(noonatea) Spring , Love , Happiness [Our Wedding Sequel]

Seiring berjalan nya waktu

banyak sekali hal yang sudah mereka lalui bersama

dimulai dari yang menyedihkan

hingga akhirnya membahagiakan

Mereka tidak pernah tahu apa yang akan terjadi

namun mereka tetap melakukan nya

dengan tulus

hingga akhirnya kebahagaiaan menjemput mereka

– SPRING , LOVE , HAPPINESS –

Spring , Love , And Happiness

 

“Baek Hyun bisa kah kau cepat sedikit? Aku butuh bantuan mu dan waktu ku tidak banyak pagi ini”

wanita itu terlihat muda dari usia nya , yaa usianya baru saja menginjak dua puluh tiga tahun tapi ia sudah dikaruniai seorang anak laki-laki buah cinta dari perjodohan lima tahun yang lalu.

“sebentar… kau tahu kan aku tidak bisa memakaikan pakaian dengan baik”

Teriak Baek Hyun dari dalam kamar sepertinya laki-laki berusia dua puluh delapan tahun itu terlihat sibuk dengan sesuatu . anak laki-laki nya mungkin?

Mendengar teriakan Baek Hyun dari dalam kamar akhirnya Shi Hyun secepat mungkin menyelesaikan membuat nasi goreng kimchi pagi ini . setelah selesai mematikan kompor Shi Hyun melepas apron yang sejak tadi menempel ditubuhnya kemudian dia berlari ke kamar.

Percuma saja sudah mandi pagi-pagi sekali tapi baru satu jam dahi Shi Hyun sudah mengeluarkan peluh.

Shi Hyun menghembuskan napas perlahan seraya bekaca pinggang melihat Baek Hyun dan anak laki-lakinya

“Astaga Byun Baek Hyun! Memakaikan celana saja kau tidak bisa?”

Shi Hyun tepuk dahi.

“kau lihat kan dia tidak bisa diam sejak tadi melompat terus di atas kasur”

Baek Hyun tak mau kalah tapi tetap saja Shi Hyun selalu mempunyai cara untuk mengalahkan nya.

“ya! Karena dia anak mu maka dari itu tidak bisa diam , sini berikan celana nya pada ku”

Shi Hyun merebut celana anak laki-laki nya dengan kasar dari tangan Baek Hyun waktunya hanya tersisa satu jam untuk mandi lagi mungkin , makan pagi lalu bersiap pergi ke kampus.

Baek Hyun bergumam kesal

“ya dia pikir aku membuat anak seorang diri anak ku ya anak dia juga”

“sayang sini mendekat ke Ibu , kau akan di gigit serangga jika tidak memakai celana”

Shi Hyun tersenyum dia mengulurkan kedua tangan nya . anak laki-laki yang berusia empat tahun itu mendekat ke Shi Hyun dengan tawa yang menggemaskan.

“sebentar lagi ibu akan berangkat kerja kau dengan Ayah ya”

“ibu… aku ingin main dengan ibu…”

Ujar anak laki-laki itu wajahnya kini memelas membuat Shi Hyun tidak tega setengah mati tapi mau bagaimana lagi…

Shi Hyun tersenyum menangkup wajah anaknya dengan kedua tangan

“Byun Tae Hyun kau adalah anak yang baik jadi tidak boleh seperti itu , hari ini kau main bersama Ayah ya sayang ibu tidak akan lama”

Shi Hyun mencoba menenangkan Tae Hyun setelah selesai mendengar nasihat ibu nya Tae Hyun mengalihkan pandangan kepada Ayah nya seraya mengerucutkan bibirnya.

“Apa?”

Baek Hyun mengeryitkan alisnya dia tidak menyangka mengapa anak yang mempunyai kemiripan delapan puluh persen dengan nya ini tidak bisa memperlakukan dirinya seperti Tae Hyun memperlakukan ibu nya.

“Baek Hyun!”

“Tae Hyun harus main dengan ayah ya hari ini”

Baek Hyun mencoba merayu anak kesayangan nya itu alhasil setelah diberikan senyuman oleh sang ibu Tae Hyun menerima ajakan Baek Hyun.

“sekarang kita makan ya sayang , kau suka nasi goreng kimchi kan?”

Ajak Shi Hyun , Tae Hyun langsung memeluk tubuh ibu nya dengan senang hati Shi Hyun menggendong nya sampai tiba diruang makan lalu di ekori dengan Baek Hyun .

 

-000-

 

Kejadian empat tahun yang lalu tidak akan terlupakan ketika Shi Hyun melahirkan anak pertaman nya.

Ketika Shi Hyun mengandung sembilan bulan dan sudah siap untuk menunggu kelahiran calon anaknya Baek Hyun harus pergi ke Macau dalam rangka urusan bisnis.

Sial…

“intinya kau harus cepat pulang!”

Shi Hyun sensitif ya wajar saja siapa yang tidak kesal? Ketika istri sudah mengandung sembilan bulan tapi ia harus pergi ke luar negeri.

“aku hanya disana selama dua hari saja aku pasti akan menemani mu ketika persalinan nanti”

“ku pegang janji mu”

Baek Hyun tak ingin banyak bicara ia langsung mencium puncak kepala Shi Hyun lalu berjalan bersama petinggi Byun Corp lain nya memasuki Bandara Incheon.

Sebenarnya Baek Hyun sudah memohon dengan Ayah nya untuk tidak ikut dalam pembukaan cabang Hotel dan Resort di Macau tapi mau bagaimana lagi? Nasib…

 

Dua Hari Kemudian…

 

Shi Hyun mondar mandir saja sejak tadi ia resah menunggu kedatangan Baek Hyun bagaimana kalau lelaki kaleng itu tidak bisa menepati janjinya? Karena terlalu lelah akhirnya Shi Hyun duduk di sofa lalu mengambil ponsel nya menekan tombol nomor 1 panggilan cepat atas nama Baek Hyun

“Halo , Baek Hyun kau pulang hari ini bukan?”

“aku tidak tahu… masih belum jelas disini…”

Ujar Baek Hyun dari seberang sana

Shi Hyun menghembuskan  napas perlahan , ia mengalihkan ponsel tersebut ke telinga satunya

“aku sejak tadi pagi sakit perut seharusnya kau ada disini kau kan sudah berjanji…”

“kau langsung pergi ke rumah sakit saja ! minta bibi Oh untuk menemani mu”

“ta…tapi…”

“aku ingin kau baik-baik saja Shi Hyun kau wanita yang mandiri aku tahu itu”

“Tap…tapi…”

“beep…beep…beep…”

Sambungan diputuskan secara sepihak oleh Baek Hyun sepertinya dia memang benar-benar sibuk.

Mimik wajah Shi Hyun kembali memelas yah… Baek Hyun tidak menepati janjinya dan itu menyebalkan…

“Bibi Oh sebaiknya kita pergi ke rumah sakit sekarang…”

 

-000-

Shi Hyun memasuki ruang persalinan , perut nya sejak tadi sudah sakit rasanya seperti ingin buang air besar tapi kata dokter itu adalah kontraksi dari calon bayi ia sedang mencari jalan untuk keluar.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu , seharusnya sudah tidak ada orang yang diperbolehkan masuk namun untuk seseorang ini sangat spesial , Byun Baek Hyun dia menepati janjinya untuk menemani Shi Hyun selama proses persalinan.

Semangat yang tadinya hilang kini Shi Hyun dapatkan lagi wajah nya kembali cerah ketika melihat Baek Hyun datang . Baek Hyun berjalan ke arah Shi Hyun dia menggenggam tangan Shi Hyun erat seraya memberikan senyuman.

“kau sumber kekuatan ku Byun Baek Hyun”

Batin Shi Hyun…

“Sudah siap Nyonya Byun? Kau harus pastikan untuk mengikuti perkataan ku tadi”

Ujar Dokter Jung yang selama ini selalu menangani proses kehamilan Shi Hyun

“Aku siap Dok!”

Mata Shi Hyun berbinar-binar dia sudah siap untuk menyambut kedatangan calon anaknya bersama suami tercinta Byun Baek Hyun.

Jantung Baek Hyun mulai berdegup kencang dengan ritme tak beraturan ketika melihat Shi Hyun mengeluarkan seluruh tenaga nya , pegangan tangan mereka semakin kuat Baek Hyun tidak bisa melepaskan genggaman mereka .

Baek Hyun maupun Shi Hyun sama-sama mengeluarkan peluh di dahi mereka . Baek Hyun peluh khawatir , merinding , dan gugup tak hanya itu tangan nya juga terasa dingin dan napas nya tercekat .

Sementara itu peluh yang terus mengalir dari dahi Shi Hyun adalah peluh perjuangan sebagai seorang ibu , sebuah perjuangan yang tidak bisa di gantikan oleh apapun.

Setelah sekian menit berjuang akhirnya terdengarlah suara tangisan , ketika Baek Hyun mendengarnya ia bernapas lega perlahan-lahan matanya mulai memanas lalu mengeluarkan air…

Baek Hyun menangis…

“Shi Hyun-ah kau melakukan nya dengan baik!”

Kata Baek Hyun ia langsung mencium dahi Shi Hyun dengan lembut dan penuh arti.

Shi Hyun sudah tidak bisa berkata-kata kini yang ia rasakan hanyalah lelah dan sakit namun itu tidak sepadan dengan kebahagiaan yang ia dapat , kebahagiaan ketika mendengar suara tangis bayi yang lahirkan oleh nya.

“Selamat anak kalian Laki-laki , wah wajahnya benar-benar mirip Tuan Baek Hyun”

Baek Hyun tersenyum bahagia mendengar hal itu sesuai dengan keinginan nya anak pertama harus laki-laki supaya bisa melindungi adik dan ibu di masa depan.

 

-000-

Malam yang sejuk di musim semi , angin terus berhembus membuat bunga dan dedaunan bergoyang .

Namun malam musim semi ini sangat indah untuk dua orang yang sudah lama saling memendam rindu .

Pelukan adalah salah satu cara terbaik untuk melepaskan rasa rindu. Rasa rindu yang sudah terpendam selama bertahun-tahun kini akhirnya bisa mereka lepaskan dengan senyum bahagia yang menghiasi wajah.

Penantian gadis itu selama lima tahun kini sudah terbayarkan ketika ia bisa memeluk seseorang yang sangat amat ia rindu selama ini.

Park Hae Yoon sangat merindukan Kim Jun Myeon.

Kim Jun Myeon sangat merindukan Park Hae Yoon.

“Maaf membuat mu menunggu terlalu lama…”

Kata Jun Myeon kepada Hae Yoon , laki-laki itu semakin dalam memeluk Hae Yoon . wanita yang sangat ia cintai.

“Aku Baik-baik saja Jun Myeon”

Hae Yoon membenamkan kepalanya di dada Jun Myeon . akhirnya setelah bertahun-tahun lama nya ia bisa memeluk Jun Myeon begitu erat rasanya baik Jun Myeon maupun Hae Yoon tidak ingin melepaskan pelukan satu sama lain.

“Aku ingin kau menjadi wanita yang pertama aku lihat ketika bangun di pagi hari lalu wanita terakhir yang ku lihat ketika aku kembali tidur di malam hari…”

Pinta Jun Myeon kepada Hae Yoon .

Hae Yoon memukul dada Jun Myeon pelan ia terkekeh mendengar permintaan Jun Myeon yang bertele-tele

“katakan saja kau ingin menikahi ku itu lebih singkat , padat , dan jelas”

Jun Myeon tersenyum ia memegang bahu Hae Yoon dengan kedua tangan nya lalu menatap wanita di hadapan nya itu dalam-dalam.

“baiklah Hae Yoon … jadilah Ibu dari anak-anak ku kelak”

“jadilah Ayah dari anak-anak ku kelak , Kim Jun Myeon”

Hae Yoon tersenyum ia menangkup wajah Jun Myeon dengan kedua tangan nya lalu menarik wajah Jun Myeon tanpa pikir panjang Hae Yoon mencuri ciuman manis dari bibir Jun Myeon.

“Hey..”

Kata  Jun Myeon terlihat semburat merah yang menghiasi wajah nya , ia malu…

 

-000-

Menemui tujuan hidup nya kembali adalah salah satu dari sekian kebahagiaan di dalam hidupnya . setelah bertahun-tahun bergelut dengan kehidupan yang gelap kini ia sudah menemukan cahaya nya kembali.

Setelah menyelesaikan pendidikan nya dengan mengambil major Musik dan Media di Amerika kini ia sudah bisa merintis usaha nya sendiri.

Menjadi seorang komposer dan pemilik perusahaan entertainment adalah mimpi besar sebagian orang yang kuliah mengambil major tersebut.

Sebenarnya sejak lahir ia sudah terlahir kaya raya , namun ia tidak ingin melanjutkan bisnis milik sang Ayah yang bergerak di bidang peralatan musik dengan brand ternama.

Tapi ia tak lepas tangan begitu saja , tidak bisa dipastikan juga… yang jelas perusahaan sang Ayah dengan miliknya kini memiliki hubungan dan kerja sama yang erat . oh jelas Ayah dan Anak…

“Chan Yeol apa kau sudah selesai mengenakan pakaian mu?”

Seru seorang wanita yang satu tahun belakangan ini sudah menemani Chan Yeol.

Chan Yeol tidak menjawab melainkan ia keluar dengan tatanan rambut yang nyaris sempurna Chan Yeol mengenakan kemeja putih sebagai atasan dan celana hitam yang benar-benar licin sebagai bawahan.

“bantu aku pakai dasi”

Pinta nya manja , untung saja wanita ini memiliki tinggi seratus enam puluh delapan senti meter jadi ia tak keberatan.

“nah sudah selesai”

Ujar wanita tersebut , ia mendongakkan kepalanya tersenyum kepada Chan Yeol diam-diam Chan Yeol mengambil kesempatan dengan sigap ia mencium bibir wanita itu sekilas.

“Selamat pagi istri ku Park Yoo Bi”

Yoo Bi terkekeh mendengar ucapan selamat pagi dari Chan Yeol , suami nya.

Suara yang dalam dan berat itu sudah sangat akrab sekali di telinga Yoo Bi wajah Chan Yeol memang seperti bayi namun suaranya tidak sama sekali.

Chan Yeol dan Yoo Bi saat itu tanpa sengaja bertemu di Bandara , Ya mereka bertemu karena sebuah aksiden ketinggalan pesawat menuju Korea Selatan.

Jadi seperti ini …

 

-000-

04 December 2011

At LAX (Los Angeles International) Airport , US

Seorang wanita dengan tubuh kecil namun tinggi semampai layak nya gadis SMA berlari tergopoh-gopoh memasuki bandara.

Wajah nya yang terlihat seperti bayi memucat , panik , seperti telah meninggalkan sesuatu atau ketinggalan sesuatu.

Ibarat pepatah sudah terjatuh tertimpa tangga …

Yah Yoo Bi sudah berlari-lari dengan menarik koper nya yang berat itu namun tanpa sengaja seorang laki-laki dengan postur tubuh yang cukup tinggi menabrak nya dari belakang.

Dan akhirnya mereka berdua terjatuh.

“Astaga Maaf kan aku , apa kau baik-baik saja?”

Kata lelaki itu ia menanyakan keadaan Yoo Bi dengan bahasa inggris nya yang fasih . tentu ini Amerika…

“Sebaik nya kau berhati-hati”

Jawab Yoo Bi yang bahasa inggris nya juga tak kalah fasih .

Kemudian laki-laki itu membantu Yoo Bi untuk berdiri , ketika sudah berdiri Yoo Bi langsung berlari begitu saja .

“Hey no…nona tunggu!…”

Teriak laki-laki itu namun Sayang Yoo Bi sudah menghilang di kerumunan orang yang ramai ini.

Kini dia hanya terdiam pasrah menatapi benda berbentuk persegi panjag berwarna putih itu… ponsel Yoo Bi terjatuh.

Laki-laki itu menyapukan pandangan nya ke sekitar lalu beralih melihat jam keberangkatan pesawat.

“Astaga! Pesawat!”

Secepat kilat laki-laki itu berlari menabrak setiap orang yang ada di depan nya.

 

“Apa?! Kau bilang? Pesawat ke Korea Selatan sudah berangkat?”

“Sudah , dua menit yang lalu nona”

“sial! Aku sungguh sial hari ini . baiklah terimakasih atas informasi nya”

Kaki Yoo Bi serasa melemas sungguh , persediaan uang nya sudah tidak cukup untuk membeli tiket pesawat apa yang harus ia lakukan? Menjadi gelandangan disini? Tidak! Itu tidak boleh terjadi!

Selang beberapa menit kemudian laki-laki yang menabrak Yoo Bi tadi kini berlari tergopoh-gopoh menghampiri petugas Bandara.

“Apa pesawat ke Korea Selatan sudah berangkat?”

“Sudah , empat menit yang lalu Tuan”

“Astaga…”

Dia berbalik arah tubuhnya sudah lemas karena harus berlari mengejar pesawat tapi sial pesawat sudah berangkat empat menit yang lalu…

Diam-diam Yoo Bi mendengar percakapan tersebut , terselip rasa lega dihatinya itu tanda nya ia tak sendirian kemungkinan bisa pulang ke rumah semakin terlihat.

“permisi…”

Saat mendengar suara itu  , jantung Yoo Bi berdegup kencang . ia takut

“maaf nona sepertinya kau menjatuhkan ini…”

Yoo Bi tercengang sesaat mendapati ponsel tersebut berada ditangan seseorang yang menabrak nya tadi.

“kau orang Korea Selatan?”

“itu tidak penting , ini ponsel mu atau bukan?”

“tentu ini milik ku , terimakasih sudah menemukan nya . kau orang Korea Selatan?”

Yoo Bi mengulangi pertanyaan nya lagi , jika benar maka laki-laki dihadapan nya saat ini akan menjadi malaikat penolong.

“ya aku orang Korea Selatan . memang nya ada apa?”

Jawab laki-laki itu dengan mimik wajah yang bingun

“hah melegakan… perkenalkan nama ku Han Yoo Bi aku seseorang yang bernasib sama dengan mu”

Yoo Bi mengulurkan tangan kanan nya , ia ingin berkenalan dengan laki-laki di hadapan nya ini .

“jadi kau juga ketinggalan pesawat? Beruntunglah aku tidak sendirian. Oh oh… nama ku Park… Park Chan Yeol”

Cepat-cepat Chan Yeol menjabat tangan kanan Yoo Bi kini mereka sudah mengetahui nama satu sama lain.

Malam yang panjang di musim salju itu mengawali pertemuan mereka berdua . berawal dari sebuah aksiden sial karena harus ketinggalan pesawat kini menjadi momen yang tak terlupakan.

“senang bertemu dengan mu…”

 

-000-

“Tae Hyun – ah apa kau tak ingin punya adik??”

Kini Ayah dan Anak yang wajah nya sangat mirip tersebut sedang duduk di bangku taman halaman depan rumah seraya menikmati warna-warni bunga di taman .

“Ayah… apa Ayah tak sayang lagi dengan ku??”

“Heey… tentu Ayah sayang namun akan lebih baik jika kau memiliki Adik kau punya teman bermain yang bisa kau ajak bicara…”

Baek Hyun benar-benar … ia mencoba merayu Tae Hyun untuk bilang ke Ibu nya bahwa Tae Hyun menginginkan Adik.

“Tapi Ibu belum mau memberi ku Adik , lebih baik Ayah buat sendiri Adik itu”

Ujar Tae Hyun polos ia mendongak kan kepalanya menatap Ayah nya dengan tatapan datar .

Baek Hyun hanya bisa menghembuskan napas perlahan , astaga dia tidak menyangka jika anak nya benar-benar menuruni sifatnya.

“Ayah…”

“Hm…?”

“Kemarin Paman Lu Han memberikan anak lelaki nya mobil dengan remot kontrol keluaran terbaru ”

Baek Hyun lagi-lagi harus tepuk dahi untuk kesekian kalinya , anak nya ini terlalu up to date  soal mainan terbaru ini sungguh tidak bisa dibiarkan apa Tae Hyun tidak tahu mobil mainan nya sudah hampir memenuhi satu kamar bibi Oh??

“Ayah… aku akan mengajak ibu untuk tidur dengan ku malam ini…”

Belum sempat Baek Hyun menjawab Tae Hyun sudah membalas nya dengan perkataan yang menyebalkan oh Ayohlah Tae Hyun jangan seperti itu Ayah mu ini baru saja kembali dari Busan sudah dua malam Ayah tidak tidur dengan Ibu dan sekarang kau ingin mengambil nya lagi??

“Tae Hyun… kau tahu ? mobil mainan mu sudah hampir memenuhi kamar bibi Oh jangan seperti itu Ayah tahu kau anak baik..”

Sebenarnya Baek Hyun bisa saja selalu menuruti kemauan anak nya namun ia tidak mau jika anak lelaki nya ini tumbuh menjadi lelaki manja dan naif … oh itu bukan gaya Baek Hyun dan Shi Hyun maka dari itu mereka tidak terlalu mendengarkan permintaan Tae Hyun yang aneh-aneh.

Lagi pula semua koleksi mobil mainan yang di simpan di suatu ruangan rumah Baek Hyun itu sudah banyak sekali karena Kakek dan Nenek Tae Hyun selalu memberikan nya hadiah setiap pergantian musim.

“Ingin mandi dengan Ayah atau Bibi Oh?”

Tawar Baek Hyun setelah melihat arloji yang menunjukan pukul empat sore sudah waktunya Tae Hyun mandi setelah itu mereka bisa menjemput Shi Hyun di Universitas Yonsei.

“Ayah!”

Ujar Tae Hyun antusias…

 

-000-

 

“Astaga… apa kau… Park Hae Yoon?”

Mata Jun Myeon berkaca-kaca ketika melihat Hae Yoon keluar dari ruang ganti dengan mengenakan gaun putih yang begitu cantik…

“bukan… aku calon istri Kim Jun Myeon , bagaimana? Kau suka dengan gaun yang ini?”

Ujar Hae Yoon ia tersenyum seraya memamerkan keindahan dan kecantikan nya dihadapan Kim Jun myeon.

Jun Myeon mengangguk tanda setuju…

Saat ini mereka berdua sedang berada di salah satu butik ternama di daerah Gangnam untuk fitting gaun dan tuxedo . Jun Myeon dan Hae Yoon akan menikah lusa sesuai dengan keinginan Hae Yoon beberapa bulan yang lalu ketika hari pertama musim salju.

Keinginan Hae Yoon adalah menikah di musim semi karena ketika musim semi semua bunga bemekaran , semua nya terlihat indah penuh warna.

Hae Yoon di lahirkan saat musim semi itu sebab nya mengapa ia sangat menyukai musim ini begitu banyak.

Dan ya… akhirnya impian nya sejak kecil terwujud , Lusa semua mimpi-mimpi mereka akan menjadi kenyataan.

“ya Tuhan… Menantu Ibu cantik sekali…”

Nyonya Park baru saja memasuki butik ini , ia kagum melihat Hae Yoon dengan balutan gaun putih . nyaris sempurna pikirnya…

Hae Yoon tersenyum mendengar pujian dari sang Ibu bagi Hae Yoon Nyonya Park sudah seperti Ibu kandung nya sendiri.

 

Jun Myeon sudah dinyatakan bebas dari tahanan dua bulan yang lalu… ya tepat nya ketika Musim dingin di bulan Januari . kini ia sudah bisa menghirup udara segar tidak hanya itu KJM Group kini sudah berkembang dan memiliki beberapa cabang di berbagai Kota.

Tanpa Jun Ho mungkin… KJM Group tidak akan bisa seperti sekarang ini meskipun Jun Myeon bukanlah CEO di Perusahaan tersebut tapi tetap ia adalah CO Founder tanpa ada nya kerja keras seorang Jun Myeon , KJM Group tidak akan ada.

 

-000-

Selain menjadi asisten dosen kini Shi Hyun mempunyai kesibukan baru yaitu menyiram dan merawat tanaman yang berada di halaman belakang rumahnya.

Sejak satu tahun yang lalu Baek Hyun memutuskan untuk pindah rumah , ya Shi Hyun menginginkan rumah yang menyediakan halaman belakang nya selain itu anak mereka Tae Hyun suka sekali bermain di alam luar itu sebab nya mereka pindah ke Distrik Gangnam.

Hal yang paling menyenangkan bagi Shi Hyun saat musim semi adalah melihat Tae Hyun bermain bersama Baek Hyun dan merawat tanaman banyak sekali bunga dengan berbagai macam warna menghiasi halaman belakang rumah keluarga Byun.

“Ayah ayo kejar aku!”

Kata Tae Hyun ia menggoda sang Ayah , Baek Hyun untuk mengejarnya. Tanpa banyak bicara Baek Hyun langsung mengambil aba-aba untuk mengejar anaknya.

Walaupun Tae Hyun berusia empat tahun tapi kecepatan nya dalam berlari tidak dapat diremehkan anak itu benar-benar mewarisi sifat Baek Hyun yang sulit untuk diam bahkan satu menit saja.

Tae Hyun sangat aktif dan hal itu membuat Shi Hyun kelelahan tapi ia sangat menikmatinya.

“Hey jangan berlari kau akan jatuh”

Seru Shi Hyun melihat Baek Hyun dan Tae Hyun berlari mengelilingi halaman belakang rumah.

Ah ya… Shi Hyun melanjutkan pendidikan nya di Universitas Yonsei dia mengambil major Bisnis tujuan Shi Hyun mengambil major tersebut supaya ia dapat membantu pekerjaan Baek Hyun .

Lagipula sudah empat tahun belakangan ini pekerjaan Baek Hyun selalu bisa diatasi dengan mudah karena bantuan Lu Han , sampai saat ini pemuda itu masih bekerja di Byun Corp.

Baek Hyun baru saja mendapatkan Tae Hyun , kini ia membawa Tae Hyun kedalam pelukan nya seraya mengacak-acak rambut Tae Hyun.

“wah anak Ayah kuat ya! Bagaimana kalau sudah sekolah nanti Tae Hyun mengikuti kelas Hapkido?”

“Hapkido?”

Mimik wajah Tae Hyun terlihat antusias ketika mendengar nama ‘hapkido’ salah satu seni bela diri .

“Ya kau ingin kuat seperti Ayah bukan? kau kan anak Ayah jadi kau harus kuat”

“Baek Hyun jangan memaksanya seperti itu…”

Shi Hyun mengeluh dia tidak mau putra kesayangan nya melakukan hal yang tidak ingin dilakukan nya.

“aku mau Ayah!”

Tiba-tiba Tae Hyun menjawab dengan mantap hal ini membuat Shi Hyun tercengang tapi tak apalah lagipula ia masih kecil mungkin beberapa jam lagi ia akan melupakan apa yang baru saja ia katakan.

Baek Hyun berdiri seraya menggendong Tae Hyun ia berjalan mendekati Shi Hyun yang sedang terlihat merawat tanaman nya.

“ku dengar Jun Myeon sudah keluar dari tahanan”

Baek Hyun membuka pembicaraan

Shi Hyun menghentikan aktivitas nya ia melepaskan sarung tangan karet yang sejak tadi menutupi tangan nya lalu Shi Hyun mencuci tangan nya

“aku sudah mengetahui nya , sejak musim dingin lebih tepatnya oh ya hampir saja lupa ia akan menikah besok”

Shi Hyun berujar seraya mengeringkan tangan nya dengan kain lalu ia duduk dibangku taman disamping Baek Hyun lebih tepatnya.

“kau serius?”

“untuk apa aku berbohong”

Jawab Shi Hyun yang sejak tadi pandangan nya hanya tertuju kepada Tae Hyun , ia sedang menangkup pipi Tae Hyun dengan kedua tangan nya.

“siapa calon istri nya?”

“Mengapa kau sangat ingin mengetahui nya? Keluarga kita diundang kau bisa melihat nya besok…”

“bukan… maksud ku selama ini ia kan di dalam tahanan apa bisa mendapatkan seorang istri?”

Kini Shi Hyun terdiam ia tersenyum mendengar perkataan Baek Hyun ia mengalihkan pandangan nya kepada Baek Hyun namun sebelum menjawab pertanyaan Baek Hyun…

“Tae Hyun –ah bibi Oh mencari mu ia membuat kan mu pudding cokelat kau suka kan sayang?”

“benarkah??”

“untuk apa ibu berbohong?”

Tae Hyun tersenyum kemudian dia melepaskan dirinya dari pelukan Baek Hyun lalu berlari masuk kedalam rumah.

Ya…Shi Hyun tidak ada niatan membohongi Tae Hyun lagipula memang benar hari ini bibi Oh membuatkan mereka pudding cokelat .

Tae Hyun masih terlalu kecil untuk mendengarkan percakapan seperti ini setelah Tae Hyun masuk kedalam rumah Shi Hyun melanjutkan perkataan nya yang terhenti.

“Baek Hyun apa seseorang yang di  tahan tidak berhak mendapatkan jodoh? Kau tidak boleh berbicara seperti itu…”

“hanya saja…”

“hanya apa? coba kau ingat dirimu lima tahun yang lalu maaf aku tidak bermaksud mengungkit masa lalu tapi ada baiknya jika kita berkaca pada pengalaman yang sudah ada”

Shi Hyun tersenyum dia sudah sangat mengenal Baek Hyun dengan baik perlahan-lahan Shi Hyun menggenggam tangan Baek Hyun.

“maafkan aku..”

Kata Baek Hyun dengan nada menyesal mimik wajahnya juga mengatakan demikian tapi Shi Hyun malah terkekeh mendengarnya membuta Baek Hyun menatap nya dengan mengernyitkan alis.

Shi Hyun mengambil napas sejenak lalu menghembuskan nya secara perlahan ia kembali menatap mata Baek Hyun

“katakan kalimat itu dihadapan nya bukan aku , kau harus minta maaf didepan orang yang bersangkutan. Apa kau benar-benar marah pada nya?”

“tidak… Sejujurnya terselip rasa penyesalan mengapa persahabatan aku dengan Jun Myeon harus berakhir seperti ini”

“jika aku berada di posisi mu aku akan membiarkan semua yang sudah terjadi jika aku yakin dia memang seseorang yang pantas menjadi sahabat maka aku akan memulai persahabatan kembali dengan nya . menurut mu bagaimana? Apa Jun Myeon seseorang yang berhak untuk itu??”

Baek Hyun berpikir sejenak pandangan nya menyapu langit biru yang terlihat menenangkan.

“entahlah bahkan aku sendiri tidak mengerti aku hanya ingin minta maaf lalu melupakan apa yang sudah terjadi”

Shi Hyun tersenyum mendengar jawaban Baek Hyun lalu ia memeluk tubuh Baek Hyun begitu erat ia sangat merindukan aroma tubuh Baek Hyun dan kehangatan yang selalu diberikan oleh Baek Hyun entah sudah beberapa waktu mereka tidak semesra ini.

“astaga kau merindukan ku?”

Ledek Baek Hyun

“aku tidak ingin menjawab nya ku harap Tae Hyun menikmati puddingnya jadi ia tidak bisa mengganggu kita”

Baek Hyun tertawa geli mendengar perkataan Shi Hyun tetap saja sifat manja Shi Hyun tidak hilang-hilang walaupun sudah ada Tae Hyun.

Baek Hyun membalas pelukan Shi Hyun ia mengecup puncak kepala wanita itu pelan lalu semakin mengeratkan pelukan mereka seperti hari esok tidak ada kesempatan untuk memeluk satu sama lain.

“aku akan selalu mencintai mu…”

 -000-

Hari ini adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh pasangan Kim Jun Myeon dan Park Hae Yoon.

Sebuah Gereja di kota Seoul bergaya klasik yang penuh dengan ornamen dan lekukan artistik layaknya bangunan Eropa kini… akan menjadi saksi bisu pernikahan Kim Jun Myeon.

Sudah terlihat Kim Jun Ho berdiri bersama Nyonya Park di barisan yang paling depan lalu di ikuti petinggi dari berbagai perusahaan termasuk  Byun Baek Hyun beserta keluarganya tak lupa seorang CEO muda dari perusahaan entertainment yang baru-baru ini melebarkan sayapnya Park Chan Yeol bersama sang istri.

Suasan gereja cukup ramai didatangi oleh para tamu undangan saat ini . di altar sudah terlihat Jun Myeon mengenakan tuxedo berwarna hitam dengan tatanan rambut yang begitu sempurna membuatnya terlihat sangat tampan.

Bagi Hae Yoon pernikahan ini adalah hal yang paling membahagiakan sekaligus menyedihkan . ia harus berjalan menuju altar sendirian tanpa ditemani seorang Ayah namun jika Jun Myeon mencintai dan menerima kehadiran nya dengan tangan terbuka ia akan berlari untuk meraih kebahagiaan itu.

Para tamu undagan kini sudah berdiri menyerong pandangan mereka menatap pintu gereja suasana mulai hening digantikan oleh suara seorang master ceremony dan musik ala pernikahan.

Saat musik dimainkan terlihat seorang wanita dengan mengenakan gaun putih sederhana dan tananan rambut yang dibiarkan terurai begitu saja, semua mata tertuju padanya.

Ia melangkah dengan hati-hati matanya terus memandang ke altar dengan tatapan yakin bahwa laki-laki di altar itu adalah kebahagiaan nya.

Jun Myeon sedari tadi sudah membalikan tubuhnya ia menatap seraya menunggu kedatangan Hae Yoon .

Langkah demi langkah yang Hae Yoon lakukan akhirnya membawanya sampai ke altar . Jun Myeon tersenyum ia mengulurkan tangan kanan nya untuk menjemput Hae Yoon lalu wanita itu menyambut uluran tangan Jun Myeon dengan senang hati kemudian mereka berdua dengan mantap maju melangkah memasuki altar tempat janji suci sehidup semati di ikrarkan.

Ketika sampai di altar mereka melepaskan genggaman nya lalu mengangkat tangan kanan mereka hingga sebatas mata.

saat itulah mereka mengikrarkan janji sehidup semati satu sama lain . akhirnya semua penantian mereka selama ini terbayar sudah Tuhan maha adil ia akan selalu memberikan yang terbaik untuk setiap umatnya , Rencana Tuhan jauh lebih indah dari apa yang kita pikirkan.

 -000-

Kini para tamu undangan sedang menikmati hidangan yang sudah disediakan setiap meja di peruntukkan untuk empat tamu undangan.

Terlihat Jun Myeon dan Hae Yoon sedang berbincang-bincang dengan kerabatnya untuk sepersekian menit saja mereka berdua sudah menyapa tamu undangan yang lain.

Sekarang Jun Myeon dan Hae Yoon berganti menyapa Baek Hyun . Hae Yoon sudah berbicara terlebih dahulu apalagi ia cukup mengenal Shi Hyun jadi percakapan ini tidak akan menjadi canggung.

Baik Baek Hyun maupun Jun Myeon keduanya masih terdiam mereka serasa dibekukan oleh sesuatu tapi Baek Hyun ingat apa yang sudah ia katakan kepada Shi Hyun tempo hari.

Tanpa banyak bicara Baek Hyun langsung memeluk Jun Myeon dia menepuk-nepuk bahu Jun Myeon

“Jun Myeon –ah maafkan aku”

Suara Baek Hyun terdengar parau

“Baek Hyun-ah seharusnya waktu itu aku mendengarkan perkataan mu , maafkan aku maafkan aku …”

Mata mereka mulai memanas hingga akhirnya sulit untuk tidak membuat air mata jatuh membasahi pipi mereka saat ini satu patah kalimat pun tidak bisa menjelaskan apa yang mereka rasakan.

Shi Hyun terharu melihat hal yang terjadi dihadapan nya saat ini begitu juga dengan Baek Hyun kini semua mata tertuju pada momen mengharukan yang terjadi diantara Baek Hyun dan Jun Myeon.

Chan Yeol termasuk salah satu pasang mata yang memperhatikan mereka dengan perasaan haru sementara itu Yoo Bi yang berdiri disampingnya bertanya-tanya

“apa yang terjadi diantara mereka?”

Chan Yeol tersenyum pandangan nya terus tertuju kepada Baek Hyun dan Jun Myeon

“mereka bersahabat”

Karena merasa malu menjadi pusat perhatian akhirnya Baek Hyun dan Jun Myeon melepaskan pelukan mereka lalu saling tersenyum satu sama lain.

Mereka saling berjabat tangan tanda bahwa sesuatu yang sudah terjadi memang sebaikknya dibiarkan berlalu , ini baru saja dimulai.

Chan Yeol yang merasa sangat mengenal Baek Hyun akhirnya menghampiri mereka di ikutik oleh Yoo Bi di belakang Chan Yeol.

“waah kalian sangat lucu”

Ucap Chan Yeol tiba-tiba membuat mereka terkejut lalu menoleh kebelakang.

“Astaga! Park Chan Yeol ? mengapa ia bisa disini?”

Batin Baek Hyun penuh tanya.

“ku anggap itu sebagai pujian Chan Yeol-ssi­ ah..! Baek Hyun perkenalkan ini Park Chan Yeol ia adalah CEO dari CY Entertainment kami sudah mengenal sejak beberapa bulan yang lalu”

Ujar Jun Myeon

Tiba-tiba Chan Yeol terkekeh membuat Jun Myeon mengernyitkan alis , bingung.

“aku sudah mengenal Byun Baek Hyun sejak beberapa tahun silam Jun Myeon-ssi astaga Baek Hyun kau mengapa jadi sombong begini?”

Chan Yeol menepuk bahu Baek Hyun pelan sehingga membuat nya tersenyum malu.

“Ya… Chan Yeol sudah lama kita tidak bertemu omong-omong siapa wanita disamping mu?”

“tsk… aku lupa memperkenalkan nya baiklah , wanita ini adalah Han Yoo Bi dia istri ku kami sudah menikah satu tahun yang lalu”

“Halo nama ku Han Yoo Bi senang bertemu dengan kalian”

Kata Yoo Bi ramah tak lupa ia sedikit membungkukan tubuhnya tanda memberi salam.

Seketika Baek Hyun dan Shi Hyun tercengang mendengar kalimat itu waktu sudah berlalu cepat sekali Baek Hyun sudah dikaruniai satu anak dan Chan Yeol sudah menikah.

“Chan Yeol kau tak mengundang ku dengan istri ku hey apa-apaan ini?”

Protes Baek Hyun

“hahaha maaf soal itu selain lupa kami mengadakan pernikahan di Jepang tempat mertua ku tinggal”

Baek Hyun mengangguk ia mengerti dengan alasan yang Chan Yeol ucapkan.

“selamat Chan Yeol-ssi semoga kau cepat dikarunia keturunan”

Ucap Shi Hyun ia juga turut senang mengetahui pernikahan Chan Yeol.

“terimakasih Shi Hyun-ssi”

 

Kini semuanya sudah kembali menemukan jalan kehidupan terbaik. Selama bertahun-tahun tidak pernah bertemu satu sama lain selama itu juga waktu terus berjalan meninggalkan jejak .

Setiap jejak yang ditinggalkan oleh waktu sebaiknya memang dibiarkan untuk berlalu begitu saja namun kita juga diperbolehkan untuk mengenang jejak yang paling berharga dan membahagiakan bagi kita.

Musim Semi tahun ini penuh dengan cinta dan kebahagiaan . banyak sekali kejadian yang tak pernah terbayangkan sebelumnya

Baek Hyun dan Shi Hyun sudah dikaruniai seorang anak laki-laki hasil dari pernikahan mereka lima tahun yang lalu.

Chan Yeol sudah menemukan masa depan nya yang cerah ia sudah menemukan seseorang yang bersedia juga mencintai nya seumur hidup , Han Yoo Bi.

Jun Myeon ia sudah kembali hidup dengan baik hidup nya menjadi sempurna ketika Tuhan mempertemukan dirinya dengan Park Hae Yoon kini mereka berdua sudah menjadi sepasang suami istri.

 

Setiap malam kita akan bertanya-tanya apa yang sudah kita lakukan hari ini dan apa yang akan kita dapatkan di hari esok?

Jika Sesuatu dilakukan dengan tulus dan penuh cinta , maka kebahagiaan akan menjemputmu.

Hwang Shi Hyun , lima tahun yang lalu dengan sepenuh hati ia menyetujui perjodohan yang sama sekali tak ingin ia lakukan namun karena perjodohan ini sangat bermanfaat untuk sesamanya maka ia akan melakukan nya dengan tulus jika memang hal itu bermanfaat untuk sesamanya dengan ketulusan itulah akhirnya tumbuh rasa cinta setelah melalui banyak waktu bersama kini kebahagiaan nya adalah Byun Baek Hyun.

Park Hae Yoon , wanita itu tahu menunggu Jun Myeon selama bertahun-tahun belum tentu ia menikah dengan nya namun dengan kesungguhan dan ketulusan nya ia mampu melewati setiap rintangan yang ada ia rela menghabiskan waktunya hanya untuk menunggu Jun Myeon . ketulusan nya mampu membuat Jun Myeon percaya bahwa Hae Yoon adalah takdirnya kini mereka sudah menemukan kebahagiaan yang sudah lama mereka tunggu.

Park Chan Yeol , tanpa aksiden itu mungkin sampai saat ini belum Chan Yeol tentu akan menikah karena aksiden itu ia bisa menolong Yoo Bi untuk kembali ke Korea Selatan dengan meminjamkan sedikit uangnya untuk membeli tiket pesawat . saat itu Chan yeol tidak mengharapkan sedikitpun imbalan dari gadis yang ditolong nya ia tulus menolongnya tapi entahlah… Tuhan selalu mempunyai keajaiban yang tak pernah dipikirkan oleh umatnya Chan Yeol menikahi Yoo Bi setelah tiga tahun mengenal nya walaupun aksiden itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu namun tetap Chan Yeol sangat berterima kasih dan bersyukur atas terjadinya aksiden di malam musim dingin itu…

 

Jika kau ingin melakukan sesuatu yang baik

Lakukanlah dengan tulus dan penuh cinta

Saat melakukan nya kau harus berusaha memberikan yang terbaik

Kau tidak akan menyesal percayalah

Karena…

Kebahagiaan akan menjemputmu

Penuh suka cita

-Spring , Love , Happiness-

 FIN

Advertisements

15 thoughts on “(noonatea) Spring , Love , Happiness [Our Wedding Sequel]

  1. happy ending buat semuanya
    baekhyun udah punya putra padahal shi hyun sempet keguguran
    jun myeon ma chanyeol juga ketemu ma pasangan hidup masing”
    bagus kok buat sequelnya

  2. Omo aku ketinggalan ff ini… Karna sampe 20 chapter, jd aku baca sequelnya dulu aja hihiw.. Salam kenal, nahla 97Liner readers baru

  3. Aku jadi terharu bacanya :’) , Byun Baekhyun+Jo Shihyun= Byun Taehyun , Park Chanyeol+Han Yoobi, Kim Junmyeon+Park Haeyoon . Happy ending 🙂 senang liat mereka bahagia .. Blog nya udah gak hiatus lagi yah, lanjut yg ff ‘What he’s husband’ dong penasaran sama ceritanya .. Keep writing eonnienim ❤

  4. Yeay . Happy ending aku sungguh bahagia apalagi melihat baekhyun dan juga yang lainnya bisa bahagia dengan pasangannya masing-masing. Sungguh hal yang sangat membahagiakan . Apalagi melihat keakraban yang terjalin diantara mereka semuanya. Tak ada lagi salah paham atau apapun itu lagi dan juga aku sangat merasa senang akan hasilnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s