(Noonatea) Happy Birthday Oh Sehun! – Sequel

-HAPPY BIRTHDAY OH SEHUN!-

this is a sequel from ‘what he’s my husband’

 

“apa?! Besok tanggal 12 April?”

Hanna terkejut ketika melihat jam digital nya menunjukan tanggal 11 April pukul 06.00 AM. Iya, besok adalah hari ulang tahun Oh Sehun dan buruknya hari ini ia masih berada di San Fransisco untuk melakukan project terakhirnya sebelum ia mengundurkan diri dari perusahaan yang membesarkan dirinya.

Hanna mengerjapkan matanya beberapa kali, ia merasa berdosa karena belum bisa menjadi istri yang baik untuk Sehun. Ya, bulan ini tepatnya tanggal 12 juga akan menjadi hari jadi pernikahan mereka yang ke enam bulan.

Hanna mengacak rambutnya kesal, dia mengutuk dirinya, bagaimana bisa dia tidak melihat skejul sebelum memutuskan untuk mengambil project ini. Oh tidak…

Continue reading

[Noonatea] I’m Pregnant (Actor and I Sequel)

Wanita itu terus mengeluh setiap posisi tidurnya benar-benar membuat nya hampir frustasi wajar saja karena ini pertama kali baginya .

“Luhan aku tidak bisa tidur ini sakit” Keluh Hyeonju sambil menggoyangkan tubuh suami nya yang tertidur pulas di samping nya.

pemuda itu pun tidak tega melihat sang istri yang tidak bisa tidur nyenyak akhir-akhir ini lingkaran mata nya pun semakin terlihat wajah nya yang seperti bayi berangsur-angsur memudar namun Hyeonju tetap cantik dimata Luhan.

“apa yang harus aku lakukan?” Jawab Luhan sambil mengusap kedua matanya.

bagi Luhan ini benar-benar mengganggu baru saja tiga jam yang lalu ia pulang bekerja dan sekarang ia terbangun pukul dua dini hari karena Hyeonju terus mengeluh.

“peluk aku” minta Hyeonju manja.

Luhan mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Hyeonju , mereka tidak bisa berpelukan begitu dekat sekarang karena di perut Hyeonju terdapat malaikat kecil yang akan meramaikan suasana apartemen ini , Hyeonju hamil dan usia kandungan nya sudah enam bulan.

“apakah masih sakit?” tanya Luhan sambil membelai rambut Hyeonju.

“tidak” jawab Hyeonju

“baiklah sekarang kita tidur oke ” pinta Luhan , lalu pemuda itu membawa Hyeonju terlelap kedalam pelukan nya .

Hyeonju menidurkan kepalanya di dada Luhan dan Luhan dengan senang hati mencium rambutnya yang wangi seperti strawberry wangi itu sangat akrab dengan indra penciuman Luhan , bagaimana tidak hampir setiap hari dia menciumi pala Hyeonju dan tidak lupa perut Hyeonju.

sinar matahari melalui celah ventilasi membangun kan mereka , Luhan mengerjapkan matanya sambil menutup matanya dengan tangan nya sementara Hyeonju masih tertidur pulas di pelukan Luhan .

tangan Luhan yang satunya menjadi bantalan Hyeonju yang masih terlelap di dalam mimpinya , Hyeonju terlihat sangat lelah bahkan lebih lelah dari Luhan . tubuh kecil nya harus membawa malaikat kecil di dalam perutnya pergi kemana-mana .

Luhan terdiam memerhatikan Hyeonju , Hyeonju adalah kebahagiaan nya dia adalah orang yang Luhan lihat pertama kali saat bangun tidur dan orang yang Luhan lihat terkahir kali saat kembali tidur.

kejadian delapan bulan yang lalu benar-benar seperti lelucon , ketika pernikahan ini hanyalah palsu belaka namun pada akhirnya tidak bisa dipungkiri kalau mereka saling mencintai satu sama lain.

Luhan menyentuh hidung Hyeonju , mengelus pipinya yang chubby sebelum akhirnya memasukkan satu jari Luhan kedalam lubang hidung Hyeonju , Luhan benar-benar konyol.

usaha nya pun berhasil Hyeonju terbangun sambil menyipitkan matanya

“selamat pagi istri ku” sapa Luhan sambil tersenyum

Hyeonju hanya melenguh merentangkan tangan nya

“kau menyebalkan , selamat pagi suami ku” Hyeonju pun tersenyum lalu mencubit pipi Luhan.

pagi yang sangat indah

hari ini Luhan tidak ada jadwal shooting jadi dia bisa menemai Hyeonju kemana pun Hyeonju mau.

-I’m Pregnant-

Hyeonju tidak meminta Luhan menemani nya jalan-jalan keluar rumah karena itu melelahkan , Hyeonju hanya meminta Luhan menemani nya menonton film dirumah . menurut Hyeonju ini hal yang lebih mengasyikan

Hyeonju menyandarkan kepala nya di dada Luhan sementara tangan Luhan tiada henti mengelus-elus perut Hyeonju yang semakin hari membuncit

“apa dia bersikap baik padamu?” tanya Luhan

“tentu tapi terkadang dia menendang-nendang ini sakit Luhan mungkin jika sudah besar nanti dia akan hobby bermain sepak bola seperti mu” keluh Hyeonju sambil mengerucutkan bibirnya

Luhan hanya tertawa kecil lalu mencubit pipi isrtrinya yang chubby itu .

Hyeonju benar-benar pribadi yang berbeda dia memang sering mengeluh ini dan itu namun disisi lain Hyeonju bisa menjadi seorang wanita yang benar-benar berkharisma .

bagi Luhan , Hyeonju adalah tempat bersandar yang paling nyaman ketika Luhan disibukkan dengan schedule shooting yang tiada habis nya.

Hyeonju seperti sebuah energi bagi Luhan  dan Luhan pun seperti energi bagi Hyeonju.

semenjak kehamilan Hyeonju Luhan menjadi seseorang yang benar-benar perhatian dia tidak pernah membuat Hyeonju menunggu nya pulang hingga larut malam , Luhan selalu memperhatikan pola makan Hyeonju ya hal itu harus benar-benar di perhatikan karena Hyeonju adalah orang yang ceroboh dan terkadang semaunya sendiri .

semenjak hamil Hyeonju lebih sensitif dia sering kali murung karena melihat Luhan melakukan adegan mesra bersama wanita selain dirinya tapi Hyeonju sadar itu adalah bagian dari pekerjaan Luhan dan suami nya harus professional sebagai aktor yang baik begitu juga Hyeonju dia harus memberi Luhan dukungan . bukankah menjadi sepasang suami istri itu hal yang wajib untuk saling memberi dukungan dan saling melengkapi satu sama lain?

-I’m Pregnant-

“Luhan apa kau sibuk bisa kah kau pulang sekarang?”

suara Hyeonju terdengar panik apa yang terjadi dengan dia? apa dia baik-baik saja?

Luhan saat ini sedang mengadakan shooting untuk variety show namun Hyeonju menelpon nya secara tiba-tiba dan buruknya Luhan tidak bisa pulang sekarang juga mungkin satu atau dua jam lagi ia bisa kembali ke rumah.

Luhan terpaksa meminta asisten nya pergi ke apartemen nya untuk mengecek keadaan Hyeonju apa dia baik-baik saja atau tidak

ini benar-benar membuat Luhan khawatir sepanjang shooting pun dia tidak konsentrasi dia terus memikirkan Hyeonju dan menunggu kabar dari asisten namun asisten Luhan belum juga kembali.

setelah shooting selesai akhirnya asisten Luhan kembali , ini cukup lama dan membuat Luhan agak curiga.

“apa yang terjadi dengan Hyeonju? apa dia baik-baik saja?” tanya Luhan panik.

“sebaiknya kau pulang sekarang Luhan-ssi , Hyeonju-ssi benar-benar membutuhkan mu” jawab asisten enteng sambil mengembalikkan kunci mobil Luhan.

dari nada bicaranya seperti tidak terjadi apa-apa oleh Hyeonju , ah wanita itu pasti hanya mengerjai nya agar Luhan kembali ke rumah dengan cepat.

Hyeonju benar-benar konyol…

-I’m Pregnant-

Luhan sampai di apartemen ia masuk dengan terburu-buru penasaran apakah keadaan istrinya baik-baik saja? dan itu benar Hyeonju baik-baik saja bahkan dia sedang sibuk menghias cupcake yang ia buat .

Luhan bernafas lega , Hyeonju benar-benar…

“kau sudah datang? mengapa lama?” Tanya Hyeonju sambil menjilati jarinya yang terkena krim cake.

“Hyeonju kau benar-benar membuat ku panik” Luhan berlari lalu memeluknya.

Hyeonju terdiam karena tindakan Luhan yang tiba-tiba membuat nya kaget

Hyeonju terkekeh melihat keadaan suaminya yang hampir frustasi.

“ku kira kau akan melahirkan hari ini”

“Luhan pabo usia kandungan ku baru memasuki tujuh bulan” Hyeonju terkekeh lalu mencubit gemas pipi Luhan.

akhir-akhir ini Hyeonju suka sekali memasak atau membuat cake , Luhan semakin nyaman dirumah karena dirinya .

walaupun saat ini tubuh Hyeonju terlihat seperti ahjumma yang berjualan tteoppokki di pinggir jalan dan wajah nya yang terlihat agak menua karena kehamilan nya namun Hyeonju tetap cantik dimata Luhan apapun itu .

bukan kah nanti setelah melahirkan malaikat kecil ini Hyeonju akan kembali seperti semula? untuk apa Luhan takut tentang hal itu . Luhan memang suami yang baik.

Hyeonju sudah selesai dengan cupcake nya lalu ia mengajak Luhan untuk duduk di balkon menikmati pemandangan kota Seoul di sore hari , menikmati sunset yang akhir-akhir ini jarang sekali Hyeonju nikmati bersama Luhan.

“apakah cake nya enak?” tanya Hyeonju sambil memerhatikan Luhan.

“tentu , semua makanan yang dibuat oleh tangan mu selalu enak Hyeonju” jawab Luhan sambil tersenyum.

Hyeonju juga ikut menikmati cupcake buatan nya , Hyeonju benar-benar seperti anak kecil dia memakan cake nya berantakan krim nya mengotori bibir kecil nya dan ini membuat Luhan tertawa tiada henti.

Hyeonju melihat nya heran ,wanita itu mengerucutkan bibirnya .

“apa?” tanya Hyeonju kesal.

Luhan menjawab nya hanya dengan menggelengkan kepalanya . lalu Luhan mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Hyeonju menyatukan dahi mereka hingga hidung mereka bersentuhan. Hyeonju terdiam dengan apa yang di lakukan Luhan tentu Hyeonju tau Luhan akan berbuat apa.

perlahan-lahan Luhan memiringkan kepalanya memudahkan aksesnya untuk membersihkan krim yang mengotori bibir kecil Hyeonju bukan lebih tepatnya Luhan ingin mencium Hyeonju , ciuman yang selama ini ia rindukan.

Luhan menghapus setiap inci yang memisahkan mereka hingga akhirnya bibir mereka saling bertemu satu sama lain , Luhan melumat bibir Hyeonju merasakan rasa manis krim yang mengotori bibir Hyeonju.

Hyeonju memejamkan matanya membalas ciuman Luhan , mereka benar-benar menikmati nya saat ini .

mereka berciuman cukup lama , hingga akhirnya Hyeonju melepaskan ciuman tersebut dan mengambil oksigen sebanyak-banyak nya.

Luhan benar-benar membuatnya meleleh , Luhan tau dimana letak kelemahan Hyeonju

dengan seketika wajah Hyeonju berubah seperti kepiting rebus ditambah lagi efek sinar matahari yang akan terbenam sore ini .

” aku mencintai mu dengan sepenuh hati ku dengan segala kekurangan dan kelebihan ku Kim Hyeonju” Luhan tersenyum membelai halus pipi Hyeonju .

” aku juga mencintai mu sepenuh hati ku dengan segala kekurangan dan kelebihan ku , terimakasih Xi Luhan ” Hyeonju tersenyum menatap penuh arti mata Luhan.

Luhan mencium dahi Hyeonju lalu memeluknya dengan sangat erat seolah-olah mengklaim bahwa Hyeonju hanya miliknya seorang.

-I’m Pregnant-

Luhan benar-benar sibuk dengan jadwal nya akhir-akhir ini dan usia kandungan Hyeonju pun memasuki yang kesembilan itu tandanya tidak banyak lagi waktu yang tersisa untuk menunggu kelahiran sang malaikat kecil.

Luhan menyempatkan diri di jadwalnya yang padat untuk  pulang kerumah dan makan siang bersama Hyeonju .

Hyeonju terlihat tidak selera menikmati makan siangnya , wajahnya pun semakin menua lingkar hitam matanya semakin terlihat ia susah tidur akhir-akhir ini kakinya pun juga agak bengkak membuat nya susah berjalan . Luhan benar-benar tidak tega melihat Hyeonju terlebih lagi Luhan jarang ada di rumah akhir-akhir ini tentu dia sangat khawatir dengan Hyeonju.

“apakah kau bisa menemani ku selama persalinan nanti? tidak ada yang bisa memprediksi kapan aku akan melahirkan” Hyeonju membuka pembicaran sambil menumpu dagunya dengan satu tangan nya menatap Luhan dengan tatapan yang lurus.

Luhan menunduk diam dia tidak tau harus menjawab pertanyaan Hyeonju seperti apa , jika Luhan mengatakan bisa namun nanti kenyataan nya lagi-lagi dia harus disibukkan dengan jadwal shooting tentu akan membuat Hyeonju kecewa bukan?

” maafkan aku Hyeonju aku masih tidak tau “

” baiklah , lanjutkan makan siang mu bukan kah kau banyak jadwal hari ini? ” Hyeonju tersenyum pahit , matanya berkaca-kaca .

ia takut jika Luhan tidak menemani nya selama persalinan , bukan kah mengetahui proses sang istri melahirkan adalah hal yang indah? itu  akan membuat Luhan tau .

Mengandung itu sakit terkadang semuanya menjadi serba salah , tidur yang seharusnya menjadi hal yang menenangkan terkadang menjadi hal yang hampir membuat Hyeonju frustasi.

terkadang dia harus merasakan sakit di perutnya karena si jabang bayi terus menendang-nendang.

namun walaupun hal itu menyakitkan tidak bisa dipungkiri bahwa mengandung dan melahirkan menjadi kebangaan para wanita di dunia ini , ah mungkin tidak juga tapi bukan kah yang bisa melahirkan hanya seorang wanita? tentu semua orang tau akan hal itu bahkan jika kau bertanya dengan orang gila dia pun tau jawaban nya.

walapun itu sakit , walaupun Hyeonju sering mengeluh karena hal itu namun mengandung adalah suatu kebangaan untuknya , dia akan menjadi seorang ibu .

hanya satu kata yang sangat indah di dunia ini yaitu ‘ ibu ‘ .

-I’m Pregnant-

pemuda itu terus merekatkan tangan nya satu sama lain , dia menundukan kepalanya berharap semua yang terbaik dari Tuhan .

sementara itu Hyeonju terus berusah mengeluarkan semua tenaganya , tubuh nya yang kecil pun sudah tidak kuat lagi namun ini adalah tanggung jawab nya.

Luhan yang sedang menunggu di depan ruang persalinan pun terlihat panik , pemuda itu khawatir dengan keadaan Hyeonju , Luhan terus berdo’a berharap semuanya berjalan dengan baik , berharap Hyeonju dan juga bayi nya selamat.

setelah beberapa menit kemudia terdengar suara tangisan bayi , Luhan bernafas lega ia menangis terharu  Luhan menjadi seorang ayah .

tak lama kemudian keluar lah dokter yang menangani persalinan Hyeonju

“selamat Luhan-ssi istri mu selamat dan bayi mu perempuan” kata sang dokter sambil menepuk bahu Luhan dan tersenyum

Luhan memberi hormat padanya , Luhan sangat bahagia

“terimakasih banyak dokter Jung”

dokter Jung pun tersenyum lalu berlalu meninggalkan Luhan

Luhan memasuki ruang persalinan dia melihat Hyeonju dengan pelu yang mebasahi dahinya , tubuhnya kembali mengecil rambut nya basah karena keringat .

Luhan menghampiri Hyeonju yang masih belum sadar , Hyeonju terlalu lelah Luhan tau itu.

Luhan mencium dahi Hyeonju yang dibasahi oleh keringat membisikkan sebuah kata

“terimakasih” Luhan pun tersenyum

Hyeonju membuka matanya melihat sosok pria yang sudah tidak asing lagi baginya , Hyeonju tersenyum

“Luhan kita akan menjadi orang tua”

mereka menangis terharu , ini benar-benar hal yang mengharukan sekaligus sangat membahagiakan.

setelah para suster selesai dengan tugas nya mereka memberikan bayi perempuan itu kepada orang tua nya  , Hyeonju dan Luhan.

“untung lah dia perempuan jadi dia tidak akan menuruni hobby mu yang bermain sepak bola” Hyeonju terkekeh sambil menggendong malaikat kecil nya.

“hallo , ini ayah mu yang tampan dan ini ibu mu yang cantik selamat datang di dunia” sapa Luhan kepada bayinya yang masih memejamkan mata.

Luhan dan Hyeonju tersenyum menatap satu sama lain.

“akan kita beri nama apa dia ?” tanya Hyeonju

Luhan menunpukkan dagu nya dengan satu tangan nya dia berpikir sejenak

“bagaiamana jika Xi Jeong Hyeon” jawab Luhan.

“apa artinya? itu terdengar seperi nama laki-laki Luhan kau tau JongHyeon SHINee bukan?” Hyeonju mencibir

ya dia benar nama anak nya seperti nama anak laki-laki

“karena Xi nama keluarga ku , Jeong itu artinya suci dan Hyeon tentu namamu” jawab Luhan sambil mengerucutkan bibirnya.

Hyeonju hanya terkekeh dengan tingkah laku suaminya

“ya ya baiklah , nama anak kita Xi Jeong Hyeon nama yang bagus” Hyeonju tersenyum .

Luhan dan Hyeonju dengan senang hati menyapa buah cinta mereka .

Agency Luhan hari ini sudah memberitakan kelahiran anak Luhan dan Hyeonju

Manager pun tidak menyangka ternyata mereka benar-benar saling mencintai

Menjadi orang tua adalah hal yang sangat membahagiakan , hadirnya malaikat kecil di tengah-tengah kehidupan mereka membuat mereka semakin bahagia .

Luhan pun punya alasan untuk bekerja keras dan selalu pulang tepa t waktu disetiap harinya , mencoba meluangkan waktu untuk Hyeonju istrinya dan Jeong Hyeon malaikat kecil mereka.

Menurut Luhan kecantikan Hyeonju pun semakin bertambah setiap harinya , Hyeonju akan semakin sangat cantik ketika dia sedang memberi ASI kepada Jeong Hyeon.

Hyeonju pun menjadi jarang mengeluh akhir-akhir ini , sifat kekanak-kanakan nya semakin berkurang dia menjadi pribadi yang lebih berpikir positif .

 

Aku mencintai mu Kim Hyeonju

Aku berharap kau akan menjadi istri dan ibu yang baik

Bagi ku dan anak kita

Terimakasih Kim Hyeonju

Kau yang terhebat

 

END