(noonatea) Love And Suffering – 2

Jika setiap orang diperbolehkan untuk lari dari kenyataan tanpa dosa

maka mereka akan melakukan hal itu

namun sejatinya kenyataan tidak akan pernah memperbolehkan mereka untuk pergi

dimanapun mereka bersembunyi kenyataan itu akan selalu menemui mereka

Jika Aku diperbolehkan lari dari kenyataan

dengan senang hati

aku akan melakukan nya

-Kim Hyeon Ju-

Foreword Part 1

***

Setelah menangis berjam-jam Hyeon Ju terlelap diatas kasur yang cukup lusuh ini , kasur lantai yang sudah menemaninya selama bertahun-tahun.

Dia tidak merasa sesedih ini walaupun hidupnya begitu keras dia tidak pernah terpuruk sedalam ini namun sesuatu baru saja membuatnya terjatuh hingga tidak tahu bagaimana caranya untuk bangkit.

Matahari sudah terbenam sejak satu jam yang lalu senja sudah berganti menjadi malam , tiba-tiba suara ketukan yang berasal dari pintu apartemen membangunkan Hyeon Ju dari  tidurnya.

Dia memijit pelipisnya pelan dengan mata yang masih setengah terpejam Hyeon Ju berjalan ke arah pintu

“siapa?”

Kata Hyeon Ju sambil menguap untuk beberapa kali .

Hyeon Ju tiba didepan pintu ketika dia memutar knop pintunya dan akhrinya terbuka , Hyeon Ju mendapati seseorang yang sama sekali tak ingin ia lihat seumur hidupnya orang itu adalah Lu Han.

“maaf apa aku mengganggu mu nona Hye…Hyeon Ju?”

Sapa Lu Han nada bicaranya terdengar gugup dan ketakutan namun sebisa mungkin pemuda itu tetap tersenyum dihadapan Hyeon Ju.

Sementara itu Hyeon Ju masih terdiam diambang pintu dia melamun mendapati Lu Han datang ke apartemennya

“nona”

Kata Lu Han lagi sambil melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Hyeon Ju membuat gadis itu terbangun dari lamunan nya , dia menghembuskan napas perlahan lalu menutup pintunya dengan kasar.

“nona tunggu ada yang ingin aku bicarakan padamu!”

Ujar Lu Han , dia terus mengetuk pintu Hyeon Ju begitu keras hingga akhirnya si pemilik apartemen merasa kesal dan membukakan pintu tersebut.

“apa yang ingin kau bicarakan?”

“menyangkut kejadian kemarin malam”

Ketika mendengar perkataan Lu Han Hyeon Ju batuk untuk beberapa detik sebelum akhirnya dia mempersilahkan Lu Han masuk kedalam.

 

Ketika masuk kedalam Lu Han memperhatikan setiap inci apartemen Hyeon Ju , ukurannya cukup kecil bahkan dua kali lebih kecil dari kamar mandi Lu Han cat nya sudah mulai memudar dan lampunya redup Lu Han tidak menyangka jika gadis secantik ini harus tinggal ditempat yang menyedihkan seperti ini.

Suara deham Hyeon Ju membuat Lu Han menghentikan aktivitasnya , mereka berdua duduk berhadapan dengan meja kecil ditengah-tengahnya . Hyeon Ju tidak memberikan nya segelas air atau apapun itu.

“apa yang ingin kau bicarakan?”

Hyeon Ju membuka percakapan , matanya menunduk menatapi meja dengan dagu yang ia tumpu satu tangan.

Lu Han menghembuskan napas perlahan

“maafkan aku soal kemarin , sebagai ganti ruginya berapa jumlah uang yang kau inginkan?”

Tanya Lu Han kepada Hyeon Ju .

Gadis itu hanya tersenyum menatap Lu Han dengan sinis ‘oh kau pikir segala sesuatu bisa kau bayar dengan uang’ batinya kesal.

“harga diriku tidak mampu kau bayar dengan hasil keringat mu . apa kau pikir segala sesuatu bisa kau bayar dengan uang? Aku bukan wanita yang biasa kau tiduri lalu kau tinggal pergi begitu saja!”

“lalu apa yang harus aku lakukan? Bisakah kau tidak bersikap seperti ini?”

“bersikap seperti apa?”

Desis Hyeon Ju . Lu Han hanya bisa diam dan bersikap tenang sebenarnya dia merasa iba terhadap Hyeon Ju.

“baik… nona Hyeon Ju aku akan mengunjungi mu untuk memastikan keadaan mu . karena hanya hal itu yang bisa aku lakukan”

“jika sudah selesai kau bisa pergi sekarang”

Kata Hyeon Ju , suaranya terdengar parau dia mencoba menahan rasa sakitnya mencoba untuk tidak menangis dihadapan laki-laki brengsek seperti Lu Han.

Dengan perasaan bingung akhirnya Lu Han meninggalkan Hyeon Ju sendirian . dia tidak tahu apa yang harus dilakukanya ada rasa ingin bertanggung jawab di benak Lu Han namun disisi lain ada seorang wanita yang begitu mencintainya sama seperti dirinya yang juga mencintai wanita itu.

Ketika pintu apartemennya kembali terkunci Hyeon Ju kembali menintikan air matanya dia tidak kuasa untuk menahan rasa sakit ini , kalimat Lu Han cukup menyayat hatinya.

Dalam nya samudra bisa diukur namun dalamnya hati seseorang siapa yang tahu? Siapa yang mengetahui atau bahkan peduli tentang apa yang Hyeon Ju rasakan?

Bahkan untuk disaat seperti ini tidak ada sandaran untuk dirinya meluapkan seluruh kekesalannya terhadap dunia ini .

 

– Love And Suffering –

 

Lu Han mengemudi mobilnya dengan kecepatan penuh . perasaannya cemas pikirannya dimunculi berbagai macam persepsi yang bergerumul menjadi satu bersama masalah yang ia punya.

Seketika hidupnya berubah begitu saja bagaimana ketika seseorang mengetahui hal ini? Bagaimana jika mereka tahu bahwa Lu Han baru saja meniduri seorang wanita dan itu tidak menutup kemungkinan jika wanita itu akan mengandung anaknya nanti.

Satu hal yang tidak ingin Lu Han lakukan yaitu membuat kedua orang tua nya dan tunangannya begitu kecewa namun disisi lain ada perasaan bersalah ,menyesal,dan berdosa terhadap Hyeon Ju.

Lu Han memberhantikan mobilnya di tepi jalan dia memukuli kepalanya sendiri ke stir mobil . dia sadar bahwa dirinya tidak lebih dari seorang pecundang yang egois.

Dia tidak ingin kehilangan tunanganya namun disisi lain dia ingin bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap Hyeon Ju entah perasaan apa yang membuat Lu Han ingin menikahi Hyeon Ju.

Tiba-tiba ponsel Lu Han berdering menandakan sebuah panggilan masuk , dia merogoh saku jas nya lalu menjawab telepon tersebut.

“kau dimana? Kau bilang kau akan menjemputku setelah aku selesai les musik”

Tanya seorang gadis disebrang sana . Lu Han menghembuskan napas perlahan dia menurunkan dasi yang sedikit mencekik lehernya.

“maafkan aku terlalu banyak pekerjaan yang harus di selesaikan , kau pasti sudah menunggu lama bukan? Baiklah aku akan menjemputmu”

“tidak apa-apa aku sudah berada dirumah sekarang , ibu yang tadi menjemput ku kau pasti sangat lelah kan Lu Han? Beristirahatlah jangan lupa untuk menjaga kesehatan mu”

Lu Han kembali tersenyum ketika mendengar kalimat itu , yah tunangan nya ini adalah sumber semangat nya.

“aku mengerti , aku mencintai mu Seo Joo Hyun”

Ujung bibirnya tersenyum ketika Lu Han selesai mengucapkan kalimat itu , wajahnya kembali ceria seperti semula.

“aku juga mencintai mu Xi Lu Han”

Jawab Seo Hyun di sebrang sana kemudian dia memutuskan sambungan secara sepihak.

Lu Han kembali tersenyum ketika menerima panggilan dari gadisnya , Seo Joo Hyun dia adalah tunangan Lu Han mereka dijodohkan karena kedua orang tua mereka terikat perjanjian.

Orang tua Lu Han dan Seo Hyun sudah bersahabat sejak mereka masih berada dibangku sekolah dan mereka sudah berjanji akan menjodohkan anak-anak mereka kelak.

Beruntungnya Lu Han ataupun Seo Hyun tidak pernah menolak perjodohan ini , mereka saling menyukai satu sama lain dan tumbuh bersama hingga akhirnya mereka dewasa dan siap untuk mengikrarkan janji suci dihadapan pendeta.

Pernikahan… acara itu akan digelar enam bulan yang akan datang , jujur kedua dari mereka sangat bahagia ketika mengetahui hal ini namun tiba-tiba perasaan Lu Han mulai goyah.

Perasaan nya mulai goyah ketika dia bertemu dengan Park Hyeon Ju , tatapan mata gadis itu sangat berbeda dari wanita lainnya. Semuanya terjadi begitu saja…

 

– Love And Suffering –

 

Lu Han berjalan bersama petinggi XI Company lainnya memasuki lobi utama . Lu Han terlihat mengenaakan jas berwara abu-abu walaupun warna jas itu tidak mainstream jika ia gunakan di kantor atau justru terlihat lebih kuno namun Lu Han tetap tampan dengan balutan jas abu-abu itu.

XI Company adalah perusahaan yang didirikan oleh Xi Shix Han (Ayah Lu Han) . Perusahaan tersebut bergerak dibidang game baik online maupun offline untuk saat ini XI Company sedang mengalami puncak kejayaan dan hal itu membuat jam tidur Lu Han termasuk semua pegawai nya menjadi berkurang karena XI Company baru saja memulai bisnis dengan perusahaan di Amerika dan ya mereka mendapatkan proyek baru.

Perusahaan itu berdisain klasik yang penuh dengan ornamen dan lekukan artistik namun tidak melupakan kesan Tiongkok , negara asal keluarga Xi .

“Cabang perusahaan kita di Jepang sepertinya juga mengalami perkembangan yang pesat itu adalah hal yang baik namun kita juga butuh banyak animator permanen untuk bekerja di Perusahaan Korea dan Jepang”

Kata Zi Tao ia menjelaskan bagaimana kondisi XI Company di Jepang dengan sesekali melihat layar gadget keluaran terbaru miliknya.

“begitu?”

Jawab Lu Han singkat tanpa mengalihkan pandangannya , mereka berjalan bersama memasuki ruang rapat .

Tao mengangguk entah Lu Han melihatnya atau tidak . ketika mereka semua memasuki ruang rapat para pegawai yang sudah berada didalam berdiri lalu membungkukkan badan tanda memberikan hormat.

Lu Han sudah sampai kursinya ia duduk ditengah menghadap keseluruh petinggi dan pegawai yang mengikuti rapat hari ini lalu disusul oleh Tao disebelah kanan nya.

 

– Love And Suffering-

 

Ketika senja sudah berganti menjadi malam angin berhembus begitu saja membuat suhu menjadi menurun perlahan-lahan.

Tempat yang satu-satunya saat ini bisa ia kunjungi tanpa harus mengeluarkan uang hanyalah sungai Han , tempat itu selalu mendengar keluh kesahnya karena ia merasa jika ia mengungkapkannya kepada orang lain maka semakin banyak orang yang akan menertawainya.

Hyeon Ju menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan walaupun hal itu tidak akan pernah menyelesaikan permasalahan yang silih berganti datang ke hidupnya setidaknya… hamparan luas ini mengizinkan nya untuk sejenak beristirahat walaupun hanya sepersekian detik saja.

Dia termenung entah harus mengeluarkan semua keluh kesah nya kepada siapa selain mengirimkan pesan suara kepada seseorang … hanya hal itu yang dapat ia lakukan.

eonni…”

“saat ini aku berada di luar seorang diri”

“ada keluarga dan pasangan disini”

“ada banyak orang disini”

“namun… aku selalu sendiri”

Mata Hyeon Ju mulai memanas perlahan-lahan dadanya terasa sesak gadis itu mengingit bibir bawahnya pelan lalu ia kembali melanjutkan kalimatnya .

“ini akan lebih baik jika kita berada disini bersama-sama”

“apa yang harus aku lakukan sekarang?”

“kemana aku harus pergi sekarang?”

 

Angin malam berhembus meniup wajah Hyeon Ju dia tidak bisa melanjutkan kalimatnya lagi semakin terus mengucapkannya dada nya semakin sesak . Hyeon Ju kembali menangis untuk kesekian kalinya .

Ketika  orang-orang yang datang untuk bersenang-senang disini bersama keluarga dan pasangan mereka . Hyeon Ju selalu sendiri tidak ada seseorang yang dapat mengerti bagaimana sulitnya kehidupan ia selama ini apalagi sejak sepeninggalan kakak perempuannya Kim Hae Yoon tiga tahun yang lalu…

Satu-satunya hal yang dapat ia lakukan ketika mengalami masa-masa sulit  hanyalah mengirimkan pesan suara kepada nomor ponsel Hae Yoon kedengarannya memang sangat bodoh lebih dari keledai dungu namun ia tetap melakukan hal itu berulang kali.

Namun permasalahan ini sangat sulit . permasalahan tersulit yang pernah ada di dalam hidup Hyeon Ju ia dipaksa untuk memuaskan nafsu seseorang yang sama sekali tidak ia kenal.

Dan sekarang orang itu mencoba untuk menebus dosanya kepada Hyeon Ju dengan cara berbuat baik terhadap dirinya meskipun laki-laki itu memberikan seluruh harta kekayaan nya Hyeon Ju tak akan pernah mau .

Karena suatu saat nanti ketika janin yang didalam nya mulai berkembang lalu lahir kedunia ia hanya membutuhkan seorang Ayah , bukan uang .Uang bisa dicari namun Ayah biologis dari janin ini hanya ada satu di Dunia dan laki-laki itu adalah…

Xi Lu Han…

 

– Love And Suffering –

 

“aku harap pernikahan mu dengan Lu Han dapat segera dilangsungkan”

Kata Tuan Xi , sesekali ia menyeruput secangkir kopi hitam nya yang masih mengepulkan asap.

Seo Hyun hanya tersenyum entah Tuan Xi melihat atau tidak .

Saat ini Seo Hyun sedang bertemu dengan calon Ayah Mertua . sepulangnya dari kampus tadi ia langsung mengemudi mobil nya menuju kafe disebrang Xi Company berada.

“Tapi… aku tidak ingin cepat menikah Paman . aku tahu ini terdengar kasar tapi berikanlah aku sedikit waktu untuk menyelesaikan pendidikan ku…”

“begitu? Pendidikan apa lagi yang harus kau selesaikan? Kau sudah cerdas..”

“Terimakasih , namun aku sudah berjanji kepada diriku sendiri aku akan menikah jika aku sudah mendapat gelar Master”

“Usia mu sudah cukup matang Seo Hyun , tunggu apa lagi?”

Tuan Xi menatap Seo Hyun secara meneliti sesekali ia membenarkan letak kacamatanya yang sedikit menurun itu.

“ya aku tahu Paman namun mental ku belum siap untuk menjadi seorang istri selain terikat oleh janji ku sendiri aku belum cukup mandiri ,  semua keperluan ku masih disiapkan oleh para pelayan dirumah bahkan untuk tiga kali dua minggu ibu masih menjemput ku…”

Seo Hyun menyelesaikan kalimat nya dengan tutur kata yang baik , ia harap Tuan Xi dapat mengerti dan menerima alasan Seo Hyun untuk menunda pernikahan nya dengan Lu Han.

“baiklah aku mengerti… Lu Han membutuhkan seorang pendamping hidup seperti dirimu”

Ujar Tuan Xi akhiri dengan seulas senyum diujung bibir nya.

 

-Love And Suffering-

 

Lu Han bari saja keluar dari gedung XI Company dengan diikuti oleh beberapa pegawainya . dengan sigap supir pribadi Lu Han langsung menjemputnya didepan pintu masuk utama.

“antar aku ke Gwanak-gu”

Perintah Lu Han kepada supir pribadi nya.

“Baik Tuan Muda”

Wajah Lu Han terlihat cukup lelah karena hari ini termasuk hari yang sangat melelahkan . XI Company bersama dengan US Corp akan menginvansi atau mengambil alih kekuasaan secara legal beberapa perusahaan yang akan mencapai kemunduran.

Cukup membingungkan mengapa Lu Han lebih memilih perusahaan yang hampir bangkrut untuk membuka cabang lagi tapi dengan merosotnya perusahaan tersebut harga saham akan semakin murah dan XI Company dapat dengan mudah mengambilnya.

Lu Han menyandarkan kepalanya pada jok mobil , dia memejamkan mata seraya menghembuskan napas perlahan . sungguh stress benar-benar melandanya saat ini bahkan waktu untuk bertemu dengan Seo Hyun menjadi sangat kurang sudah hampir seminggu ia tidak bertatap muka dengan kekasih nya itu.

Bahkan saat didalam mobil pun Lu Han masih harus memastikan pekerjaannya dia mengambil tablet yang berada dibelakang jok kemudi . Lu Han mengetik beberapa nama di kolom mesin pencari

‘CLOI Corps’ Perusahaan milik Shin Cloi sedang mengalami kemunduran dan Lu Han sangat menginginkan Perusahaan Fashion itu namun sayang pemiliknya Shin Cloi wanita berdarah Perancis-Korea itu tidak menginginkan perusahaan nya dimiliki oleh orang lain.

“tsk masih tidak mau menjual saham nya? Wanita macam apa dia?”

Desis Lu Han sementara ini supir pribadinya hanya menatap melalui kaca .

“sepertinya aku membutuhkan Park Chan Yeol untuk menjadi analisis , yah idiot itu memang memiliki otak yang brilian”

Batin Lu Han …

“Pak apa Departement Store yang selalu dikunjungi pelayan dirumah sudah tutup?”

Lu Han bertanya pada supir pribadinya namun laki-laki dengan usia yang hampir mencapai kepala empat itu tidak menjawab.

“Pak kau ingin ku pecat?!”

Sentak Lu Han seketika supir nya menjadi terkejut dan tegang dalam waktu yang bersamaan.

“maaf Tuan Muda ku pikir anda sedang berbicara dengan seseorang di telepon”

Jawabnya tergesa-gesa

“oo..oh iya Tuan Muda Departement Store nya sudah tutup karena sudah lewat jam dua belas malam”

Lu Han berdecak kesal . dengan kasar Lu Han menggosok-gosok wajah dengan kedua telapak tangan  nya , ia merasa hidupnya sangat sulit saat ini lebih sulit daripada membeli saham dengan harga tinggi atau setumpukan berkas yang harus ia pelajari.

“kita sudah sampai di Gwanak-gu Tuan”

Mobil yang sejak tadi membawa Lu Han kini berhenti didepan sebuah kedai kecil

“kau bisa tunggu disini , aku akan menemui seseorang mungkin sekitar dua puluh menit”

Supir Pribadinya mengangguk entah Lu Han melihat atau tidak karena setelah menyelesaikan kalimatnya Lu Han langsung keluar dari mobil.

 

– Love And Suffering –

 

Sudah larut malam namun gadis itu masih terjaga , Hyeon Ju sedang menyandarkan kepala dilututnya perasaan nya jauh lebih baik saat ini .

Namun pikirannya masih membayangkan wajah Lu Han , Malaikat berhati Iblis yah… itu julukan Hyeon Ju untuk Lu Han karena sampai saat ini ia belum mengetahui nama Lu Han.

Tiba-tiba suara ketukan terdengar dari Pintu flat Hyeon Ju dia diam sesaat bingung siapa yang datang larut malam begini apa penagih hutang? Tidak.. itu tidak boleh terjadi Hyeon Ju menggoyangkan kepalanya ke kanan dan kiri.

Pintu itu terus menghasilkan suara ketukan , tidak keras ketukan nya layaknya seorang bibik pemilik flat ini mungkin ia hanya ingin memberitahu tagihan listrik dan air yang harus dibayar.

“sebentar”

Ujar Hyeon Ju dari dalam , ia pun berdiri lalu berjalan untuk membuka pintu. Ketika pintu itu terbuka sedikit demi sedikit Hyeon Ju melihat sesosok laki-laki ia tetap membuka pintu itu…

Mimik wajah Hyeon Ju berubah ia terkejut mendapat seorang laki-laki berdiri dihadapan nya . wajah nya terlihat lelah kemeja nya juga cukup lusuh laki-laki itu Lu Han ia berdiri dengan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana tak lupa memberikan seulas senyum kepada Hyeon Ju

“mau apa kau kesini?!”

Ujar Hyeon Ju menatap Lu Han dengan tatapan mengahikimi.

“jangan berburuk sangka kepada ku tolong , aku hanya ingin melakukan apa yang sebaiknya aku lakukan”

Hyeon Ju menghembuskan napas perlahan sepertinya sudah saatnya ia berbicara dengan Lu Han untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“kau boleh masuk”

Hyeon Ju mempersilahkan Lu Han untuk masuk dengan nada suara yang datar.

Mereka berdua sudah didalam flat saat ini Hyeon Ju dan Lu Han duduk berhadapan dengan meja kecil ditengah-tengahnya.

Lu Han menyapukan pandangannya kepada flat ini untuk kedua kalinya kecil , reyot , cat luntur , lampu redup itu yang ada dipikiran Lu Han saat ini.

“apa kau tidak bekerja?”

Tanya Lu Han basa-basi

“aku mengundurkan diri”

Jawab Hyeon Ju singkat . Lu Han mengangguk tanda mengerti ini semua adalah akibat dari perbuataan menjijikan nya.

“Hyeon Ju-ssi

“akan lebih baik jika kau pindah ke tempat tinggal yang lebih layak”

Hyeon Ju tersenyum mencibir mendengar perkataan Lu Han

“itu bukan urusan mu , aku sudah memeriksakan diri ku …”

“lalu?”

“positif…”

Lu Han mengernyitkan alisnya , ia tidak mengerti topik macam apa yang dibicarakan oleh Hyeon Ju saat ini

“sejujurnya aku juga jijik jika kata-kata ini harus keluar dari mulutku”

Ujar Hyeon Ju kemudian dia menyerahkan amplop bewarna putih kepada Lu Han

“apa ini?”

“orang cerdas seperti itu pasti akan mengerti”

Kemudian Lu Han membuka map itu perlahan-lahan ia tahu kemungkinan apa yang akan terjadi ketika ia melihat secarik kertas yang terlipat menjadi tiga bagian itu ia buka secara perlahan .

Ada nama dan alamat rumah sakit yang tertera di secarik kertas itu ketika seutuhnya terbuka Lu Han dapat membaca nama ‘Kim Hyeon Ju’ bahwa ia positif mengandung…

Lu Han tahu hal buruk seperti ini akan terjadi ketika pikirannya mulai mengingat kejadian yang sudah ia lakukan malam itu bersama Hyeon Ju.

Hyeon Ju diam saja ia bergeming , gadis itu membiarkan Lu Han untuk mengetahui kenyataan yang terjadi saat ini.

Lu Han menaruh surat itu diatas meja ia menatap kedua mata Hyeon Ju dalam-dalam

“Aku hanya akan melakukan yang sebaiknya ku lakukan bukan seharusnya jadi aku tidak akan menikahi mu…”

Hyeon Ju tersenyum miris dia sudah tahu kemungkinan buruk apa yang akan terjadi hal buruk selalu berpihak padanya…

“Aku tidak membutuhkan mu tapi anak ini sangat membutuhkan dirimu”

Serasa tersambar petir ketika mendengar jawaban Hyeon Ju “Aku tidak membutuhkan mu tapi anak ini sangat membutuhkan dirimu” kalimat itu terus terngiang didalam ingatan Lu Han membuat leher nya terasa tercekik…

Hyeon Ju gadis itu tidak membutuhkan Lu Han untuk bertanggung jawab atas perbuatannya dia tahu ini tidak normal namun ia hanya ingin menikmati kesendirian nya saat ini melalui setiap detik yang berikan oleh Tuhan , karena ia selalu menunggu hari terakhir nya didunia ini jika hari itu sudah tiba ia akan dengan senang hati menyambutnya…

 

Takdir Tuhan tidak dapat mengalahkan kehendak siapapun

karena sejatinya hanya Tuhan lah pemilik alam semesta ini

ketika dua orang tidak pernah ditakdirkan untuk bersama

sekalipun kekuatan cinta mereka tidak ada tandingan nya

tetap , hanya takdir Tuhan yang menjawab semuanya

jika salah satu dari mereka memaksa untuk besatu…

maka hanya akan ada penderitaan

Love and Suffering

-NT-

TBC

Advertisements

8 thoughts on “(noonatea) Love And Suffering – 2

  1. berasa pengen jambak rambut luhan dech tega banget
    aku juga setuju ma hyeon ju ngapain minta pertanggung jawaban ma cowok kayak gitu yang ada ntar malah tersiksa
    berjuanglah hyeon ju dan kalo keluarga xi tahu gimana tanggapan mereka apa nyuruh hyeon ju pergi dan menggugurkan kandungan atau malah nrima kehadirannya

  2. Sumpah
    nangis aku bacanya
    tega banget xi luhan
    ini agak mirip beatiful sin tapi beautiful sin wanitanya memaksa luhan untuk menikahinya
    sedangkan love and suffering sebaliknya
    tapi jujur ceritanya sedih bgt apalagi pas hyeonju melamun sendirian di pinggir sungai han.kasian bgt

  3. Yah luhan gk gentle bgt sih!greget harusnya kan tanggung jawab dan caranya itu ngajak kawin -_- bego bgt elah tpi emang susah juga ada seo sh :v lanjut yaa!fighting 😉

  4. Luhan sih udah mau tanggung jawab tpi bkn dgn cara menikahinya, Luhan kan udh pnya tunangan lagian Luhan jg gak sadar ngelakuin ‘itu’ sama Hyeonju . Kasian jg sih sama Hyeonju udh idupnya menyedihkan ehh ada lagi masalah lain..

    Next chapter, eonniya Paiting ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s