(Noonatea) What He’s My Husband – 12

“when you have to married with someone who make you feel so disgusted

WHAT ? HE’S MY HUSBAND?!

Author : Noonatea (Me)

Cast : Oh Sehun – Kim Hanna

Genre : School Life – Marriage Life – Romance

Leght : Chapter

Teaser Part 1 part 2 part 3 part 4 part 5 part 6 part 7 part 8 part 9 part 10 part 11

***

A kiss is a lovely trick designed by nature to stop speech when words become superfluous”

“Se…Se—hun berhenti”

Hanna meminta Se Hun untuk menyudahi nya ketika benda lembut itu semakin masuk kedalam menjelejahi isi mulut Hanna tanpa terkecuali.

Se Hun menghentikan aksi gila nya mereka tertegun untuk beberapa saat saling menatap pasang mata satu sama lain namun Hanna—memilih—untuk menunduk ketika Se Hun semakin memperdalam tatapan nya.

Se Hun mencoba untuk membelai rambut Hanna pelan bahkan yang bersangkutan tidak memberi persetujuan maupun penolakan lantas hal itu membuat Se Hun memberanikan diri untuk menyentuh nya.

“Kau—tidak apa-apa?” tanya Se Hun ragu

Hanna tidak bersuara ia hanya menggerakkan kepala nya ke kanan dan kiri

“Me—mengapa?”

“Aku ta—kut”

Mimik wajah Hanna terlihat ketakutan Se Hun bisa melihat itu dengan jelas walaupun di ladang rumput ini minim cahaya ia bisa melihat bagaimana ketakutan gadis yang ada di hadapan nya ini.

Untuk kali kedua Se Hun meraih tubuh rengkuh Hanna kedalam pelukan nya.

“Semuanya akan baik-baik saja , tidak perlu khawatir”

“Jangan bercanda ucapan laki-laki berusia belasan seperti mu sulit—untuk dipercaya”  ujar Hanna intonasi nya meninggi di awal namun memelan di akhir kalimat

Tertohok , Se Hun kesal dengan jawaban yang dilontarkan oleh Hanna padahal ia sudah bersusah payah untuk membuat—suasana—menjadi—serius—dan seromantis mungkin sungguh ini bukanlah gaya Se Hun.

Satu pukulan kecil mendarat di kepala Hanna

“rasakan itu”

“Aish… sudah lepaskan pelukan mu memangnya kau siapa seenaknya memeluk ku”

“Wow… jaga bicara mu nona kemarin malam aku juga memeluk mu dan kau sepertinya—uhm nyaman , siapa? Aku ini suami—mu”

Pukulan telak untuk Hanna pasalnya apa yang Se Hun katakan itu benar hanya saja sial—nya kemarin ia terlarut dalam kesedihan karena mengetahui penyebab hal yang melatarbelakangi keadaan Chan Yeol menjadi sekarang ini.

“aku harap kita bisa berpisah , secepatnya”

Ujar Hanna dengan nada setengah pasrah , Se Hun masih tidak mau melepaskan pelukan nya juga sebenarnya laki-laki ini mau apa sih? Makin lama makin mengerikan.

Tiba-tiba sorotan cahaya senter menyilaukan mata mereka lantas membuat mereka terkejut dan melepaskan pelukan—yang—baru saja berlangsung.

“Hey—siapa disana?!”

Suara nya seperti suara laki-laki ini tak asing lagi suara ini sudah sering mereka dengar melalui pengeras suara disekolah , pasti anggota badan kesiswaan.

“Se—sehun bagaimana ini?!” Hanna semakin panik takut-takut kalau seseorang menemukan keberadaan mereka lalu selanjutnya mereka dipermalukan—seperti itu? Oh ironis sedangkan yang bersangkutan tidak bersuara justru ia menyembunyikan Hanna dibalik punggung nya.

Sorot cahaya senter itu semakin mendekat ke arah mereka Se Hun sebisa mungkin untuk tetap tenang sambil berjaga-jaga.

Perlahan-lahan Se Hun dapat mengenali wajah laki-laki itu wajah yang sudah tidak asing lagi , wajah Kim Jun Myeon.

“sial laki-laki itu” gumam Se Hun , Hanna mendelik ia bisa melihat Jun Myeon sedang berjalan ke arah mereka sambil menggunakan senter wajar ini sudah menjadi tugas nya untuk memastikan keadaan.

“sedang apa kau disini?!” ujar Jun Myeon dengan nada bicara meninggi , ketidaksukaan nya dengan Se Hun semakin bertambah ketika beberapa hari yang lalu ia mendapati Hanna gadis pujaan nya dengan laki-laki tengik ini berkencan.

“bukan urusan mu” jawab Se Hun tak kalah sengit

“kembalilah ke tenda jangan menyusahkan pengawas” kata Jun Myeon acuh namun sepertinya ia menyadari ada yang janggal disini , Se Hun tidak sendiri.

Sementara itu Hanna mencoba sebisa mungkin untuk tidak mengeluarkan suara sungguh ia panik saat ini , sangat panik aliran darah nya mengalir lebih cepat jantung nya berdetak tak beraturan . ini benar-benar memacu adrenalin lebih dari itu—bahkan .

Jun Myeon sudah berbalik badan hendak kembali ke tenda perkemahan namun ia berhentik sejenak.

Sialan batin Sehun kesal

“Hm—aku jadi curiga”

“kau tidak sendirian kan? Gadis mana lagi yang kau permainkan?”

Se Hun tersulut emosi andai saja Hanna tidak ada di balik punggung nya saat ini pasti ia sudah memukul laki-laki di hadapan nya ini karena dirasa nya cengkraman Hanna pada jaket yang Se Hun kenakan semakin kuat .

“jaga bicara mu brat , lagipula apa urusan mu?”

Seulas senyum terbentuk di wajah Jun Myeon , senyum picik.

“tidak ada hanya saja seperti nya—ini”

“Akh!” dang! Hanna mengaduh kesakitan ia merasa sesuatu telah mengigit nya.

“astaga Hanna” Se Hun langsung membalikkan tubuh nya mendapati Hanna jatuh–duduk meringis kesakitan sambil memegangi kakinya.

“K—kim Han—na” Jun Myeon terkejut ia tidak percaya bahwa gadis yang berada di depan matanya saat ini adalah Kim Hanna lantas sedang apa ia bersama Se Hun disini , jadi dugaan Jun Myeon selama ini benar? Mereka berpacaran?

“Se Hun sakit ini–sangat sakit!” Hanna menjerit kesakitan sambil memegangi kaki nya terlihat darah segar mengalir dari sana .

“hey cepat gunakan senter mu dengan baik!” perintah Se Hun kepada Jun Myeon , Jun Myeon mengikuti apa yang dikatakan Se Hun ingat ini karena keadaan Hanna yang kesakitan saat ini.

Jun Myeon memberikan penerangan seadanya sorot matanya mencari sesuatu penyebab kaki Hanna terluka , kini laki-laki itu ikut berjongkok menyamakan tinggi nya dengan Se Hun dan Hanna.

“ini luka gigitan ular cepat bawa dia ke tenda!” ujar Jun Myeon , seolah tahu dengan baik tentang ilmu kedokteran Jun Myeon langsung berasumsi bahwa itu adalah luka gigitan ular.

Mendengar pernyataan Jun Myeon , Se Hun langsung menggendong Hanna seperti bridal membawa gadis itu ke tenda kesehatan yang sudah disediakan oleh sekolah.

Mimik wajah Hanna terlihat meringis rasa sakit dan panas pada waktu yang bersamaan ini sudah tidak dapat di hindarkan pasti bisa ular tersebut sudah masuk bercampur dengan darah Hanna.

.

.

.

kini Hanna sudah terbaring lemas di atas velbed paha Se Hun menjadi bantalan Hanna sedangkan Jun Myeon laki-laki itu bersiap-siap untuk mengobati luka Hanna.

“kau yakin Jun Myeon?” tanya Se Hun ragu sebab menurutnya Jun Myeon belum ada pengalaman.

“kau meragukan ku?” Jun Myeon kembali tidak menghiarukan ucapan Se Hun ia mengalihkan fokus nya kepada Hanna .

Se Hun mencoba untuk menenagkan Hanna yang semakin meringis kesakitan “jangan bergerak Hanna , itu akan membuat bisa nya menyebar” perintah Jun Myeon lalu laki-laki itu mengikat kaki Hanna cukup kencang dengan seutas tali guna memberhentikan menyebar nya bisa kemudian ia mengambil pisau

“apa yang akan kau lakukan dengan pisau itu?!” kata Se Hun dengan nada bicara yang tinggi , tetap Jun Myeon tidak menghiraukan nya.

Dengan pisau itu pelan-pelan Jun Myeon mengoyak luka gigitan di kaki Hanna meskipun sebenarnya ia juga tidak tega sedangkan alis Se Hun mengernyit antara nyeri dan tidak tega.

“aakh!” pekik Hanna kesakitan , keringat nya semakin berucucuran Se Hun terus mencoba untuk menenagkan nya .

Jun Myeon masih berkonsentrasi untuk mengeluarkan darah Hanna sesungguh nya ia tidak tega tapi mau bagaimana lagi? Mengoyak kulit gadis dihadapan nya saat ini adalah yang terbaik sebelum bisa itu menjalar dan mengalir ke seluruh peradaran darah tubuhnya.

“Apa yang terjadi?!” tiba-tiba Soo Jung , Baek Hyun , dan Kai datang napas mereka agak tersengal-sengal sepertinya mereka habis berlari.

Hening

Tidak ada yang menjawab pertanyaan ketiga-nya lantas mereka memilih untuk diam seraya berdiri diambang akses masuk tenda kesehatan.

Frekuensi fokus Jun Myeon melewati angka sepuluh pasalnya ia harus mengetahui apa darah yang sudah ia keluarkan dengan cara sedikit—memaksa sudah bebas dari bisa ular atau tidak? Di perhatikan nya darah itu secara seksama sementara yang lain bergeming tidak berani bersuara.

Sepersekian detik kemudia akhirnya Jun Myeon menghela napas kini tangan nya meraih air hangat dan kapas untuk membersihkan luka Hanna.

“sudah selesai ya?” tanya Se Hun ragu

“sudah , untung nya Hanna cepat mendapat pertolongan jika tidak nyawa nya bisa menjadi taruhan”

Cibiran baru saja Jun Myeon lontarkan kepada Se Hun dia terlihat sibuk merapikan alat kesehatan sambil sesekali melihat teman-teman nya yang sejak tadi berdiri di akses masuk tenda kesehatan.

Se Hun hanya tertegun diam mendengar pemaparan Jun Myeon , benar juga pikir nya namun ini tidak sepenuh nya salah dia dan sekarang sesuatu menyadarkan nya ternyata Sejak tadi Hanna menggenggam tangan nya erat lantas pemandangan ini membuat pasang mata yang berada di tenda heran

“Jun Myeon terimakasih” ujar Hanna pelan “tidak perlu ini sudah tanggung jawab ku” jawab Jun Myeon seadanya seraya melepaskan sarung tangan yang ia kenakan kemudian ia keluar menjauh dari tenda itu.

“Hanna katakan sesuatu? Apa yang membuat mu seperti ini? D—dan mengapa—Se Hun bisa ber—sama mu?!” Soo Jung menghampiri Hanna dan langsung menghujani sahabat nya dengan pertanyaan.

Hanna mencoba untuk bangun dan dibantu oleh Se Hun tidak sampai sepuluh detik posisi Hanna sudah duduk dengan membelakangi Se Hun

“tidak apa-apa hanya luka biasa” Jawab Hanna diiringi sesimpul senyuman

“Jangan bercanda!”

“Sungguh Soo Jung aku tidak apa-apa” elak nya

“sebaik nya kau pulang saja” timpal Kai yang sejak tadi melipat tangan nya di depan dada “iya benar , kami mengizinkan mu untuk pulang” tambah Baek Hyun selaku panitia acara perkemahan ini.

“tidak usah , aku baik-baik saja percaya—aakh!” belum sempat ia menyelesaikan kalimat nya rasa sakit itu kembali menyerang nya “tuh kan lebih baik kau pulang saja  jika hal buruk terjadi pada mu kami yang kesusahan” seru Baek Hyun kesal semua sorot mata memberikan nya tatapan intimidasi

“Baek , jaga bicara mu” Se Hun mulai tersulut emosi sedangkan Kai berusaha untuk menahan tawa nya “Ma—maaf  Se Hun tapi sungguh ada baik nya dia pulang saja” nada bicara Baek Hyun menurun seiring dengan tatapan tajam yang diberikan oleh Se Hun

Se Hun meminta Soo Jung untuk menggantikan posisi nya menjaga Hanna kemudian laki-laki itu lari keluar dari tenda kesahatan.

Kai dan Baek Hyun masih tetap pada posisi yang sama sesekali mereka menoleh ke belakang untuk melihat apa yang Se Hun lakukan ternyata laki-laki itu mengambil ponsel yang terdapat di dalam saku jaket nya.

Kai melihat arloji nya sekilas “tidak terasa sudah larut malam ya , apa baik jika Hanna pulang? Perjalanan membutuhkan waktu sekitar tiga jam” lalu menyinggung lengan Baek Hyun menggunakan lengan nya.

“Oh , Ya? kupikir hanya dua jam? Tapi tidak perlu khawatir seseorang akan mengantar nya pulang omong-omong aku tidak melihat Kyung Soo sejak pagi tadi”

Mendengar nama Kyung Soo , Hanna jadi merindukan nya gadis itu hanya bisa bergeming menyembunyikan wajah nya dengan cara menunduk.

“Kau yang akan mengantar nya pulang? Ah—dia hari ini sudah berangkat ke Jepang”

Sedih mendengar nya , belum sempat mengikuti acara upacara pelepasan sekolah Kyung Soo sudah harus berangkat kesana untuk mengurus beasiswa nya , dengan beasiswa juga ia dapat bersekolah di Daehan Min-Guk High School dikarenakan profesi sang Ayah hanya sebagai Juru Masak tidak dapat memenuhi keinginan nya untuk bersekolah disana.

“Mendadak sekali sangat di sayang kan” ujar Baek Hyun dengan nada pelan

“Eh—ehm!” Soo Jung mendeham memperingatkan supaya Kai dan Baek Hyun memberhentikan pembicaraan mereka yang semakin tidak jelas.

“jika tetap berisik lebih baik kalian pergi saja” lanjut Soo Jung

“ah—maaf Soo Jung-ah oke kami diam” ujar Kai selaku kekasih Soo Jung

Beberapa detik kemudian Se Hun datang dengan mimik wajah—yang bisa dikatakan cukup sumringah lantas Kai dan Baek Hyun bertanya-tanya.

“Apa yang kau dapatkan?” tanya Baek Hyun penasaran alih-alih menjawab pertanyaan Baek Hyun , Se Hun langsung menghampiri Hanna lantas membuat gadis itu bingung.

“mobil dari kantor Sokcho milik Ayah ku sebentar lagi akan datang menjemput , sebaik nya kau bersiap-siap” semudah itu bagi Se Hun untuk mendapatkan—pinjaman—uhm.

Hanna mengernyitkan alis nya , astaga bagaimana bisa anak ini seenak nya meminta orang yang—mungkin usia nya lebih tua untuk mengantarkan mobil tengah malam begini.

“benar apa kata ku” bisik Baek Hyun kepada Kai

“Kau gila? Ini sudah pukul sebelas malam” sahut Hanna seakan tak percaya walaupun dari Sokcho ke Seoraksan National Park tidak sampai satu jam tetap saja itu menyusahkan orang belum lagi kembali ke Seoul membutuhkan setidaknya dua jam tiga puluh menit , astaga Oh Se Hun.

Se Hun memberikan Hanna tatapan ‘ikuti atau kau akan mati’  oke Hanna harus membuang ego nya dan menuruti perintah Se Hun lagipula laki-laki ini sudah berusaha.

Sementara yang lain masih tetap bingung sebenarnya apa hubungan Hanna dan Se Hun hingga laki-laki itu rela mengantar nya pulang bukan kah mereka disebut-sebut tidak menyukai satu sama lain.

Tiba-tiba Kai ingat atas pernyataan yang dilontarkan Se Hun melalui acara talkshow abal-abal yang diadakan oleh Baek Hyun beberapa jam yang lalu ‘ya aku memiliki nya’  jangan-jangan ini kekasih yang Se Hun sebut-sebut?—hm mungkin saja

Terlihat Soo Jung membantu Hanna untuk berdiri “kau sudah baikkan? Aku akan membantu mengemasi barang mu kau tunggu saja oke?” ujar gadis yang hidung nya nyaris sempurna itu.

“terimakasih Soo Jung-ah” jawab Hanna “semoga kau cepat sembuh” balas Soo Jung diiringi dengan seulas senyum lalu tangan Hanna langsung disambut oleh Se Hun karena gadis itu masih tidak bisa berdiri dengan sempurna jadi Se Hun sebagai—uhm—suami—nya harus menopang tubuh nya.

“Eh—m kekasih mu yaaa?” goda Baek Hyun , laki-laki ini tidak ada bedanya dengan gadis penggosip di koridor sekolah untuk kesekian kalinya Se Hun tidak mengindahkan ucapan Baek Hyun .

Meskipun Baek Hyun satu-satu nya orang yang membawa mobil pribadi tetap Se Hun tidak berkeinginan untuk meminjamnya karena Baek Hyun akan menetapkan tarif—uhm untuk urusan pinjam-meminjam tidak mengenal teman bukannya—pelit—hanya—saja dia perhitungan.

Terjadinya musibah kepada Hanna lantas membuat para siswa dan siswi keluar dari tenda kemudian mereka bertanya-tanya

“apa yang terjadi dengan Kim Hanna?”

“Hey lihat dia bersama Se Hun”

“jangan-jangan kekasih Se Hun adalah Hanna”

“ah tidak mungkin jangan bercanda”

“lihatlah mereka begitu intim seperti sepasang kekasih”

Bisik-bisik para siswi sebagai aksi protes atau cemburu secara tidak langsung well, kedekatan Hanna dan Se Hun berhasil membuahkan keributan ditengah malam seperti ini pasang mata itu tidak mengalihkan pandangan mereka dari Se Hun dan Hanna yang berjalan bersama untuk keluar dari area perkemahan ini sambil membawa ransel mereka membuat semua nya heran ‘apa yang mereka lakukan?’

Suara para—siswi lebih mendominasi ketimbang siswa pasalnya mereka adalah gadis yang terpikat oleh pesona Se Hun tidak ada yang tidak ingin menjadi kekasih nya.

Baek Hyun yang melihat pemandangan ini merasa—uhm—jengah acara ini kurang berjalan dengan baik akhirnya ia meminta seluruh siswa dan siswi untuk kembali masuk kedalam tenda masing-masing.

“Hey Hey ini bukan koridor sekolah cepat masuk atau kalian akan digigit ular berbisa seperti Hanna!” perintah Baek Hyun garang , sial pikirnya secara tidak langsung acara ini sudah berjalan tidak—sinkron.

Ancaman Baek Hyun sontak membuat mereka takut akhirnya mereka lari berhamburan menuju tenda masing-masing

“Menyusahkan saja” imbuh Baek Hyun kesal

Suasana sudah damai kembali Se Hun dan Hanna terpaksa harus pulang karena insiden ini walaupun sebenarnya Baek Hyun dan Soo Jung juga ikut penasaran dengan kedekatakan yang terjadi antara mereka berdua namun mereka memilih untuk mengabaikan nya.

“tenda mu kosong ya? aku tidur dengan mu oke?” goda Kai tiba-tiba lantas membuat Soo Jung dengan senang hati menghadiahkan Kai sebuah pukulan—yang cukup—keras di kepala nya.

“aku hanya bercanda”

“Kai-ah  , Soo Jung kesini sebentar” pinta Baek Hyun yang berjarak dua meter dari mereka

“Ada apa? aku mengantuk Baek” jawab Soo Jung malas

“kalau dipikir-pikir apakah kedekatan Se Hun dan Hanna tidak membuat kalian curiga—ah maksud ku—ini terdengar tidak mungkin”

Kai yang mendengar hal ini hanya menghela napas pasrah , pasti laki-laki ini mengajak bergossip astaga Baek Hyun ini sudah larut malam pikir Kai kesal

“Jika ingin bergossip-ria lain kali saja aku tidak berminat , Soo Jung-ah kembali ke tenda mu ini sudah larut malam”

Oke kali ini Baek Hyun harus menahan ego nya untuk bergossip benar apa kata Kai ini sudah larut malam lagipula esok hari masih ada kegiatan yang harus dijalankan kira-kira acara kemah musim panas ini akan berakhir esok , sore hari.

***

Mobil yang Se Hun dan Hanna tumpangi sudah melesat beberapa menit lalu dari Seoraksan National Park lantas meninggalkan pertanyaan dibenak para pasang mata yang melihat mereka.

“Uhm—maaf menyusahkan mu” gumam Hanna pelan mimik wajahnya menunjukkan rasa penyesalan andai saja ia tidak mendatangi padang rumput itu pasti semua ini tidak akan terjadi

“kau selalu menyusahkan ku” ucap Se Hun seenak nya lantas membuat Hanna tersulut emosi ingin sekali ia memukul Se Hun tapi apa daya kondisi tubuh nya bisa dikatakan lemah saat ini benar apa kata Kai dan Baek Hyun akan lebih baik jika ia pulang.

Tapi ia masih penasaran bagaimana bisa Se Hun semudah—itu mendapatkan pinjaman mobil dari ayah nya? Tersulut rasa penasaran mau tidak mau ia harus bertanya karena rasa penasaran ini terus mengusik hati nya

“bagaimana kau mendapatkan pijaman mobil semudah ini?”

Se Hun menghela napas bibir nya membentuk bulan tsabit seperti senyuman yang sulit untuk di elakkan “jika menyangkut diri mu , Ayah ku akan memberikan nya . Ayah ku baik sekali bukan? kau harus bersyukur” lalu Se Hun terkekeh

“ah—lucu sekali bahkan aku tidak pernah mendapat perlakuan semanis ini dari Ayah ku” kalimat Se Hun lantas membuat Hanna ingin menatap mata nya saat ini yang—sejak tadi hanya menghadap ke kaca mobil memandangi pepohonan dan jalan.

Hanna bisa melihat sorot mata Se Hun yang—sekilas menunjukkan kesedihan dalam hati Hanna juga tidak enak namun disisi lain ia merasa terharu karena keluarga Se Hun menyayangi nya

“jangan seperti itu kau selalu mendapatkan apa yang kau inginkan” kata Hanna mencoba memperbaik keadaan

“jangan sok tahu , memang nya kau sudah mengenal ku lama?” tiba-tiba Se Hun bersikap dingin ini membuat Hanna semakin canggung

“pendidikan yang baik , rekening dengan jumlah uang yang banyak , mobil sport , bahkan kau memiliki apartemen” hibur Hanna seraya menyinggung lengan Se Hun dengan lengan nya .

Se Hun bergeming apa yang Hanna katakan memang ada benar nya , ya semua itu benar Se Hun selalu mendapatkan segala nya hanya saja ia kurang kasih sayang dari orang tua nya

“Yah—hanya saja kau tidak memiliki keinginan untuk memberikan yang terbaik , kau selalu ingin diberikan yang terbaik” ucap Hanna dalam vokal yang terhitung cukup pelan dan berkesan hati-hati

Tertohok , pukulan telak untuk Se Hun semua yang Hanna ucapkan membuat dia merenungkan hidup nya seketika pasalnya apa yang keluar dari mulut Hanna itu benar.

“berisik , sepertinya mulut mu minta di bungkam seperti beberapa jam yang lalu nona” tanya Se Hun menyeringai penuh arti lantas membuat Hanna bergidik ngeri mengalihkan perhatian nya ke kaca mobil  , Se Hun justru terkekeh melihat Hanna kemudian suasana hening kembali.

Saat ini yang Se Hun rasakan adalah kebahagiaan tapi Hanna masih mencoba untuk menolak fakta bahwa ia juga merasakan hal yang sama baginya ini sulit untuk dipercaya.

Malam semakin larut mobil yang membawa mereka menuju ke Seoul terus melaju menembus gelapnya malam , mereka terlalu lelah untuk kembali bercerita atau bahkan saling mengejek  akhirnya mereka terlelap kini bahu Se Hun menjadi sandaran untuk Hanna.

Wajah mereka begitu teduh tidak ada tatapan kesal atau sorotan mata meneliti yang biasa mereka berikan satu sama lain.

Pada dasarnya mereka juga tidak mengerti hubungan macam apa yang mereka jalin selama beberapa bulan terakhir ini sebenarnya baik Se Hun maupun Hanna masih enggan menyebut diri mereka sebagai sepasang suami—istri mereka sadar hal seperti itu masih jauh untuk mereka jajaki , sangat jauh.

Apa yang bisa dimengerti oleh bocah berumur sembilan belas tahun seperti mereka? Lantas apa orang tua mereka sengaja menghilangkan angan-angan yang selama ini mereka punya hanya untuk uang dan kesenangan semata?

takdir begitu kejam karena mereka harus hidup di jalan yang seperti ini , sejauh ini mereka berdua masih belum mengerti mengapa—mereka—harus dinikahkan ini konyol bagaimana bisa pernikahan dipermainkan dengan mengatas namakan kerja sama antar pengusaha apa semua pengusaha di Korea selalu menikahkan anak-anak mereka demi mencari pundi-pundi uang?

Tapi sayangnya perjodohan ini berbeda ada sesuatu yang melatarbelakangi mengapa Hanna setuju , ya Ayah nya mengancam jika dia tidak mau maka Ayah nya akan mengirim ia ke pulau Hyangri pulau kecil yang tidak ingin ia datangi .

Sepuluh bulan yang lalu perusahaan Orang Tua Hanna hampir mengalami kebangkrutan mereka sudah mencoba untuk meminjam uang ke bank namun sayang tidak ada satupun bank yang mau meminjami mereka uang.

Saat itu hal yang bisa Kim Jun Su (Ayah Hanna)  lakukan adalah melakukan kerja sama dengan Oh Soo Man (Ayah Se Hun) Jun Su mengatakan bahwa ia memiliki anak perempuan yang cerdas satu-satu impian Jun Su sebagai ayah adalah membiayai anak perempuan nya kuliah ke Amerika mendengar hal ini lantas membuat Soo Man merasa iba karena Soo Man menyukai orang yang cerdas sekelebat persepsi datang menghujani pikiran Soo Man dia memiliki anak laki-laki yang selalu menyia-nyiakan waktu dan jauh dari kata cerdas sebagai pengusaha sukses Soo Man malu mempunyai anak seperti dirinya padahal ia sudah mencoba untuk memberikan yang terbaik kepada anak bungsu nya itu.

Akhirnya setelah melalui perdebatan cukup panjang dengan melibatkan sang istri terjadilah perjodohan konyol ini , orang tua mereka sengaja tidak memberitahu alasan dibalik semua ini sampai batas waktu yang ditentukan.

Jika waktu nya sudah tiba Se Hun dan Hanna akan tahu apa yang melatarbelakangi perjodohan gila ini dan perjodohan ini juga memiliki perjanjian yang harus ditepati oleh kedua belah pihak yaitu keluarga Oh dan keluarga Kim bukan antara Kim Hanna dan Oh Se Hun.

.

.

Perjalanan menuju Seoul terasa tenang ditambah dengan sebuah lagu yang mengalun indah , berasal dari tape recorder mobil.

찾았다 사랑 내가 찾던 뜨겁게 안아주고

가만히 눈을 감아 내가 맞춰줄

사랑해 사랑찾았다 곁에

Aku menemukan cintaku, orang yang aku cari
Aku ingin memelukmu dengan erat
Maukah kau menutup mata dengan diam-diam
Agar aku dapat menciummu
Aku mencintaimu, aku mencintaimu
Aku menemukan seseorang yang berada di sisiku”

***

Entah sudah berapa jam ia menghabiskan waktu disini di tepi sungai yang tidak jauh dari lokasi perkemahan Jun Myeon mendesah lagi merapatkan jaket kulitnya , mencoba berlindung dari dingin nya angin malam yang menerpanya sekarang. Ini pukul dua belas malam namun ia merasa tidak takut sama sekali jika tiba-tiba ada hantu yang—tanpa—sengaja menampakan eksistensi nya kepada Jun Myeon.

Namun itu semua tidak sebanding dengan rasa sakit yang memburu hati nya saat ini rasa nya seperti luka disiram air garam dan cuka , pedih luka nya semakin menganga ketika melihat Hanna dan Se Hun begitu—mesra—layaknya sepasang kekasih.

Sedingin apapun udara yang mengelilingi Jun Myeon saat ini sepertinya sama sekali tidak mampu meredam amarah dan cemburu yang berkecamuk di hati Jun Myeon.

Jun Myeon kembali mendesah memejamkan matanya seraya mendengarkan aliran air sungai yang mengalir setidak nya ini dapat membuat nya merasa tenang meski hanya sedikit.

Jika sudah seperti ini ia teringat dengan ucapan Kyung Soo untuk tidak lagi mencaritahu tentang Hanna tapi sebenarnya apa laki-laki itu juga tahu bahwa Hanna dan Se Hun sebenarnya memiliki hubungan atau jangan-jangan Kyung Soo tidak ingin tahu sama sekali , mungkin?

“Ah seandainya ada kau disini Kyung Soo” gumam Jun Myeon , vokal nya terdengar pelan terselip rasa rindu didalam kalimat yang baru saja ia ucapkan.

Kini Jun Myeon berbaring diatas rerumputan ia tidak peduli akan bahaya yang mengintai nya seperti gigitan ular atau semacam nya , dia sungguh menginginkan akal sehat nya kembali saat ini.

“ayolah Jun Myeon , kau cerdas , kau tampan , kau kaya pasti kau temukan yang lebih baik berhentilah mengejar gadis itu Jun Myeon”

Yah—Jun Myeon bukanlah laki-laki roman picisan ia tidak mungkin merampas kebahagiaan seseorang yang ia sayang meskipun itu—sakit , ia jadi membayangkan bagaimana jika kebahagiaan nya dirampas oleh seseorang apakah—itu—tidak—sama sakitnya?

Daripada harus merampas kebahagiaan seseorang Jun Myeon lebih baik menikmati rasa sakit itu , dia bukanlah laki-laki roman picisan . walaupun terdengar konyol dan terkesan sok—uhm—tegar Jun Myeon sudah bertekad bahwa ia tidak akan merampas sesuatu yang bukan milik nya.

Itu pesan dari mendiang ibu di surga yang akan selalu Jun Myeon ingat sepanjang hidupnya.

 ***

Masih terlalu enggan untuk mengucapkan selamat pagi atau bahkan sekedar membuka mata , sinar mentari yang perlahan-lahan mulai memancarkan sinar nya melalui celah-celah ventilasi.

Perjalanan dari Sokcho ke Seoul yang membutuhkan waktu sekitar dua jam tiga puluh menit membuat mereka harus tiba di Seoul pukul setengah dua dini hari.

Ruang tamu apertemen Se Hun dan Hanna terlihat berantakan ransel dan jaket mereka berceceran dimana-mana belum lagi bungkus mie ramen yang berserakan di meja dapur juga wastafel yang dihiasi oleh mangkuk dan panci kotor.

Daripada disebut sebagai apartemen kelas atas tempat ini lebih cocok disebut sebagai flats tak berpenghuni.

Berantakan , setelah melihat hal ini pasti kepala Hanna akan berdenyut kencang

.

.

.

Jam wekker menunjukkan pukul delapan lewat tiga puluh menit dengan mengeluarkan suara yang membuat siapa saja pendengarnya akan membanting benda ini jauh-jauh , benda ini cukup kramat dikalangan anak sekolah seperti—Se Hun.

Alih-alih membuka mata justru Se Hun memasukkan benda itu kedalam laci lantas ia kembali melanjutkan mimpi nya berbeda dengan Hanna dia berusaha untuk membuka mata nya setiap—pagi ia selalu merasakan sesuatu melingkar di pinggang nya—hangat dan sulit untuk dilepaskan , tangan Se Hun selalu seperti ini , sejujur nya ia merasa kesal namun disisi lain juga merasakan kenyamanan.

Hanna mengucek mata nya pelan mengerjapkan nya beberapa kali , pancaran sinar matahari membuat mata nya segan untuk terjaga lalu ia melenguh pelan lalu melepaskan tangan Se Hun yang—entah—sejak kapan melingkar di pinggang nya kemudian ia duduk , diam memerhatikan keadaan sekitar.

Ia menoleh kebawah dalam hati senang mendapati dirinya tidur mengenakan one piece baju tidur berwarna peach gradasi biru muda , baju ini adalah baju kebanggaan nya tekstur nya lembut dan sangat nyaman untuk dikenakan saat tidur terakhir kali ia mengenakan baju ini saat dirinya terpaksa harus tidur bersama Chan Yeol karena kamar laki-laki itu selalu bocor disaat hujan kalau di ingat sekitar satu tahun yang lalu dan sekarang ia mengenakan baju ini dengan keadaan terbangun dari tidur nya bersama—uhm—Se Hun.

Semuanya sudah berubah hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Dilihat nya kaki yang masih terbalut oleh perban , setelah mandi perban ini harus diganti , pikirnya lantas Hanna beranjak dari tempat tidur memencet sebuah tombol yang menyatu ditembok tidak sampai lima detik tirai kamar sudah terbuka membiarkan sinar matahari masuk kedalam membangunkan bocah yang masih tertidur alias Oh Se Hun.

“Hey Hanna! Tidak bisa kah membangunkan ku dengan cara yang lebih baik?” ujar Se Hun kesal bahkan matanya masih setengah terpejam , Hanna tidak mengindahkan ucapan Se Hun ia berjalan secara perlahan menuju kamar mandi namun baru sampai ambang pintu sesuatu mencoba untuk memancing emosinya

“OH SE HUUUUUUUUUN! CEPAT BANGUN!” teriak Hanna kesal saat mendapati keadaan apartemen yang jauh dari kata bersih , rapih , dan nyaman.

Se Hun menggerutu kesal ia terpaksa harus bangun dari tidur nya “Apa? ada apa?!” ujar Se Hun sambil mengucek mata nya.

“Lihat ini! Kau harus membersihkan nya aku tidak mau tahu!?” Se Hun masih belum sadar seutuhnya balas memandang Hanna dengan wajah pucat setelah mengerti arti dari tatapan Hanna yang kini mengarah pada ruang tamu

“panggil cleaning service saja—ya?” Se Hun membalas namun langsung dihadiahi pukulan yang lumayan keras pada lengan nya.

“Hei sakit mengapa kau jadi suka memukul ku ‘sih?” Se Hun mengaduh kesakitan

“Oh Se Hun jika aku sudah selesai apartemen ini sudah harus bersih”

“sial , kau memanfaatkan ku ya?” Hanna yang mendengarnya hanya mampu terkekeh dalam hati enggan membalas ia berjalan secara perlahan ke kamar mandi.

Se Hun mengacak rambut nya kesal mau tidak mau ia harus membersihkan apartemen ini dalam kurun waktu kurang lebih empat puluh menit setidaknya sampai Hanna selesai membersihkan dan mempercantik dirinya.

.

.

.

Semuanya sudah kembali seperti semula sekarang tempat ini dapat dikatakan sebagai apartemen kelas atas merasa sudah melakukan yang terbaik dari membersihkan lantai dan sampah yang berserakan , mencuci piring dan  jaket yang mereka kenakan semalam sekarang saat nya Se Hun memanjakan diri dengan menonton acara televisi sambil mengistirahatkan tubuh nya disofa.

Terlihat Hanna keluar dari kamar dengan mengenakan jeans dan kaus polo berwarna hitam sambil membawa kotak P3K ditangan nya , ia berjalan menuju sofa dengan hati-hati sebab luka nya masih terasa sakit.

Tidak sampai satu menit ia sudah duduk di sofa yang tidak jauh dari Se Hun , gadis itu menaruh kakinya ke atas meja lalu membuka perban yang membalut mata kaki nya sejak malam.

Se Hun memilih untuk berpura-pura tidak mengetahui apa yang dilakukan Hanna saat ini daripada kena pukul lebih baik diam pikirnya.

Untuk membuka perbah Hanna tidak menemui kesulitan namun saat akan membersihkan nya dengan air hangat ia tidak mampu untuk melakukan nya lantas mau tidak mau harus memanggil manusia yang saat ini berada di dekat nya

“Se—Se Hun”

“Hm?” jawab Se Hun tanpa mengalihkan pandanga nya dari televisi

“aku minta tolong gantikan perban ku” ujar Hanna dengan nada sedikit memohon

“harus ya?” goda Se Hun dengan nada acuh tak acuh

“Se Hun jika kau tidak membantu ku , ku jamin universitas di Korea tidak akan menerima mu!”

Se Hun terkekeh mendengar nya lalu ia berpindah duduk dihadapan Hanna

“Kim Hanna , sayang lagipula kau siapa bisa berbicara seperti itu? apa kau seorang rektor?—uhm” balas Se Hun yang langsung dihadiahi pukulan bantal oleh Hanna

“Sakit! Mau ku bantu atau tidak?”

“Oke , aku mengalah—tolong ganti kan perban ku”

Se Hun mulai membersihkan luka Hanna yang masih memar , yah meski hanya sedikit setidak nya ia mengerti cara membersihkan luka dan mengganti perban dengan baik dan benar

“andai saja semalam kau tidak melakukan hal yang aneh-aneh pasti sekarang aku sedang bersenang-senang di perkemahan!”

“jadi kau menyalahkan ku?” ujar Se Hun seraya membalut kaki Hanna dengan perban

“Ya , tentu saja”

“Nona , kau ini munafik sekali ya? jelas-jelas semalam kau menikmati nya mengapa sekarang jadi marah-marah? Kau masih ingin ya?” goda Se Hun dengan senyuman jail membuat wajah Hanna menghasilkan semburat merah , ah pasti wajah ku terlihat seperti tomat rebus sekarang.

“hah sudah selesai , ada baik nya kita lanjutkan yang semalam” Se Hun pelan-pelan mendekatkan posisi nya dengan Hanna

“Se—Se Hun jangan macam-macam atau aku akan mengadu pada Ayah mu!”

“Ah— ancaman macam apa itu?”

“Se Hun demi tuhan aku akan membenci mu seumur hidup ku!”

“Oh , ya?  kau bahkan selalu membuat ku khawatir coba kalau semalam kau tidak pergi ke tempat itu”

“aku kan tidak mengajak mu kesana!” ujar Hanna kesal namun kini tangan Se Hun seolah mengunci gerakan nya

“tapi kau membuat ku khawatir , kau tahu itu?” tatapan mata Se Hun semakin dalam membuat Hanna tidak mampu untuk membalas nya

“me—mengapa kau harus khawatir?” tanya Hanna ragu wajah nya menunduk kuku-kukunya saling menjetik satu sama lain itu menandakan bahwa ia gugup saat ini

“aku tak tahu” ujar nya Se Hun sambil menyeringai penuh arti , Se Hun semakin mendekatkan jarak nya dengan Hanna

“Se…Se Hun aku akan menendang mu jika kau tidak…segera..menyingkir dari sini..,” ujar Hanna takut-takut

“kau tidak sedang megancamku,  kan’ ?” balasnya sambil memasang senyum penuh kemenangan tiba-tiba jemari Se Hun menyentuh bibir Hanna , lembut.

“disini…”

“Se Hun…jangan…kau tidak akan melakukan hal itu lagi…kan’ ?” Hanna merasa aliran darah nya mengalir lebih cepat , ia takut rasanya seperti melihat hantu.

Se Hun sama sekali tidak mengindahkan ucapan Hanna justru ia semakin mendekatkan wajah nya dengan wajah Hanna sehingga mereka bisa merasakan hembusan napas satu sama lain , Se Hun menyatukan hidung nya dengan hidung Hanna , Hanna masih bersikeras tidak mau melakukan ciuman itu lagi untuk—ketiga kalinya dia melipat bibirnya rapat-rapat.

Dahi mereka saling menyatu , Hanna kini sudah memejamkan matanya namun ini bukan berarti ia akan menyetujui hal ini untuk ketiga kalinya justru ia memberikan penolakan , sangat .

Senyum kemenangan terukir diwajah Se Hun , dalam hati ia juga tidak bermaksud untuk mencium Hanna namun menggoda gadis ini adalah salah satu sumber kebahagiaan nya .

daripada mengutarakan keromantisan secara terang-terangan Se Hun lebih suka suasana seperti ini , karena disaat seperti ini wajah Hanna terlihat memerah dan bodoh ini adalah hal langka yang tidak pernah ia jumpai di sekolah.

Tapi tiba-tiba suara bel berbunyi lantas siapa yang datang ke apartemen mereka disaat-saat seperti ini?

 

TBC


Hai Hai , nih sebelum aku back to school FF nya di terbitin dulu karena kalau udah sekolah cukup sulit nyolong waktu untuk nulis yah semoga kalian suka ya . untuk lagu yang terselip di atas adalah soundtrack korean drama Syunkyungkwan Scandal judulnya JYJ – Found You anyway terimakasih sudah membaca 🙂 saranghaeeeee beloved readers jangan lupa untuk mengisi kolom komentar setelah membacanya satu komentar sangat berharga 🙂

Advertisements

75 thoughts on “(Noonatea) What He’s My Husband – 12

  1. Ahh….. So sweet banjeett…….serasa kyk kenyataan
    Noonatae bikin lg dong seru banjetttt
    Hwaiting eonni~
    Gomawo buat fanficnya

  2. Pingback: (Noonatea) What He’s My Husband – 13 | Noonatea

  3. Pingback: (Nonnatea) What He’s My Husband – New Teaser | Noonatea

  4. Pingback: (Noonatea) What He’s My Husband – FINAL CHAPTER | Noonatea

  5. huaaaa bel nya menganggu acara romantis nya sehun-hanna deh 😀
    aku jadi penasaran perjanjian apa yg ayah sehun dan hanna sembunyikan….

    keep writing 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s