(Noonatea) What He’s My Husband – 11

“when you have to married with someone who make you feel so disgusted

WHAT ? HE’S MY HUSBAND?!

Author : Noonatea (Me)

Cast : Oh Sehun – Kim Hanna

Genre : School Life – Marriage Life – Romance

Leght : Chapter

Teaser Part 1 part 2 part 3 part 4 part 5 part 6 part 7 part 8 part 9 part 10

***

Apa ini? Apakah aku menyukai nya?

Hati Se Hun serasa tersambar listrik ketika ia semakin mengeratkan pelukan nya kepada Hanna . suara tangis gadis itu pun semakin menjadi ketika Se Hun semakin membawanya untuk bersandar di dada bidang miliknya.

Bingung , gugup itu yang Se Hun rasakan saat ini ia bingung apa yang sudah membuat Hanna menjadi seperti ini . saat ini Hanna bukan seperti seseorang yang Se Hun kenal gadis itu benar-benar pandai menata perasaan nya.

Se Hun masih belum mengerti perasaan nya sendiri namun ia tahu bahwa ia nyaman bisa membuat Hanna bersandar pada dada bidang nya dan mengeluarkan semua kesedihan nya.

Tanpa persetujuan maupun penolakan dari Hanna , Se Hun membiarkan telapak tangan nya meraba dengan lembut puncak kepala Hanna.

Hembusan angin malam semakin mendominasi suasana yang hening saat ini Se Hun membiarkan Hanna untuk menghempaskan semua kesedihan nya .

Hilang layaknya pasir yang di hempas oleh ombak…

***

Hanna termenung dengan membiarkan kedua tangan nya terulur di meja makan pandangan nya kosong  entah menatap apa.

Se Hun menepuk bahu nya dari belakang seraya membawa segelas air

“tidak baik termenung di malam hari”

Seketika Hanna terbangun dari lamunan nya ia sadar bahwa seseorang baru saja menepuk bahu nya , ia terlalu sedih hingga tidak tahu bagaimana menyembunyikan nya.

“untuk mu”

Ujar Se Hun datar ia meletakan segelas air itu disebelah tangan kanan Hanna

“terima kasih”

Jawab Hanna singkat lalu ia meneguk pelan segelas air itu lalu meletakkan nya kembali dan termenung lagi.

Sungguh hal ini membuat Se Hun cukup kesal ia sudah bersabar hati sejak tiga puluh menit yang lalu untuk membiarkan Hanna mengatakan sesuatu tapi apa nyatanya? Hanna justru kembali termenung untuk kesekian kalinya lantas Se Hun bisa apa? bisa gila mungkin karena menghadapi gadis seperti Hanna.

“apa tidak ada yang ingin kau katakan? Jika tidak aku ingin tidur besok jam sembilan pagi kita harus sudah tiba di sekolah untuk mengikuti perkemahan musim panas bahkan kau belum menyiapkan apapun…”

Kata Se Hun panjang lebar ia menatapi Hanna dengan tatapan meneliti sumpah demi tuhan gadis didepan nya ini terlihat seperti seonggok daging yang bodoh.

Hanna tidak membalas perkataan Se Hun ia masih termenung membiarkan apa yang dikatakan oleh Se Hun hilang begitu saja terbawa hembusan angin malam.

Karena sudah cukup bersabar akhirnya Se Hun beranjak dari kursi meja makan namun sebelum ia benar-benar pergi buru-buru Hanna memanggil nya

“Se…Se Hun”

Se Hun menghembuskan napas perlahan ia memutar bola matanya bosan lalu membalikan tubuhnya

“memanggil ku?”

Hanna hanya mengangguk saja…

“apa? apa?”

Kini beralih Hanna yang menghembuskan napas perlahan ia tahu betul tabiat Se Hun seperti apa sifat konyol dan kenakan lelaki itu tak pernah hilang.

“ada yang ingin ku bicarakan pada mu…”

“di kamar saja aku sudah mengantuk ku anggap itu sebagai dongeng sebelum tidur…”

Balas Se Hun kemudian lelaki itu beranjak ke kamar tidur nya dengan Hanna lalu selang beberapa detik kemudian Hanna berjalan mengekori nya.

***

Soo Jung sibuk dengan ponsel berwarna peach miliknya seraya memperhatikan setiap inci sepatu pasangan yang ia beli siang tadi di grocery store.

Sepatu pasangan itu sengaja ia beli untuk dirinya dan kekasih nya , Kai. Soo Jung mengambil foto sepatu itu lalu ia mengirimkan nya kepada Kai.

Sepatu itu berwarna hitam dengan lis merah muda yang mengitarinya tali nya berwarna putih dan sangat cocok sekali digunakan untuk berkemah di hari esok.

Beberapa detik kemudian ponsel Soo Jung kembali bergetar tanda sebuah pesan masuk dari Kai .

From : Kim Kai

“Untuk kita? Couple shoes?”

Soo Jung tersenyum sesaat lalu ia menyentuh setiap huruf yang tertera di layar ponsel nya.

“Yup…”

Balas Soo Jung singkat.

“Wah… aku berhutang banyak pada mu . harus ku ganti dengan apa sepatu pemberian mu itu?”

Ponsel Soo Jung kembali bergetar , ia menggigit bibir bawahnya pelan ketika membaca pesan singkat dari Kai . Soo Jung semakin tertarik

dengan pelukan , genggaman tangan , dan ciuman lembut mu di dahi ku”

Soo Jung mengirim pesan tersebut diiringi senyum kemenangan namun sebelum ia benar-benar tersenyum layaknya seorang pemenang Kai sudah membalas pesan singkat nya.

“semuanya sentuhan, baiklah…kkk~”

Tiba-tiba mata Soo Jung membalalak ia kesal mengapa harus mempunyai kekasih yang mempunyai pikiran seribu langkah lebih jauh darinya oh ayolah Soo Jung kan hanya ingin bermanja-manja saja.

Soo Jung mengernyitkan alisnya ia membalas pesan singkat Kai dengan perasaan yang menggebu-gebu seolah-olah jika Kai ada di hadapan nya saat ini Soo Jung akan memberikan pukulan menyebalkan.

DASAR MESUM!” 

***

“Apa kau selalu berbuat kasar terhadap Lu Han?”

Suara Hanna dan hembusan angin malam mendominasi ruangan yang hanya menyisakan dua buah lampu sebagai penerangan mereka menjelang tidur , kamar Hanna dan Se Hun.

“Aku tidak yakin tapi sepertinya aku benar-benar melakukan nya…”

Jawab Se Hun pelan pandangan nya menyapu langit-langit kamar mereka . perlahan-lahan tangan nya menaikkan selimut hingga sebatas dada , Se Hun mulai mengantuk…

“apa kau menyesal setelah melakukan hal itu?”

Hanna menatap Se Hun yang sudah mengantuk dalam-dalam ia menantikan jawaban yang akan terlontar dari mulut manis nya.

Sebelum menjawab pertanyaan Hanna , Se Hun menghembuskan napas perlahan

“aku menyesal tapi tidak benar-benar menyesal karena ia selalu menjadi sorotan keluarga besar kami sementara aku hanya menjadi bayang-bayang nya ku rasa ia berhak mendapatkan itu… bagaimana dengan mu?”

“Berbeda…”

“maksud mu?”

Meskipun rasa kantuk berat melandanya Se Hun mencoba untuk tetap terjaga ia mengernyitkan alisnya dan mengerjapkan matanya beberapa kali laki-laki itu bingung dengan perkataan Hanna.

“Cerita nya panjang ku rasa kau akan tertidur jika mendengar nya…”

Jawab Hanna pelan pandangan nya menatap foto pernikahan dirinya dengan Se Hun yang menggantung indah di dinding .

Jarum jam dengan suara detik yang sudah tak asing lagi pun terus berbunyi menghitung waktu yang mereka lalui . Hanna menanti-nanti kalimat apa yang akan keluar dari mulut Se Hun tapi sepertinya…

 

Se Hun sudah menuju dunia mimpi nya , laki-laki itu tertidur pala nya bersandar pada gadis yang sejak tadi berada disamping nya . Se Hun bersandar pada bahu Hanna sama sekali tidak merasa terbebani ini aneh pikir nya.

Bahkan ia tak bisa mendeskripsikan rasa yang bergejolak di dalam hatinya saat ini ia benar-benar bingung apa yang sedang dirinya dan Se Hun lakukan sekarang namun satu yang pasti Hanna benar-benar nyaman bisa berada di dekat Se Hun.

***

Udara begitu hangat pagi ini bahkan matahari sudah terbit dari ufuk timur untuk menyinari berbagai belahan dunia maklum saat ini sedang musim panas jadi pukul enam pagi langit sudah terlihat cerah.

Hanna sudah bangun sejak pukul lima karena banyak sekali yang harus di persiapkan untuk perkemahan musim panas , yah… sesungguh nya ia tidak menaruh minat pada acara yang di selenggarakan oleh sekolah kali ini namun karena ini saat-saat terakhir dirinya menjadi seorang siswi mengapa tidak? lagipula kegiatan ini juga tidak di pungut biaya pihak sekolah benar-benar baik bukan Kim Jun Myeon tentu nya yang baik karena Ayah nya adalah orang nomor satu di sekolah semacam pemegang saham terbanyak di yayasan sekolah tersebut jadi mudah bagi nya untuk mengadakan suatu acara lagipula setiap bulan nya para siswa dan siswi membayar uang sekolah dengan jumlah yang bukan main jadi tidak ada alasan untuk memungut biaya .

Tidak ada ekspresi ceria pagi ini sejak bangun tidur Hanna hanya bisa menekuk wajah nya saja bagaimana tidak? Bahu nya terasa sangat pegal karena Se Hun selama-lebih-dari-enam jam bersandar di bahu nya yah laki-laki berkulit putih pucat itu tertidur di bahu Hanna.

Hanna mendesah panjang … ia benar-benar lelah dan butuh istirahat , hanya itu. Di saat-saat sibuk seperti ini Se Hun masih bisa memejamkan matanya ia masih menyelimuti seluruh tubuhnya bak korban tabrak lari .

“ingin bangun jam berapa dia?”

Batin Hanna kesal seraya memperhatikan Se Hun yang masih tertidur lelap.

Hanna menyelesaikan kegiatan nya dengan menutup zipper ransel tersebut kemudian dia kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang pikirnya ini masih terlalu pagi untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah ya semua siswa dan siswi harus sudah berkumpul di sekolah kurang lebih pukul sembilan pagi karena bus akan berangkat lima belas menit kemudian setelah semuanya siap.

Hanna menyapu pandangan nya ke langit kamar yang bernuansa putih namun tiba-tiba dia teringat bagaimana dirinya dan Se Hun di jodohkan saat itu kalau ia ingat kembali kejadian itu… sungguh orang tua nya sangat kejam karena mengorbankan anak nya demi kepentingan bisnis bukan lebih tepat nya demi kesenangan mereka.

Tapi mau bagaimana lagi? Ia kesal kalau harus tinggal dirumah . dulu saat masih tinggal dengan orang tua nya ia selalu pulang larut malam namun sejak di jodohkan dengan Se Hun dan akhirnya tinggal dengan Se Hun ia pulang tepat waktu entah mengapa tapi ia merasa mendapatkan keuntungan dari perjodohan gila ini . tidur dengan Se Hun asalkan laki-laki itu tidak bermacam-macam bukankah akan baik-baik saja? Kecuali ada insiden ya bisa saja sesuatu yang tidak di inginkan terjadi tapi Hanna yakin Se Hun tidak senakal itu.

Lagi… Se Hun membuat Hanna terbangun dari lamunan nya laki-laki yang masih tertidur itu tanpa sadar membiarkan kakinya menimpa tubuh Hanna

“benar-benar menyebalkan!”

Pekik Hanna Kesal disingkirkan nya dengan kasar kaki Se Hun yang rupa nya hampir sama dengan kakinya.

“Se Hun Bangun kita terlambat!!”

Teriak Hanna seketika Se Hun terbangun dari tidur nya mimik wajah nya setengah terkejut setengah seperti orang bodoh dengan keadaan mata yang sayup seperti itu.

“ a-apa kita ter-terlambat?”

Se Hun sangat panik segera ia beranjak dari tempat tidur lalu berlari menuju kamar mandi layaknya orang yang di kejar oleh anjing liar sementara itu Hanna terus mengerjai nya

“iya benar kita terlambat! Kau harus bersiap-siap waktunya tidak banyak lagi”

Dalam hati Hanna juga tertawa terbahak-bahak ternyata Se Hun lucu juga kalau seperti itu . kepanikan Se Hun berhenti ketika dirinya masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya dengan cara membanting pintu tersebut sehingga menghasilkan suara dentuman yang membuat Hanna cukup terkejut.

Hanna melanjutkan tawa nya kembali sedangkan Se Hun … pasti laki-laki itu terburu-buru di kamar mandi.

***

Kini mereka duduk berhadapan dengan meja makan sebagai penengah nya wajah Se Hun sangat mendeskripsikan kekesalan nya terhadap Hanna laki-laki itu menekuk wajah nya terlihat sekali awan mendung menghiasi wajah nya sungguh aura nya benar-benar kelabu!

Sementara itu Hanna mencoba untuk menahan tawanya … kali ini Hanna yang terlihat seperti orang gila ia tak bisa berhenti menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan nya dan sekarang tawanya benar-benar meledak…

“kau puas sudah menjadikan ku mainan mu di pagi hari?!”

Desis Se Hun sorot mata nya benar-benar menunjukkan bahwa ia sedang kesal.

Hanna menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan

“bukan itu … kau terlihat lucu”

“lihat sekarang masih pukul setengah tujuh tapi aku sudah terlihat tampan seperti ini kau harus tanggung jawab!”

“a..apa tanggung jawab? apa itu sepenuhnya salah ku? Kau saja yang mudah di bodohi Oh Se Hun bahkan kau tidak melihat jam di ponsel mu- kebiasaan yang kau lakukan setiap pagi!”

“tidak bisa seperti itu , kau pikir siapa yang tidak panik ketika diperlakukan seperti itu? Intinya kau harus tanggung jawab”

Kali ini urat Se Hun kembali mengendur dia menikmati perdebatan kecil pagi ini.

“Kau pikir aku akan menuruti mu?!”

“Kau yakin tidak ingin menuruti perkataan ku? Baiklah”

Ujar Se Hun di akhiri dengan kedipan sebelah mata , kedipan mata yang akan membuat para wanita mengatakan ‘ya’.

Setelah menyelesaikan perdebatan nya dengan Hanna , Se Hun beranjak dari kursi nya kini ia hendak kembali ke kamar untuk memeriksa kembali barang bawaan nya sementara itu Hanna mengetukkan jemari nya di meja makan seraya menatap Se Hun dari belakang “lihat saja , kau pikir aku takut?” batin Hanna tak mau mengalah.

 ***

Ibu Se Hun mengetahui bahwa anak dan menantu nya akan pergi berkemah hari ini jadi ia mengirimkan supir ke apartemen Se Hun dan Hanna untuk mengantarkan mereka ke sekolah. Sebenarnya Hanna sudah menolak baik-baik tawaran Ibu Mertua nya itu namun karena Ibu Se Hun sangat sayang kepadanya jadi mau tidak mau ia harus berangkat bersama Se Hun pagi ini.

“Tuan Muda apa anda sudah siap?”

Seorang pria mengenakan kemeja putih dan balutas jas berwarna hitam menunggu Se Hun di balik daun pintu raksasa apartemen ini , pria itu berbicara melalui layar monitor yang menempel di dinding aparetemen ini.

Se Hun tidak menjawab pertanyaan supir pribadi keluarga nya itu setelah membuat pria itu menunggu selama beberapa detik akhirnya Se Hun muncul dari balik pintu apartemen tersebut tak lupa di ekori oleh Hanna.

Saat melihat Se Hun keluar dengan seorang gadis dari balik pintu pria itu terkejut ia menaikkan kedua alis nya- heran “apa Tuan Muda tinggal bersama seorang gadis selama ini? Mengapa Nyonya Lee tidak marah?”

Dengan melihat mimik wajah nya Se Hun seperti nya mengerti bahwa supir di hadapan nya ini pasti bertanya-tanya bagaimana bisa Tuan Muda sepertinya tinggal bersama seorang gadis

“Ah tenang Yoon-ssi dia adalah sepupu ku!”

Ujar Se Hun seolah membaca isi pikiran Pak Yoon  lalu ia merangkul bahu Hanna sebelum prasangka buruk benar-benar menghantui Pak Yoon.

Pak Yoon merasa bingung dengan reaksi Se Hun anggukan kepalanya mengakhiri suasana canggung ini sementara itu Hanna membulatkan matanya ia menatap Se Hun tajam “apa?! Sepupu?”

“Kau Gila?!”

Desis Hanna

“Sudah Diam saja!” Balas Se Hun tak kalah ketus nya.

Pak Yoon sudah berjalan sejauh lima langkah di depan mereka menelusuri lorong apartemen ini yang di hiasi oleh ornamen klasik bak bangunan di Eropa kemungkinan pria itu untuk mendengar keributan majikan nya sangatlah kecil karena sudah tiba di depan lift akhirnya Pak Yoon berhenti.

“Ah aku lupa!”

Ucapan Se Hun membuat Hanna dan Pak Yoon menoleh kepadanya , Pak Yoon tidak berani menanggapi ucapan tuan Muda nya.

“Yoon-ssi  anda bisa pergi ke lantai dasar lebih dulu karena ada sesuatu yang tertinggal di dalam apartemen ku”

Tepat Se Hun menyelesaikan kalimat nya suara bel lift pun berbunyi Pak Yoon membungkukan badan nya lalu masuk kedalam lift meninggalkan Se Hun yang masih berdiri merangkul bahu Hanna.

 ***

Antusias , ramai , bising itu yang terjadi saat ini di lobi sekolah terlihat para siswa dan siswi memberikan penampilan terbaik mereka hari ini semacam mengikuti ajang fashion show mereka pun berlomba-lomba untuk tampil modis yah sudah tidak asing lagi bagi siapapun yang mengetahui sekolah menengah atas ini karena mayoritas yang bersekolah disini adalah berasal dari keluarga pebisnis dan pengusaha .

Sementara itu di sudut keramaian ini sepasang anak manusia terlihat duduk bersama di sudut ruangan yang megah ini mereka begitu sibuk dengan ponsel masing-masing , Hanna dan Se Hun.

Sebenarnya terpaksa mereka menjadi berduaan-seperti-ini penyebabnya adalah sahabat-sahabat Hanna entah kemana  Soo Jung , Kyung Soo mereke hilang seperti di telan bumi sedangkan Se Hun meskipun ia cukup tenar di sekolah ini tetap hanya Baek Hyun dan Kai yang bisa menjadi teman baik nya namun karena mereka sedang sibuk-menjadi-panitia acara perkemahan musim panas ini terpaksa Se Hun harus menyendiri.

Yah sudah beberapa hari ini setelah ujian akhir sekolah ia selalu sendiri terkadang mempunyai teman sibuk itu tidak enak pikiran buruk seperti itu sempat muncul di beberapa kesempatan namun tetap Baek Hyun dan Kai adalah teman baik nya!

Hening , mereka tidak mengeluarkan sepatah kata pun Hanna dan Se Hun membiarkan kebisingan ini berada di antara mereka aneh memang jika di depan banyak orang secara otomatis mereka akan menjadi tidak peduli satu sama lain namun dikala sedang berdua rasa kenyamanan yang ditawarkan tidak bisa mereka hindari lagipula siapa yang tahu bahwa sebenarnya mereka tetap merasakan kenyamanan itu meski berada di tempat seperti ini?

Tiba-tiba perhatian mereka teralihkan ketika mendengar suara sirine yang berasal dari pengeras suara sekolah lalu di ikuti oleh suara nyaring , bising , ini suara seorang laki-laki semua orang tahu siapa pemilik suara ini ya! Dia adalah Byun Baek Hyun suara nya begitu akrab di telinga setiap orang.

“Halo kalian semua apa kalian bisa mendengar suara ku yang merdu ini? Jika ya berteriaklah”

“wooooo…….”

Teriak semua orang yang ada di lobi sekolah seolah memberikan respon baik kepada Baek Hyun namun itu adalah sorakan mengejek.

“respon yang baik saat ini sudah menunjukkan pukul sembilan kalian bisa menuju area parkir sekolah disana sudah terdapat beberapa bus yang akan mengantarkan kalian ke lokasi perkemahan”

Belum sempat Baek Hyun menyelesaikan kalimat nya para siswa dan siswi sudah jalan berbondong-bondong menuju area parkir yang terletak tak jauh dari lobi utama sekolah ini.

Baek Hyun memperhatikan mereka melalui ruang penyiar yah dari atas sini Baek Hyun bisa melihat semua orang mereka benar-benar antusias dan Baek Hyun sangat menghargai hal itu.

Namun sesuatu mengalihkan perhatian nya Baek Hyun menaikkan kedua alis nya ketika melihat Hanna dan Se Hun berjalan bersama.

“bagaimana bisa?!”

“apa ini kebetulan?”

“bisa dikatakan seperti itu”

“ah tapi tidak mungkin”

Pertanyaan-pertanyaan itu mulai menghantui Baek Hyun ia merasa pala nya berdenyut pelan entah ini pusing karena terlalu lelah menyiapkan perkemahan atau karena melihat Hanna dan Se Hun berjalan bersama.

Ini benar-benar momen gila bagi siapa saja yang mengetahui bahwa Hanna sangat tidak menyukai Se Hun ah tidak hanya Se Hun Hanna juga tidak menyukai laki-laki berpenampilan tidak apik dan selalu berada di urutan akhir setiap semester nya , itu buruk.

“ah persetan saja lagipula apa urusan ku?”

***

hamparan padang rumput hijau-kuning-keemasan yang luas ilalang yang menari-nari mengikuti hembusan angin dan suara burung yang bertengger di pohon menawarkan suasana kedamaian , suasana surga dunia yang mungkin-jarang di rasakan oleh siswa dan siswi tingkat akhir.

Ketika mereka mulai menjajakan kakinya di padang rumput ini mereka membentangkan tangan selebar mungkin , membusungkan dada mereka , menghirup udara segar sebanyak yang mereka bisa.

Ini sungguh menyegarkan! Tidak hanya itu saja tak jauh dari lokasi perkemahan ini mereka bisa mendengarkan suara gemericik air yah suasana seperti ini tidak pernah mereka dapatkan selain alasan karena-hidup-di tengah kota kehidupan mereka sebagai keturunan konglomerat berasumsi bahwa hal yang modern lebih menarik dibandingkan yang sudah ketinggalan jaman namun untuk mendapatkan kesenangan terkadang seseorang tidak mempedulikan apakah itu ketinggalan jaman atau tidak asalkan mereka bahagia mereka akan tetap melakukan hal itu terus menerus.

Seperti suasana perkemahan ini memang kedengaran nya ketinggalan jaman namun mereka senang karena bisa merasakannya.

***

Suasana begitu ramai dan penuh keceriaan namun ia selalu merasa sendiri seharus nya di saat-saat seperti ini seorang sahabat atau teman sangat di butuhkan apalagi ini adalah acara terakhir selama mereka bersekolah di sekolah yang sama.

Soo Jung sudah mengatakan kepada nya bahwa dia akan menghabiskan waktu perkemahan ini bersama dengan Kai  Kekasih nya sementara itu Kyung Soo sibuk karena ia adalah salah satu  panitia dari acara perkemahan musim panas ini dan yang terakhir Yi Fan laki-laki jangkung itu sudah pindah ke Kanada Negara asal nya beberapa minggu yang lalu karena masa kerja Ayah nya sudah selesai di Seoul.

Dan kini tinggalah dia sendiri , Kim Hanna.

Merasa bosan duduk di area perkemahan akhir nya ia memutuskan untuk berjalan menelusuri tempat ini dan menikmati pemandangan Hanna melalui jalan setapak bebatuan kecil dengan semak di tepi nya dengan sudut mata nya ia bisa melihat hamparan padang rumput yang begitu luas walaupun warna rumput nya tidaklah hijau seperti saat musim semi namun ia sangat menikmati nya ia merasakan kebebasan .

Pandangan Hanna menyapu hamparan luas padang rumput ini warna hijau-kuning keemasan seolah membawa kesan ketenangan tak jauh dari tempat nya berdiri sebuah pohon dengan kokoh nya menjadi pelengkap padang rumput ini dengan daun nya yang lebat dan batang yang kokoh pohon itu menawarkan tempat sandaran yang nikmat kemudian Hanna memilih untuk duduk bersandar pada pohon itu.

Gadis berambut panjang itu kini memejamkan matanya ia mengisi paru-paru nya dengan udara segar di tempat ini lalu menghembuskan nya secara perlahan-lahan saat kembali membuka mata nya satu yang ia rasakan “Nyaman… aku merasakan kenyamanan”

Kini pandangan nya beralih melihat permadani biru dengan hiasan kapas putih sebagai awan menggantung luas di atas ia merasakan angis berhembus meniup wajah dan rambut nya

“Langit yang indah bukan?”

Tiba-tiba suara seorang laki-laki menghamburkan lamunan nya suara yang tak asing lagi , Se Hun. Sejak kapan laki-laki berkulit pucat itu berada disini? Seperti hantu saja seolah tak ingin di ganggu Hanna hanya menoleh sekejap lalu mendengus kesal.

“apa yang kau lakukan disini?”

Rasa penasaran itu tak bisa ia hindari

“tidak ada… hanya saja sejak tadi aku memerhatikan mu kau selalu melamun jadi aku memutuskan untuk mengikuti mu”

“mengkhawatirkan ku?”

Se Hun terdiam sejenak lalu ia duduk di sebelah Hanna “tidak juga jika sesuatu terjadi pada kau aku adalah orang pertama yang harus bertanggung jawab”.

Hening suasana di sekitar mereka kini begitu tenang seolah terbawa suasana tanpa sadar seulas senyum muncul di bibir Hanna “Kau benar” .

Mendengar itu lantas Se Hun tersenyum puas.

“Ngomong-ngomong mengapa kau berada disini? Bukan kah suasana di area perkemahan sangat menyenangkan?”

“aku tidak menyukai keramaian”

Jawab Hanna singkat merasa tidak ingin di ganggu Se Hun hanya mengangguk saja entah Hanna melihat atau tidak karena saat ini pandangan nya lurus menyapu hamparan padang rumput di hadapan nya.

***

Kini sudah tiba di puncak acara seluruh siswa dan siswi berdiri membentuk lingkaran di tengah-tengah mereka terlihat api unggun sedang menyala membara membakar setiap inci kayu-kayu dan ranting pohon yang mereka peroleh dari hutan.

Kepribadian nya yang periang dan gemar membuat lelucon membuat Baek Hyun menjadi pembawa acara dalam kegiatan perkemahan ini.

Dengan setelan yang masih sama ketika ia kenakan untuk berangkat  yaitu hoodie putih berasal dari brand ternama yang dipadupadankan dengan celana jeans warna semi abu-abu tak lupa ia mengenakan snap back  yang ia beli beberapa hari lalu di Departement Store.

“Apa Kalian bahagia saat ini?”

Teriak Baek Hyun memecahkan keheningan , suara nya di sambut baik oleh setiap orang disini mereka berteriak begitu antusias “aku bisa mendengar kebahagiaan!” Ucap Baek Hyun lebih keras .

Merasa napas nya tercekat dan khawatir suara nya akan habis hanya dalam satu malam Baek Hyun mengambil pengeras suara yang sejak tadi di pegang oleh Kyung Soo.

“ku rasa aku tak perlu memperkenalkan diri terlebih dahulu karena kalian semua pasti sudah mengenal ku”

“Woooooo!!”

“Baiklah aku bisa menerima respon kalian yang tidak terima akan ketenaran ku tapi aku akan mengajak salah satu siswa yang sangat tenar di sekolah kita untuk meramaikan acara ini”

Siswi berteriak beberapa nama mulai dari Kai , Young Hwa , hingga akhir nya Se Hun nama Se Hun lah yang paling terdengar.

“Aku bisa mendengar respon kalian sepertinya kalian menginginkan siswa bernama Oh Se Hun bukan? ah dia teman baik ku”

Seolah ini kesempatan emas untuk Baek Hyun akhirnya ia menyebut nama Se Hun . ketika mendengar namanya di sebut melalui pengeras suara menyebalkan itu Se Hun mengernyitkan alis nya sempurna “Mengapa mereka menyebut nama ku?” batin Se Hun bingung karena sejak tadi ia tidak menaruh minat nya pada Baek Hyun.

“Oh Se Hun yang berdiri disana kemari lah”

Ajak Baek Hyun atraktif layaknya seorang wanita yang menginginkan sesuatu ajakan itu di sempurnakan dengan kedipan mata Baek Hyun nyaris membuat Se Hun bergidik ngeri.

Karena menghargai ‘pertemanan’ nya dengan Baek Hyun akhirnya Se Hun berjalan ke tengah-tengah semua mata tertuju padanya semakin ke tengah teriakan dari para siswi terdengar kecuali Hanna ia melipat tangan nya di depan dada mimik wajah nya biasa saja alias datar.

“Oh Se Huuuuuun!”

“wah kalian hebat jadi aku tak perlu memperkenalkan nya kepada kalian tepuk tangan untuk semuanya”

Semua yang ada di area perkemahan bertepuk tangan termasuk Se Hun urusan menghidupkan suasana Baek Hyun lah ahlinya suasana hening akan berubah menjadi berisik layaknya konser jika ada Baek Hyun.

Sama hal nya dengan acara Talk Show Baek Hyun mempersilahkan Se Hun untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan .

“Sebelum memulai permainan pertama-tama aku mengucapkan terimakasih untuk semua nya tak lupa para siswi yang megirim pertanyaan untuk Oh Se Hun melalui e-mail terima kasih banyak!”

Tanpa sepengetahuan Se Hun jadi selama ini Baek Hyun sudah menyusun rencana sedemikian rupa untuk menjadikan dirinya sebagai penghibur acara ini “Astaga Baek Hyun benar-benar awas kau!” batin Se Hun jengkel.

“Untuk Oh Se Hun terima kasih banyak! Apa kau siap untuk permainan ini?”

Se Hun diam sejenak ingin bilang ‘tidak’ tapi bagaimana semuanya sudah terjadi lagipula kasihan Baek Hyun ia terlihat agak kurus saat ini tak apa hitung-hitung membantu teman.

“siap!”

“Tenanglah aku sudah memilih pertanyaan yang mudah untuk kau jawab kita mulai dengan pertanyaan pertama dari PSJ Pertanyaan : apa makanan kesukaan mu Se Hun?”

“Tidak ada hanya Makanan secara umum”

“Ah untuk para penggemar Se Hun kalian tidak akan kesulitan jika ingin membelikan makanan lanjut pertanyaan kedua dari HoneyBee : Se Hun-ah Apa kau selalu memakai parfum?”

“tidak aku alergi parfum”

Seluruh penonton mendesah mereka merasa tertipu selama ini tidak menyangka siswa seperti Se Hun alergi parfum.

“aku tidak menyangka seorang tampan seperti mu alergi parfum”

“aku kan manusia”

Semuanya tepuk tangan mendengar jawaban Se Hun , intinya Se Hun semakin tidak mengerti inti dari acara ini apa.

“jawaban mu benar sekali Se Hun” Baek Hyun mengacungkan jempolnya lalu ia kembali membaca tulisan di kertas yang ia genggam sejak tadi “pertanyaan Selanjutnya dari Gyunee : Se Hun seperti apa tipe wanita ideal mu?”

Suasana hening sejenak sepertinya hati para wanita disini berdebar-debar menunggu jawaban Se Hun apakah mereka termasuk tipe wanita ideal Se Hun?

“wanita yang selalu membuat ku tersenyum bahagia saat melihat nya”

Hanna termasuk penonton dalam acara ini ketika ia mendengar jawaban yang keluar dari bibir Se Hun ia mengernyitkan alisnya sempurna “astaga pandai sekali merangkai kata-kata tapi apa dia pernah seperti itu saat melihat ku? Eh apa-apaan ini!” Hanna menolak keras-keras keinginan hati nya sendiri.

“Jawaban yang bagus Se Hun! Sekarang pertanyaan dari ku untuk mu sebagai seorang teman”

Ujar Baek Hyun dengan nada misterius seketika suasana menjadi hening lalu Baek Hyun kembali melanjutkan kalimat nya

“apa kau memiliki seorang kekasih?” Se Hun diam sesaat pertanyaan ini terasa menohok pandangan nya menyapu seluruh orang yang ada disini ketika menemukan nya Se Hun menatap nya dalam-dalam gadis yang berdiri enam langkah dari nya , Hanna.

Tiba-tiba ia ingat ulah Hanna pagi tadi gadis itu mengerjai Se Hun habis-habisan hingga dirinya sempat tergelincir di kamar mandi saat ini semua orang pasti sedang menunggu jawaban Se Hun.

“Ya aku memiliki nya”

Jawaban ini sontak membuat semua orang terkejut beberapa dari penonton perempuan merasa kecewa mereka mendesah hebat .

“apa dia ada di sini?”

“ya dia ada disini”

Jawab Se Hun singkat seiring dengan begitu detak jantung Hanna berpacu dua kali lebih kencang aliran darah nya menjadi lebih cepat ia khawatir kalau-kalau Se Hun akan menarik nya ke tengah dan memberitahu semua orang bahwa dia adalah kekasih Se Hun sekelebat kejadian pagi tadi berputar di otak Hanna.

Terdengar bisik-bisik dari penonton mereka semua bertanya-tanya siapa gadis beruntung yang menjadi kekasih Oh Se Hun sementara itu Hanna merasakan ketakutan jika ia lari dari tempat ini semua orang akan curiga dan suasana semakin memburuk .

Perlahan-lahan Keringat dingin Hanna mengucur membasahi dahinya tak ada satu pun orang yang tahu kecuali Se Hun dengan ekor mata nya ia bisa melihat bahwa mimik wajah Hanna tak setenang beberapa menit yang lalu wajah nya menegang.

“aah jadi selama ini kau memiliki kekasih ku rasa pertanyaan ini tak perlu di perpanjang karena akan menoreh kan luka terima kasih banyak Oh Se Hun semuanya tepuk tangan untuk Se Hun”

Se Hun membungkuk sejenak lalu ia kembali ke tempat  semula . seolah menyadari suasana Baek Hyun memutuskan untuk menyudahi permainan ini walalupun sebenarnya ia sangat penasaran namun dengan jawaban yang dipaparkan oleh Se Hun rasa penasaran itu kini sudah hilang meski hanya sedikit.

“mungkin semuanya sudah berubah entahlah siapa yang tahu? Intinya sekarang mereka menjadi sepasang kekasih (Hanna dan Se Hun)”  batin Baek Hyun.

Terkadang sikap menghargai privasi seseorang sangat lah di butuhkan sekali pun privasi seorang teman baik.

 ***

Hanna kini kembali menyendiri di tempat itu tempat yang ia kunjungi senja tadi bersama Se Hun Hanna baru saja merasa hampir di permalukan namun ia berterima kasih karena Baek Hyun tidak meneruskan kalimat gila nya ia takut jika Baek Hyun meminta Se Hun untuk membawa ‘kekasih’ itu tidak menutup kemungkinan bahwa Se Hun akan menarik Hanna ke tengah-tengah lingkaran penonton.

Ia diam memeluk lututnya seraya menikmati hembusan angin malam bagaimana pun juga sampai detik ini detak jantung nya masih berdetak tak beraturan ini semua karena ulah Se Hun.

“Sudah larut malam kembali lah ke tenda mu” tiba-tiba suara Se Hun memecahkan keheningan entah sejak kapan ia berdiri di belakang Hanna.

“Bukan urusan mu” Hanna mendengus kesal .

Seperti membaca pikiran Hanna Se Hun tahu apa yang ia rasakan saat ini gadis di hadapan nya ini selain cerdas di seluruh mata pelajaran juga cerdas dalam menata perasaan nya sendiri.

“Aku minta maaf aku tahu kau sangat ketakutan tadi kau takut kalau aku akan menarik mu dan memberitahu semuanya bawha kau adalah kekasih ku”

bukan lebih tepat nya istri ku” batin Se Hun miris.

“sudah tahu mengapa kau lakukan?!”

Kini Hanna menoleh ia menatap Se Hun yang entah sejak kapan sudah duduk manis di sampingnya ia menatap Se Hun dalam-dalam begitu juga dengan yang ditatap Se Hun bisa melihat mata Hanna mulai berkaca-kaca.

“pagi tadi aku tergelincir di kamar mandi karena ulah mu itu bukan suara dentuman pintu itu suara tubuh ku saat terjatuh cukup keras bukan?”

Hanna hanya mematung mendengar pernyataan Se Hun ia menunduk menatapi rumput yang kini tak lagi berwarna hijau-keemasan karena langit di malam hari ia tampak tak enak hati pada Se Hun melihat itu Se Hun hanya mendengus pelan lalu memilih untuk berbaring di padang rumput menikmati langit malam yang penuh dengan bintang.

Se Hun tersenyum kecut “Oleh karena itu aku sangat kesal pada mu dan akhirnya menjawab pertanyaan Baek Hyun”  udara di sekitar Hanna mendadak terasa berat, membuat nya hampir kesulitan bernapas . ia semakin merasa bersalah terhadap Se Hun “Maaf” gumamnya kemudian dengan bibir bergetar.

“Tidak ada yang perlu di maafkan”

Hanna diam, larut dalam pikiran nya sendiri ia benar-benar terkejut dengan pernyataan Se Hun beberapa detik yang lalu ia tidak bisa membayangkan seperti apa sakit nya bagian tubuh Se Hun saat itu.

“Hanna-ya berbaringlah”

“Eh?”

“berbaringlah di atas rerumputan ini dan padangilah langit dengan begitu semua kekhawatiran mu akan hilang”

Semula Hanna ragu dengan ajakan Se Hun ia takut jika ada orang yang akan memata-matai mereka namun siapa yang peduli di larut malam seperti ini? Semuanya sudah lelah karena kesibukan masing-masing.

Akhirnya Hanna memutuskan untuk berbaring di atas rerumputan . ia bisa melihat betapa indah nya langit di malam hari bintang-bintang itu bersinar berlomba-lomba menunjukkan cahaya yang paling terang.

“kau merasakana ketenangan?”

“tidak kekhawatiran ku berubah sekarang aku khawatir jika akan ada seseorang yang melihat kau dan aku”

Se Hun menghela napas berat entah sudah berapa kali ia mendengar ucapan ini dari bibir Hanna.

“pantas kau tak pernah ceria jadi penyebab nya kau selalu mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi? Kalau orang tahu kau adalah kekasih ku apa yang akan kau lakukan?”

“Aku akan sembunyi”

“Mengapa? Semua gadis ingin menjadi kekasih ku mengapa kau jadi malu jika orang menemukan kebenaran yang selama ini mereka cari?”

Kini posisi Se Hun menghadap Hanna ia bisa melihat wajah cantik Hanna dari samping lekukan mata dan hidung yang begitu sempurna dalam hati ia berterima kasih kepada Tuhan karena sudah dianugerahi gadis cantik dan cerdas seperti Hanna tanpa Se Hun sadari seulas senyuman muncul di bibir tipisnya.

“aku seperti termakan oleh omongan ku sendiri dan aku membencinya”

“apa kau selalu mengatakan hal buruk tentang ku?”

“tidak!”

“Pembohong”

“Sungguh-aku-tidak menga…..”

Hening kalimat Hanna terhenti ketika wajah nya menoleh ke arah Se Hun , laki-laki itu mencium nya dengan lembut dan penuh kasih sayang tak ada paksaan maupun penolakan suasana begitu tenang udara terasa ringan.

Mereka menghirup napas sedalam-dalam nya lalu menghembuskan nya secara bersamaan Hanna bisa meraskan hembusan napas Se Hun yang hangat begitu juga dengan Se Hun sebaliknya.

Mereka saling bertatapan untuk sepersekian detik saling berbagi kasih sayang karena melalui tatapan mata karena pada dasarnya nya ungkapan mata jauh lebih bermakna.

Tatapan mereka sangat teduh tidak ada sesuatu yang mereka khawatirkan.

Kini Hanna percaya akan kutipan kuno “A kiss is a lovely trick designed by nature to stop speech when words become superfluous”  Ciuman adala trik terindah yang dirancang oleh alam untuk menghentikan pembicaraan ketika itu menjadi berlebihan.

Tidak butuh banyak waktu untuk merasakan cinta itu hadir di antara mereka seolah larut dalam pikiran masing-masing perlahan-lahan kekhawatiran itu hilang di bawa hembusan angin .

Mereka menghabiskan malam tanpa kata…

 

TBC

 

Advertisements

55 thoughts on “(Noonatea) What He’s My Husband – 11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s