(Noonatea) What He’s My Husband – 13

“when you have to married with someone who make you feel so disgusted

WHAT ? HE’S MY HUSBAND?!

Author : Noonatea (Me)

Cast : Oh Sehun – Kim Hanna

Genre : School Life – Marriage Life – Romance

Leght : Chapter

Teaser Part 1 part 2 part 3 part 4 part 5 part 6 part 7 part 8 part 9 part 10 part 11 part 12

***

“On days I can see you, although it’s not just us two
My heart races, I’m telling you”

Tapi tiba-tiba suara bel berbunyi lantas siapa yang datang ke apartemen mereka disaat-saat seperti ini?

Dalam hati Hanna mengucapkan terima kasih kepada siapa pun yang menekan bel sehingga membuat Sehun membatalkan niat nya untuk menggoda Hanna.

Sehun berjalan ke arah monitor yang menempel pada dinding dekat pintu masuk untuk melihat siapa yang datang.

“kelihatan nya kurir” gumam Sehun

“Ya , sebentar” kata Sehun seraya berjalan ke arah pintu . ketika ia membukanya dugaan ia sesuai bahwa yang datang kurir dengan membawa kotak berwarna khaki ukuran nya lumayan besar , jadi curiga.

“aku datang  mengantarkan paket ini untuk Tuan Sehun dan Nona Hanna” ujar kurir itu ramah

“oh ya? Dari siapa?” jawab Sehun seraya memberikan tanda tangan di selembar kertas tanda terima.

“salah satu relasi anda , terimakasih kalau begitu aku permisi dulu” kemudian kurir itu berlalu meninggalkan Sehun yang masih berdiri di ambang pintu apartemen nya

“relasi?” gumamnya kemudian ia sadar bahwa ia belum membalas ucapan kurir itu “hey…apa kurir itu sudah pergi? Ah baiklah sama-sama” entah Sehun mempunyai kelainan jiwa atau semacam nya tapi ia baru saja berbicara dengan dirinya sendiri.

Setelah menerima kotak tersebut Sehun masuk kedalam lalu kembali mengunci pintu apartemen nya.

***

“coba kau tebak kira-kira kiriman ini dari siapa? Relasi? Bukankah hubungan kita sangat rahasia?”

Kini Sehun dan Hanna duduk di sofa berwarna putih , memperhatikan kotak berwarna khaki yang sejak tiga menit lalu belum mereka buka.

“kau tidak akan tahu jika kau tidak membuka nya”

Ujar Hanna , gadi situ hendak berdiri untuk membuka kotak itu namun Sehun mencegahnya

“jangan”

“apanya yang jangan?”

“jangan membuka kotak itu , aku ingin kau menebaknya” Sehun terkekeh , watak nya yang kekanak-kanakan kembali lagi.

Hanna menghela napas “pantas kau selalu berada di peringkat terakhir” cibir Hanna kepada Sehun.

“Hey” kata Sehun dengan intonasi tinggi

“sepertinya seseorang tersingung? Aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu , oke!” lalu Hanna membuka kotak tersebut.

Ketika dibuka ia mendapatkan dua kotak masing masing berwarna hitam dengan bentuk persegi tapi sebelum nya ia mendapatkan segulung kertas ini semacam undangan pikirnya ,lantas ia membuka kertas berwarna merah marun yang dililitkan oleh pita keemasan.

Sekilas Hanna membacanya udangan tersebut ditulis dengan bahasa inggris , dalam hati bersyukur selama dua tahun belakangan ini ia selalu ditempatkan di kelas special yang setiap hari nya menggunakan bahasa inggris untuk berkomunikasi.

“apa itu?” Tanya Sehun penasaran namun Hanna tidak menjawab

“Mr. and Mrs Oh Sooman 
Request the pleasure of your 
On , the family dinner 
At 125 Hongji-dong , Jongno-gu
Seoul”

“dari Ayah dan Ibu mu , ini undangan makan malam bersama” Hanna memberikan undangan tersebut kepada Sehun lalu selanjutnya ia menelaah isi kotak tersebut.

Sehun sempat terkejut ‘apa undangan makan malam? Mengapa sangat mendadak?….’

“oh ada dua kotak” ujar Hanna

“apa isinya?”

“aku tidak tahu”

“mengapa tidak kau buka”

“aku bahkan ingin membukanya , Oh Sehun….” Hanna memberikan tatapan kesal kepada Sehun lantas laki-laki itu terkekeh.

“oh ini jas , sepertinya untuk kau” Hanna melemparkan kotak tersebut kepada Sehun lalu ia mengambil kotak berikutnya.

Hanna membuka nya perlahan-lahan lalu ia mendapatkan satu piece gaun berwarna hitam berbahan boreklat terlihat sangat berkelas dan elegan , ia kembali terkejut ketika mendapatkan satu kotak lagi berukuran 5×15 sentimeter.

“oh apa ini?” rasa ingin tahu menuntun nya untuk membuka kotak berwarna peach lalu ia menemukan sebuah kalung perak yang sangat indah bahkan ia tidak dapat menemukan kata-kata yang sesuai untuk mendeskripisikan kalung ini.

Kedua bola mata Hanna berkaca-kaca ketika ia memegang kalung tersebut “sangat indah”

“Hey ini tidak adil mengapa kau dapat dua dan aku satu” Sehun mencoba untuk menginterupsi Hanna namun sayang gadis itu larut akan kegamuman nya terhadap kalung yang diberikan oleh orang tua Sehun

“apa ini tidak berlebihan? Sungguh kalung ini sangat indah dan aku menyukai nya”

“kalau begitu pakailah” pinta Sehun

“aku tidak ingin memakai nya sekarang”

“tapi aku ingin menilai penampilan mu”

“dan sayang nya aku tidak butuh penilaian mu?” Hanna tersenyum mencibir.

***

Waktu berlalu dan malam pun tiba , Hanna juga Sehun sedang bersiap-siap untuk berangkat menuju acara makan malam yang diadakan oleh orang tua Sehun.

Sehun mengenakan kemeja berwarna putih yang dibalut oleh jas berwarna hitam ya biasa , sederhana, namun berkelas setelan jas seperti itu sudah tidak asing lagi namun apa yang Sehun kenakan itu akan membuatnya tetap berkarisma sekalipun ia hanya mengenakan kaus polo dan celana jeans tetap berkarisma.

Sementara ia berdiri diambang pintu seraya sesekali melihat arloji rolex silver dan gold keluaran terbaru miliknya , hadiah pemberian dari sang ibu beberapa minggu yang lalu.

“Hanna , apa kau harus selama ini? Kau sudah menghabiskan waktu tiga puluh menit…” seru Sehun seraya melihat arloji nya.

Lalu Hanna keluar dari kamar dengan mengenakan gaun berbahan borkelat selutut berwarna hitam sederhana dia tampak elegan dan berkelas tapi sayang wajah nya terlihat murung

“aku tidak bisa memakai ini!” ujar nya dengan nada kesal seraya menunjukkan kalung di hadapan wajah Sehun

“lalu?” jawab Sehun dengan nada sedikit-menggoda

Hanna menghembuskan napas kesal lalu dia memukul lengan Sehun “lupakan! , ayo berangkat” Hanna melangkah melalui Sehun namun laki-laki itu menahan nya.

“ibu ku akan sedih jika kau tidak memakai nya” ujar Sehun , ia mengambil kalung itu ditangan Hanna.

“aku hanya bercanda” Sehun beridiri dibelakang Hanna tangan nya perlahan-lahan mengangkat rambut Hanna kemudian menyampirkannya ke bahu.

“kau tidak perlu marah” ia mulai memakaikan kalung itu dileher jenjang Hanna ketika menyelesaikan kalimat nya saat itu juga Sehun selesai memakaikan kalung untuk Hanna.

Hening …

Jantung Hanna serasa berdetak dua kali lebih cepat dari sebelumnya membuat aliran darah nya mengalir lebih cepat seiring begitu perlahan-lahan Sehun memegang bahunya.

“jangan berteriak di hadapan ku lagi . kau tahu? aku tidak menyukai nya” Sehun menghembuskan napas perlahan membuat Hanna bergidik ngeri.

Sausana canggung-dan-manis terjadi disaat yang bersamaan sebenarnya Hanna tidak menyukai nya namun ia juga tidak bisa menolak nya.

Dengan sengaja Hanna batuk supaya suasana ini bisa cepat berakhir “kita sudah terlambat” katanya seraya melepaskan tangan Sehun dibahu nya.

“kau terlihat cantik malam ini” ujar Sehun seraya berlalu melewati Hanna yang berdiri diam diambang pintu , Hanna merasa pipinya memanas semburat merah terlihat diwajahnya . dia mengalihkan pandangan nya ketika Sehun menatap nya.

“kau bilang kita sudah terlambat mengapa kau masih diam disana?”

***

Mobil Mercedes Benz hitam yang membawa Sehun dan Hanna kini sudah memasuki area parkir restauran tersebut , mobil pun sudah terpakir dengan sempurna lalu supir yang mengantarkan mereka mematikan mesin mobil tersebut.

Sementara Hanna memastikan kembali riasan di wajahnya Sehun sudah keluar terlebih dahulu dari mobil lalu membukakan pintu untuk Hanna.

Ketika Sehun membukakan pintu untuknya pikir Hanna heran ‘tidak biasanya ia bertindak manis seperti ini’.

“kau pasti heran kan , silahkan keluar nona” ujar Sehun diiringi seulas senyuman dibibir nya.

Hanna pun perlahan-lahan keluar dari mobil dan Sehun sudah siap memberikan lengan nya untuk digandeng namun Hanna memberikan respon dengan tatapan ‘hey-apa-apaan-ini’ merasa mengerti dengan tatapan Hanna , Sehun dengan paksa langsung mengambil tangan Hanna kemudian disatukan dengan jemari nya.

“Sehun apa yang kau lakukan?!”

Bukan nya menjawab pertanyaan Hanna , Sehun hanya tersenyum lalu mengajak nya untuk berjalan memasuki restaurant kelas atas ini.

Dan sekarang mereka berdua bak sepasang aktor dan artis papan atas yang akan melangkah diatas karpet merah.

Saat mereka berjalan memasuki retauran yang dipandu oleh salah seorang pegawai restaurant tersebut semua pasang mata yang sedang makan malam terpana melihat mereka dan hal ini membuat Hanna tegang , gadis itu semakin mengeratkan genggaman ya dengan Sehun.

Tidak butuh waktu lama mereka sudah berada didepan sebuah pintu , seperti nya keluarga Oh memang sengaja memesan ruangan tertutup.

“silahkan masuk Tuan dan Nona” ujar pegawai tersebut kemudian ia berlalu meninggalkan Sehun dan Hanna.

“sepertinya kau tegang nona” Tanya Sehun layaknya seorang peramal yang dapat mengetahui isi pikiran seseorang.

***

Sudah banyak waktu yang mereka lalui bersama-sama namun seberapa banyak waktu itu masih belum bisa mendeskripsikan hubungan mereka.

Pertemanan? Mereka lebih dari sekedar teman , bahkan Hanna memulai hubungan ini dengan seukir rasa ketidaksukaan . ya dia membenci Sehun kala itu namun Sehun tidak pernah menyadari nya , karena laki-laki itu selalu mengartikan bahwa setiap gadis pasti menyukainya.

Sepasang kekasih? Baik Sehun maupun Hanna tidak pernah menyatakan bahwa mereka menyukai satu sama lain atau meminta untuk menjadi ‘sepasang kekasih’ semuanya mereka lalui begitu saja seperti air yang akhirnya menemukan satu titik untuk berhenti mengalir.

Pertemuan beberapa jam tadi adalah pertemuan antar dua keluarga Hanna dan Sehun , mereka sudah memberitahu hal yang sebenarnya bahwa pernikahan ini memang hanya sebuah perjanjian yang dibatasi oleh waktu.

Sebenarnya orang tua mana yang tega menjodohkan anak mereka dikala mereka sedang tumbuh dewasa dan menikmati masa sekolah , namun permasalahan ini berbeda baik keluarga Hanna maupun Sehun memang sudah sepakat karena untuk kebaikan satu sama lain demi masa depan Hanna dan Sehun.

Pengusaha besar mana yang tidak khawatir akan masa depan anak bungsu juga perusahaan yang sudah ia bangun dengan susah payah? Anak sulung nya tidak memiliki keinginan yang cukup besar untuk melanjutkan bisnis mereka dan tersisalah Sehun , satu-satu nya keturunan keluarga Oh yang dihandalkan untuk meneruskan bisnis ini . karena Luhan sudah melanjutkan studi nya di Amerika , ia juga berencana memiliki studio alias agensi yang akan mencetak artis-artis besar di Korea Selatan.

Begitu juga dengan keluarga Kim , seiring banyaknya biaya yang dibutuhkan untuk kedua anak mereka perusahaan beliau malah dilanda kebangkrutan segala cara sudah dicoba untuk mengembalikan perusahaan itu dengan meminjam uang ke bank namun hasilnya nol dan pertolongan mereka berlabuh di keluarga Oh yang pada akhirnya membuat anak mereka harus-di-jodoh-kan.

Dan sekarang perjanjian itu sudah berakhir…

“aku turut senang karena Sehun sekarang mulai berubah , dia menjadi anak yang lebih baik dari sebelumnya” ujar ibu Sehun ,wajah nya terlihat bahagia.

lalu bagaimana rencana mu selanjut nya nak , Hanna?” Tanya Ayah Sehun kepada Hanna , gadis yang saat ini sedang duduk manis dihadapan nya sementara itu kedua orang tua Hanna saling melempar tatapan mata.

Sebelum menjawab pertanyaan Ayah Sehun , Hanna mengambil napas sejenak lalu menghembuskan nya secara perlahan…

“aku akan tetap melanjutkan pendidikan ku ke Amerika” ujar nya dengan nada yang terdengar ramah.

Ayah Sehun hanya menganggukan kepala perlahan , ia mengerti maksud ucapan anak gadis di hadapan nya ini lalu pria paruh baya itu melemparkan tatapan nya kepada anak bungsu nya , Sehun.

“bagaimana dengan kau?”

Sontak Sehun gugup ia bahkan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal

“uhm..uhm aku—aku akan mengikuti apa yang Ayah katakan”

Mendengar jawaban anak bungsu nya , sang ibu tersenyum “nak , masa depan mu ada ditangan mu. Jika kau masih belum mengetahui jalan mana yang akan kau ambil berusahalah sebaik mungkin nak , kami mengandalkan mu…”

Anak mana yang tidak tega mendengar nada memohon yang keluar dari mulut sang ibu? Yah Sehun tahu bahwa ia harus meneruskan perusahaan Ayahnya sekalipun ia tidak menyukai nya namun ia mengerti bahwa tidak ada orang tua yang akan menjerumuskan anak mereka ke jurang kegelapan .

“dan kalian boleh kembali untuk mengejar impian kalian berdua nak , karena ini semua sudah selesai…”

 

Saat  ini Sehun dan Hanna menghabiskan malam mereka di tepi sungai Han , keduanya berdiri dengan menyandar pada bagian depan mobil sambil sesekali menyeruput kopi mokacino yang masih mengepulkan asap.

Pandangan mereka menyapu hamparan air yang tenang , sama seperti perasaan mereka saat ini.

Hanna masih ingat sekali bagaimana terkejut nya dia ketika mendapati Sehun tertidur di samping nya dengan keadaan bertelanjang dada dan memakai cincin yang sama , sungguh hal itu benar-benar-diluar-fantasi nya.

Gila…

Pikirnya kala itu , dan hal yang paling mengejutkan dalam hidupnya adalah bahwa-ia-menikah- dengan-Sehun , laki-laki yang mendapatkan julukan flower boy dan playboy.

Tidak akan pernah terlupakan…

Diam-diam ia tersenyum mengingat kejadian itu , tidak terasa semuanya berlalu begitu cepat.

“apa kau tersenyum?” Tanya Sehun yang baru saja melemparkan pandangan nya kepada Hanna dan kini tatapan mereka saling bertemu.

“apa aku terlihat seperti itu?” jawab Hanna seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“jangan mengelak nona , aku tahu kau sangat senang karena kau bisa berpisah dengan ku sekarang”

Terdengar suara tawa renyah Hanna , ini pertama kalinya Sehun melihat Hanna tertawa sejak pertama kali bertemu apa sekarang Hanna benar-benar bahagia? Hal ini membuat Sehun jadi heran.

“ternyata kau handal dalam membaca pikiran…” sesekali Hanna mengusap-usap bahu nya ia juga memeluk lengan nya erat.

“ sepertinya kau kedinginan” ujar Sehun ia mendekati Hanna lalu melepaskan jas nya kemudian mengenakan nya di bahu Hanna.

“terimakasih” ucap Hanna pelan memaksa Sehun untuk mengulangkan ucapan nya sekali lagi.

“maaf tapi aku tidak mendengarnya”

“terimakasih!”

“aku tidak mendengarnya?” Sehun terkekeh seraya mendedekatkan kupingnya ke mulut Hanna

Ketika Hanna akan berteriak sekali lagi Sehun menoleh dan terciptalah kecupan manis di pipi kanan Hanna , Sehun tersenyum sesaat lalu ia tertawa karena mendapati wajah Hanna terlihat cukup polos , gadis itu sedang berusaha untuk mengembalikan kesadaran nya seraya memegang pipi kanan nya.

Tidak perlu waktu lama raut wajah Hanna terlihat murka

“apa kau selalu mencium setiap gadis yang kau temui?!”

“kau—Sehun—mengapa terus mempermainkan ku?”

“aku—tidak—suka—ketika kau mengambil ciuman pertama ku tanpa seizin ku ,kau selalu seperti ini dan itulah alasan mengapa aku selalu berteriak dihadapan mu” Hanna terlalu kesal untuk menahan emosi nya , mata nya mulai memanas dadanya terasa sesak ya—Sehun adalah orang yang mengambil ciuman pertama Hanna , namun apakah hal itu juga terjadi pada Sehun bahwa Hanna adalah ciuman pertama nya?

Mata Hanna mulai berkaca-kaca membuat Sehun tidak tega ketika melihat gadis itu menunduk menyembunyikan wajah cantiknya di balik helaian rambut nya.

“ma—maaf aku tidak bermaksud…”

“setiap kali aku melakukan hal itu , aku merasa kau menyukai nya maka dari itu aku ingin terus melakukan nya . hanya bersama mu saja…” Sehunmencoba memberikan penjelasan secara perlahan-lahan.

Raut wajah yang semula khawatir kini luntur perlahan-lahan

“ kau tahu , aku bukanlah playboy seperti yang mereka katakan . gadis-gadis itu yang mengejar ku . ku pikir tidak ada salah nya berbuat baik kepada setiap orang yang ku temui , yah hanya saja mereka salah mengasumsikan perbuatan baik ku dan kau termasuk salah satu di antara mereka yang terpengaruh oleh rumor”

Sehun terdiam sejenak , memperhatikan Hanna yang masih enggan untuk menatap nya gadis itu lebih tertarik menatap hamparan sungai dihadapan nya . berpura-pura tidak mendengar pernyataan Sehun , namun Sehun tetap terus ingin berbicara dia tidak ingin menghabiskan mala mini dengan sia-sia .

“kau bahkan tidak tahu bahwa wanita idaman ku ternyata kekasih kakak ku sendiri , Luhan”

Mendengar pernyataan Sehun , sontak Hanna tercengang lalu menatap laki-laki di samping nya itu dengan iba namun ketika Sehun kembali menatap nya Hanna mengalihkan wajahnya .

“saat itu aku merasakan dada ku begitu sesak kaki ku melemas pandangan ku mengabur tak jelas dan kepala ku pusing , aku merasakan patah hati untuk pertama kali nya”

Hening…

Kini mereka terdiam satu sama lain membiarkan hembusan angin malam meniup wajah mereka. Hanna merasa bersalah karena sudah mengasumsikan Sehun sebagai laki-laki yang tidak baik , ia sadar bahwa ia sempat terlalu bodoh untuk mempercayai kabar burung seperti itu.

“maaf”

Nada bicara Hanna terdengar pelan ada sedikit rasa penyesalan yang mengukir dihatinya , jika saja ia mempunyai keberanian yang cukup untuk mengucapkan kata maaf kepada Sehun.

Perlahan-lahan Hanna mengangkat kepalanya , ia mendapati Sehun sudah dihadapan nya tatapan mereka saling bertemu . Sehun memberanikan diri untuk memegang wajah Hanna

“Kim Hanna aku mungkin tidak sesuai dengan ……………………………………………….”

***

“Hanna-yaa aku sangat merindukan mu!” seru Chanyeol ketika mendapati Hanna berdiri diambang pintu dengan senyum mengembang.

Hanna menaruh kopernya lalu merentangkan tangan nya bersiap-siap menerima pelukan Chanyeol.

“Chanyeol-aah! Kau merindukan ku bukan?”

“sangat merindukan mu!”

Kemdian kakak beradik itu melepaskan pelukan mereka , Hanna memandangi Chanyeol dari atas sampai bawah Chanyeol terlihat berbeda .

“kau—kau berbeda??”

Chanyeol mengangguk senang kemudian menjawab pertanyaan Hanna “aku sudah menjalani terapi Dokter bilang aku akan sembuh!”

“sungguh?”

“apa aku berbohong?” Chanyeol menggembungkan pipinya , ia kesal.

“kemana?!”

“apa maksud mu?” Tanya Chanyeol heran

“rambut mie mu! , kau kemanakan?”ujar Hanna seraya menunjuk-nunjuk kepala Chanyeol

Chanyeol tertawa pelan lalu ia menjawab pertanyaan Hanna “ibu yang memotong nya , kata ibu aku terlihat tampan”

“kau harus sembuh lalu buat semua gadis jatuh hati pada mu!” ujar Hanna antusias

Chanyeol mengangguk kesenangan , ia tersenyum bahagia . Hanna likes seeing Chanyeol laugh . its  look like he is the happiest person ever. It’s like when he is happy  , the person around him will be happy too . indeed Chanyeol , happy virus.

***

Waktu berlalu…

Hari yang Hanna tunggu sudah tiba  , hari ini ia akan berangkat ke Washington DC kota dimana ia akan menimba ilmu melanjutkan pendidikan nya.

Rasa lelah , mendapatkan kantung mata , dan rambut rontok sudah ia alami karena stress yang tidak terhitungkan ini namun itu semua bukanlah akhir dari sebuah perjalanan malah Hanna baru saja memulai sebuah perjalanan , perjalanan yang tak akan terlupakan.

To  : Sehun
Hari ini aku akan berangkat pukul 11.00 
Message status : send

Itu adalah pesan singkat yang Hanna kirimkan untuk Sehun pagi tadi . pada hari yang sama juga Sehun akan mengikuti ujian masuk Universitas.

Hanna tahu itu , ia tidak mengharapkan Sehun akan datang tapi hal ini kedengaran nya cukup munafik . memang ia tidak pernah memulai sebuah hubungan dengan Sehun hanya saja ia ingin tahu keseriusan laki-laki itu untuk bertemu terakhirn kalinya.

Pemberitahuan yang berasal dari pengeras suara terdengar begitu jelas , pesawat menuju Washington Dc akan berangkat satu jam lagi di harapkan semua penumpang untuk bersiap-siap.

Dengan berat hati Hanna menarik koper nya ia tersenyum melihat Ayah , Ibu , dan Chanyeol yang berdiri seraya melambaikan tangan . gadis itu mencoba sekuat mungkin untuk tetap tersenyum dengan alasan yang sederhana karena tidak ingin membuat keluarga nya merasa khawatir , ia ingin memberitahu mereka bahwa jalan ini adalah jalan yang ia pilih untuk meraih mimpinya.

Hanna terus berjalan mundur sampai Ayah , Ibu , dan Chanyeol tidak terlihat lagi dipandangan nya lalu ia membalikkan tubuh nya untuk melalui pintu masuk keberangkatan.

 

Ketika Hanna dihadapkan oleh pilihan yang sulit diantara harus mengejar mimpinya atau tetap tinggal bersama Sehun ia memilih untuk mengejar mimpinya karena sederhana ia sangat menghargai ilmu , ilmu begitu mahal dan dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

Dan hal ini lah yang membuat Sehun sadar , jalan apa yang harus ia pilih dan ia sudah tahu apa yang akan ia lakukan dimasa depan.

 

TBC


Hi! noonatea is back! maaf sekali terlalu lama update dan sekalinya update short begini tapi tenang kok noonatea akan ngasih kejutan untuk FF ini maka dari itu untuk part ini bisa dibilang uhm sedikit .

anyway makasih banyak untuk para readers yang sudah setia menunggu FF ini terbit , sekali lagi mohon maaf karena kemarin aku hiatus .

bagaimana respon kalian tetang FF ini? yuk jangan lupa tuliskan sesuatu dikolom komentar, satu komentar sangat berarti 🙂

Advertisements

62 thoughts on “(Noonatea) What He’s My Husband – 13

  1. Hun elu kemana sih… Pujaan hati mo pergi malah kaga dateng.

    Betewe, tebakan gue di coment sebelumnya salah besar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s