(Noonatea) Happy Birthday Oh Sehun! – Sequel

-HAPPY BIRTHDAY OH SEHUN!-

this is a sequel from ‘what he’s my husband’

 

“apa?! Besok tanggal 12 April?”

Hanna terkejut ketika melihat jam digital nya menunjukan tanggal 11 April pukul 06.00 AM. Iya, besok adalah hari ulang tahun Oh Sehun dan buruknya hari ini ia masih berada di San Fransisco untuk melakukan project terakhirnya sebelum ia mengundurkan diri dari perusahaan yang membesarkan dirinya.

Hanna mengerjapkan matanya beberapa kali, ia merasa berdosa karena belum bisa menjadi istri yang baik untuk Sehun. Ya, bulan ini tepatnya tanggal 12 juga akan menjadi hari jadi pernikahan mereka yang ke enam bulan.

Hanna mengacak rambutnya kesal, dia mengutuk dirinya, bagaimana bisa dia tidak melihat skejul sebelum memutuskan untuk mengambil project ini. Oh tidak…

Tiba-tiba ponsel Hanna berdering menandakan telepon masuk, ia harap itu dari Sehun. Namun kenyataan nya

“Hello, Ms Hanna.”

“Yes, Mr Jhonson. What’s going on?” ucap Hanna gugup, ternyata yang menelpon ia di pagi buta ini adalah atasan nya.

“be ready for the next our photoshoot session with Kendall. a driver will pick you up at seven o’clock” titah Mr. Jhonson, ia memberikan penekanan di kalimatnya.

“oh… Yes Sir” mendengar nada bicara atasan nya disebrang sana Hanna tidak mampu menolak dengan terpaksa ia melaksanakan project itu.

***

Sibuk, itu adalah situasi yang harus Sehun hadapi saat ini. Dia harus menghadiri pertemuan dengan beberapa kolega nya disana sini bahkan dia sampai lupa untuk makan siang.

Sehun adalah tipikal orang yang mudah fokus terhadap suatu hal bahkan ia tidak ingat kalau Hanna belum memberinya kabar.

Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangan Sehun lantas membuatnya mengalihkan perhatiannya sesaat dari setumpuk berkas yang harus ia cek.

“Silakan masuk” Ujar sehun seraya membenarkan letak kacamatanya.

“Tuan, ini ada berkas dari perusahaan Beijing yang harus anda tanda tangani dan Ya, ini makan siang anda. Selamat menikmati” ujar seorang sekretaris, ia memberikan sebuah amplop berwarna coklat dan kotak makan siang.

“oh ya, terima kasih kalau begitu” jawab Sehun santai.

Akhirnya Sehun memutuskan untuk istirahat sejenak. Ia melepaskan kacamata yang sejak pagi bertengger di hidung nya lalu memijit pelipis nya pelan.

Ia merasakan dua hari belakangan ini terasa agak berat karena tidak ada Hanna di sisi nya. Mungkin ini terdengar berlebihan tapi di lubuk hati yang paling dalam Sehun sangat merindukan nya.

Sehun melihat ponsel nya namun tak ada sedikit pun pesan atau panggilan tidak terjawab atas nama Hanna. Terselip rasa kecewa dibenaknya namun ia juga tidak bisa berbuat banyak yang ia tau Hanna pasti sedang sibuk sehingga tidak sempat memberinya kabar.

Semakin Sehun diam semakin besar rasa rindu mencambuk hatinya. ia hiraukan perbedaan waktu antara Seoul dan San Fransisco. ia tidak peduli, pokoknya ia harus mendengar suara Hanna bahkan kalau bisa ia harus melakukan video call.

Ia lantas mengambil kembali ponsel nya, mencari nama Hanna lalu menghubungi nya.

Panggilan pertama tidak ada jawaban

Panggilan kedua pun juga tidak ada jawaban

Sehun sempat frustasi tidak mungkin Hanna hilang, ah wanita ini benar-benar mengkhawatirkan nya.

Akhirnya Sehun memutuskan untuk melakukan spam di room chat LINE mereka.

Hey, Where are you?!

I miss you dear please come back as soon as possible!

You make me crazy!

Hey!

I miss you!

Hanna!

Hanna!

Hello?!!

Karena tak kunjung mendapatkan balasan, Sehun pun menyerah. Pikiran nya sudah dipenuhi oleh Hanna bahkan ia lupa kalau esok adalah hari ulang tahun nya.

 

***

Jam dinding sudah menunjukan pukul 12.00 malam dan Sehun baru saja kembali dari kantor. Kepalanya semakin pening ketika melihat keadaan apartemen yang cukup berantakan, yah kebiasaan buruk seorang CEO muda ini belum bisa hilang.

Tanpa membersihkan tubuhnya terlebih dahulu atau setidak nya mengganti bajunya, Sehun langsung melemparkan tubuhnya ke sofa.

Sehun Jorok, kalimat itu yang selalu Hanna ucapkan jika melihat keadaan Sehun seperti ini.

Pemuda itu menghembuskan napas nya perlahan di lihat nya sekeliling apartemen ini, tampak hampa tanpa kehadiran Hanna. Ia kembali melihat layar ponsel nya, berharap Hanna membalas chat LINE nya. Namun, kenyataan nya nihil. Malah yang muncul di layar ponsel nya adalah email masuk dari beberapa situs traveling online.

Menyebalkan, ujar Sehun dalam hati.

Dia tidak bisa tinggal diam, Sehun kembali menghubungi Hanna untuk kesekian kalinya. Perlahan-lahan emosi nya memuncak, napasnya tak beraturan, dan keringatnya bercucuran. Perasaan marah, kesal, rindu berkecamuk menjadi satu seperti angin topan yang memporak-porandakan seisi kota.

Awas kau Kim Hanna!, batin Sehun kesal rasanya ia ingin memaki wanita nya ini. Kalau soal membuat Sehun khawatir, maka Hanna berada di urutan pertama.

Karena terlalu lelah, Sehun tertidur pulas tanpa mengganti kemeja kerja nya dengan kaos polo yang dapat membuat tidur nya lebih nyaman.

 

***

Sinar mentari menyilaukan mata seorang pemuda berkulit pucat yang tengah tertidur lelap hingga akhirnya ia terbangun.

Tunggu,

Mengapa Sehun terbangun diatas ranjang dengan mengenakan kaos polo berwarna putih dan celana tidur nya.

Tidak, tidak mungkin, Pikir Sehun. Seingatnya ia bukanlah seorang sleep walker. Lalu, siapa yang memindahkan nya ke dalam kamar? Ah hantu? Tidak mungkin di apartemen ini tidak ada hantu. Sehun  mengerjapkan matanya beberapa kali seraya berpikir tetapi aroma soup rumput laut mengusik pikiran nya membuat nya beranjak dari tempat tidur dan mencari tau darimana asal aroma itu.

Sehun berjalan meninggalkan kamar, ia melihat ruang tamu dengan seksama kini keadaan nya sudah rapi dan bersih bahkan bunga mawar merah dan baby’s breath sudah terpajang cantik didalam vas.

Ia menerka-nerka siapa yang melakukan ini semua? Tidak mungkin Hanna,  wanita itu masih sibuk mengurusi pekerjaan nya di negeri paman Sam.

Pemuda itu membiarkan rasa penasaran terus mengusik hati dan pikiran nya, ia kembali melanjutkan langkah nya ke dapur yang saat ini keadaan nya jauh lebih baik dari sebelum nya.

Tidak ada tanda-tanda seseorang di dapur, yang ada hanyalah semangkuk soup rumput laut diatas meja yang masih mengepulkan asap kehangatan.

Sehun memutuskan untuk duduk di kursi meja makan, ia menatap semangkuk soup rumput laut itu heran.

Siapa yang ulang tahun? Batin nya menerka-nerka. Di lihat nya jam digital diatas meja bar yang menunjukkan pukul 06.30 AM tanggal 12 April.

“astaga ternyata aku berulang tahun hari ini? Hey, tapi ini adalah ulang tahun teraneh yang pernah ku miliki. ah menyebalkan” Sehun bermonolog, ia kesal jika harus menerima kenyataan bahwa ulang tahun nya tidak sesuai dengan ekspetasinya.

Ia diam sejenak, Sehun masih tidak mengerti apa yang terjadi pada nya pagi ini namun tiba-tiba seseorang memeluknya erat dari belakang.

“Happy Birthday Oh Sehun!”

Ia tahu siapa pemilik suara ini, dan siapa pemilik tangan yang saat ini melingkar erat di bahu nya.

Sehun menghela napas panjang, ia hendak memaki-maki wanita ini namun rasa rindu mengalahkan semua kekesalan yang sejak kemarin ia pendam.

“Hanna…” ujar Sehun dengan nada datar, ia sengaja tidak membalikan tubuh nya untuk menghadap Hanna.

Hanna mengecup pipi Sehun sekilas, lalu ia menarik kursi di samping Sehun.

“kau tidak terkejut?” kata Hanna, mimik wajah nya datar namun kedua matanya menyiratkan kesedihan. Ia merasa bahwa kejutan nya untuk Sehun adalah hal yang sia-sia…

Sehun hanya menganggukan kepalanya lantas membuat Hanna menghela napas, Well  ia cukup kecewa.

“aku tau kau pasti akan marah kepada ku, baiklah aku sudah siap kau maki tapi aku sudah beru– …” Sehun membuat Hanna diam seribu bahasa, ia mengunci rapat-rapat bibir Hanna dengan milik nya.

Yang Hanna tau saat ini, pria di hadapan nya menciumnya begitu dalam. Dia bahkan tidak bisa bernapas karena itu terlalu mendadak dan Hanna belum melakukan persiapan apapun tapi tangan kiri Sehun menyentuh pinggang Hanna sementara tangan lain nya menyentuh pipi Hanna ciuman Sehun membuat Hanna lupa akan segalanya.

It was a long-heated kiss tapi Sehun harus sadar kapan mereka harus berhenti meskipun Sehun menginginkan lebih dari ini.

“kau sangat menyebalkan” bisik Sehun seraya mengambil napas dahi mereka menempel dan tatapan mereka bertemu satu sama lain.

Hanna tertawa kecil.

“kau tertawa? Hey bahkan ini sangat amat tidak lucu” ujar Sehun.

“Happy Birthday Sehun…”  Hanna menyentuh wajah Sehun dengan jemari nya seraya tersenyum lembut menatap Sehun.

“I love you Sehun”

ini adalah pertama kalinya Hanna mengatakan ‘i love you’ kepada Sehun. Biasanya ia hanya akan mengatakan ‘too’ tanpa embel-embel kalimat romantis lain nya tapi kali ini Hanna mengatakan langsung kepadanya dan Sehun suka itu.

Sehun mencium nya kembali, ia tidak bisa menahan untuk lebih lama lagi. Sehun hanya ingin melakukan ini selamanya ia percaya bahwa tindakan berbicara lebih keras dibandingkan perkataan dan ciuman nya yang mengatakan itu semua. Seberapa banyak Sehun mencintainya, Seberapa banyak Sehun menginginkanya, Seberapa banyak Sehun merindukanya.

“Hanna…”

“Hm…”

“malam ini… jadilah hadiah ku”

Sehun menginginkanya. sontak, Hanna melepaskan ciuman mereka lalu menjauhkan tubuhnya dari Sehun lantas membuat pria di hadapan nya ini terkejut

“hey… lalu bagaimana nasib janin di kandungan ku jika kau menginginkan ku malam ini?” Hanna keceplosan cepat-cepat ia menutup mulutnya.

“maksudmu?” Sehun mengernyitkan alisnya, ia benar-benar tidak mengerti dengan peryataan Hanna.

“a…a…ada Sehun kecil didalam perut ku” ucap Hanna malu-malu hingga pipi nya mengeluarkan semburat merah.

Tiba-tiba, Sehun memeluk Hanna dengan erat bahkan sangat erat seperti ia akan kehilangan Hanna di hari esok, ia tidak mau melepaskan wanita ini sampai kapan pun.

“terima kasih, kau yang terbaik” bisik Sehun ditengah-tengah pelukan mereka.

 

This is the best brithday present ever for Sehun, Hanna will always be his number one, his best, his dearest, and his world.

 

FIN


Hello! Noonatea is back.

maaf sudah membuat kalian menunggu lama. untuk yang masih setia terima kasih untuk yang sudah pergi cepat kembali ya!

kesal gak? telat ya? gapapa kan? pokoknya Happy belated birthday buat Sehun.

Advertisements

8 thoughts on “(Noonatea) Happy Birthday Oh Sehun! – Sequel

  1. Akhirnya ada squelnya juga, mereka romantis banget 😆 greget bacanya
    Daebak eon, oke aku tunggu ff tentang sehun yang lain ya 😘

  2. kyaaa romantis adududuhhhhh haha aku kira siapa yang dateng taunya hanna aku ngiranya hana bakalan dateng besoknya kan dia ada photoshoot,tapi ternyata dia ngasih kejutan buat sehun apalagi kadonya sehun kecil pasti bahagia banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s