[Tulisan Saya] A Long Way To Go #ReviewZenius

A Long Way To Go

Perjalanan hidup saya masih panjang

Bermakna atau tidak

Semua itu bergantung pada bagaimana saya melalui hari demi harinya

Dan melalui tulisan ini saya akan bercerita…

I lost, I felt numb, so…

Tulisan ini saya buat ketika saya sedang kehilangan arah, saya tidak tau apa yang membuat semangat belajar saya hilang begitu saja. Rutinitas jadi tak karuan dan saya kebingungan.

Suasana Meja belajar sudah saya ganti dengan taplak berwarna putih, berharap jika hal yang saya lakukan dapat mengembalikan semangat belajar saya namun sepertinya saya masih di tempat yang sama, ah entahlah saya sedang ada dimana.

Setidaknya ada satu kotak CD Zenius disini. meskipun saya sedang kebingungan seperti ini, duduk di depan meja belajar, memandangi tulisan para tutor menghiasi layar laptop saya, dan mendengarkan bagaimana mereka menjelaskan materi secara menggebu-gebu membuat saya tersenyum.

Jika kalian berpikir bahwa saya adalah gadis yang cerdas, maka kalian salah. Bahkan Saya jauh dari itu, Menyelesaikan soal Matematika kelas 10 pun saya kesulitan, saya harus terus mengulang materi, tak jarang saya kembali membuka materi kelas 10 hanya untuk memahami apa itu persamaan kuadrat atau pertidaksamaan kuadrat.

Untungnya, Zenius selalu ada untuk membantu saya memahami sebuah materi

Berangkat dari rasa stress yang menyebalkan, saya mulai mengubah pola pikir saya ketika memahami sebuah materi pelajaran. Layaknya memahami seseorang, memahami sebuah materi pelajaran juga diperlukan kesabaran.

Jujur, saya adalah tipikal orang yang tidak sabaran, intinya saya ingin cepat-cepat bisa tapi itu tidak mungkin kan? Sampai akhirnya beberapa Video di Zenius Learning dan salah satu Video TEDx Talks membuat saya mengerti kalau belajar itu bukan sekedar memahami materi lalu bisa mengerjakan soal-soal kemudian dapat nilai bagus.

Bukan, belajar bukan seperti itu. Saya sedang di fase gap year, belajar hanya dengan bermodalkan sekotak Zenius (itu pun tidak mudah untuk mendapatkan nya) kalaupun saya bisa mengerjakan seluruh soal Matematika dengan baik, siapa yang akan memberikan saya nilai bagus?

Iya, siapa?

Tidak ada kan?

Meskipun tidak ada yang memberikan saya nilai bagus layaknya di sekolah dulu, saya harus tetap belajar karena target saya saat ini bukanlah nilai bagus tetapi target saya adalah Lolos Ujian Perguruan Tinggi Negeri.

Seiring berjalan nya waktu saya mulai sabar memahami sebuah Materi, apapun itu, suka tidak suka harus saya hadapi dengan sabar karena terkadang jalan yang saya lalui tidak semulus jalan tol Cipali.

Berawal dari tidak bisa menyelesaikan satu soal Matematika, sekarang sedikit demi sedikit saya bisa mengerjakan nya meskipun tidak semua bab dapat saya kuasai dengan baik. Terkadang kita harus realistis, sekalipun kita mampu mengejar suatu hal tapi bukan berarti kita akan mendapatkan nya.

Karena kita tidak dapat mengendalikan sesuatu di luar diri kita tapi hei, kita masih bisa mengendalikan diri kita

Beberapa Materi Matdas dapat saya kuasai dengan cukup baik, oh ada peningkatan berarti. Lalu bagaimana dengan sisanya? Sisanya saya biarkan begitu saja, bukan berarti saya menganggap mereka tidak penting tapi ada prioritas lain disini, masih banyak Materi yang sedang menunggu untuk saya kuasai.

Kemampuan saya meningkat, kini mengerjakan soal matematika terasa menyenangkan

Untuk sampai ke tujuan kita membutuhkan peta. Peta disini adalah berupa Jadwal belajar, beruntungnya Zenius membantu saya untuk membuat Jadwal yang efektif. Suatu Jadwal yang tidak berorientasi pada waktu namun berorientasi pada target.

Jadwal dibuat, saya pun semakin giat, dan bersemangat.

Karena belajar saya jadi menemukan banyak hal. Tadinya saya berkeinginan untuk mendapatkan jurusan Hubungan Internasional tapi setelah di pikir-pikir saya tidak punya tujuan yang kuat mengapa saya harus mempelajari Ilmu Hubungan Internasional yang katanya Jurusan bergengsi dari ranah Sosial dan Humanoria itu.

If there’s no why, then you’re not live your life

Yang tadinya berpikir dangkal, dengan bantuan salah satu artikel di Zenius Blog saya mulai hati-hati dalam memilih jurusan karena kalau salah jurusan, sia-sia lah waktu yang saya gunakan selama ini. Memilih Jurusan pun menjadi proses yang krusial bagi saya, bahkan saya sempat berpikir untuk mengambil Kedokteran tapi setelah melalui proses pemikiran secara sadar dan panjang…

Saya memang Alumni IPA tetapi saya SOSHUM enthusiast

Demi menunjang masa depan, saya mulai banyak membaca artikel entah di Zenius Blog atau di Wikipedia. Intinya, rasa penasaran akan pengetahuan harus cepat-cepat di salurkan hingga akhirnya saya tertarik untuk mempelajari Ilmu Ekonomi.

Mungkin kalian akan beranggapan bahwa dengan memilih Jurusan Ilmu Ekonomi mencari pekerjaan jadi lebih mudah, awalnya saya juga berpikir demikian tapi percayalah Ilmu Ekonomi bukan hanya itu. dengan di temani Zenius, pelajaran Ekonomi bukan hanya sekedar menghitung uang yang tidak tau keberadaan nya ada dimana tapi saya mengetahui bagaimana Ekonomi berperan penting dalam kelangsungan hidup umat manusia.

Intinya semua ilmu pengetahuan berperan penting dalam kelangsungan hidup umat manusia

Bagi saya, menyesuaikan diri dengan suara Tutor Zenius tidaklah mudah karena kembali lagi, Zenius adalah Media Pembelajaran Online, hanya ada Tulisan dan Suara.

Tapi saya tidak bisa terus-menerus menghindari hal-hal yang saya tidak sukai, mau gak mau saya harus beradaptasi dengan keadaan demi kelangsungan hidup sebagai Pejuang PTN. Akibat terlalu nyaman di Zona Aman, contohnya seperti hanya mempelajari materi  dan suara tutor yang saya suka, saya jadi mengabaikan pelajaran yang lain, ujung-ujungnya saya gagal di pertempuran SBMPTN tahun lalu.

Keluar dari Zona Nyaman pun menjadi keharusan.

***

Gap Year

Mengambil keputusan untuk menunda kuliah selama satu tahun bukanlah hal yang mudah pada awalnya, saya melalui proses krusial untuk sampai di titik ini.

Uang yang tadinya akan di gunakan untuk biaya kuliah, saya alihkan untuk membeli produk Zenius, salah satu produk yang saya idamkan sejak kelas 11 namun saya harus gagal dalam pertarungan SBMPTN dahulu untuk mendapatkan nya, Akhirnya kotak berwarna hitam dengan gambar dunia itu tiba dirumah saya.

Perjalanan Gap Year pun di mulai.

Saya pikir, selama satu tahun ini saya akan kebingungan menghabiskan waktu tidak ada sekolah, tidak ada teman, dan saya harus berjuang sendirian.

tapi setelah mengaktifkan voucher Zenius Club, salah satu keistimewaan jika membeli produk satu set CD Zenius, saya bertemu dengan banyak teman seperjuangan dari berbagai macam daerah melalui sosial media.

Melalui grup chat, kami berbagi cerita dan membahas soal-soal SBMPTN, tak jarang kalau sudah bosan belajar ujung-ujungnya kami saling curhat atau bercanda.

Sebelum memutuskan untuk Gap Year, saya lebih sering menghabiskan waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat seperti seharian tiduran, berkutat dengan gadget, atau menonton TV. Bukan nya bahagia saya malah merasa berdosa.

Seperti yang sudah saya ceritakan tadi bahwa saya bukanlah orang yang penyabar, saat masih berada di Zona Nyaman kalau ada soal yang tidak bisa saya kuasai malah saya tinggal tidur padahal saya tau bahwa saya ingin lulus SBMPTN tapi apalah daya keinginan tanpa kemauan, saat itu hidup saya kebanyakan excuse.

Hari demi hari saya dengarkan wejangan bang Sabda di Video Zenius Learning, banyak hal yang memaksa saya untuk keluar dari zona nyaman, setelah perlahan-lahan berusaha untuk keluar saya merasa tercengang dengan diri saya sendiri.

That I’m capable enough of doing things that i have never done before

Belajar tak lagi menjadi sebuah paksaan, namun suatu keharusan karena saya mau melakukan nya, kalian bisa membaca artikelnya disini. Hebatnya, Zenius membuat orang pemalas seperti saya mampu duduk berjam-jam di depan meja belajar hanya untuk menyelesaikan soal demi soal.

saya bahkan sempat mentertawakan diri saya sendiri kenapa selama tiga tahun bersekolah di tingkat SMA saya tidak dapat memahami pelajaran matematika kelas 10, jadi apa yang saya lakukan selama ini?

Ah entahlah, intinya masa sekolah SMA saya sudah berlalu dan saya tidak mau mengenangnya.

Meskipun saya mampu menjawab soal demi soal, tapi tetap ada saja materi yang tidak saya mengerti, ujung-ujungnya kalau sudah mentok saya membuka video pembahasan. Kalau masih belum ngerti, Video nya bisa di ulang-ulang sampe ngerti tanpa takut dimarahin sama yang ngajar, gak kayak di sekolah dulu biasanya kalau gak ngerti saya akan pura-pura ngerti.

Balik lagi, meskipun saya sudah memiliki sekotak Xpedia disisi saya bukan berarti saya dapat menggapai mimpi saya dengan mudah. Zenius memang banyak membantu saya tapi masih ada diri saya yang harus berjuang disini.

Alasan saya menulis ini adalah untuk mengingat-ingat bagaimana saya bisa sampai di titik ini, beberapa hari belakangan ini saya sedang dilanda rasa malas berkepanjangan. Ibarat Nahkoda, sepertinya perahu yang saya kemudi sedang dilanda ombak besar.

Kalau saya menyerah, bagaimana jadinya?

Tulisan ini sekaligus menjadi kilas balik untuk saya sendiri, bagaimana usaha saya mendapatkan Xpedia, bagaimana usaha saya memahami materi demi materi, bagaimana usaha saya menjawab soal demi soal hingga mengabaikan rasa kantuk dan lapar.

Dan saat ini saya sadar bahwa saya masih harus berjuang lagi, karena sekian harga yang sudah saya bayar saat ini masih belum cukup bahkan jauh dari kata cukup untuk mendapatkan satu kursi di Jurusan dan PTN Impian.

Zenius bukan hanya sekedar media pembelajaran namun Zenius juga menginspirasi penggunanya untuk menjadi lebih baik dari sebelumya karena belajar bukan hanya sekedar mendapatkan nilai bagus tetapi juga merubah kebiasaan dan banyak hal.

If you want to achieve your goals, don’t focus on them

Terima Kasih

 

Ps: saya juga pernah menulis review zenius sebelumnya, silahkan klik disini

Sumber Link Terkait:

https://www.zenius.net/cg/81/zenius-learning

https://www.zenius.net/blog/13061/jadwal-belajar-sbmptn

https://www.zenius.net/blog/13642/untuk-apa-belajar

https://www.zenius.net/blog/3984/memilih-jurusan-kuliah-pendaftaran-sbmptn

https://www.youtube.com/user/TEDxTalks

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s