(Noonatea) 2048

2048

Cast : Park Chan Yeol – Yoon Jeo Hyun

Genre : Fluff – Romance – Rate 15

Leght : Oneshot

 

Abstrak Cerita : 2048 adalah sebuah game yang cukup terkenal , game ini bisa di peroleh dengan cara mengunduh nya melalui ponsel pintar milik anda.

 

Sial mengapa kepala ku harus migrain seperti ini , ini sudah hari ketiga migrain tak kunjung hilang rasanya seperti ehm—kurang tidur padahal aku selalu mencoba untuk tidur tepat waktu supaya migrain menyebalkan ini bisa hilang tapi nyatanya? Aku harus menerima mata kuliah kesusatraan Yunani dengan fokus yang frekuensi nya tak bisa di hitung pakai jari , nihil.

Biasanya aku akan sangat antusias dengan mata kuliah satu ini namun saat ini aku hanya sedang malas mendengar kan nya stop mengasumsikan bahwa aku pemalas atau pendosa karena tidak mau mendengarkan materi kuliah dari dosen tapi ini semua ulah Chan Yeol iya dia Chan Yeol aku sengaja menjadikan nya kambing hitam atas terjadinya migrain gila yang menyerang ku ini , kalau di ingat seperti ini ceritanya.

Empat hari yang lalu setelah Chan Yeol keluar dari kelas seni musik ia mengajak ku bertemu di cafetaria ini sudah tidak asing bagi ku mengingat kami sudah berteman sejak kecil , sejak si jangkung itu masih memiliki tubuh gendut dan kacamata tebal nya sekarang ia sudah tidak berkacamata lagi karena ibu nya meminta Dokter untuk mengoperasi mata Chan Yeol waktu usia Chan Yeol menginjak 14 tahun dan jadilah Chan Yeol yang ehm—cukup tampan saat ini

“Hey Jeo Hyun kau menunggu lama ya?”

Dia datang dengan membawa gitar kesayangaan nya sambil sesekali membenarkan letak kacamata yang tak berlensa itu—menyebalkan

“tidak juga , kau baru keluar ya?”

“menurut mu bagaimana idiot?oh ya aku ingin meminta kerja sama mu hari ini makanya sekarang aku mengajak mu makan siang bersama”

Chan Yeol menarik kursi yang berada di hadapan ku ia menaruh gitar yang sejak tadi ia bawa kemana-mana kelihatan nya berat , lalu ia duduk di hadapan ku seraya menggosok-gosokan kedua telapak tangan nya maklum suhu cukup tak bersahabat siang ini.

“untuk apa kau meminta bantuan dengan orang idiot seperti ku?”

Jawab ku kesal , aku memilih mengalihkan pandangan ku ke jendela cafetaria yang menurut ku cukup menarik karena aku bisa melihat daun-daun berjatuhan menyelip di sela-sela jendela.

“kau marah ya?”

Goda Chan Yeol sambil menjentikkan dagu ku

MENJIJIKAN

“Yasudah cepat apa yang kau inginkan?! Jangan membuang waktu ku atau aku akan pulang”

“ehm—jangan galak-galak nona cepat atau lambat aku akan melihat kerutan di wajah mu , tamu bulanan ya nona?”

Demi Tuhan laki-laki flamboyan ini menyebalkan sekali astaga Tuhan mengapa aku harus memiliki sahabat sepertinya?

Aku menghela napas perlahan , lelah menghadapi Chan Yeol sungguh aku berani bertaruh

“kau terlalu basa-basi Yeol , sudahlah aku pulang saja” aku beranjak dari kursi lalu mengambil buku sastra ku yang sengaja ku taruh di atas meja cafetaria sejak tadi belum sempat aku mengambil nya tangan Chan Yeol menahan tangan ku erat

“maaf maaf jangan marah seperti ini Jeo Hyun , baiklah kita bisa mulai sekarang”

Oke emosi ku mulai menurun senyuman yang ia lontarkan entah—mengapa selalu membuat ku luluh jujur ini saat-saat yang paling menyebalkan

“Uhm—jadi begini aku mendapatkan tugas untuk membuat sebuah lagu , kurasa kau bisa membantu ku lagu ini bertemakan musim gugur bisa kah kau membuat sebuah prosa tentang musim gugur? Tidak usah panjang-panjang cukup dua bait saja”

Tutur nya panjang lebar , benar saja ia selalu meminta bantuan ku untuk memenuhi tugas mata kuliah nya dengan embel-embel aku adalah mahasiswi jurusan sastra dan linguistik

“hanya itu??” jawab ku sepele , yah bukan masalah yang besar untuk membuat sebuah prosa apalagi hanya dua bait

“mau lebih??” goda Chan Yeol singkat sambil menjentikkan jemari nya pada layar ponsel milik nya

“tidak” singkat.

.

.

.

Hanya butuh waktu lima menit aku bisa menyelesaikan tugas Chan Yeol eh sebentar ini belum benar-benar selesai Chan Yeol harus membuat sebuah alunan instrumen musik baru prosa ini bisa dikategorikan sebagai lagu wah sepertinya pertemanan ku dan Chan Yeol bisa menghasilkan uang.

“Selesai!” ujar ku semangat namun sial bocah jangkung dengan ukuran kuping berlebihan ini tidak mengindahkan ucapan ku ia asyik—bermain—ponsel—Oh Tuhan.

“Chan Yeol! Aku sudah selesai!”

“eoh—eh sudah ya? heheh terimakasih ya” sangat minim dengan kata respon oh please Chan Yeol mana hot chocolate kesukaan ku?!

Brak!

Aku memukul meja dengan penuh amarah kalau bisa di lihat (mungkin) emosi ku yang tersulut di ubun-ubun ini akan menghasilkan asap

“eoh—apa? kau marah ya?”

“bodoh bodoh Chan Yeol bodoh”

Seperti sudah paham buru-buru ia beranjak dari kursi nya lalu berlari kecil menghampiri stan hot chocolate dan roti kesukaan kami.

Tidak sampai sepuluh menit ia sudah kembali dengan membawa sesuatu yang dapat menaikkan mood ku

“pesanan mu sudah datang nona saat nya aku menilai prosa buatan mu” ucapan nya bak seperti kakak laki-laki atau dosen sih? Tapi tetap saja bagi indra pendengaran ku ini menyebalkan.

“cih”

“hm—bagus ya ah tidak sia-sia mempunyai teman seperti mu” puji nya yang diakhiri dengan mengacak-acak rambut ku , sial??

“aku sudah tahu itu , prosa buatan ku selalu bagus”

“cih”

“omong-omong kau sejak tadi berkutat dengan ponsel mu , aku terabaikan ya? oh menyebalkan”

“ah sepertinya kau harus mencoba nya” dengan sigap ia merampas ponsel ku yang baru saja ku sentuh astaga sekarang ponsel kesayangan itu sudah raib dari tangan ku.

Tidak sampai tiga menit dia mengembalikan nya , aku hanya bisa mengernyitkan alis ku menatap nya heran ‘astaga mau apalagi bocah ini?’

“ini , kau harus coba game ini”

Game? Game apa sih sampai membuat seorang Chan Yeol rela berkutat dengan ponsel nya yang berhiaskan motif spiderman , sangat kekanak-kanakan.

Tersulut rasa penasaran lantas aku mencoba tawaran Chan Yeol , sempat bingung hanya melihat nomor dua dan 8 kotak yang kosong Hey game apa sih ini?. Seolah dapat membaca pikiran ku Chan Yeol langsung menjelaskan bagaimana cara memainkan game tersebut

“sentuh saja layar nya ke atas atau kebawah pasti kau mengerti , cobalah”

Aku menuruti apa yang dikatakan nya awalnya game ini tidak memberikan kesan menarik kepada ku namun aku masih penasaran karena melihat Chan Yeol begitu antusias lantas aku kembali mencoba nya .

Sekali , dua kali aku menjadi ketagihan score ku semakin bertambah akhirnya aku dan Chan Yeol menghabiskan jam makan siang kami dengan bermain game gila ini 2048.

Nah semenjak saat itu aku merasakan migrain yang tak kunjung hilang , awalnya ibu ku mengatakan bahwa aku stress dan kurang tidur aku sempat percaya apa yang diakatakan ibu memang benar ada beberapa hal yang menyangkut dengan tugas kuliah ku membuat ku stress sehingga kurang tidur.

Aku sudah minum obat tapi tetap—saja migrain ini tidak kunjung hilang kemudian aku mengasumsikan migrain ini adalah efek radiasi dari ponsel dan game yang Chan Yeol sarankan waktu itu , terdengar konyol ya?

Sepuluh menit lagi jam kuliah Dosen Kim akan segera berakhir namun aku meminta izin untuk keluar terlebih dahulu daripada yang lain.

“eum—izin Pak apa masih ada materi yang akan anda jelaskan lagi?” tanya ku ragu karena guru ini sangat dikenal kedisiplinan nya terlihat beberapa teman ku menahan tawa tapi karena aku cukup bisa menyesuaikan hati dengan Dosen satu ini sepertinya memperbolehkan ku , Assa!

“tidak ada lagipula kau sejak tadi tidak mendengarkan materi yang ku jelaskan kelihatan nya kau sakit , silahkan kalau begitu”

“terimakasih pak” aku membungkukan badan ku lalu berjalan menjauhi ruangan yang—sejak—tadi berhasil membuat migrain ku bertambah menurut ku Dosen Kim cukup baik kalau ku taksir usia nya hanya terpaut lima tahun dari ku ya sekitar 25 atau 26 ia salah satu Dosen termuda di jurusan kami.

Aku berjalan menyusuri koridor yang tidak terlalu ramai bahkan derap langkah ku dapat ku dengar ketika melewati kelas Chan Yeol entah mengapa—sial—nya migrain ku semakin bertambah aku memutuskan untuk mempercepat langkah ku menuju ruang kesehatan.

Belum terlalu jauh dari kelas nya aku bisa mendengarkan suara Chan Yeol yang meneriaki ku

“Hey Jeo Hyun kau mau kemana?!”

Aku tidak mau menjawab justru aku mempercepat langkah ku supaya dapat menjauh dari bocah jangkung itu detak jantung ku juga sama cepat nya dengan langkah kaki ku , oh astaga Tuhan apa yang terjadi dengan ku?!

***

“Jeo Hyun aku minta selembar kertas”

“memang nya kau tidak punya?”

“sudah cepat berikan” pinta nya paksa

“sudah meminta maksa lagi , menyebalkan”

“ku anggap ucapan menyebalkan itu adalah tampan” Chan Yeol membentuk bibirnya seperti bulan tsabit astaga senyuman yang tak pernah ku ingin lihat itu selalu ia lontarkan.

Aku menyobek buku catatan ku dengan kasar lalu memberikan kertas tersebut kepada Chan Yeol , aku sama sekali tidak menaruh minat tentang apa yang ia lalukan dengan pena hitam nya itu di atas kertas yang baru saja ku berikan paling-paling itu hanya tulisan kunci gitar atau piano.

Sesekali ia tersenyum sambil menorehkan tinta-tinta itu diatas kertas , alih-alih darpiada hati ku semakin luluh lebih baik aku melanjutkan permainan 2048 ini.

“Hey Jeo Hyun lihat ini”

Chan Yeol menyodorkan kertas yang aku berikan tadi , kini penampilan kertas itu sudah berbeda sudah penuh dengan coretan pena yang ia torehkan ini bukanlah kunci gitar maupun piano melainkan angka-angka , oh sebenarnya apa sih yang ingin kau tunjukan pada ku?

“apa ini?”

Chan Yeol tidak menjawab ia hanya mengangkat bahunya kecil sambil tersenyum , cih jangan tersenyum terus ehm–aku–bisa—gila  

ily

“sebenar nya apa sih ini?” suara ku cukup mendominasi di cafetaria karena hanya ada aku dan Chan Yeol saat ini ah ya tidak lupa para penjual makanan dan minuman disini.

“duh—ternyata kau idiot beneran ya? kau tidak bisa membaca ya? padahal aku sudah membuat nya susah payah” Chan Yeol menyesal plus mengejek ku , aku semakin tidak mengerti dengan ucapan nya.

Hening

“Jeo Hyun-ah kau tidak mengerti ya aku sudah susah payah membuat nya tidak bisa kah kau menghargai kerja keras ku?” ku lihat mimik wajah Chan Yeol tak sesumringah tadi kini wajah nya terlihat—hampir frustasi ia menghela napas sejenak lalu merampas kertas itu dari tangan ku.

“dengarkan baik-baik , I dalam urutan alphabet ini berada pada urutan sembilan , L berada pada urutan sebelas , O aku malas jadi menggantinya dengan angka nol , V berada pada urutan dua puluh dua , E urutan lima dan U urutan dua puluh satu . jadi?”

Aku berusaha untuk mencerna kalimat nya dengan baik , masuk melalui indra pendengaran ku lalu di transfer oleh saraf menuju otak ku dan akhir nya otak ini terpaksa harus mengolah informasi yang diberikan oleh saraf-saraf

I  L O V E U gumam ku , dalam hati sempat tak sadar namun beberapa detik kemudian

“A—apa maksud mu?”

“tidak mengerti ya , kau dan aku sudah menghabiskan waktu bersama lebih dari sepuluh tahun lalu laki-laki mana yang tidak memiliki rasa seperti itu?”

Ehm—apa ini? Chan Yeol menyatakan cinta nya pada ku? Aku menggaruk tengkuk ku yang sama sekali tidak gatal namun dia kembali menanyakan hal itu.

“jadi bagaimana nona Yoon Jeo Hyun?”

Aku menelan ludah ku sejenak , jantung ku mengapa menjadi berdetak dua kali lebih kencang? Ini—sungguh—menyebalakan  seketika aku merasakan migrain menyerang kepala ku seperti kurang tidur.

“uhm—maaf  Yeol aku tidak bisa menjawabnya sekarang—aku harus pulang maaf ya”

Tutur ku ragu namun sepertinya ia juga tidak memaksa

“baiklah aku akan menunggu , ingin ku antar pulang?”

“uhm—tidak usah terimakasih”

CANGGUNG

.

.

.

Kini aku berada di ruang kesehatan , tubuh ku sudah terbaring lemas diatas ranjang yang dibaluti kain berwarna putih ini iya jadi seperti itu kronologi kejadian nya selain efek radiasi sepertinya pernyataan cinta Chan Yeol dengan cara menggunakan mata pelajaran yang tidak ku suka semakin menambah rasa migrain di kepala ku ini.

Ku lihat Hyo Yeon menghampiri ku dengan membawa segelas air dan plastik berwarna putih bening sepertinya itu obat , Hyo Yeon adalah dokter muda di Universitas kami ku dengar berdasarkan kabar burung yang beredar nilai nya sangat bagus sehingga ia diperbolehkan untuk praktek disini meskipun ia masih berada di semester empat , wah menjadi orang cerdas itu menguntungkan ya.

“ini obat nya Jeo Hyun semoga cepat sembuh”

Benar dugaan ku , ia memberikan obat aku terpaksa harus bangun lalu meminum obat yang ia berikan.

“ini obat yang ku racik sendiri semoga bermanfaat ya”

Eh apa racik sendiri?! Jangan-jangan ini obat illegal tapi bagaimana obat ini sudah melalui kerongkongan ku ah sial

“e—eh tenanglah obat itu sudah ku ujikan di lab dan beberapa orang sudah mencoba nya mereka sembuh kok tenanglah”

“kau tidak bercanda kan Hyo Yeon??”

Hyo Yeon tidak menjawab ia hanya menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri wah aku semakin curiga tapi kalau ada apa-apanya dengan diri ku Chan Yeol harus bertanggung jawab menanggung semua biaya pemakaman ku karena ia penyebab sakit kepala ku ini.

“sudah ya ku tinggal aku masih ada kelas , kau tidak apa kan ku tinggal sendiri disini?”

ya lebih baik jika aku sendiri , aku bisa tidur dengan nyenyak disini setidak nya sampai waktu makan siang.

“tidak apa , omong-omong terimakasih ya”

Hyo Yeon tersenyum lalu gadis berambut blonde itu pergi meninggalkan ku sendirian di ruangan ini dan sekarang hanya ada aku sendiri.

Aku berbaring diatas ranjang ini menghilangkan seluruh rasa penat ku , kalau di ingat-ingat cara Chan Yeol menyatakan cinta nya itu aneh ya dia selalu aneh setiap saat.

Aku tahu dia pandai dalam pelajaran Matematika tapi tidak bisa kah ia menggunakan cara yang lebih romantis sedikit saja? Ugh

Belum sempat aku memejamkan mata ku tiba-tiba pintu ruang kesehatan sudah terbuka tidak mungkin jika seorang Hyo Yeon absen lalu kembali ke ruangan ini lantas siapa yang masuk ke ruangan ini?

“ku dengar kau sakit ya? sakit apa?”

Suara nya sudah tidak asing lagi di telinga ku walaupun aku membelakangi asal suara itu darimana tapi tetap saja aku bisa mengenal nya , Park Chan Yeol.

“untuk apa kau kesini?” ujar ku tanpa mau membalikkan badan

“menjenguk orang yang sedang sakit , Apa lagi? Dasar Jeo Hyun idiot” terdengar suara tarikan kursi sepertinya ia menarik kursi lalu duduk di sebelah ranjang ku.

“berhenti mengatai ku idiot!?” aku melemparkan bantal tepat mengenai wajah nya bukan nya membalas alih-alih ia malah tersenyum sambil memeluk bantal itu lantas membuat ku kesal.

“ku dengar kau sakit migrain? Kurang tidur ya?”

“sok tahu!”

“jangan marah nona kau sedang sakit , lalu apa yang membuat mu sampai terbaring disini uhm?”

“migrain, itu karena radiasi game yang kau sarankan dan ponsel ku aku membencinya , sangat”

“wah ternyata kau kecanduan ya?” jawab Chan Yeol yang di iringi dengan suara tawa

“jika datang ke sini hanya untuk mengejek ku lebih baik kau pergi” aku kembali membelakangi Chan Yeol sungguh aku malas melihat senyum nya , sangat malas.

kaki kursi yang terbuat dari stainless bersentuhan dengan lantai sepertinya Chan Yeol memang benar-benar beranjak dari tempat nya aku jadi seperti—uhm—tidak ikhlas?

Tapi sepertinya dugaan ku salah , Chan Yeol justru beralih duduk di ranjang yang ku tiduri lantas membuat ku terkejut astaga mau apa anak ini?

“sebenarnya tujuan mu kesini mau apa sih?”

“jawaban yang kau janjikan aku sudah cukup bersabar ya nona…”

Ah benar jawaban itu mengapa aku bisa lupa sih astaga , aku bingung ingin menjawab nya bagaimana karena disisi lain diam-diam aku juga–menyukai—nya

“aku masih belum bisa menjawab nya sekarang , Yeol?” jawab ku ragu

Chan Yeol menghela napas “kau menguji kesabaran ku ya nona? Sampai kapan aku harus menunggu Yoon Jeo Hyun aku sudah susah payah membuat score game 2048 sedemikian rupa tapi ini balasan anda?”

“sialan , hanya saja aku belum bisa menjawab nya sekarang”

“pasti ada alasan yang melatarbelakangi mengapa kau belum bisa menjawab nya sekarang”

Kini aku terpaksa harus bangun omong-omong obat yang diberikan Hyo Yeon sangat bereaksi dengan baik migrain ku sudah agak hilang sekarang tapi karena mahluk satu ini aku terpaksa harus—terbangun

“baiklah satu , pernyataan cinta mu itu aneh bagaimana bisa aku menerima mu bahkan tidak ada letak keseriusan disana bagaimana aku harus mempercayakan mu Chan Yeol? Kau seperti meremehkan ku tidak bisakah bersikap seperti pria pada umum nya? Kedua aku kesal pada mu karena game yang kau sarankan membuat kepala ku migrain”

“jadi begitu ya nona , lalu aku harus menyatakan nya seperti ini?” Chan Yeol mulai memajukan wajah nya sehingga—kami—bisa merasakan hembusan napas satu sama lain

“Ja—jangan macam-macam dengan ku atau aku akan berteriak” ucap ku ketakutan sungguh anak ini benar-benar di luar dugaan

Terlihat jelas bagaimana bibir Chan Yeol membentuk seulas kurva yang tampan dan mengerikan disaat waktu yang sama astaga senyuman itu , aku membenci nya .

Ia semakin mendekatkan wajah nya ke telinga ku seperti tidak menghiraukan ancaman ku

“Jeo Hyun-ah I Love You” bisikan nya lantas membuat ku bergidik ngeri aku seperti patung saat ini tiba-tiba aliran darah ku serasa terhenti dan sial nya jantung ini mengapa harus bertidak bodoh dengan berdetak dua kali lebih cepat.

Aku bergeming

CHAN  YEOL MENYERAMKAN

“diam ku artikan sebagai setuju ya” ujar nya seraya tersenyum astaga pasti sekarang Chan Yeol bisa melihat mimik wajah ku yang terlihat seperti orang bodoh jika ada lubang di dekat sini pasti aku sudah menguburkan diri ku dalam-dalam.

Belum sempat aku melontarkan protes pertemuan atar bibir kami tidak dapat dielakkan Chan Yeol mengecup bibir ku berkali-kali lantas melumat nya astaga dosa yang ku perbuat pasti banyak sekali hari ini sudah tidak mendengarkan materi yang diberikan oleh Dosen Kim lalu keluar kelas 10 menit lebih awal dan disisi lain aku juga menikmatinya seperti ada sengatan listrik yang menjalar di tubuh ku ketika bibir kami saling bertemu untuk pertama kali. Dulu Chan Yeol tak lebih dari bocah dengan badan gendut dan kacamata tebal ia selalu kemana-mana dengan hewan peliharan nya dan sekarang—ia—tumbuh—dengan—sejuta pesona aku membencinya karena aku termasuk kedalam kategori yang terjerat oleh pesona nya.

“aku menyukai mu” gumam nya di sela-sela ciuman kami

“Chan—Yeol , Ber—henti…”

Chan Yeol memakai kesempatan itu untuk memasukan lidahnya dalam ciuman kami pun berlanjut semakin dalam. Dia menggunakan lidah nya untuk menjelajahi isi mulut ku tanpa terkecuali.

Karena melihat wajah ku semakin pucat lantas Chan Yeol menghentikan aksi gila nya kami sudah terlarut dengan keadaan sampai-sampai sekarang posisi kami berubah Chan Yeol menindih ku astaga sejak kapan?! Hei apa-apaan ini?!

Napas ku tersengal-sengal karena aksi gila Chan Yeol  , seketika mimik wajah nya berubah menjadi khawatir karena melihat wajah ku seperti mayat dan keringat yang bercucuran buru-buru Chan Yeol menangkup kedua pipi ku dengan tangan nya.

“Jeo Hyun-ah  aku berlebihan ya , aku minta maaf aku bingung bagaimana menyatakan perasaan ku pada mu aku sudah belajar dengan Kris Wu dan Min Seok sunbae lalu menjadikan Baek Hyun sebagai bahan praktek tapi tetap saja hasil nya aneh jadi aku memutuskan untuk merangkai kata-kata dengan score yang kudapatkan melalui game 2048”

Aku berusaha untuk menahan tawa ku ternyata ia sudah berusaha keras ya? baiklah , Chan Yeol masih memperhatikan ku dengan tatapan meneliti sepertinya ia benar-benar khawatir.

Karena penjelasan nya aku bahkan belum bisa mengeluarkan suara rasa geli ini bergerumul diperut ku namun otak ku memaksa untuk menahan tawa karena wajah Chan Yeol sangat melas saat ini.

Aku membalas dengan menangkup kedua pipi nya lalu menatap nya dalam-dalam

I Love You Too , Park Chan Yeol”

Sontak Chan Yeol memeluk ku begitu erat beruntung nya kami berpelukan dengan posisi duduk jadi aku bisa menyandarkan dagu ku pada bahu nya begitu juga dengan dirinya perbedaan tinggi kami yang terlampau sekitar 20 cm membuat ku yang terkadang acap kali berpelukan tak sengaja dengan dirinya selalu berakhir menyandar pada dada bidang nya yah nyaman , bahkan lebih nyaman dari bantal di kamar ku.

“setidak nya tunggu lima tahun lagi maka aku akan melamar mu”

Semburat merah menghiasi wajah ku dia—mengajak—ku—menikah—dengan nya ? astaga Park Chan Yeol…

“aku akan selalu menunggu mu”

FIN

ps : maaf bukan nya kembali dengan membawa FF yang kalian tunggu alias What He’s My Husband malah bawa FF gaje ini , FF itu sedang dalam proses harap bersabar . jadi 2048 terinspirasi dari diri sendiri sempat kena migrain karena kecanduan main game gajelas itu bahkan absen kelas renang segala like ‘nyebelin banget??’ but no problem sudah sembuh dan coba main game itu lagi hasil nya?? tetep aja migrain kayaknya game itu nista banget ya dasar Chan Yeol .

oh ya anyway pada my beloved readers terimakasih sudah membaca dan harap menunggu ya sebentar lagi….! paiiii saranghaeeee 🙂

Advertisements

6 thoughts on “(Noonatea) 2048

  1. hallllooooooo author-niimmmm :’D aku reader baru nih. pertama nemu ini dan langsung baca. yaampuuunn senyum2 sendiri. Chanyeol usil tapi sweet aaaaa XD suka deh ff ini. Request banyak2 bikin ff Chanyeol yaaa hehe. Kesayangan bgt pokokx Chanyeol mah :^)
    Fighting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s