satu sama lain jauh dari Junmyeon mengenal nya.

Junmyeon lebih memilih diam dia tidak mau menyakiti dirinya sendiri akhirnya ia masukkan bingkai foto tersebut kedalam laci , ia menyembunyikannya karena enggan mengingat kejadian itu.

Sudah jatuh tertimpa tangga… tak selamanya apa yang terlihat baik akan tetap baik dan tak selamanya yang terlihat buruk akan tetap buruk

Sepertinya roda kehidupan Junmyeon sedang dibawah , sudah-cukup-banyak siswi yang ia tolak ketika perayaan valentine tiga tahun berturut-turut kala itu mulai dari tingkat ketiga sekolah menengah pertama hingga tingkat kedua sekolah menengah atas .

Hampir semua siswi yang mengajaknya untuk makan malam bersama atau memberikan cokelat ketika perayaan valentine ia tolak kala itu mungkin saat ini Tuhan sedang mencoba untuk menegurnya dengan yah… melalui Kim Hanna.

 -What He’s My Husband-

“kau bisa berangkat bersama ku pagi ini”

Ucap sehun yang sedang sibuk dengan dasi di kerah bajunya sementara Hanna tidak memberikan minat samasekali terhadap tawaran Sehun untuk berangkat ke sekolah bersamanya.

“aku bisa berangkat sendiri Sehun”

“seperti nya kau takut jika seisi sekolah menyangka kau adalah kekasih ku”

Tiba-tiba Hanna tersedak mendengar perkataan Sehun

“benar apa yang aku katakan”

Ya memang seperti itu kebenarannya Hanna tidak mau seisi sekolah tahu bahwa dia memiliki hubungan dengan Sehun terserah presepsi seisi sekolah itu apa tentang hubungan mereka tapi yang jelas dia tidak mau terlihat berduaan disekolah dengan Sehun , itu saja.

Tapi sayangnya… Hanna bukanlah kekasih Sehun melainkan dia adalah istri Sehun ini rahasia terbesar baginya Sehun tidak bisa menganggap enteng tentang hal ini.

Hanna meneguk segelas susu yang berada dihadapannya lalu dia mengelap mulutnya dengan tissue .

“sepertinya kau menganggap enteng tentang hal ini Sehun , kau tahu? Seisi sekolah mengetahui bahwa aku tidak menyukai mu jadi bagaimana bisa aku berada dalam satu mobil dengan mu? Aku berangkat jangan lupa untuk sepotong roti panggang dan segelas susu yang sudah aku siapkan”

“kau egois”

“aku hanya ingin berhati-hati , aku berangkat”

Sehun mendengus kesal memperhatikan pintu apartemen yang baru saja tertutup oleh Hanna dia tidak habis pikir bagaimana bisa? Sudah tinggal satu atap , tidur bersama , bahkan kemarin baru saja pergi bersama namun Hanna masih bersikap seperti ini terhadap Sehun.

Hanna memang memiliki watak yang keras tetapi hanya orang tua nya saja yang dapat meruntuhkan watak keras kepalanya itu dia memang selalu terlihat ceria ya hanya dari luar namun tidak ada yang tahu bahwa banyak sekali sesuatu yang ia pendam seorang diri bagi Sehun dia tak jauh beda dengan gadis lainnya dia memang terlihat kuat bahkan dia tidak menangis ketika dipaksa menikah dengan Sehun atau karena ulah idiot Park Chanyeol yang tanpa sengaja membuang buku panduan olimpiade bahasa inggris miliknya.

Berbeda dengan Sehun yang selalu santai dalam menghadapi masalah hidupnya didalam kepalanya hanya ada main , makan dan tidur yah seperti itulah siklus hidupnya , mononton. bahkan dia tidak pernah merasakan adanya tantangan dalam menjalani hidup namun sejak kedatangan Hanna dia merasa sesuatu telah berubah selama ini ia hanya mengetahui Hanna melalui pengeras suara disekolah , mading sekolah , majalah sekolah dan lain sebagainya dia cantik , baik tidak ada yang bisa untuk tidak mengakui kesempurnaannya dan sekarang yang terjadi adalah … Hanna menjadi istrinya jujur sampai saat ini Sehun masih belum bisa percaya namun bagaimana? Kenyataan nya sudah seperti ini…

Dulu mereka hanya pernah terlibat menjadi model sampul majalah sekolah dan beberapa poster tentang edukasi untuk sekolah mereka yah.. sekitar dua tahun yang lalu ketika mereka baru saja memasuki tingkat pertama Sehun berani bertaruh bahwa Hanna pasti sudah melupakan hal itu.

 -What He’s My Husband-

“sungguh aku melihatnya dengan kedua mata ku , aku lihat sendiri mereka begitu mesra”

Junmyeon berjalan mengekori Kyungsoo yang sedang menuju loker sekolahnya.

Kyungsoo terlihat tidak minat tentang apa yang Junmyeon bicarakan , karena dia sudah bosan mendengar nama Hanna yang selalu keluar dari mulut Junmyeon.

“lalu aku harus bagaimana? Sejak tadi kau selalu mengekori ku dan terus mengatakan kalimat itu”

Desis Kyungsoo seraya memegang pintu lokernya yang terbuka kemudian dia mengalihkan pandangannya kedalam loker untuk mencari sesuatu yang menurutnya sangat penting.

“aku hanya ingin memastikannya mungkin saja kau tahu tentang hal itu”

Kata Junmyeon menyesal wajahnya bahkan terlihat cukup melas

Kyungsoo menghembuskan napasnya perlahan pandangan nya menyapu hall koridor .

“kurasa kau harus mengakhiri hal ini Junmyeon , hidup mu menjadi sia-sia ketika kau terus menyukai nya bahkan dia tidak menyukai mu sama sekali. Lain kali pakai otak mu belakangan ini kau tidak seperti Junmyeon yang ku kenal”

Ujar Kyungsoo diiringi dengan menepuk bahu Junmyeon pelan lalu laki-laki bermata bulat itu menutup pintu loker dan meninggalkan Junmyeon yang diam mematung.

Sejak berangkat menuju sekolah sekitar lima belas menit yang lalu Junmyeon selalu membicarakan tentang Hanna lebih tepatnya menceritakan kejadian yang ia lihat tempo hari ketika Sehun dan Hanna terlihat seperti sedang berkencan di Sungai Han kepada Kyungsoo.

Awalnya Kyungsoo merasa aneh juga ketika mendengar hal itu namun ia memilih untuk menjadi buta dan tuli sementara itu Junmyeon bersikeras untuk mencari tahu dia tidak ingin termakan oleh emosi nya sendiri meskipun sebenarnya sudah termakan…

“oh sehun kim hanna sebenarnya apa hubungan kalian berdua”

Gumam Junmyeon seraya mengepalkan kedua tangannya disisi saku celana dia mencoba untuk meredam rasa emosi dan penasaran yang bergejolak dihatinya saat ini

Diam-diam ada seseorang yang sejak tadi tanpa sengaja mendengar pembicaraan Kyungsoo dan Junmyeon disebrang loker Kyungsoo

Orang itu …

Byun Baekhyun

 -What He’s My Husband-

Baekhyun keluar dari kelas dengan tampilan yang seperti biasa rambut coklatnya tidak tertata dengan baik dan baju seragamnya cukup lusuh . jujur sejak memulai ujian tadi ia penasaran mengenai pembicaraan Kyungsoo dan Junmyeon setahunya Junmyeon adalah orang yang berwibawa , berkelas , tegas , dan cukup baik. Namun apa? Junmyeon dapat kehilangan akal sehat nya hanya karena sedang jatuh cinta? Oh tidak setahu Baekhyun hal itu sulit dilakukan untuk seorang ketua dewan kesiswaan yang tegas seperti Junmyeon.

Terkejut? Yah sangat terkejut Baekhyun terbiasa dengan Junmyeon yang selalu memberi penolakan kepada para siswi saat perayaan hari valentine . namun siapa gadis beruntung yang dapat mencuri hati Junmyeon? Jeo Hyun? Mungkin saja gadis itu cukup pintar dan cantik nyaris sempurna tapi sayang sifat dingin nya tidak dapat dilelehkan oleh siapapun sekalipun Kai si dewa perayu gadis , keahlian nya dalam merayu tidak dapat dipungkiri.

Baekhyun bersandar pada tiang yang tak terlalu jauh dari kelasnya sekalian menunggu Sehun yang sedang pergi ke toilet.

“hah lagi pula apa urusan ku”

Kata Baekhyun kesal dia meruntuki dirinya sendiri

“kau baik-baik saja?”

Tiba-tiba Sehun datang membuat Baekhyun yang pikirannya sedang kacau pun terkejut.

“ya aku baik-baik saja”

Ujarnya diikuti oleh senyum khas diujung bibirnya.

“kau tidak”

Sehun menatap Baekhyun dengan tatapan meneliti

“tidak apa? tidak baik-baik saja?”

“ya seperti ada sesuatu yang kau pikirkan”

“ya benar itu sesua….,”

“cukup aku tidak mau mendengarnya”

Potong Sehun cepat dia berjalan ke sisi yang lain meninggalkan Baekhyun dia sedang tidak ingin mendengarkan pembicaraan teman baiknya itu.

ketika mereka berdua berjalan menyusuri koridor sekolah tiba-tiba ponsel Baekhyun berbunyi menandakan sebuah panggilan masuk buru-buru Baekhyun menghentikan langkahnya kemudian mencari ponsel didalam saku almamater nya.

“ya Kai?”

“aku masih disekolah , ada apa?”

“astaga tidak kah kau memberikan waktu untuk aku berisitarahat? sehari saja,”

mimik wajah Baekhyun tiba-tiba berubah menjadi murung ketika menerima panggilan telepon dari Kai . Sehun sejak tadi hanya memperhatikannya saja sepertinya dia mengerti tentang apa yang dibicarakan oleh Kai dan Baekhyun melalui telepon .

Sehun merasa kasihan terhadap Baekhyun akhir-akhir ini dia disibukkan oleh organisasinya padahal sudah waktunya untuk serah terima jabatan tapi Junmyeon masih ingin memberikan persembahan yang tak terlupakan dari Organisasi yang dipimpinnya untuk sekolah melalui acara yang akan diadakan nanti .

Sehun masih ingat bahwa Baekhyun menjadi panitia untuk acara perkemahan musim panas nanti , tentu itu bukanlah hal yang mudah terlebih lagi Baekhyun bukanlah tipikal orang yang serius .

setelah mengakhiri pembicaraanya dengan Kai , Baekhyun menghembuskan napas ia kembali memasukan ponselnya kedalam saku

“hari ini aku ada rapat organisasi , maaf Sehun aku tidak bisa mengantar mu pulang”

kata Baekhyun menyesal

“tidak apa lagipula aku membawa mobil hari ini jadi kau tak perlu khawatir”

“aku sudah tidak tidur selama dua hari dan sepertinya ini hari ketiga aku tidak mendapatkan tidur kurasa aku akan mati”

“semangat , kau harus tetap tidur omong-omong aku pergi dulu jaga kesehatan mu Baek!”

Sehun menepuk bahu Baekhyun pelan lalu dia berjalan meninggalkan Baekhyun yang kondisi wajahnya sudah memprihatinkan .

-What He’s My Husband-

“Hanna … kau tidak lupa kan dengan janji mu satu tahun yang lalu?”

Tanya Soojung kepada Hanna saat ini mereka sedang berada di kafetari sekolah

“janji apa?”

Balas Hanna , sesekali ia menyeruput jus jeruk nya yang terlihat begitu segar untuk musim panas saat ini

“tuh kan! Kau lupa”

Desis Soojung dia mengernyitkan alisnya mengerucutkan bibirnya lalu mengalihkan pandangannya

“astaga… soal melanjutkan pendidikan kita ke Amerika?

Buru-buru Hanna mengucapkan kalimat itu

“tentu! Apalagi ?”

“maaf aku lupa akan hal itu”

Kata Hanna menyesal

“lupa? Bukankah kau yang sangat terobsesi akan hal itu? Aku sudah memikirkannya kurasa kita bisa berangkat kesana dalam waktu dekat”

Tiba-tiba Hanna tersedak mendengar perkataan Soojung ‘apa? berangkat kesana dalam waktu dekat?’

“kau baik-baik saja?”

Soojung merasa khawatir ia menepuk bahu Hanna pelan , Hanna hanya mengangguk saja lalu menyingkirkan tangan Soojung dari bahunya secara lembut.

“kenapa? Kau setuju kan? Ku rasa kau dan aku akan diterima di Universitas bergengsi itu Ya California University”

Hanna menghembuskan napas perlahan ia mencoba untuk tersenyum

“tentu aku setuju , lalu bagaimana hubungan mu dengan Kai? Apa ia akan baik-baik saja jika kau tinggalkan?

Soojung menghembuskan napas perlahan mimik wajahnya berubah menjadi murung ketika ditanya soal hubungan nya dengan Kai jika memang benar Hanna dan dirinya harus pindah ke Amerika

“aku tidak tahu… ku rasa aku akan mengakhirinya”

Hanna meraih tangan Soojung mengenggamnya dengan lembut

“jika kau tidak bisa meninggalkannya tidak usah dipaksakan aku yakin walaupun nanti kalian terpisahkan oleh jarak hubungan kalian akan baik-baik saja kau tahu? Kalian berdua sangat serasi dan aku sangat menyukai hal itu kau harus percaya kepada Kai itu kunci sebuah hubungan? Mengerti?”

“sedikit menghibur tapi bagaimana jika dia membohongi ku? Kau tahu kan Kai itu bagaimana?”

“kau tidak perlu khawatir akan hal itu jika manusia mulai mengatakan kebohongan maka ia akan berurusan dengan Tuhan bukan lagi dengan sesamanya walaupun nati akan meninggalkan rasa sakit tetapi… suatu hal sekali pun itu manis pasti akan ada resiko nya”

“seperti hubungan ku dengan Kai?”

“Ya…”

Mereka tersenyum satu sama lain lalu saling berpelukan menghempaskan segala kekhawatiran yang mungkin terjadi di waktu yang akan datang . kedua nya tidak pernah tahu akankan rencana nya selalu sesuai dengan kehendak Tuhan?

Hanna tidak pernah tahu jika perasaannya terhadap Sehun akan berubah menjadi seperti ini , menjadi sesuatu yang tidak bisa dideskripsikan .

Sekarang dia mengerti … ketika Soojung mengingatkannya tentang melanjutkan studi ke Amerika Hanna merasa khawatir yang semulanya antusias sekarang menjadi tidak seperti ada sesuatu yang hilang.

“Sehun apakah ini akan baik-baik saja? Untuk kau dan aku?”

 –What He’s My Husband-

Malam ini begitu indah dengan gemerlapan lampu yang menghiasi kota Seoul , udara dingin berhembus begitu saja mebuat tirai dan daun di pepohonan bergoyang seolah mengikuti irama.

Namun tidak untuk suasana hatinya saat ini , dia merasa resah mungkin ini untuk pertama kalinya ia merasakan hal ini bahkan jauh lebih resah ketika ia diberitahu akan dijodohkan dengan orang yang tidak disukainya…

Hanna sedang berdiri di balkon apartemen banyak sekali hal yang ia pikirkan rasanya ia iri kepada Chanyeol yang tidak pernah memikirkan keras nya hidup , didalam pikiran Chanyeol hanya ada musik dan boneka kesayangan nya laki-laki itu selalu tersenyum layaknya seorang idiot.

Entah mengapa tiba-tiba Hanna ingin sekali memeluk saudara tiri nya yang tidak pernah ia sukai sejak dulu , Hanna ingin sekali meminta maaf kepada Chanyeol karena dulu ia pernah berbuat kasar dan mengatakan perkataan yang semena-mena terhadap Chanyeol.

Rasa sesal dan kekhawatiran kini bercampur menjadi satu rasanya ingin sekali ia menangis namun ia juga tak mau dunia mendengar suara tangis nya .

Sejatinya hati manusia tidak pernah bisa untuk dipaksakan karena satu-satunya sumber ketulusan hanyalah ada dihati ketika pikirannya mengatakan ‘jangan menangis !’ namun tidak untuk hatinya , hati seorang Hanna hanya ingin menikmati kesedihan saat ini.

Perlahan-lahan matanya mulai memanas ketika pikirannya memutarkan kenangan menyenangkan , menyedihkan dimasa lalu semuanya terputar begitu saja layaknya kaset kusut.

Dadanya terasa sesak baginya saat-saat paling menyesal adalah ketika ia terus berbuat tidak baik terhadap Park Chanyeol .

Hanna menangis , sesak dan tidak dapat bersuara pipinya mulai basah akibat tetesan air yang keluar dari matanya .

***

Sepulang sekolah tadi Hanna sengaja membuka tumpukan kardus berwarna coklat dan hijau muda yang ia simpan digudang.

Awalnya ia hanya ingin mengambil buku tahunan sekolah menengah pertamanya namun saat ia mendapatkan buku itu tiba-tiba secarik kertas berwarna merah muda terjatuh begitu saja , sepertinya secarik kertas itu sudah diselipkan di buku tahunan tersebut untuk waktu yang lama.

Ia merasa penasaran ketika melihat secarik kertas itu . Hanna kembali berjongkok untuk mengambil kertas itu seperti surat cinta namun seingatnya ia tak pernah menerima surat cinta semasa SMP.

“apa ini?”

Gumamnya penuh tanya .

Hanna memutuskan untuk mengambilnya lalu ia berpikir bahwa membacanya diruang tengah akan lebih baik karena gudang ini cukup gelap .

Setelah menutup pintu gudang Hanna berjalan keruang tengah , ia duduk disofa kemudian membiarkan buku tahunan itu berada dipangkuannya.

Perlahan-lahan ia buka secarik kertas itu , ukurannya tidak seperti surat cinta ini cukup besar seperti berukuran F4 mungkin?

Ketika membukannya Hanna langsung mengenal tulisan itu , yah! Tulisan tangan yang berada ditulisan itu seperti tulisan ibu nya Hanna sangat bingung batinnya penuh tanya

“sejak kapan ibu memberikan ku surat? Surat apa ini? Sepertinya penting lebih baik ku baca”

 

untuk Hanna anak Ibu

Hanna anak ibu yang paling cantik tidak bisa kah kau bersikap baik terhadap

Kakak mu Park Chanyeol? Sepertinya ini sudah saat nya kau mengetahui hal ini

Dulu kau ingat kan? Ketika umur mu lima tahun dan chanyeol sembilan tahun

Kita bertiga berlibur ke rumah orang tua ibu di kota Jinan

Banyak sekali kenangan yang sudah kita buat bersama disana sangat indah

Ibu tidak akan pernah melupakannya

Namun sesuatu yang buruk terjadi ketika kita sedang dalam perjalanan kembali ke Seoul

Kau pasti masih ingat , mobil yang kita kendarai menabrak pembatas jalan

Saat itu kita semua hampir mati terlebih lagi Park Chanyeol

Dia lah yang melindungi mu dari benturan keras itu

Akibat benturan keras itu kepala Chanyeol mengalami pendaharan

Untuk anak seusia sembilan tahun itu sangat buruk sayang kau tahu?

Saat itu kau tidak mengerti apa-apa yah kau masih terlalu kecil

Kau cukup terkejut atas kejadian itu begitu juga dengan ibu…

Beruntungnya kita semua selamat , Tuhan masih menyayangi kita

Namun Chanyeol tidak bisa kembali seperti sedia kala

Ketika ia masih menjadi anak yang cerdas akibat benturan keras itu otak Chanyeol mengalami kelainan sehingga membuat keadaannya menjadi seperti ini

Maka dari itu ibu sangat menyayangi Park Chanyeol tentu ibu juga menyayangi mu , bahkan ibu sangat menyayangi kalian berdua lebih dari ibu menyayangi diri ibu sendiri…

Ibu harap setelah membaca surat ini kau akan mengerti Kim Hanna

Ibu sangat sayang kepada Park Chanyeol dan Kim Hanna”

***

Sehun memperhatikkan Hanna sejak tadi namun ia enggan untuk menghampirinya karena sepertinya Hanna tidak ingin diganggu.

Sehun memilih untuk diam saja …

Sementara itu Hanna sudah tidak bisa menahan dirinya lagi rasanya ia ingin sekali menangis sekencang-kencangnya mulut yang sejak tadi ia tutupi dengan kedua telapak tangannya kini ia buka tanpa sengaja.

perlahan-lahan Hanna mulai meringkuk menyender pada pembatas balkon suara tangis nya terdengar sangat jelas seketika Sehun yang mendengar hal itu menghampirinya.

Mimik wajah Sehun menjadi sangat khawatir ia tidak melontarkan pertanyaan apapun terhadap Hanna karena pasti gadis itu tidak akan menjawabnya Sehun tidak tahu apa yang terjadi , apa yang membuat nya menjadi seperti ini namun satu-satunya hal adalah ini pertama kalinya Sehun melihat seorang Kim Hanna menangis seperti ini , seperti seorang anak yang ditinggal meninggal dunia oleh ibunya.

Sehun meraih bahu Hanna dengan kedua tangannya lalu beralih menangkup wajah Hanna dengan kedua tangannya

“Se…Sehun…”

Kata Hanna disela-sela isak tangis nya

“apa kau baik-baik saja? Kau kenapa? Apa yang membuat mu seperti ini”

Sehun kembali meraih bahu Hanna tanpa pikir panjang laki-laki itu membawa Hanna kedalam pelukannya.

“tenanglah jangan menangis seperti ini kau membuat ku khawatir…”

Ujar Sehun seraya mengelus rambut Hanna

Hanna masih enggan menjawab atau bahkan memberikan penjelasan kepada Sehun ia terus menangis emosi nya sudah tak tertahan lagi Hanna meraih pinggang Sehun gadis itu memeluknya begitu erat seolah-olah hari ini adalah hari terakhirnya bersama Sehun.

Sehun mencoba untuk tetap diam dengan terus mengelus puncak kepala Hanna sementara itu Hanna mencoba untuk menghempaskan semua kesedihannya didalam pelukan Sehun .

Ini pertama kalinya ia menangis dan memeluk seorang laki-laki…

Seseorang itu kini mulai mengisi ruang dihatinya yang kosong . Sehun tahu bahwa sebenarnya Hanna bukanlah gadis yang kuat ia bukanlah seperti Hanna yang dikenal oleh banyak orang ketika ia ingin menangis maka ia akan menangis dan terlarut dalam kesedihan .

Perasaannya sangat sensitif , ya dia Kim Hanna sangat ahli untuk menata perasaanya sehingga tidak ada yang tahu bagaimana ia melalui hari-hari nya selama ini.

Sehun masih memeluk Hanna mencoba untuk menenangkannya ketika Sehun mencoba untuk merengkuhnya begitu dalam saat itu ia sadar bahwa ada yang janggal didalam hatinya.

“Apa ini? Apakah aku…”

 

-TBC-

 

 

 

 

Advertisements

66 thoughts on “(noonatea) What He’s My Husband? – 10

  1. Wow wow tebak itu sangat menyenangkan akhirnya sehun menyadari akan perasaannya pada hana. Juga han akhirnya mengetahui bahwa chanyeol menjadi seperti itu akibat ia menolong hana dari kecelakaaan yang membuatnya trauma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s